MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Jatah Bulanan


__ADS_3

Salamat membaca ya 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Sarapan kami bersama pagi itu pastinya merupakan momen terburuk untuk Vhe. Sempat ku lirik wajahnya yang menahan marah.


Aku hanya menahan senyum.


"Sayang aku mau shopping hari ini,,, bagi uang ya,,," rengek Vhe saat Dirga hendak berangkat kerja.


"Bawakan dulu tas suamimu Vhe,,," sela ku sambil menunjuk tas Dirga yang masih tergeletak di atas meja.


Vhe hanya merengut dan beringsut mengambil tas itu.


"Jangan lupa senyum,,," ucapku tanpa menoleh padanya dan terus membenahi baju seragam anak anak.


"Sayaaaang,,, lihat deh,, Ayu seperti sengaja sekali mengerjaiku,,," sungut Vhe setengah berbisik pada Dirga.


Dirga hanya mendengus mendengar pengaduan Vhe itu.


"Dia hanya ingin kamu juga bisa jadi istri yang baik untukku sayang,,, apa itu salah?? Tidak kan?? sudahlah jangan dianggap ini sebagai bentuk balas dendamnya tapi buka hatimu dan terima juga keberadaannya seperti dia menerimamu sayang,,," kata Dirga.


"Ya,,ya,,yaaaaa,,,," sahut Vhe sambil memutar matanya malas.


"Jangan lupa bagi duit,,," kata Vhe langsung mengulurkan tangannya seperti anak kecil yang meminta uang pada orang tuanya.


"Aturan sebagai istri Dirga di sini,,, kalau mau shopping atau ke salon,,, kita harus sabar menunggu uang bulanan darinya karena itu semua bergantung pada mama,,, kalau mama mau memberi ya kita akan segera dapat. Kalau tidak yaaa,,, kamu harus rela kerja keras sendiri demi bisa beli jajan untukmu. Bukan begitu mama??" aku langsung menyela dan melihat ke arah mama sebelum Dirga bisa menjawab.


Mama terlihat panik dan salah tingkah di depan Dirga. Beliau tentu khawatir kecurangannya selama ini ketahuan Dirga. Mama pun segera meninggalkan meja makan dan masuk kamar.


Papa yang tidak tau menahu urusan keuangan rumah hanya diam dan melanjutkan baca korannya di ruang keluarga karena beliau tidak ingin melihat kemesraan sugar babynya di depan matanya. Papa sudah berusaha keras menahan diri mengikuti permainannya dengan Vhe.


"Apa itu benar sayang??" tanya Vhe yang tak percaya akan ucapanku. Matanya menatap tajam pada Dirga.


Dirga hanya mengangguk. Pikirannya kembali melayang pada saat aku mengatakan padanya bahwa mama tidak pernah memberikan uang jatah bulananku selama ini.

__ADS_1


"Mana bisa seperti itu??!!! Uang suami untuk istri ya langsung kasih ke istri doong!!!" ketus Vhe.


"Coba saja bicara pada mama,,, siapa tau mama mau mendengarkanmu,,," ucapku sambil mengambil tasku dan hendak berangkat mengantar si kembar.


Vhe makin bersungut sungut.


"Aku pergi dulu Dirga. Aku mau sekalian ke salon hari ini. Kamu di rumah dulu ya Vhe,,, jaga mama." pamitku pada Dirga.


"Kenapa kamu bisa seenaknya ke salon??" protes Vhe.


"Karena aku punya uang sendiri dan tak perlu menunggu uang jatah bulanan kita dari mama dulu. Sudah jangan buat aku telat mengantar anak anak. Oh ya,, hari ini kamu tidak perlu mengantar anak anak. Aku ambil bagianku hari ini,,, besok giliranmu. Kamu kan mommynya juga yang berhak dan wajib mengantar mereka ke sekolah. Tenang saja,,, aku masih akan tetap ikut dan menunjukkanmu dimana sekolah anak kita kok. Begitu kan aturannya Dirga??" tanyaku lagi.


"Iya Yu,,, apa kamu mau ku antar??" tanya Dirga yang tiba tiba manis pagi itu.


"Tidak perlu,,, lebih baik kamu luangkan waktumu sebentar sebelum berangkat kerja untuk menemui mama dan membicarakan ulang masalah jatah bulanan kami berdua. Ku rasa Vhe tidak akan suka jika diperlakukan sepertiku selama ini. Ingat Dirga,, aku ingin semua disamaratakan. Jika mama memutuskan memberikan jatah Vhe,,, maka aku pun ingin nominal yang sama dan waktu pemberian yang sama. Ingat perjanjian kita kan??" tanyaku.


"Iya Ayu,, aku akan menemui mama dulu dan bicara pada beliau.


"Bye Vhe,,," aku melambai dengan gaya centil yang te tu membuat Vhe kesal.


"Dirga!! Pokoknya aku mau segera kamu beri aset biar aku bisa punya penghasilan sendiri!! Satu lagi,,, aku gak mau ya kalau jatah bulananku mama yang pegang. Enak saja!!!" ketus Vhe.


Dirga pusing memikirkan bagaimana cara menjelaskan pada Vhe. Digaruknya kepalanya yang tidak gatal. Belum lagi mengingat tuntutan tentang uang bulanan. Dia harus tanyakan semua pada mama. Dia harus cari tau kebenaran tentang ucapanku.


Dirga pun mengurungkan niatnya berangkat kerja.


"Aku akan datang terlambat. Masih ada urusan di rumah. Atur ulang jadwalku pagi ini." kata Dirga pada sekretarisnya.


"Baik pak,,saya mengerti" jawab sekretarisnya.


Dirga menutup telpon dan menuju kamar mama. Dilewatinya papa yang masih ada di ruang keluarga dan sibuk dengan ponselnya. Vhe sudah tidak terlihat di ruangan itu.


"Pasti dia masuk ke kamar" batin Dirga.


Tok tok tok,,,


"Buka pintunya ma,,, Dirga mau bicara" panggil Dirga.


Mama membuka pintu dan terlihat beliau salah tingkah.

__ADS_1


"Kamu kok belum ke kantor Dirga??" tanya mama berbasa basi.


"Ma,, apa benar yang Ayu katakan??" Dirga langsung menembak sasarannya.


Bola mata mama langsung berputar seolah mencari jawaban dan memutar otaknya.


"Jawab ma,,,!!" ucap Dirga.


"Mama,,,mama,,," mama tidak bisa menjawab dan gagap.


"Jadi benar selama ini mama tidak pernah memberikan uang uang bulanan dari Dirga untuk Ayu?? Kenapa mama tega ma?? Itu hak Ayu dan anak anak juga,,," kata Dirga penuh kekecewaan pada mama.


"Dirga,, mama hanya,,," mama coba menjelaskan tapi Dirga memotongnya.


"Dirga ingin mama berikan semua uang itu pada Ayu,,, uang itu tentu masih ada kan sama mama. Dirga tidak mau tau,,, sore ini juga semua uang itu sudah Ayu terima!!" titah Dirga.


"Se,,se,,semua???" tanya mama gagap.


"Iya semua,,, itu bukan hak mama tapi hak Ayu." tegas Dirga.


"Tapi Dirga,, uangnya,,,u,,u,,uangnya,,," mama kembali gagap.


"Jangan bilang mama habiskan ke salon dan shopping selama ini ya,,," Dirga curiga.


Mama hanya diam menunduk.


"Dirga tidak mau tau ma,,, Mama harus kembalikan semuanya sore ini. Dirga tidak mau punya hutang jatah bulanan pada Istri Dirga." kata Dirga.


Mama hanya mengangguk lemah karena beliau masih berpikir darimana dapat uang sebanyak itu dalam waktu sehari. Selama bertahun tahun mama pakai uang itu sesuka hati. Mama bahkan sudah tidak ingat kemana saja dihabiskannya uang itu.


"Satu lagi,,, mulai sekarang mama tidak boleh lagi mencampuri urusan keuangan Dirga. Ayu benar,,, Diega tidak boleh terlalu menuruti mama jika itu menyangkut rumah tangga Dirga." ketus Dirga.


Mama mengangguk saja di depan Dirga tapi dalam hatinya,,, mama sangat kesal saat Dirga mengatakan bahwa perkataanku benar.


Dirga yang merasa kecewa berat pada mama akhirnya hanya pergi tanpa pamit. Tak dihiraukannya papa ya g sempat memanggilnya juga.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote,like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2