
Selamat membaca 🌸
Maaf banyak typo🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
 🌸🌸🌸
Â
Vhe mengerjap ngerjapkan matanya yang terasa berat. Kepalanya juga masih terasa berat akibat pengaruh obat biusnya. Setelah kedua matanya terbuka sempurna,, Vhe mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Â
“Di mana ini??” gumamnya.
Â
Vhe bingung dan tak mengenali tempat ini. Vhe menggerakkan tangannya dan memegangi kepalanya yang masih pusing. Vhe memijitnya perlahan sembari mengingat ingat semua.
Â
“Aku ingat,,, Aku ditabrak mobil.” Batinnya.
Â
Vhe langsung meraba perutnya yang terasa nyeri dan perih.
Â
“Auw,,, Jadi bayi sialan itu sudah dikeluarkan dari perutku?? Baguslah,, Aku tidak perlu lagi berat berat membawanya kemana mana. Bikin repot saja. Hidup gak tuh anak ya,,,?? Aku harus mulai susun rencana jika anak itu selamat. Aku harus bisa meyakinkan salah satu dari para pria bodoh itu untuk menerima bahwa bayi sialan itu adalah anaknya. Sebaiknya aku tanyakan saja pada suster.” Gumam Vhe.
Â
Vhe menggapai tombol untuk memanggil bantuan yang berada tepat di atas kepalanya.
Â
“Aduh,, Kenapa aku tidak bisa merasakan kedua kakiku ya,,,? Apa karena kebas atau masih dalam pengaruh bius ya,,??”batin Vhe yang belum bisa bergerak atau duduk untuk membuka selimutnya.
Â
Tak berapa lama kemudian perawat pun masuk. Vhe heran melihat perawat itu memakai pakaian khusus dan tak seperti suster suster pada umumnya.
Â
“Apa karena aku masih di IcU ya jadi suster ini harus memakai pakaian yang lebih lengkap.” Batin Vhe.
Â
“Selamat siang bu Vhena,,, Ada yang bisa saya bantu?? Apa ada keluhan yang ibu rasakan sekarang?” Tanya suster ramah.
Â
“Kepala saya masih pusing. Perut bawah saya juga nyeri sekali sus. Oh ya,, saya juga tidak bisa merasakan kedua kaki saya. Apa hal seperti ini normal??” Tanya Vhe.
Â
__ADS_1
“Untuk keluhan kepala itu wajar bu karena ibu masih dalam pengaruh obat bius. Untuk nyeri di perut bawah itu juga wajar karena luka bekas operasi cesar ibu masih basah. Bayi ibu sudah kami terpaksa mengambil keputusan untuk mengeluarkannya sebelum waktunya mengingat ibu mengalami pendarahan.” Kata suster.
Â
Suster tidak menjelaskan apa penyebab keluhan pada kaki Vhe.
Â
“Lalu apa bayi itu selamat??”Tanya Vhe.
Â
“Selamat bu,, Tapi masih dalam tahap observasi lanjut karena lahir premature. Bayi ibu perempuan. Ibu belum bisa melihatnya sebelum,,,,,” suster belum selesai ketika Vhe langsung memotong bicaranya.
Â
“Sudah,, sudah,, Biar saja dia kalian rawat dulu. Suami saya juga ada kan? Biar dia yang urus dulu. Sebaiknya suster jelaskan dulu kenapa ini dengan kaki saya. Tadi tidak berasa apa tapi sekarang ada nyeri dan perihnya juga nih,,,” ketus Vhe yang mulai meringis menahan sakit di perut dan kakinya.
Â
“Maaf bu,, Sebaiknya ibu tunggu sebentar ya. Dokter akan segera dating dan menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi kaki ibu.” Jawab suster itu.
Â
“Kenapa harus tunggu dokter sih??!! Tinggal jelasakan saja juga,,,!!!” ketus Vhe lagi.
Â
“Ibu Vhena,, Sebaiknya ibu jaga emosi dulu. Ibu belum pulih benar.”
Â
Â
“Nah ini dia si dokter. Sustermu ini bodoh atau bagaimana sih dok?? Masak ditanya gitu aja gak bisa jawab. Mengecewakan sekali pelayanannya. Kalau tidak becus jadi perawat atau suster jangan kerja di sini dong!!!” ketus Vhe lagi.
Â
“Maaf bu,, Ini kebijakan dari rumah sakit yang membatasi suster menjelaskan Hal yang bersifat serius mengenai pasien. Ini tugas saya.” Kata dokter.
Â
“Serius?? Memangnya segawat dan seserius apa kindisi saya dok??” Tanya Vhe yang mulai tak sabar.
Â
“Saya harap ibu bisa kuat dan tabah menerima apa yang akan saya sampaikan ini.” Kata dokter.
Â
“Tunggu!!! Di mana keluarga saya? Suami saya?? Saya perlu mereka untuk mendampingi saya.” Ucap Vhe.
Â
“Maaf bu,, Mereka belum kami perbolehkan untuk menemui ibu untuk mengantisipasi resiko penularan karena ibu berada di ruangan khusus pengidap HIV.” Ucap dokter.
Â
__ADS_1
“HIV??? AIDS?? Aku?? Mana mungkin!! Dokter pasti salah. Saya ini selalu pakai bersih dan pakai pengaman dok tiap kali berhubungan intim!!! Dokter jangan mengada ada ya,,,” bentak Vhe.
Â
“Lebih baik cepat panggilkan keluarga saya!!!” perintahnya.
Â
“Maaf bu,, Kami tau ini berat bagi ibu tapi kami bisa pastikan hal ini benar adanya bu. Ibu positif mengidap aids. Untuk kemungkinan bagaimana bisa mengalaminya itu kami kembalikan pada ibu sendiri untuk mengingat atau mungkin mencari tau asal usul bisa tertular karena ibu sendiri yang tau bagaimana perilaku **** ibu selama ini.” Jawab dokter.
Â
Vhe hanya diam dan masih mendengarkan dengan wajah antusias.
Â
“Kami juga sudah menyarankan agar suami anda melakukan tes juga untuk mengetahui apakah juga tertular atau tidak. Untuk bayi anda juga sudah kami tes dan hasilnya bayi anda pun tertular juga karena resiko bawaan dari kehamilan. Kami mohon maaf sekali bu jika harus menyampaikan berita buruk ini.” Kata dokter.
Vhe memutar matanya ke segala arah berusaha menyadarkan dirinya sendiri bahwa apa yang didengarnya ini hanyalah mimpi. Vhe bingung apakah papa akan bisa menerima kenyatan tentang bayi itu. Vhe sudah tak banyak berharap pada Dirga apalagi setelah Dirga tau dan menemukan bukti perselingkuhannya.
Â
“Daddy harus bisa terima bayi itu apa pun kondisinya. Daddy pasti masih percaya bahwa anak itu anaknya.” Batin Vhe.
Â
“Dan mengenai keluhan di kaki anda,,, Kami juga ingin meminta maaf jika harus menyampaikan berita buruk ini kepada ibu. Kedua kaki ibu kami nyatakan mengalami kelumpuhan permanen akibat benturan keras di tulang panggul ibu yang menyebabkan kerusakan saraf kaki ibu. Ibu bisa melakukan atau mencoba bebrbagai terapi untuk kaki ibu tapi saya ingatkan bahwa resiko kegagalannya 99,99 %.” Jelas dokter.
Â
“Apaaa???!!! Doketr jangan main main yaaa,,, Mana kepala rumah sakit atau dokter senior di rumah sakit ini?? Aku ingin complain karena pelayan rumah sakit ini sangat buruk. Seenaknya saja mendiagnosa aku lumpuh total. Bantu aku buka selimut ini biar aku bisa lihat sendiri kakiku!!!” perintah Vhe pada suster.
Â
Suster memandang pada dokter yang memberi anggukan tanda mengijinkan. Suster pun lalu membuka selimut itu.
Â
“Apa??!!! Apa yang kalian lakukan pada kakiku?? Berani sekali memotong kakiku sebelah!!!” Vhe histeris melihat sebelah kakinya terbungkus perban tebal dan hanya sepanjang lutut sebelahnya saja.
Â
“Maaf bu,,, Kami terpaksa mengambil tindakan amputasi untuk sebelah kaki ibu karena tulangnya sudah remuk dan tidak bisa kami sambung kembali. Kaki ibu hancur bu.” Jelas dokter.
Â
Vhe menjerit jerit histeris mendapati kondisi dirinya yang tak lagi utuh. Tidak utuh,, mengidap kanker plus mendapatkan bayi yang mengidap penyakit yang sama juga. Vhe merasa tidak sanggup menerima semua itu.
Â
Karena Vhe terus rebut dan mulai bertindak aneh dengan memukuli dirinya sendiri maka suster dan dokter pun mengambil tindakan untuk menyuntikkan obat penenang baginya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Â
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Â
Terima kasih 🌸