MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Maaf,,, Aku Tidak Bisa.


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"Tunggu Sandy,,," panggilku.


Pria yang biasa ku panggil papa itu kali ini hanya ku sebut namanya langsung. Pria tampan itu pun menoleh dengan wajah bertanya tanya. Tidak hanya pria tampan itu namun juga mommy daddynya ikut menoleh dengan mata bertanya tanya.


Aku melangkah menghampiri mereka bertiga yang masih berdiri di seberang jalan. Sesampainya di sana ku raih tangan Sandy dan ku jalinkan jemari kami.


"Ayo ikut aku,,," ajakku setelah tangan kami saling terjalin.


"Kemana??" tanyanya heran.


Aku tak menjawab dan hanya menariknya pergi menuju kembali ke halaman rumahku. Kali ini ku bawa Sandy menghampiri Dirga yang ganti memandangku dengan penuh heran.


Angela yang di sampingnya juga hanya diam menunggu kejadian selanjutnya.


"Tunggu di sini." titahku pada Sandy begitu kami sudah berdiri berhadapan dengan Dirga.


Sandy yang belum tau apa mauku hanya diam menurut dan matanya menatap tajam ke arah Dirga yang matanya terus mengikuti langkahku menuju ke dapur.


Setelah aku menghilang di dapur,,, Mata kedua pria itu pun bertemu.


"Jadi ini Dirga,,, Setelah di pandang dari dekat dan seksama begini dia not bad lah,,, Lumayan tampan dan lebih tampan dariku bagi Vhe tentunya. Sampai dia lebih memilih pria ini. Kali ini bisa jadi aku kembali harus menelan kekalahanku dari pria ini lagi jika Ayu memilihnya juga daripada aku." batin Sandy.


"Siapa sebenarnya pria ini,,, Apa ini yang di sebut anak anak dengan papa Sandy tadi,,, Pria di depanku ini jauh sekali lebih tampan dariku. Bahkan jauh kelihatan lebih kaya raya. Tapi aku tidak boleh minder karena aku masih punya senjata anak anak,, Anak anak tentu bisa lebih memilih papanya sendiri,,,Ayu juga lebih lama bersamaku dan aku tau Ayu tidak gampang jatuh cinta pada pria baru." batin Dirga.


Aku kembali membawa anak anak bersamaku.


"Papaaaa Sandyyyy,,,," teriak keduanya begitu melihat sosok yang mereka sayangi selama ini.


Keduanya pun langsung menghambur memeluk Sandy yang langsung berjongkok membuka kedua tangannya menyambut si kembar dengan penuh suka cita.

__ADS_1


"Waahh anak anak papa,,, Papa kangen banget sama kalian." ucap Sandy sambil menciumi keduanya bergantian.


"Kita juga kangen sama papa Sandy,,," sahut keduanya serempak.


"Bener?? Nakal gak selama gak ada papa Sandy??" tanya Sandy kemudian.


Keduanya menggeleng bersamaan.


"Pinter semua anak anak papa Sandy ya,,," puji Sandy sambil kembali menciumi keduanya.


Semua pemandangan itu pastinya tidak luput dari kedua bola mata Dirga. Dirga berdiri mematung dan hanya menelan ludahnya sendiri menyaksikan sendiri betapa putra kembarnya malah lebih dekat pada pria di depannya itu.


Bahkan kedua putranya sama sekali tak mengindahkannya yang notabene adalah papa kandungnya.


"Dirga,,,Kenalkan ini Sandy. Calon suamiku dan papa pilihan anak anak. Sandy,,, Ini Dirga. Papanya anak anak. Mantan suamiku." ku perjelas setiap kalimatku saat memperkenalkan keduanya.


Sandy melepas pelukannya pada anak anak dan berdiri menghadap mata Dirga lagi. Kali ini berdirinya lebih tegap dan matanya lebih tajam memandang Dirga yang hanya menunduk kali ini.


"Halo Dirga,,, Senang bertemu denganmu." Sandy dengan senyum manis dan penuh kemenangannya mengulurkan tangannya pada Dirga.


Dirga menerima uluran tangan Sandy tanpa menatap wajah pemilik tangan itu. Hatinya hancur dan wajahnya terasa panas dan dipenuhi raut kekalahan.


"Terima kasih. Oh ya,, Sekalian ku kenalkan kamu pada mommy daddyku ya. Bagaimana pun juga jika nantinya aku dan Ayu sudah menikah,,, Kami tetap tak akan keberatan jika kamu ingin mengunjungi anak anak.Dan itu artinya kamu harus kenal kedua orang tuaku yang akan lebih sering bersama anak anak nantinya." ucap Sandy dengan kalimat yang jelas tak terpotong sedikit pun.


Dirga hanya mengangguk lemah dan pasrah.


"Mom,,Dad,,, Come here." panggil Sandy pada kedua orang tuanya.


Melihat aura kebahagiaan dan penuh rasa bangga di wajah putranya,, Keduanya pun tersenyum dan menghampiri putranya itu.


"Mom,, Dad,,,Kenalkan ini Dirga. Papanya anak anak." ucap Sandy mengenalkan Dirga.


"Oh halo,,," sapa tuan Leo mewakili istrinya yang hanya tersenyum memandang Dirga.


"Halo om,, Tante,," lirih Dirga.


"Lala,, Bisa minta tolong bawa mommy dan daddy sama anak anak ke dalam. Ibu sama ayah ada kok di dalam." ucapku pada Angela.

__ADS_1


"Baik Dek,,,Ayo om,, tante." ajak Angela yang paham bahwa aku ingin bicara bertiga saja dengan Sandy dan Dirga.


Mommy dan daddy yang juga paham langsung mengajak anak anak ikut bersama mereka. Kini tinggal aku, Sansy dan Dirga saja di halaman. Ku ajak keduanya duduk di kursi taman.


"Dirga,,, Aku minta maaf kalau aku tidak bisa mengiyakan ajakan rujukmu karena aku telah menerima Sandy yang akan menikahiku dalam waktu dekat. Ku harap kamu mengerti dan menghargai keputusanku ini." ucapku.


"Lalu anak anak??" tanya Dirga singkat.


"Kamu sudah bisa lihat sendiri kan tadi,, Anak anak bahagia bersama Sandy. Mereka tidak kekurangan kasih sayang atau pun merasa tidak punya papa lagi seperti sebelumnya. Bukan kami tak percaya padamu tapi aku lebih tidak ingin mengecewakan anak anak dengan memisahkan mereka dari papa pilihannya." ucapku.


"Di samping itu,,, Hatiku juga lebih memilih Sandy saat ini. Aku tidak dendam padamu Dirga. Semua tentang kita sudah usai dan aku memilih menguburnya dalam hatiku dan tidak ingin membangkitkan atau pun mencoba membangun kembali sesuatu yang sudah hancur lebur." tambahku.


"Sama sekali tidak keinginan dalam hatimu memperbaiki semuanya Yu??" tanya Dirga dengan mata penuh harap.


Aku menggeleng mantap.


"Maaf Dirga,,, Daripada rumah tangga baru kita nanti dipenuhi dengan kecurigaan dan rasa tidak percaya padamu,,, Takut kamu akan mengulangi lagi semua yang pernah kamu lakukan padaku,, Lebih baik aku katakan tidak saja. Aku tidak bisa kembali lagi padamu Dirga,,," jawabku dengan lebih jelas.


"Sandy,,, Kamu sudah dengar sendiri kan bahwa aku telah memilihmu menjadi pendampingku dan pelindung anak anakku. Aku juga sudah terang terangan menolak ajakan rujuk Dirga,,, Lengkap dengan alasananya. Jadi aku minta nantinya jangan pernah ada rasa curiga padaku dan Dirga jika suatu hari nanti kita harus bertemu lagi karena urusan anak anak." ucapku pada Sandy.


"Aku tidak akan pernah keberatan meski Dirga akan menemui anak anak tiap hari dan menemuimu..Bagiku semua tentang kalian adalah sudah berlalu dan kewajibanku sebagai pendamping barumu adalah menerima semua tentangmu termasuk masa lalumu. Meski sebagian dari masa lalu itu masih akan menjadi bagian masa kini dan ke depannya karena hubungan papa dan anak tidak pernah bisa diputus begitu saja. Aku tidak keberatan." jawab Sandy mantap.


"Terima kasih Sandy,,, Jadi Dirga,, Bagaimana denganmu??" tanyaku.


"Semoga kalian bahagia,,," ucapnya singkat dan langsung meninggalkan kami berdua tanpa basa basi lagi.


"Dirga,,,!!" panggilku kesal.


Dirga tak menoleh sama sekali dan tetap melangkah meninggalkan rumah ini.


"Beri dia waktu dulu Ma,, Dia hanya butuh waktu untuk menerima semuanya." kata Sandy.


Aku mengangguk.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2