
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈπΈπΈ
Tak terasa sebulan lebih telah berlalu membuat aku terbiasa menjalani kehidupan rumah tangga poligami. Aku masih sibuk dengan catering dan toko kueku yang semakin banyak memiliki pelanggan.
Entah darimana datangnya para pelanggan itu tapi sebulan ini catering dan toko kue mengalami kemajuan pesat. Aku sampai kewalahan menerima semua pesanan. Aku sampai menambah jumlah karyawanku untuk bisa mengerjakan semua pesanan yang tiap hari berlimpah.
Yang dulunya hanya pegawai pegawai kantoran biasa yang jadi pelangganku,, kini banyak perusahaan perusahaan besar menggunakan jasa cateringku untuk acara acara formal maupun non formal mereka.
Entah siapa yang merekomendasikan cateringku yang jelas aku selalu bersyukur dan berterima kasih atas limpahan rejeki yang sudah diberikan padaku.
Vhe memutuskan mencari dan membayar asisten rumah tangga untuk menggantikan tugasnya di rumah karena dirinya kini juga mulai sibuk merintis jasa spa miliknya yang belum sepenuhnya berjalan.
Aku tidak tau pasti darimana dia mendapatkan uang untuk sebanyak itu untuk tiba tiba bisa menyewa sebuah bangunan yang cukup besar untuk spa miliknya. Berbagai sarana dan pra sarana mewah juga sudah di belinya.
Meski menurutku itu semua terlalu berlebihan untuk pemula seperti Vhe tapi aku tidak mau komentar apa pun. Aku hanya ikut hadir dengan paksaan Dirga saat pembukaan spa itu dilangsungkan.
Dirga juga sering pulang malam akhir akhir ini. Sepertinya usahanya sedang mengalami kesulitan karena hampir tiap hari dia pulang dengan wajah penuh beban. Aku hanya pernah mendengar sekilas percakapannya dengan papa tentang pinjaman dana dari rekan papa yang sudah diambil Dirga.
Aku heran karena selama ini yang ku tau bisnisnya lancar lancar saja. Entah kenapa kali ini harus sampai memiliki hutang. Rupanya tanpa sepengetahuan kedua istrinya ini,,, Dirga telah meminjam sejumlah dana besar dari rekanan papa untuk diberikan pada Vhe sebagai modal usaha tuntutan Vhe.
Hubungan papa dan Vhe,,,??
Kurasa masih berlanjut namun masih aman aman saja hingga saat ini karena mama dan Dirga tampak masih belum menyadari bahwa ular betina yang mereka puja dan sayangi itu siap kapan saja menebarkan racun dan bisa ke dalam hati mereka.
Papa dan Vhe sangat rapi bermain di belakang mama dan Dirga. Tapi aku tetap sabar menunggu tanggal mainnya saja. Di mana aku akan bertepuk tangan dan menjadi saksi kekecewaan mereka.
πΈπΈπΈπΈ
"Huweeekk,,, huweeekkkk,,,,"
Vhe tampak pucat dan menatap pantulan dirinya sendiri di cermin kamar mandi ruangan kerjanya di spa miliknya. Sejak beberapa hari ini dirinya merasa mual dan tidak enak badan.
"Sial,,, aku kenapa sih mual terus,,, merusak selera makanku,,, mengganggu pekerjaanku saja." sungutnya.
__ADS_1
Vhe keluar dari kamar mandi dan mendudukkan dirinya di kursi kerjanya. Tangannya sibuk memijit mijit kepalanya yang terasa berat. Otaknya berputar keras mengingat ingat apa yang salah dengan dirinya akhir akhir ini.
Salah makankah,,,
Telat makankah,,,
Atau,,,
"Apa????" mata Vhe membulat begitu menyadari memang ada sesuatu yang salah dengan dirinya.
Vhe segera membuka kalender periodnya.
"Gawat,,,!!! Aku harus segera ke dokter,,, Ini bisa mengacaukan semuanya." kata Vhe langsung mengemasi barang barangnya.
Vhe segera menuju ke mobilnya dan melesat dengan kecepatan tinggi karena dirinya tak sabar ingin segera memastikan bahwa dugaannya itu benar.
"Selamat nyonya Vhe,,, anda positif hamil." kata dokter yang memeriksanya.
"Hamil dok???" tanya Vhe dengan nada tidak percaya.
"Benar nyonya,,, anda positif hamil dan kehamilan anda sudah berjalan lima minggu,,," kata dokter itu.
"Dokter pasti salah,,, dokter cek ulang lagi,,," kata Vhe tidak percaya.
Positif hamil.
Vhe tidak bisa mengelak lagi setelah membaca hasil diagnosa laboratorium itu. Dirinya memang tengah hamil. Vhe hanya meninggalkan rumah sakit itu dengan langkah yang dihantui dengan pertanyaan pertanyaan seputar kehamilannya ini.
"Bagaimana mungkin?? Selama ini aku selalu mengingatkan Dirga dan daddy mengenakan pengamannya. Aku yakin tidak pernah ada kebocoran saat melakukannya,,, Tapi kenapa aku bisa hamil???" Vhe bingung sendiri.
Vhe duduk diam di balik kemudi mobilnya dan belum juga berniat menjalankan mobilnya. Dia masih berpikir keras bagaimana bisa dirinya seteledor ini.
Sejurus kemudian ingatan Vhe pun kembali pada malam dirinya meninggalkan rumah Dirga. Vhe ingat dirinya yang terbangun keesokan paginya dengan dua lelaki telanjang di ranjang yang sama dengan dirinya.
"Brengsek!!! Merekalah yang membuatku hamil,,,!! Bagaimana ini sekarang,,, aku bahkan tak tau siapa diantara keduanya ayah biologis bayi ini,,," Vhe kesal sambil memukul mukul kemudinya.
"Kacau semuanyaaaa!!! Kacauuuu,,, Aaarrggghhh,,,!!!" Vhe berteriak teriak kesal di dalam mobilnya.
Kehamilan ini sungguh sangat tidak diinginkannya mengingat perjanjian dua tahunnya dengan papa dan betapa rajinnya dia mengingatkan Dirga memakai pengaman.
__ADS_1
Belum lagi mengingat wajah wajah pria yang menidurinya membuat Vhe makin kesal dengan kehadiran janin itu. Vhe memukul mukul perutnya.
"Janin sialan,,, Janin sialaaaann,,, Aku tidak sudiiii hamil anak lelaki yang aku sendiri tidak tau siapa,,,!!!!" teriak Vhe.
Vhe pun kelelahan dengan kegiatannya sendiri menyakiti dirinya. Vhe lemas dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobilnya. Matanya memandang malas ke langit langit mobilnya.
"Hei,,, tunggu,,, janin ini tidak sepenuhnya membuat kacau. Bukankah kehadirannya malah akan membuat posisiku aman dan kuat di rumah itu. Aku hanya tinggal mengatur semuanya dengan rapi,,,,Yaaa!!! Benar,,, kamu benar Vhe,,, kamu memang cerdas Vhe,,, Gunakan bayi ini,,," gumam Vhe.
Vhe menegakkan kembali tubuhnya dan mulai menghidupkan mobilnya. Dia tersenyum lebar dengan ide baru yang muncul dalam benaknya.
"Daddy,,, temui Vhe di hotel biasanya. Vhe kangen sama daddy,,," tulis Vhe di pesan singkatnya.
"Ok,,,tunggu di sana,,," balasan dari papa tak begitu lama kemudian.
Papa yang datang tak lama kemudian dan Vhe tersenyum manis menyambut sugar daddynya dengan baju tipisnya.
"Love you daddy,,," sambutnya dan memeluk papa.
"Ada apa ini,,,?? Kenapa manja sekali,,,??" tanya papa.
"Apa tidak boleh manja pada daddy??" rajuk Vhe manja.
"Boleh asal kau berikan yang terbaik hari ini untuk daddy,,," sahut papa.
"Tentuuu,,, Vhe ingin hari ini kita melakukannya tanpa pengaman daddy,,," kata Vhe manja.
"Apa kau yakin,,,???" tanya papa.
"Iyaaa,,, ini bukan masa subur Vhe kok. Tenang saja,,, Resiko hamil tidak akan besar." kata Vhe.
"Baiklah,,, Kalau pun hamil kamu bisa minta pertanggungjawaban Dirga nantinya. Kamu bisa memintanya melakukan hal yang sama dengan kita hari ini,,," kata papa yang tampaknya sudah tak memusingkan perjanjian dua tahun tanpa hamil.
Asalkan bayi itu memang anak papa,,, papa tak mempermasalahkannya.
"Pintar,,," sahut Vhe yang senang umpannya ditangkap dengan baik oleh papa.
Percintaan panas mereka hari itu pun berakhir dengan derasnya cairan papa yang menyembur deras dalam rahim yang sudah berpenghuni itu.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΈ