MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Papa Sandy


__ADS_3

Halo semuanya,,, Mohon maaf author absen beberapa hari kemarin karena ada sedikit kesibukan 🙏🙏🙏


Selamat membaca 🌼


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Si kembar sangat girang melihat wajah om Sandynya yang tiba tiba datang bersamaku. Keduanya langsung berebut minta gendong. Sandy sampai kewalahan dibuatnya.


Namun sama sekali tak terlihat gurat kekesalan di wajahnya dengan perlakuan anak anak yang terkesan merepotkannya. Sandy tetap dengan telaten menjawab berbagai pertanyaan yang di lontarkan keduanya.


"Mau gak kalau mulai hari ini panggilan buat om Sandy dirubah,,,??" tanya Sandy pada keduanya yang kini sudah anteng di pangkuannya.


"Dirubah jadi bagaimana om??" tanya Nathan.


Sandy melihat keduanya bergantian dengan mata nakalnya.


"Jadi apa yaaaa,,,,,Jadi apa hayoooo,,,,???" tanyanya menggoda si kembar.


"Gak tauuuu ooommm,,,," jawab Nicholas.


"Hmmmm,,, tebak dulu dooong,,,,!!!" seru Sandy.


Anak anak pun makin gemas dan penasaran dibuatnta. Mereka pun mulai curang menggelitiki om Sandynya agar menyerah dan mau mengatakan pada mereka apa jawabannya.


Aku hanya senyum senyum saja melihat mereka dari tempatku berdiri. Aku tengah berada di meja dapur rumah besar ini membantu si mbak yang menyiapkan makan siang untuk Sandy dan anak anak.


"Kelihatannya tuan Sandy sayang sekali sama mas kembar ya bu,,," si mbak mulai berkomentar.


"Iya mbak,,, Syukur ya ada yang masih menyayangi anak anak selain kita." jawabku yang tau persis si mbak juga sangat menyayangi si kembar.


"Ibu juga cocok kalau sama tuan Sandy lho,,," bisiknya.


"Apaan sih mbak ini,,," aku malu digodanya.


"Beneran bu,,, Jauh lebih pantas sama tuan Sandy daripada,,,,," si mbak tidak melanjutkan bicaranya.


Aku tersenyum padanya yang terlihat sangat tidak ingin kembali mengusik hatiku dengan menyebut nama Dirga di rumah ini. Meski dirinya akrab denganku tapi dirinya masih menghargai batasan antara kami.


"Aku panggil mereka dulu ya mbak,,, Mbak siapkan semuanya" kataku kemudian.


"Baik bu,,,Ini tinggal satu piring saja sudah siap semuanya." sahutnya sembari tersenyum.


Aku mengangguk dan meninggalkannya menuju ke ruang keluarga dimana Sandy dan anak anak masih terlihat bercengkrama.

__ADS_1


"Ayo dong om,,, bilang harus dirubah apa panggilannya??" Nathan masih saja mendesak.


"Hmm coba tanya sama mama saja,,," kata Sandy menunjuk aku yang baru saja menghampiri mereka.


"Mamaaa,,, Kata om Sandy kita harus merubah nama panggilannya. Kata om Sandy kita harus tanya mama,,, Ayo ma,,, kasih tau kita,,," kata Nicholas yang langsung menarik narik tanganku.


Aku duduk di tengah tengah keduanya yang kini sudah turun dari pangkuan Sandy. Ku rangkul keduanya.


"Cium mama dulu dong,,, baru mama bilang." rayuku.


Sontak keduanya pun langsung menciumiku.


"Mulai sekarang,,, kalian boleh panggil om Sandy dengaaaan panggilan,,,," aku berhenti dan menatap mata Sandy yang mengerling padaku.


"Apa ma,,,???" tanya si kembar makin penasaran.


"Papa,,,, Kalian boleh panggil om Sandy dengan nama papa,,,Papa Sandy,,," kataku mantap.


Si kembar tampak terkejut sejenak namun detik berikutnya mereka pun melonjak kegirangan.


"Horeeeee kita punya papa Sandy,,, Kita punya papa,,, Kita bisa bebas mainan sama papa Sandy,,," si kembar menyuarakan kebahagiaannya yang mungkin selama ini merasa kurang kasih sayang dari papanya sendiri.


"Kalau gitu cium papa Sandy juga dooong,,,Masak mama saja yang di cium???" Sandy pura pura merajuk.


Mataku tak terasa mengeluarkan tetesan kebahagiaan dan sekaligus perasaan iba pada si kembar. Sungguh selama ini mereka tak pernah sesayang itu pada Dirga yang memang tak pernah dekat dengan mereka.


Tidak ada satu hari pun walau sekaliii saja mereka menanyakan Dirga. Mereka cenderung senang dan bahagia jauh dari Dirga. Meskipun aku sudah berusaha menghilangkan trauma mereka tentang peristiw pertengkaran kami waktu itu,,, Namun ku rasa keduanya masih sangat tidak bisa memaafkan papanya.


Terbayang juga semua peristiwa sejak lahirnya si kembar hingga kini. Semua bayangan hitam pernikahan kami dan semua luka yang ku peroleh darinya dan keluarganya tiba tiba kembali menyayat nyayat hatiku.


Melihatku menangis Sandy pun memberi aba aba pada anak anak untuk mendekatiku bersama sama. Mereka tiba tiba datang dan mengusap airmataku. Sandy memelukku dan meletakkan kepalaku di bahunya sementara anak anak ada di sampingku mengelus elus tanganku.


"Mama jangan sedih lagi ya,,, kan sudah ada papa Sandy yang akan jaga kalian semua,,," kata Sandy yang mencium keningku.


Aku hanya mengangguk dan menyeka airmataku lalu menciumi si kembar. Aku memang harus tetap kuat untuk mereka.


"Apa kalian suka dan mau panggil om Sandy dengan kata papa Sandy??" tanyaku memastikan lagi.


Keduanya mengangguk.


"Mau menerima papa Sandy jadi papa kalian??" tanyaku lagi.


Keduanya lagi lagi mengangguk.


"Tapi walau kalian punya papa Sandy,,, kalian harus tetap ingat bahwa kalian juga punya papa Dirga ya. Itu papa kalian yang sebenarnya,,, Suatu saat nanti kalau kalian sudah besar,, papa Sandy sama mama akan menjelaskan semuanya pada kalian hingga kalian bisa mengerti. Ya sayang ya,,," imbuh Sandy.

__ADS_1


"Iya papa Sandy,,," jawab keduanya serempak.


Aku tertegun dan memandangi wajah Sandy yang menanamkan pada anak anak agar tetap mengingat siapa papanya meski kini ada dirinya dalam kehidupan kami.


"Kamu tidak hanya tampan wajah namun juga tampan hati,,," pujiku dalam hati.


"Kok melamun mama,,, Ayo dong cium dulu papa Sandynya ini,,, Ntar keburu ngambek loh,,," Sandy menyadarkanku dari lamunan.


"Makan dulu semuanya. Nanti siapa yang duluan habis makannya baru dapat cium dari mama." sahutku.


"Curang mama ahhh,,, ya anak anak ya,, mama curang nih,,," sahut Sandy.


"Cium,,, cium,,, ciummm,,,cium papa Sandyyyy,,,,ayo ma cium duluu,,, Kalau gak mau cium kita semua gak mau makan yaaaa,,,,!!!" Sandy mewakili anak anak balik mengancamku.


Anak anak pun tampak setuju dengan perkataan Sandy dan mulai bertepuk tangan menyemangati Sandy yang sudah menyodorkan pipi putihnya padaku.


Karena gemas akhirnya ku cium juga wajah tampan itu seiring dengan tepuk tangan dan kata hore dari anak anak.


"Ayooo sudah sudah,,, makan dulu semuanya. Keburu dingin makanannya." ajakku kemudian.


Anak anak pun berlarian lebih dulu meninggalkan aku dan Sandy yang masih duduk di sofa itu.


"Cium lagi dong maaa,,, Yang sini,,," Sandy setengah berbisik dan menunjuk bibirnya.


"Sandyyyy,,, nanti anak anak lihat,,," ketusku berbisik juga.


"Dikit ajaaa,,, ayo dong maaa,, buruan,,,," Sandy sudah mengerucutkan bibirnya.


Cuuuppp,,,,


Aku gemas dan hanya mengecupnya sekilas lalu meninggalkannya yang masih duduk dengan wajah protesnya karena aku benar benar hanya sedikit sekali menempelkan bibirku.


Aku hanya tersenyum melihatnya bersungut sungut kesal. Wajah tampannya itu terlihat makin menggeamaskan.


Sandy pun menyusul kami ke meja makan.


"Awas ya besok kalau kita sudah married,,,Ku lahap habis mama,,," ancamnya dengan berbisik saat melewatiku dan menuju ke kursi makannya.


Aku hanya tersenyum menggodanya biar dirinya makin tidak sabar hahaha,,,,


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2