MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Panggilan Sayang


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"Ini masakan mama??" tanya Sandy.


"Iya Sandy,,, Itu masakanku. Kenapa?? Tidak enak ya??" tanyaku cemas.


Aku takut membuatnya selera lidahnya yang lama tinggal di LA tidak bisa menikmati masakanku.


"Sudah lama aku gak makan masakan indonesia ma,,, Aku bahkan hampir melupakan citarasa masakan tradisional dan rumahan begini. Masakan mama sangat lezat dan mengingatkan aku pada masakan nenek dulu semasa kecilku. Nenek sering menyuapiku,,," kenang Sandy.


Aku bernapas lega karena dia menyukainya.


"Nanti di LA boleh juga nih kita buka restoran masakan khas nusantara begini. Pasti banyak yang tertarik." otak bisnis Sandy mulai melihat peluang bagus.


"Malu ah,,, takut bersaing dengan restoran hebat di sana." jawabku.


"Kalau masalah promosi jangan khawatir. Aku banyak relasi bisnis ma. Aku bisa buat semuanya selancar aku buat catering mama ramai upssss,,," Sandy menutup bibirnya yang keceplosan.


"Catering mama,,,?? Jadi kamu yang promosikan ke hotel hotel mewah dan perusahaan perusahaan besar itu selama ini,,,??" tanyaku kaget.


"Itu semua milikku,,,," batin Sandy.


Sandy hanya mengangguk dan meringis karena keceplosan dan takut aku marah atau kecewa karena pencapaian cateringku rupanya bukan semata hasil usahaku sendiri. Sandy tau aku bukan wanita yang suka memanfaatkan atau numpang enak begini.


Aku tersenyum melihat ekspresi bersalahnya itu.


"Terima kasih sudah sangat banyak membantuku,,," ucapku kemudian.


"Mama tidak marah kan??" tanyanya.


"Sudah dibantu kok marah sih,,, lagian kan memang masakanku enak,, jadi yaaa bukan semata mata promosimu itu yang buat ramai hahaha,," sahutku menyombongkan diri.


"Benar sekali hahaha,,," Sandy pun ikut tertawa.


🌸🌸🌸🌸


"Apa kamu masih akan tetap menuntut Dirga atas perlakuan kasar dan pencemaran nama baikmu ma?" tanya Sandy.


"Entahlah,, menurutmu bagaimana Sandy,,,??" tanyaku balik.


"Lakukan saja biar ada efek jera untuknya. Biar dia tidak akan macam macam lagi ke depannya pada mama. Yaahh meski sekarang sudah ada aku tapi kan kita belum married dan mungkin masih ada saja waktu saat kita tidak bersama sama." kata Sandy.


"Aku pikir memang begitu,,, Bukan dendam. Hanya saja memberinya pelajaran agar tidak lagi semena mena." kataku.


"Iya,,, katakan saja kapan mama ingin mulai memperkarakannya. Nanti biar pengacara saja yang mengurus semuanya untuk mama." kata Sandy.


"Iya Sandy,,, Terima kasih." jawabku.

__ADS_1


"Hmmm dunia ini tidak adil ya,,," gumam Sandy.


Aku memicingkan mata karena tak paham kenapa tiba tiba dia mengatakan kalimat tersebut.


"Tidak adil??" tanyaku balik.


"Iya tidak adil padaku,,," kata Sandy sambil membuang napasnya berat.


"Kenapa memangnya Sandy? Apa kamu sedang ada masalah??" tanyaku.


"Iya,, Masalah yang sangat besar." jawabnya sembari menarik napas hendak mengatakan apa masalahnya.


Wajahku pun mulai antusias mendengarkan apa yang akan dikatakannya itu.


"Masalah terbesarku yang membuat aku merasa dunia ini tidak adil adalah kamu,,," lirih Sandy.


"Aku???" aku terperanjat.


"Iya mama,,, Kamulah masalah terberatku." lirihnya lagi.


Deg,,,


Apa maksud Sandy,,,??


Aku masalah terberat baginya hingga dia merasa dunia tak adil,,,


Apa karena statusku yang sudah janda plus dengan embel embel dua anak yang membuatnya tertekan,,,???


Aku mulai murung dan asyik berpikir sendiri dengan segala kemungkinan yang ada. Aku tak sadar Sandy memperhatikanku.


Aku tergagap.


"Iii,, Ii,,, Iiyyaa,,, kenapa aku? Apa ada hal yang salah yang sudah ku lakukan??" tanyaku tergagap.


"Ada,,, Kamu melakukan satu hal yang membuatku merasa kamu tidak memperlakukanku dengan baik." ketusnya.


"Aaa,,, Aapppa Sandy,,,??" aku makin tergagap.


"Nahhh,,, kamu melakukannya lagi barusan." kata Sandy dengan wajah tak senang lagi.


Aku berpikir keras.


"Memangnya apa yang sudah ku lakukan??" tanyaku kemudian.


Sandy mulai tidak tahan untuk menahan tawanya melihat wajahku yang kebingungan. Sandy pun kemudia tertawa terbahak bahak membuat aku makin tidak mengerti.


"Jangan terlalu serius mama,,, Tidak ada kesalahan yang mama lakukan kecuali mama tidak memanggilku dengan panggilan sayang juga seperti aku memanggilmu,,, Mama terus menyebut namaku saja. Aku kan juga ingin diakui sebagai orang terkasih mama,,,,Dunia serasa tak adil padaku kalau mama terus memanggilku Sandy,,,," sungutnya.


Aku gemas dengan ulahnya yang lagi lagi mengerjaiku. Ku cubit habis dia di sana dan di sini sampai dirinya kelojotan dan mengaduh aduh.


"Ampuuun maaa,,, Ampuuunn,,," ucapnya terus berusaha menghindari cubitanku yang bagaikan emak emak tengah menghukum anaknya yang kelewat bandel.


"Bandel yaaa ngerjain mama,,,!!!" ketusku.

__ADS_1


"Mama yang bandel gak beri panggilan sayang,,," jawabnya sambil terus berkelojotan dan menghindari cubitanku.


Aku menghentikan cubitanku saat Sandy tiba tiba berhasil menangkap tanganku. Mata kami saling bertemu dengan pandangan saling mencintai. Syahdu sekali saat ku lihat Sandy membawa tanganku ke dadanya. Diletakkannya tanganku tepat di dada kirinya hingga aku bisa merasakan lebih kuat detak jantungnya.


"I love you mama,,," ucapnya.


"I love you too Papa tampan,,,," jawabku.


Mata Sandy berbinar mendengar aku memanggilnya papa tampan.


"Papa tampan,,,???" tanyanya.


Aku mengangguk dan tersenyum.


"Kalau begitu panggilan mama papa tambahi ya,,," ucapnya.


Aku mengerutkan dahi.


"Mama ayu,,,,karena mama sangat ayu,,," ucapnya lagi.


Aku kembali tersenyum di buatnya.


"Mama saja sudah cukup membuat aku merasa dicintai kok papa,,," jawabku kemudian.


"Beneran? Yakin?" tanyanya.


Aku mengangguk mantap. Bagaimana aku tidak yakin,,, ? Selama ini Dirga bahkan tak pernah memanggilku mama. Meski terlihat sepele namun panggilan sayang seperti ini sebenarnya sangat diperlukan dalam suatu hubungan. Meski tetap harus diimbangi juga dengan perbuatan baik dan cara perlakukan masing masing pasangan yang juga tak kalah baik.


"Papa jadi tidak sabar membawa mama ke LA." ucapnya.


"Tapi sebelum ke LA kita temui dulu ayah dan ibu ya papa. Papa harus minta ijin kepada mereka sebelum membawaku dan anak anak pergi ke LA." kataku.


"Tentu mama,,, Papa pasti akan menemui mereka. Kapan kita bisa kesana?? Kalau bisa secepatnya ya ma,,, Papa sudah tidak sabar nih ingin menghalalkan putri ayunya ini,,," Sandy mencubit daguku.


Tak hanya mencubit namun juga mulai menariknya mendekati wajahnya. Bibir kami pun beradu namun tidak lama karena aku segera menyudahinya saat mendengar suara anak anak yang baru keluar dari kamarnya setelah selesai mandi dibantu si mbak.


"Mama kok dilepas,,,??" protes Sandy.


"Malu nanti dilihat anak anak sama si mbak,,," jawabku


"Gemas deh,,, baru juga sebentar,,,Lagi yaaa. Nangung nih." sungut Sandy manja.


"Sabar dulu papa tampan,,, Tunggu kalau sudah sah dulu baru puas puasin,,," kataku sambil menjulurkan lidahku membuatnya makin kesal dan penasaran.


Aku tertawa melihat wajahnya yang makin terlihat tampan saat dia merajuk manja.


"Papaaaa Sandyyyy,,,,ayo kita main di taman." ajak anak anak yang baru muncul dan langsung menarik narik tangan Sandy.


"Okeee siaaaapp,,, Lets gooo,,,," Sandy langsung bangkit dari duduknya dan mengikuti kemana anak anak membawanya.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa Vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸-


__ADS_2