MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Terancam


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


Di rumah orang tuaku,,,


"Ayah dan ibu menyerahkan semuanya pada Ayu. Jika memang Ayu menerima nak Sandy maka ayah dan ibu hanya bisa mendoakan semoga rumah tangga yang kelak kalian bina bisa langgeng tanpa ada perceraian lagi. Kalian berdua sama sama pernah gagal jadi ayah dan ibu percaya kalian bisa belajar dari kegagalan kalian sebelumnya."


Ayah tersenyum padaku dan Sandy. Ayah lantas mengusap bahu ibu yang sedari tadi hanya menangis mengingat semua hal yang sudah terjadi padaku.


"Ibu cuma harap nak Sandy bisa membahagiakan Ayu,," ibu susah payah menghentikan tangisannya dan berbicara.


"Terima kasih saya ucapkan pada Ayah dan Ibunkarena sudah mengijinkan saya membina hubungan yang lebih serius dengan Ayu. Saya tidak akan janji apa apa pada ayah dan ibu atau pun Ayu. Saya hanya akan memberikan bukti bukan janji." kata Sandy tegas.


Ibu kembali terisak mendengarnya. Namun kali ini beliau terisak bahagia karena merasa sangat yakin melepaskanku untuk Sandy.


Berkali kali ibu menciumi pipiku dan komat kamit berdoa untuk segala kebaikanku.


"Apa nak Sandy yakin bisa menerima bukan Ayu saja,, Tapi juga anak anaknya??" tanya ayah.


Sandy tersenyum mendengarnya.


"Kebetulan sudah sejak lama saya sangat menyukai anak anak,, Saya pun sebenarnya sudah sangat lama menginginkan untuk memiliki anak namun mantan istri saya selalu menolak. Dan kini kalau saya dengan Ayu,, Saya langsung dapat hadiah dari tuhan berupa anak anak kembar yang juga sangat menyayangi saya. Dan saya sangat bersyukur untuk itu." jawab Sandy.


Ayah pun manggut manggu dan merasa lega dengan jawaban Sandy.


"Baiklah kalau begitu,,, tapi meski ayah dan ibu sudah memberi lampu hijau untuk kalian,, nak Sandy tetap berkewajiban untuk menyampaikan hal serupa pada orang tua nak Sandy terlebih dulu sebelum kalian melangkah lebih jauh lagi." pesan ayah.


"Iya ayah,, itu pasti. Bahkan kedatangan saya kemari selain ingin menyampaikan perihal hubungan kami juga ingin minta ijin ayah ibu untuk mengajak Ayu dan anak anak ke LA. Kebetulan keluarga saya disana semua dan mereka belum bisa datang kemari." kata Sandy.


"Ayah dan ibu pasti ijinkan selama mereka tidak merepotkan nak Sandy."kata Ayah.


Akhir pertemuan awal antara Sandy dan orang tuamku berakhir dengan senyuman manis yang mengulas di bibir kami masing masing. Semua lega dan semua bahagia.


Terutama aku yang sangat bersyukur pada tuhan karena ayah dan ibu bisa menerima Sandy. Kami pun kemudian pamit pulang namun si kembar tidak ikut dan memilih menginap.


Kali ini kami tidak diantar sopir karena Sandy ingin menyetir sendiri. Sepanjang perjalanan ku sandarkan kepalaku di bahu kirinya. Kami seperti remaja di mabuk cinta yang tak ingin lepas.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Vhe bergegas meninggalkan apartemennya dan menggunakan mobil pribadinya menuju rumah besar.


"Aku datang saja ke rumah itu dan cari sendiri. Awas saja si Ayu itu menghalangiku. Kan aku berhak ambil barang pribadiku." gumam Vhe sambil fokus menyetir.


Vhe menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah besar yang tampak sepi itu. Vhe pun turun dan hendak memencet bel nya saat mobil Sandy berhenti. Vhe menoleh ke arah kami dan matanya seperti tidak percaya melihat siapa yang ada di balik kemudi itu.


"Sandy???" batinnya heran.


Aku turun setelah Sandy membukakan pintu untukku. Melihat Sandy memperlakukanku bak ratu begitu hati Vhe makin panas dan heran.


"Hai Vhe,,," sapaku.


"Sedang apa kamu di sini Sandy??' Vhe tak menjawabku dan bertanya pada Sandy.


"Kamu yang sedang apa di sini? Bukannya kamu sudah tidak punya hak atas rumah ini,,,?" tanya Sandy balik.


"Aku ingin mengambil barangku yang ketinggalan." ketusnya kesal karena tak mendapat jawaban dari pertanyaan keheranannya kenapa Sandy bisa bersamaku.


"Barang apa memangnya?? Sudah tidak ada lagi barangmu di sini. Semua sudah di bawa pergi." jawabku.


"Biarkan saja dia cari barangnya ma,,," kata Sandy.


"Ma,,,??? Apa aku tidak salah dengar??" tanya Vhe dengan mata membulat.


Sandy tersenyum dan merangkulku di depannya.


"Iya Vhe,, Ma,, Mama. Kami akan segera menikah." kata Sandy yang dengan bangganya mengakui hubungan kami.


"Kamu sadar Sandy??? Apa istimewanya wanita ini?? Dia bukan levelmu,,!!" ketus Vhe yang mulai terbakar cemburu.


"Lalu siapa menurutmu levelku?? Kamu?? Jelas bukan kan,, Lagipula kamu suka atau tidak suka,,, Bagiku Ayu jauh lebih istimewa di mata dan di hatiku." jawab Sandy.


"Tapi Sandy,, ini semua terlalu cepat. I know you Sandy. Kamu bukan tipe yang cepat jatuh cinta.!!" Vhe terus mendesak.


Sandy meletakkan jari telunjuknya di bibirnya memberi isyarat agar Vhe diam.


"This is my life Vhe,,, Dan hidupku yang sekarang sama sekali tidak ada campur tanganmu lagi. Aku pun tak ijinkan kamu mencampuri kehidupanku lagi. Sekarang kembali saja ke tujuan awalmu datang kesini. Kamu mau ambil barang kan?? Ayo kita bukakan pintu untuknya ma,,," Sandy bicara padaku.


Aku hanya mengangguk dan memencet bel. Sejurus kemudian penjaga kebun berlarian membukakan pintu.

__ADS_1


Vhe langsung masuk mendahului dan naik ke kamarnya. Aku mengikutinya dan ingin melihat barang apa yang di carinya.


Aku tersenyum saat Vhe sibuk di laci nakas tujuannya. Aku yakin benar apa yang di carinya.


"Foto USG dan surat cerai??" tanyaku.


Vhe terkejut bukan main mendengarnya.


"Kamu,,, Kamu tau??" Vhe mulai panik.


"Tau,,, Sudah semua ku letakkan bersama barang barangmu dan barang Dirga. Aku pikir itu adalah barang penting yang harus kamu bawa kan,,, Jadi ya ku masukkan saja asal." kataku.


Vhe makin panik mengetahuinya.


"Lancang sekali kamu!!!" bentaknya.


"Lancang mana dengan kamu yang membohongi kami semua dengan usia kehamilanmu?? Lebih lancang mana dari kamu yang mengencani papa juga?? Aku tau semua kebusukanmu Vhe,," kataku.


Vhe tersengal sengal menahan emosinya.


"Sok tau kamu!! Dasar kampungan!!!" ketusnya.


"Aku punya bukti kuat untuk perselingkuhanmu dengan papa. Aku hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengirimkannya pada Dirga. Dan kamu,,, Ku sarankan untuk mempersiapkan dirimu menanti hari itu tiba." ucapku sambil tersenyum sinis.


"Bangsattt kamu Ayu!!!" teriaknya.


Sandy menyusul naik karena tak ingin Vhe bertindak macam macam padaku.


"Cukup ya Vhe,, Jangan buat ulah di rumah orang. Cepat pergi dari sini kalau urusanmu sudah selesai!!" usir Sandy.


"Sandy,,,!!! Apa kamu sudah lupa cuma aku yang kamu cintai??? Kenapa kamu juga mengusirku??" teriak Vhe yang sudah semakin tidak bisa berpikir jernih dan merasa terancam karena menyadari kedoknya sebentar lagi terbongkar.


"Cinta??? Ya,, Aku memang mencintaimu tapi itu dulu sebelum kamu sendiri yang membuat cinta itu jadi hilang. " jawab Sandy.


"Sudah cukup dramanya ya,,, Pulanglah!! Jangan memaksaku untuk kasar ya Vhe,,!!" usir Sandy lagi sambil menyeret paksa Vhe yang terus berontak.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2