
Happy reading ya 🤓
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tok,, tok,, tok,,,Â
"Masuk." Ucap Dirga saat mendengar ketukan di pintu ruangannya.Â
"Maaf pak,,, ada nona Vhena ingin menemui bapak. Apa bapak mau bersedia?" Tanya sekretarisnya.Â
Vhena,,,??
Bukannya dia masih di LA,,,??
"Halo Dirga" Suara Vhe terdengar di pintu. Sekretarisnya yang belum dapat ijin dari Dirga berusaha menahannya masuk.Â
"Minggir,,,,!!!!" Seru Vhe padanya yang masih tetap menahan agar Vhe tak masuk.Â
"Biarkan dia masuk" Titah Dirga baru kemudian sekretarisnya menghentikan apa yang dilakukannya. Dia kemudian permisi dan meninggalkan mereka berdua.Â
"Ada apa Vhe? Kenapa tiba tiba datang?" Tanya Dirga.Â
"Tidak ada,,,, Aku hanya bosan sendirian di LA. Makanya ku putuskan pulang saja. Tidak taunya mommy sama daddy malah tidak ada di rumah. Makanya aku kesini saja. Tadinya aku mau kerumahmu tapi aku malas kalau harus melihat tatapan tidak dari Ayu istrimu itu" Sahut Vhena.Â
"Memangnya dimana suamimu??? Kenapa kamu mengatakan kamu sendirian disana?" Tanya Dirga sekedar basa basi sambil terus sibuk di laptopnya.Â
"Kami bercerai Dirga" Lirih Vhe lesu.Â
Dirga menghentikan pekerjaannya. Dirga kemudian menatap Vhe yang tengah terlihat lesu dan sedih itu. Timbul rasa iba di hati Dirga melihat sahabat kecilnya itu.Â
"Maaf,,,, aku tidak tau kalau kalian sudah bercerai." Ucap Dirga kemudian.Â
"Tidak apa apa Dirga. Kamu mau menerima kedatanganku seperti ini saja sudah cukup membuatku terhibur. Aku butuh teman bicara Dirga. Dan entah kenapa aku hanya ingin membagi ceritaku padamu saja." Lirih Vhe lagi.Â
Dirga paham dan bisa menerima perkataan Vhe karena mungkin memang hanya dirinyalah sahabat baiknya dulu. Vhena yang Dirga kenal dulu memang tidak banyak punya teman.Â
Hanya Dirgalah sahabatnya sejak kecil. Hingga mereka terpisah karena keputusan Vhe waktu itu. Lalu jika ditanya apakah Dirga masih menganggapnya sahabat setelah apa yang dilakukan Vhe padanya dulu,,, tentu jawabannya masih.Â
Vhe masih sahabat Dirga.Â
Dan kini sahabatnya itu tengah menangis di depannya. Tak ada yang bisa dilakukannya kecuali memberikan sekotak tisu untuk menghapus airmata sahabatnya itu.Â
"Terima kasih Dirga" Ucap Vhe.Â
"Apa yang terjadi?" Tanya Dirga ingin tau.
__ADS_1
Vhe menatapnya lalu kembali menangis. Hal itu membuat Dirga tak enak jika hanya berdiam diri di kursinya itu. Akhirnya Dirga memutuskan untuk mengajak Vhe duduk di sofa saja.Â
Dirga duduk di sampingnya meraih kedua bahunya sebagai sahabat yang ingin membagi kesedihan sahabatnya.Â
"Sandy menceraikanku karena aku tak kunjung mau untuk mempunyai anak" Lirih Vhe disela tangisnya.Â
"Kenapa kamu belum mau juga? Apa kamu sakit atau punya alasan tersendiri?" Tanya Dirga.Â
"Aku punya alasan sendiri Dirga" Sahut Vhe.Â
"Apa kamu tidak mengatakan apa alasanmu itu padanya?" Tanya Dirga lagi.Â
Vhe menggeleng lemah.Â
"Seharusnya kamu mengatakannya. Aku yakin selama alasanmu itu masuk akal tentu suamimu bisa menerimanya. Kalian sudah lama menikah. Tidak mungkin kamu bertahan sampai lama begitu jika dia bukan pria baik" Ucap Dirga.Â
Vhe menghentikan tangisnya lalu menatap Dirga.Â
"Apa kamu yakin jika dia bisa menerima jika alasanku terus menunda kehamilan karena aku masih belum bisa menerima dirinya seutuhnya sebagai suami hingga kini?" Tanya Vhe yang membuat Dirga keheranan.Â
"Apa menurutmu dia bisa menerima jika aku mengatakan padanya bahwa selama aku menjadi istrinya aku tak pernah mencintainya?" Lanjut Vhe.Â
"Apa dia juga bisa menerima jika aku mengatakan bahwa aku masih saja mencintai sahabat kecilku??? Bahwa aku menyesal telah memilih meninggalkannya demi keegoisanku sendiri. Bahwa aku menyesal telah begitu terlambat menyadari bahwa memang dirinyalah yang ku cintai" Vhe terus bicara.Â
Dirga terhenyak mendengarnya. Penuturan Vhe sungguh membuatnya terkejut. Dirga tak mampu menjawab sepatah kata pun. Otaknya berputar keras membayangkan beberapa tahun yang sudah berlalu.Â
Membayangkan bagaimana saat dirinya sangat terpuruk karena kandasnya hubungan mereka. Membayangkan betapa dirinya berusaha keras melupakan kekasih hatinya itu.Â
Mengingat saat hatinya yang rapuh itu kembali bersemangat saat bertemu denganku yang kini telah resmi dinikahinya.
"Tidak Vhe,, tidak,,!!" Dirga tidak bisa langsung menerima begitu saja setelah Vhe mengatakan semua itu.Â
Dirga hendak beranjak dari duduknya saat Vhe menarik tangannya hingga Dirga kembali terduduk. Vhe yang masih menangis itu langsung menyandarkan kepalanya dibahu Dirga.Â
"Aku masih mencintaimu Dirga,,,, Hanya kamu yang ku cintai. Yakinlah,,,!!! Maafkan aku yang begitu terlambat datang" Kata Vhe.Â
Dirga terdiam kaku. Dirinya ingin tetap beranjak dari sana mengingat kini dirinya sudah menikah denganku namun bayangan kebersamaan dengan Vhe membuat hatinya menolak untuk melepaskan diri dari Vhe.Â
"Vhe,, aku,,, " Dirga belum selesai bicara namun Vhe memotongnya.Â
"Aku tau,,,, Kamu memikirkan Ayu. Aku tidak masalah walau ada Ayu. Ada atau tidak Ayu dalam hidupmu aku akan tetap mencintaimu seperti ini Dirga. Aku sudah lelah bertahun tahun menahan cinta ini untukmu. Jadi kini aku tak ingin lagi menahan cintaku walau ada Ayu." Ucap Vhe.Â
"Tapi Vhe,,, " Lagi lagi ucapan Dirga terpotong.Â
"Bayangkan bagaimana menderitanya aku membayangkan kamu dengan penuh cinta menyentuh Ayu. Bahagia sekali dan kalian tentu menikmatinya. Lalu aku?? Aku harus berpura pura menikmatinya agar suamiku tak kecewa." Kata Vhe yang airmatanya kembali berderai.Â
__ADS_1
Dirga tak bisa berkata kata lagi. Hatinya tiba tiba terasa perih.Â
"Apa sudah sama sekali tak ada cinta untukku?" Tanya Vhe yang kini mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Dirga.Â
Dirga terkejut dengan pertanyaan itu. Lama sekali dia tak menjawabnya. Dirga bimbang. Dirga memang sangat mencintaiku dan anak anak kami namun tidak dipungkirinya bahwa kondisi rumah tangga kami yang saat ini tengah merenggang membuat dirinya rindu akan kasih sayang dan belaian mesra tangan wanita.Â
"Kamu diam dan tak segera menolakku Dirga. Kamu bahkan terlihat bimbang dan ragu. Bimbang dengan rumah tanggamu dan ragu untuk menolakku. Itu artinya kamu masih mencintaiku. Terima kasih sayang,,," Ucap Vhe langsung memutuskan.Â
Vhe menggenggam lembut tangan Dirga dan dibawanya ke dadanya. Dikecupnya lembut sekilas bibir Dirga yang masih diam tak menjawab apa pun.Â
Tak ada penolakan dari Dirga. Bahkan saat Vhe kembali memberanikan dirinya mengecup kembali. Dirga malah membalas ciumannya.
Vhe senang. Vhe puas membuat Dirga linglung dengan semua perkataannya. Memang itu yang diinginkannya. Vhe yang sudah tau tentang renggangnya hubungan kami dari mama langsung tau harus berbuat apa.Â
Terus dibalasnya ciuman Dirga yang semakin memanas itu. Hingga akhirnya terdengar suara ketukan pintu.
Dirga melepas ciumannya. Vhe juga membenahi kancing kemejanya yang sudah sempat dibuka oleh Dirga.Â
"Masuk!" Titah Dirga saat Vhe telah selesai merapikan dirinya.Â
Sekretaris Dirga masuk dan mengingatkan bahwa Dirga ada jadwal pertemuan dengan kepala cabang yang telah menunggu di luar. Dirga segera mengiyakan dan meminta sekretarisnya menyiapkan semua berkas.Â
"Maaf Vhe,,,, kamu harus pulang. Aku ada urusan kerja." Ucap Dirga kikuk.
Vhe tersenyum dan mengangguk mengerti.Â
"Vhe,, aku,,, tadi,,, " Dirga gagap.Â
"Panggil aku sayang,,, Jangan Vhe lagi. Terima kasih untuk tadi Dirga sayang. Aku bahagia mendapati bahwa cintamu untukku masih sama" Ucap Vhe sembari menyentuh bibirnya seolah kembali merasakan rasa ciuman mereka tadi.Â
"Jangan khawatir masalah Ayu,,, Aku akan diam sebelum kamu sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya tentang kita. Aku pamit dulu" Lanjutnya tanpa menunggu jawaban dari Dirga lagi.Â
Dirga pun hanya menatap kepergian cinta lamanya yang kembali datang menggoda itu. Dirga terduduk.
"Apa yang telah ku lakukan??? Ayu??? Rumah tanggaku?" Lirih Dirga yang kemudian mengacak rambutnya dengan kesal mengingat renggangnya hubungan kami.Â
Vhe tersenyum licik sepanjang jalan.Â
"Memangnya siapa yang bisa menolak pesonaku?? Daddy,,, lihat saja. Aku pun akan datang padamu." Batin Vhe.Â
\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih 💞
__ADS_1