MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Ada Apa Dengan Vhe?


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku meratapi nasibku yang sangat buruk sebulan terakhir ini. Aku sungguh merasa letih dan tak kuat lagi. Belum lagi Vhe yang tiap selalu punya ide untuk membuat emosiku naik turun.


Namun aku bisa apa??


Dirga dan papa yang selama ini selalu menjadi pembelaku tiap kali mama mulai menyakitiky sedang tak ada dirumah. mereka berdua pergi ke luar kota untuk mengurus beberapa masalah yang timbul di kantor cabang. tampaknya permasalahannya cukup serius hingga papa pun harus turun tangan.


"Vhe harus pergi sekarang juga tante. Vhe harus menyiapkan barang barang yang akan Vhe bawa malam ini" pamit Vhe pada mama.


Vhe telah sedari pagi datang. Rupanya hari ini adalah hari terakhirnya berada di sini. 


"Iya Vhe,,, tante minta maaf kalau tante tidak bisa ikut mengantarmu ke bandara nanti. Sampaikan salam tante untuk mommy ya" pesan mama.


"Iya tante,," jawab Vhe.


Vhe meninggalkan mama dan mencariku yang tengah sibuk menyetrika baju.


"Ayu,,, aku akan segera pergi" sapanya di depan pintu ruangan setrika.


Aku menoleh kemudian mengangguk saja. Aku pikir tak perlu mengulangi ucapan selamat jalanku tadi. Aku juga tak ingin berbasa basi padanya.


Vhe masuk dan menghampiriku.


"Ayu,, sekali lagi aku ucapkan terima kasih telah merelakan tas cantikmu ini untukku. Sampaikan rasa terima kasihku pada Dirga karena masih mengingat apa saja kesukaanku walau dia memberikannya untukmu" ucapnya menyindirku lagi.


"Aku juga ingin minta maaf padamu jika selama aku disini,,,, mungkin membuatmu takut kehilangan Dirga. Tenang saja Ayu,,, Dirga memang pernah menjadi hal terindah dalam hidupku,, tapi aku sudah merelakannya untukmu" ucapnya manis.


Setengah tidak percaya aku mendengarkan semua perkataanya.


Apa tidak salah seorang Vhe meminta maaf???


Apa tidak salah juga dia mengatakan dirinya telah rela??


Bukankah pagi ini dia baru saja mengingatkanku bahwa tas itu hanya permulaan???


Aku tambah tak percaya saat Vhe tiba tiba memelukku erat. Vhe yang tadi pagi menepiskan tanganku yang menyentuhnya dan siang ini dia memelukku.


Vhe yang tubuhnya wangi dan menolak berdekatan denganku yang bau di meja makan kini malah dia yang merangkulku.


Ada apa dengan Vhe??


Aku agak risih namun tak enak jika menolak. Ku biarkan saja dirinya puas memelukku.

__ADS_1


"Aku bahagia jika Dirga juga bahagia. Aku yakin kamu bisa menjadikan Dirga lebih bahagia lagi" bisiknya.


Aku hanya mengangguk. Aku lega saat Vhe melepaskan pelukannya. Vhe segera melambaikan tangannya padaku lalu meninggalkanku yang masih termangu di ruangan itu. Aku masih tak percaya dengan semua yang dilakukannya padaku baru saja.


"Dia tampak tulus memelukku dan saat mengucapkan kalimat terakhirnya tadi. Tuhan,,, apa memang aku yang selama ini telah begitu kotor memiliki prasangka buruk terus terhadapnya??" batinku.


Hatiku luluh akan sikap manisnya padaku.


Aku tak mengantarnya keluar. Karena aku sementara menggantikan mama menjaga Nathan dan Nichol. Mama lah yang mengantarkan Vhe sampai ke depan.


Mama dan Vhe saling berpelukan.


"Ingat rencana kita ya tante,,, Jangan sampai ada yang curiga. Vhe tidak mau gagal" pesan Vhe setengah berbisik saat hendak masuk ke mobilnya.


"Tante paham" jawab mama singkat.


Vhe segera masuk ke mobilnya dan melambaikan tangannya pada mama. Deru mobilnya terdengar semakin menjauh meninggalkan halaman rumah ini.


"Apa kamu lelah Ayu?" tanya mama begitu masuk ke dalam.


Aku heran kenapa mama tiba tiba terdengar begitu mencemaskanku. Aku hanya mengangguk pelan.


Mama tersenyum dan itu membuatku semakin heran.


"Bersabarlah,,, mama masih belum menemukan pengganti Santi. Mama seharusnya tak memecatnya. Santi sudah begitu lama ikut kami. Coba saja jika mama bisa menemukannya lagi. Mama akan memintanya bekerja disini lagi" suara mama penuh penyesalan.


Aku meminta mbak Santi untuk datang saja kerumah ibu dan mengatakan pada ibu bahwa akulah yang mengirimnya kesana. Aku berpesan pada ibu agar menerimanya bekerja di rumah makan.


"Ayu tau kok dimana mbak Santi sekarang jika mama menginginkannya kembali bekerja disini" ucapku dengan semangat.


Mama menatapku curiga. Aku sadar akan tatapan mata itu. Agar mama tak berpikir lebih jauh padaku,,aku kemudian menjelaskan padanya tentang surat itu. Mama mengangguk angguk mendengarkan penjelasanku.


"Kalau begitu pulanglah,,, temui Santi dan sekalian bawa dia kesini. Katakan padanya mama menyesal telah memecatnya" titah mama.


"Kamu bisa sekalian menemui orang tuamu. Kamu lama kan tidak pernah bertemu mereka??" lanjut mama dengan sangat manis.


"Terima kasih ma telah mengijinkan Ayu menemui orang tua Ayu. Tapi bagaimana mungkin Ayu meninggalkan Nathan dan Nicholas" lirihku sendu.


Aku tak ingin meninggalkan si kembar namun aku juga tak bisa membawa mereka karena kepercayaan setempat yang kami abut bahwa bayi tidak boleh diajak bepergian jauh sebelum melewati tiga bulan usianya.


"Tinggalkan saja mereka bersama mama. Kamu tidak perlu mencemaskan mereka." sahut mama kemudian.


"Apa mama tidak keberatan?" tanyaku ragu.


"Mereka kan cucu mama Ayu. Mana mungkin mama keberatan. Pergilah." mama meyakinkanku.

__ADS_1


Aku mengangguk mengiyakan. Segera ku siapkan diriku dan tak lupa memompa asiku untuk persiapan susu bagi si kembar nantinya.


Karena terlalu senang dan bersemangat akan menemui ayah ibu serta mbak Santi aku sampai melupakan ponselku. Aku bahkan tidak pamit pada Dirga.


Aku menuju rumah ibu dengan menaiki taksi. Aku berencana akan membawa sepeda motorku nantinya saat kembali.


"Kamu memang bodoh Ayu. Tanpa sadar kamu sendiri yang mengumpankan dirimu masuk dalam rencanaku dan Vhe. Kamu membuat rencana kami makin mulus" batin mama yang melambaikan tangannya padaku saat taksi yang membawaku mulai meninggalkan rumah ini.


Mama masuk dan menelpon Vhe. Dengan sangat senang mama mengabarkan semua yang terjadi pada wanita itu. Vhe yang menerima telpon mama sangat bahagia.


"Tante memang bisa diandalkan" puji Vhe pada mama sebelum menutup telponnya.


Vhe menekan tombol ponselnya dan menelpon seseorang.


"Halo sayang,,, Jangan tutup telponnya. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa malam ini juga aku akan kembali ke LA. Tapi aku ingin kamu tau,,, hatiku tak pernah sekalipun meninggalkanmu. Aku menyesal Dirga,,, Sungguh!!!" kata Vhe.


Dirga yang terlanjur menjawab telpon dari nomer yang tak dikenalinya itu menutup telponnya dengan kesal.


"Masih saja Vhe merayuku" gerutunya.


"Lebih baik aku menelpon Ayu saja. Aku rindu kepadanya" lanjutnya dan segera menekan nomer ponselku.


"Halo Dirga,,,,"


"Mama,,, kenapa tiap kali aku menelpon Ayu selalu mama yang menjawab telpon Dirga? Kemana Ayu??" tanya Dirga begitu suara mama terdengar.


"Hhhhmmmm istrimu itu,,, ya kemana lagi kalau tidak pulang kerumah orang tuanya dan meninggalkan anak anaknya disini bersama mama. Untungnya mama ini mertua yang baik dan pengertian" jawab mama.


"Lagipula Ayu bilang dia sudah meminta ijin padamu" lanjut mama.


"Tidak ma,, Dirga sama sekali tidak tau karena Ayu juga sama sekali tak pernah bicara akan rencananya pulang" sahut Dirga kecewa.


"Sudahlah Dirga,, biarkan saja. Mungkin Ayu rindu pada orang tuanya. Mungkin juga dia tak ingin kamu tau kalau dia selalu memberikan uang nafkah darimu untuk diberikan pada keluarganya." sahut mama terdengar manis.


"Jangan lagi dibahas soal ini pada Ayu. Mama tidak mau dia merasa kita terlalu mengekangnya" pesan mama yang tentu saja tak ingin kebohongannya terungkap.


"Baik ma,,, Dirga minta maaf karena Ayu telah merepotkan mama" sahut Dirga merasa bersalah.


"Tidak apa apa sayang. Mama kan neneknya" jawab mama yang kemudian menutup telponnya.


"Bagus!!! Dirga pun mulai terpancing,,, Kalian berdua masuk perangkapku" batin mama senang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2