
Selamat membaca 🌸
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌸🌸🌸
"Kenapa kamu pegang kepala papa tadi Vhe?? Meski ucapan papa itu terasa masuk akal dan tidak berlebihan rasanya jika papa menyapa bayi dalam kandunganmu itu,,, Tapi aku masih merasa janggal dengan tanganmu yang mengelus kepala papa." kecam Dirga.
"Maksudmu apa Dirga??" tanya Vhe yang merasa terancam.
"Ya tanganmu itu kenapa harus sampai mengelus kepala papa??" tegas Dirga.
"Mana ada aku begitu??" elak Vhe.
"Vhe,,,Aku lihat sendiri kamu tersenyum senang dan membelai kepala papa." kecam Dirga lagi.
"Jadi kamu menuduhku ada hubungan dengan papa??" tebak Vhe.
"Ada hubungan?? Aku tidak mengatakannya ya,,, Hubungan apa maksudmu,,,?? Aku ini hanya tidak ingin kamu tidak sopan pada papa dengan memegang kepala papa. Papa itu orang tua kita. Semestinya kamu bisa lebih sopan." kata Dirga.
Vhe mengelus dada dan bernapas lega.
"Rupanya Dirga memang bodoh." batinnya.
"Maafkan aku kalau begitu. Mungkin tadi tanganku hanya reflek mengingat saat memperlakukanmu sayang.Mungkin juga hanya karena aku rindu padamu." Vhe membela diri.
"Baiklah,, tapi jangan diulangi. Sekarang istirahatlah. Aku hanya pulang untuk ambil berkas saja lalu kembali ke rumah sakit." titah Dirga.
"Iya sayang,,," jawab Vhe langsung dengan cepat menuju ke kamarnya.
"Huh hampir ketahuan lagi,,, Kenapa sih hari ini aku sial sekali. Ketemu Angela,,, kecelakaan,,,ketahuan nenek tua,,, sekarang hampir ketahuan si bodoh. Huhhh,,,,sepertinya lebih baik aku tidur sajalah. Aku lelah dengan semua kejadian hari ini." gumam Vhe.
Vhe pun mandi kemudian tidur tanpa berpikir berkas apa dan di mana yang di ambil Dirga.
Di gudang Dirga sibuk membuka dan bongkar kardus satu persatu namun belum ditemukannya juga berkas yang di carinya.
"Aduh di mana ya Ayu menyimpannya. Apa aku telpon saja dia??" batin Dirga.
Dirga melirik jam tangannya dan mengurungkan niatnya menelpon Ayu karena lumayan sudah larut. Matanya lalu tertumbuk pada kardus kecil yang terselip di antara banyaknya tumpukan barang bawaannya.
Dirga pun membukanya.
"Surat dari pengadilan?? Punya siapa??" batin Dirga melihat sepucuk surat bertulisan kata pengadilan di sampul suratnya.
__ADS_1
Belum hilang rasa herannya karena merasa tak pernah menyimpan surat dari pengadilan,,, dirinya kembali heran melihat sebuah foto yang diketahuinya sebagai hasil USG.
"Punya siapa lagi ini??" batin Dirga.
Karena penasaran akhirnya Dirga memutuskan membuka amplop surat itu dan membaca isi surat dalam amplop itu. Matanya membulat menyadari tanggal diputuskannya perceraian itu dan nama siapa yang tercantum di sana.
"Jadi saat menikah denganku Vhe masih berstatus istri Sandy??? Kenapa Vhe tidak jujur padaku?? Bukankah ini artinya pernikahan kami tidak sah karena negara ini tidak menganut sistem poliandri???" Dirga bertanya tanya.
"Mama pasti juga tau tentang ini tapi kenapa mama juga diam saja. Apa mereka berdua sengaja membohongiku agar aku segera menikahi Vhe?? Kalau tau dia belum bercerai aku pun tak mau menikahinya." Dirga kecewa.
Dirga lantas melihat dan memperhatikan dengan seksama foto USG itu. Melihat foto yang masih tergolong baru itu dengan janin tunggal,, Dirga yakin itu adalah' milik Vhe.
"Tidak mungkin milik Ayu,,, Ayu kan kembar dan sudah lama sekali pasti tidak akan sebagus ini fotonya. Tidak mungkin juga milik Ayu karena dia tidak sedang hamil." batin Dirga.
Namun lagi lagi mata Dirga membulat melihat angka perkiraan kelahiran dan usia kehamilan itu. Otaknya pun berpikir keras mengingat kapan pertama kali Vhe mengumumkan kehamilannya.
Jari Dirga juga ikut menghitung.
Wajah Dirga memerah saat ingat semuanya.
"Vhe sudah hamil sebelum kami melakukannya dengan pengaman. Berarti dia menipuku,,,!!! Lalu jika dia sudah hamil saat itu,,,Bayi siapa yang di kandungnya itu???" Gigi Dirga mulai gemeratakan menahan marah.
Marah,,
Kecewa,,
Dikhianati,,,
Dimanfaatkan.
Dan rasa sesal yang sangat terlambat ketika ingatannya kembali pada saat Ayu berusaha mengingatkannya akan hal ini. Saat itu dia malah memaki maki Ayu dan sama sekali tak memberinya kesempatan menjelaskan apalagi mendengarkannya.
Dirga ingat betul saat Ayu mengatakan bahwa Vhe berselingkuh di belakangnya namun dirinya tidak mengindahkan dan malah menuduhnya berniat memfitnah Vhe.
Kini dirinya percaya semuanya.
"Bukti,,, Ya,,,Ayu pernah mengatakan bahwa dia punya bukti kuat waktu itu. Aku harus menelponnya dan menanyakan apa dia masih menyimpan bukti itu." gumam Dirga.
Diraihnya ponselnya dan segera ditelponnya Ayu.
🌸🌸🌸
"Jawab saja,,, Pasti itu penting. Kalau tidak mana mungkin dia menelponmu malam malam begini ma,,," kata Sandy yang kala itu tengah menikmati makan malamnya bersamaku dan anak anak.
Aku pun mengangguk dan menjawab telpon itu.
__ADS_1
"Ada apa??" tanyaku datar.
"Ayu,,, Aku ingin minta maaf padamu." lirih Dirga.
"Itu saja?? Ku rasa kamu sudah tau jawabannya jadi tidak perlu repot repot menelponku malam malam begini." sahutku lagi.
"Ada hal lain lagi sebenarnya Yu,,," ucap Dirga.
"Apa lagi??" tanyaku ketus.
"Apa kamu masih menyimpan bukti perselingkuhan Vhe??" tanya Dirga.
Mataku membulat. Sandy penasaran melihatku begitu.
"Kenapa tiba tiba membahasnya?? Bukannya kamu sendiri yang memintaku untuk berhenti membahasnya?? Kenapa tiba tiba sekarang malah kamu yang memintanya?? Apa kamu sudah mulai menangkap gerakan aneh dari istrimu???" tanyaku.
"Ayu,,, Apa pun yang kamu pikirkan saat ini,,, Aku akan lebih menghargai jika kamu mau memberikan bukti itu. Biar aku sendiri yang menyelesaiakan urusan rumah tanggaku." kata Dirga.
Aku diam.
"Kamu masih menyimpannya kan??" tanya Dirga.
"Masih." jawabku singkat.
"Tolong Yu,,, Berikan padaku." pinta Dirga.
"Kenapa kamu begitu menginginkannya?? Itu saja yang ingin ku tau. Aku tidak mau lagi lagi kamu bilang mengada ngada atau memfitnah istrimu jika aku langsung berikan bukti itu." kataku.
"Aku sudah menemukan surat cerai dan hasil USG yang sepertinya sengaja kamu letakkan di tumpukan paling atas. Aku tau kamu ingin aku melihatnya sendiri. Terima kasih Yu atas caramu membuka mataku. Untuk itu,, Agar mataku kembali terbuka,,, Aku minta berikan bukti satunya lagi. Biar aku bisa menyikapi masalah ini dengan baik. Aku sudah pernah salah ambil keputusan menceraikanmu yang nyata nyata tidak bersalah." kata Dirga.
"Baiklah kalau kamu memaksa. Apa pun yang kamu lihat nanti,,,Semoga kamu punya cukup tenaga menerima kenyataan itu." ucapku langsung menutup telponnya.
Aku juga tak menunda dan langsung mengirim Video Vhe dan papa di parkiran hotel.
Dirga tak sabar membuka video yang masih loading itu. Emosinya kembali membuncah begitu siapa dua artis pemeran dalam video tersebut. Matanya berkaca kaca melihat pemeran prianya.
Hatinya pun hancur menerima kenyataan yang dilhatnya dengan matanya itu. Dirga mengobrak abrik dan membantingi semua barang di depannya untuk meluapkan emosinya.
Vhe yang tertidur tersentak bangun mendengar suara barang barang yang berjatuhan.Dirinya pun bergegas mencari sumber suara.
Vhe heran melihat Dirga yang tampak kacau.
\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih🌸