MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Cemas Dan Lega


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


Hari telah menjelang pagi ketika pesawat yang membawaku ke LA telah mendarat dan membuat perasaanku tidak menentu. Aku tidak bisa menjelaskan apa sebenarnya yang tengah ku rasakan saat ini.


Ada kecemasan,,


Takut,,,


Berasa asing,,,


"Sudahlah Ayu,,, Mungkin ini hanya karena kamu baru pertama kalinya pergi sejauh ini dari ayah dan ibu. Kamu mungkin hanya sedang homesick saja." kata hatiku menghibur diriku sendiri.


"Mamaaaa,,,, Ayoo Nathan sudah tidak sabar nih mau jalan jalan di LA,,," Nathan menarik narik tanganku dan menyadarkanku dari lamunanku.


"Ayo sama papa Sandy saja,,, Mama kayaknya lagi pusing deh kelamaan di pesawat. Mama cemen kalah sama Nathan dan Nichol. Mama kaget naik pesawat,,," goda Sandy sambil langsung menarik Nathan dariku.


Mendengar itu Nathan dan Nicholas pun hanya mentertawakanku yang kelihatan masih belum sadar betul.


"Kamu gak papa Dek??" tanya Angela yang sepertinya menyadari aku sedang tidak sepenuhnya sadar.


"Jet lag??" tanyanya lagi.


Aku hanya menggeleng kemudian tersenyum menertawakan diriku sendiri. Mungkin benar apa yang dikatakan Sandy tadi. Aku cemen hahaha,,,


"Gak apa apa kok Lala,,, Aku baik baik saja. Kayaknya benar kata dia tuh,,," ucapku memonyongkan bibirku ke arah Sandy.


"Hmm ngaku juga kalau cemen,,," goda Sandy lagi.


"Aaawww,,," jeritnya saat tanganku mendarat di pinggangnya dan mencubitnya.


Kami semua serempak menertawakan dirinya yang menggosok gosok pinggangnya yang pastinya panas akibat cubitanku kali ini.


Kami juga langsung bergegas meninggalkan bandara dan menuju ke hotel tempatku menginap. Sebenarnya Sandy menawarkan untuk tinggal saja langsung di rumahnya tapi aku menolak.

__ADS_1


"Kenapa harus di hotel sih ma,,,?? Di rumah kan bisa. Banyak kok kamar kosong." kata Sandy.


"Di hotel saja papa tampan,,, Gak enak kalau langsung di rumah." kataku.


"Emangnya gak enak sama siapa??" tanyanya.


"Kamu lupa ya calon istrimu ini masih mengusung adat ketimuran di mana kalau belum menikah resmi ya berasa tabu saja kalau sudah tinggal serumah meski tidak sekamar. Lagipula,,, Ada anak anak yang mama takut akan merepotkan atau rewel di sana. Jadi mama di hotel saja dulu ya,,," kataku memberinya pengertian.


"Oh i see,,, Ok ma,,,papa carikan the best hotel buat mama ya,,," katanya.


"Yang biasa saja juga tidak apa apa,,," jawabku.


"Masalahnya calon suamimu ini tidak punya hotel yang biasa biasa saja Dek,,,hotel miliknya semua bintang empat dan lima." celetuk Angela.


Aku melirik ke arah Sandy yang tampak biasa saja walau Angela telah memujinya begitu. Timbul rasa minder lagi dalam hatiku mengetahui bahwa Sandy itu crazy rich.


"Apa pria ini benar benar mencintaiku?? Pria kaya ini mana cocok bersanding denganku yang cuma kaya dadakan itu pun tak seberapa dan atas nama anak anakku." batinku.


"Kok malah bengong sih,,, Ayo kita lanjut jalannya." kata Sandy.


Aku menurut dan mengikuti langkahnya. Wisnu dan Sandy berjalan di depan dan mendorong semua barang barang kami. Aku berjalan di belakangnya sambil menggandeng si kembar.


Angela juga ada di sampingku.


Aku hanya memintanya berhenti membicarakan Sandy karena gak enak kalau kedengaran olehnya. Angela hanya tersenyum lalu kembali diam dan berjalan mengikuti langkah dua pria di depan.


Entah kenapa aku tambah resah mendengar dan mengetahui tentang kerajaan bisnis keluarga Sandy. Timbul rasa trauma berat mendapat suami dan mertua dari kalangan kaya.


"Tante Widya yang tak sekaya keluarga Sandy saja bisa segitunya memperlakukanku. Bagaimana nanti dengan keluarga Sandy yang lebih kaya,,???" batinku.


Huussttt,,,


"Ayu,,, Gak boleh berpikiran negatif begitu ke keluarga Sandy yang belum kamu temui. Sandy kan juga sudah berjanji akan melindungimu dari siapa pun yang bersikap tidak baik padamu." hatiku kembali memprotes apa yang ada di pikiranku.


"Ok kita berpisah di sini ya,,, Jangan lupa mampir ke tempatku."pesan Angela begitu mobil jemputannya sudah terparkir.


"Iya La,,Aku pasti mengunjungimu." jawabku.


Angela juga menawariku untuk tinggal saja di apartemennya tapi aku menolak karena di sana hanya tersedia dua kamar saja dan itu pun sudah di gunakan oleh Wisnu yang tak bisa menolak permintaan Angela untuk tinggal di apartemennya saja.

__ADS_1


"Good luck ya nanti buat acara perkenalannya. Jangan cemas,,, Keluarga Sandy baik baik semua kok. Buang jauh jauh hal buruk yang ada di pikiranmu. Aku tau apa yang sedari tadi kamu pikirkan Dek,,, Aku berani jamin mereka tidak seperti itu." kata Angela usai dia memelukku.


"Iya La,, Terima kasih ya sudah meyakinkanku." ucapku.


Kali ini aku tak memintanya menghentikan bicaranya karena aku yakin Sandy tak akan mendengar percakapan kami karena dia tengah sibuk dengan telponnya dan menjauh dari kami.


Entah siapa yang menelponnya hingga membuat dirinya harus menjauh.


Mungkin saja urusan bisnisnya,,, Batinku.


Angela dan Wisnu berangkat terlebih dulu dan meninggalkanku yang masih berdiri menunggu Sandy selesai dengan telponnya. Saking seriusnya Sandy hanya melambai saja tadi saat Angela dan Wisnu berangkat.


Tinggal aku yang masih berdiri menunggu dengan si kembar. Tiba tiba aku merasa bodoh berada di tempat asing dan tak tau harus bagaimana. Hmmm,,,


Aku menghela napasku kasar saat ku lihat Sandy makin serius di telponnya. Sesekali matanya melihat ke arahku dan anak anak. Hal itu membuatku mulai kembali berpikiran macam macam.


Jangan jangan itu telpon dari mommy daddynya yang menolak kedatangan dan kehadiranku,,,


Jangan jangan Sandy hanya sedang beradu mulut dengan mereka gara gara aku,,,


Jangan jangan Sandy yang memaksa mereka menerimaku,,


Pikiran pikiran seperti itu terus menggelayutiku hingga akhirnya aku makin berdebar saat Sandy terlihat mengakhiri percakapannya dan berjalan ke arahku dengan wajah kurang senang.


"Telpon dari siapa pa,,,?" tanyaku menyelidik.


"Hanya telpon dari kantor saja kok ma,,,"jawabnya datar.


"Ada masalah di kantor??" tanyaku lagi.


"Yaa,,, Sedikit tapi aku pasti bisa mengatasinya nanti. Ayo sekarang papa antar ke hotel mama ya biar kalian bisa segera beristirahat. Nanti malam akan ku jemput dan kita makan malam bersama mommy daddy. Aku sudah tidak sabar ingin mengenalkan kalian pada mereka biar kita bisa cepat menikah." kata Sandy.


"Iya papaaa,,,Sabar dulu kenapa sih,,,??" godaku yang merasa lega karena ternyata telpon tadi bukan dari orang tua Sandy.


Aku tambah yakin itu bukan dari mereka karena Sandy masih dengan semangat yang sama ingin mempertemukan kami. Sama sekali tidak ada tekanan di wajah Sandy yang mengarah ke hal buruk yang berkaitan dengan ketidaksetujuan orang tuanya seperti yang kutakutkan.


Aku cemas tadi,,, Sekarang lebih lega.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2