MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Aku kangen kamu


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Maaf nyonya,,, tadi ada non Ayu datang kesini" kata mbak Santi.


"Mau apa dia kesini?" tanya tante Widya ketus


"Maaf,, tadinya mau bertemu nyonya dan tuan. Tapi karena nyonya tidak ada jadi non Ayu cuma menyampaikan pesan bahwa tuan Dirga sakit" ucap mbak Santi.


Mbak Santi menyampaikan semua pesanku dengan baik termasuk memberitahu tante Widya bahwa aku sedang dalam perjalanan ke hotel Dirga.


Mbak Wati segera permisi ke belakang setelah pesanku tersampaikan.


" Ada apa ma?" tanya papa


Tante Widya yang tampak sedang memikirkan sesuatu itu langsung menoleh dan menarik lengan papa untuk duduk bersamanya.


"Sini deh pa,,, Santi bilang Dirga sakit. Tadi si Ayu datang kesini." kata tante Widya dengan wajah yang tampak gembira.


"Anak sakit kok mama kelihatannya malah senang begitu? Sakit apa Dirga? Apa perlu kita kesana menjemputnya sekarang? " papa mulai khawatir.


"Eh gak usah pa,,, Si Ayu sudah kesana. Mama senang deh" ucap tante Widya.


Papa tampaknya tak mengerti dimana letak kesenangan istrinya itu.


"Semoga saja Dirga sengaja memintanya kesana" lanjut tante Widya.


"Sengaja apa ma? Papa jadi bingung,,, Mama juga aneh." kata papa.


"Ahh sudahlah,,, papa ini memang tidak akan paham. Yang jelas mama senang Ayu datang ke hotel Dirga." ucap tante Widya.


Dia segera pergi menuju kamarnya untuk mandi. Gaun mahalnya cukup membuat dia gerah siang ini. Dia baru saja datang dari menghadiri acara formal keluarga.


Tak dihiraukannya papa yang masih terlihat mencemaskan Dirga.


"Santi,,, kemarilah sebentar" panggilnya.


"Iyaaa tuan,,, " Mbaj Santi dengan tergopoh gopoh datang memenuhi panggilan.


Papa meminta mbak Santi menceritakan perihal kedatanganku tadi. Mbak Santi sekali lagi menyampaikan semua dengan baik. Dia bahkan mengatakan bahwa aku telah membawakan beberapa makanan dan obat untuk Dirga.


Papa mengangguk angguk mendengarkan. Disuruhnya mbak Santi kembali bekerja setelah dirasa cukup.


"Ayu pasti bisa merawatnya" batin papa.


Papa sedikit merasa tenang jika saat ini aku menemani Dirga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menghabiskan waktu hampir tiga jam aku sampai di tujuanku. Aku mengarahkan motor kesayanganku menuju parkiran khusus sepeda motor.


Ku buka helmku dan ku letakkan di spionnya. Mulai ku kemasi semua barang bawaanku untuk Dirga. Aku tak lupa memastikan bahwa semua sudah terbawa.

__ADS_1


Hotel itu bukanlah hotel bintang lima atau hotel mewah sejenisnya. Hanya hotel biasa namun menyuguhkan pemandangan alam nan hijau sepanjang mata memandang.


Aku segera menuju ke meja informasi.


"Permisi mbak,, Saya Ayu. saya ingin menemui Dirgantara di kamar no 12." ucapku ramah.


Wanita itu tersenyum lantas mulai membantuku menelpon ke kamar Dirga dan mengatakan ada tamu untuknya. Dia wajib memastikan bahwa tamu hotelnya merasa nyaman tanpa ada gangguan.


"Terima kasih" ucapku begitu wanita itu menunjukkan ke araha mana aku harus melangkah.


Tok tok tok,,,


"Masuk Yu,,, pintunya tidak ku kunci" teriak Dirga dari dalam kamar.


Aku membuka pintu. Kulihat Dirga tengah berbaring di ranjang dengan selimut tebalnya.


"Badanmu masih panas. Ayo bangunlah. Ibu menitipkan banyak makanan untukmu" ucapku lembut sambil menyentuh dahinya.


Dirga membuka matanya yang berwarna coklat itu. Dia berusaha tersenyum walau sangat lemas. Aku membantunya duduk dan bersandar.


Ku siapkan dulu peralatan makan untuknya. Lalu pelan pelan ku suapkan sedikit demi sedikit makanan itu untuknya. Dirga menikmatinya walau tak sebanyak porsi biasanya.


"Cukup Yu,,, aku belum bisa makan terlalu banyak" lirihnya.


Aku menghentikan suapanku dan berganti membantunya minum air putih. Ku ambilkan juga obat pereda panas dan demam yang langsung diminumnya juga.


"Ayo kembalilah berbaring dan cobalah untuk tidur barang sekejap agar kondisimu membaik" ucapku.


Kurapatkan kembali selimut tebalnya. Aku hendak pergi membawa piring kotor ke dapur saat Dirga menghela tanganku.


Aku gemas melihatnya seperti itu.


"Tunggu kamu sehat dulu baru ku cium" ujarku.


Dirga manyun mendengarnya namun aku malah tertawa dibuatnya. Ku kecup keningnya perlahan.


"Selamat beristirahat dan cepatlah sembuh. Aku mau beres beres kamarmu dulu" ucapku.


Dirga mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Aku juga segera mulai merapikan isi kamar yang berantakan itu. Tidak biasanya Dirga seperti ini.


Mungkin karena dia sedang sakit jadi tak mempedulikan kondisi kamarnya. Aku melakukan aktifitasku dengan sangat berhati hati agar tak menimbulkan suara keras.


Aku tak ingin mengganggu tidurnya.


Sejam kemudian,,,


Aku duduk menyeka keringat yang membasahi dahiku. Aku sengaja mematikan Ac di kamar itu karena aku ingin Dirga tidak terlalu banyak terkena dingin Ac.


Dirga yang mulai terbangun menatapku yang sedang kelelahan.


"Kasihan kamu Yu,, sudah jauh jauh datang sampai sini masih harus merawat dan merapikan semua untukku." batin Dirga.


Dibiarkannya aku yang mulai menyandarkan kepalaku di bantalan sofa. Mataku terasa berat. Aku baru merasakan lelah. Dirga tak ingin menggangguku.

__ADS_1


Aku tertidur.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Ku rasakan tidurku sangat nyaman dan berkualitas. Aku bahkan merasa sedang tidak tidur di sofa. Dingin ruangan dan selimut tebal yang menyelimuti tubuhku menambah berat mataku.


Mungkin aku sedang bermimpi.


Tapi tunggu,,,,


Mataku langsung terbuka. Aku tidak mimpi. Aku memang tengah berselimut tebal. Saat aku lirik Ac juga tengah menyala dan mengeluarkan hawa dingin.


Aku juga masih tetap di sofa namun sudah dalam kondisi berbaring. Aku masih ingat betul tadinya hanya duduk menyandarkan kepala.


Aku juga masih mengenali ruangan ini. Ini masih kamar tempat Dirga menginap. Tapi siapa yang menyelimutiku?? Aku masih berpikir saat Dirga menghampiriku.


"Kamu sudah bangun?" tanyanya.


Aku kaget melihatnya sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Dia tampak baik baik saja.


"Kamu sudah baikan?" tanyaku.


"Iya Yu,, aku sudah merasa jauh lebih baik. Terima kasih telah membawakan makanan dan obat untukku ya" ucapnya lembut.


Aku yang tak percaya bangun dan menempelkan tanganku di dahinya. Terasa dahinya memang sudah tak panas lagi. Dirga tersenyum saja menatapku.


"Aku bahkan sudah menghabiskan makanan yang kamu bawa" ucapnya.


Mataku membulat mendengarnya.


"Mana mungkin?? Ibu banyak membawakan" tukasku.


"Kalau tidak percaya lihat saja di meja. Ada sisa gak disana?" ucapnya santai.


Aku segera bangkit dan menuju ke meja. Ku buka kotak yang ku bawa tadi. Mataku kembali membulat melihat makanan itu telah ludes semua.


Mataku memicing ke arah Dirga yang hanya tertawa melihatku seperti itu. Ku hampiri dirinya yang duduk di sofa yang ku tempati tadi lalu ku jewer telinganya.


"Kamu itu beneran sakit apa hanya mengerjaiku saja??? Sakit macam apa bisa menghabiskan semua makanan begitu!!!" kataku gemas.


"Aduuuh aduuh ampuuunnn. Aku lapar Yuuu,, Ampuunnn" Dirga mengaduh kesakitan karena aku tetap menjewernya.


Ku lepaskan jeweranku dan duduk manyun di sebelahnya.


Dirga mendekatkan dirinya padaku.


"Aku kangen kamu Yu"


Napasnya terdengar berat di telingaku saat membisikkan kalimat itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaaa

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2