MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Penolakan Keluarga


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jika Dirga masih semangat untuk berusaha menggantikan hukuman penjara dengan sejumlah uang meski harus didapatkannya dengan cara berhutang,,, Maka papa lebih memilih pasrah dengan hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan akibat ulahnya mencoba membunuh Vhe.


Papa memilih menikmati masa tuanya di penjara saja karena merasa sudah kehilangan semuanya. Papa telah kehilangan istri yang mendampinginya selama ini karena Mama sudah tidak diijinkan untuk menerima papa lagi oleh Dirga.


Papa juga merasa sudah kehilangan putra semata wayangnya yang tidak bisa memaafkan dirinya karena ulahnya mengencani menantunya.


Belum lagi semua hal buruk yang menimpanya setelah kado terburuk dari tuhan berupa penyakit kotor yang ditularkan Vhe padanya.


Papa merasa kehilangan semangat hidupnya. Karena papa hanya pasrah saat hakim membacakan putusan berupa pidana kurungan selama lima belas tahun untuknya.


"Anak dan istriku bahkan tak datang saat putusan sidangku. Mereka sungguh tidak mau tau semua hal tentangku lagi. Jadi untuk apa juga aku kembali ke duniaku yang hanya membuatku makin malu dan hancur. Biar aku renungkan semua kesalahanku." batin papa saat polisi menguncinya di balik jeruji besi.


🌸🌸🌸


Vhe dinyatakan telah bisa pulang dari rumah sakit setelah luka lukanya mengering.


"Sialan,,,Besar juga tagihan rumah sakit. Menguras uangku saja." sungut Vhe sambil memutar sendiri kursi rodanya.


"Tunggu bu Vhena,,," panggil perawat.


Vhe berhenti dan menoleh.


"Ada apa lagi?? Kan saya sudah selesaikan semua administrasinya." tanya Vhe.


"Iya bu,,,Tapi ibu lupa membawa anak ibu pulang. Ini bu adik bayinya." kata perawat itu sambil menyerahkan bayi itu ke pangkuan Vhe.


Vhe tidak bisa menolak dan hanya memandang bayi itu.

__ADS_1


"Aduhhh harus ku apakan anak ini?? Bikin susah saja. Merawat diriku sendiri saja aku sudah susah apalagi di tambah anak ini juga." keluh Vhe.


Vhe berpikir sejenak.


"Mau tidak mau aku harus mengabari mommy tentang semuanya yang terjadi. Semoga saja mommy mau menerimaku lagi. Semoga saja mommy sudah tidak marah padaku lagi." batin Vhe.


Vhe pun memanggil taksi dan menuju rumah mommynya. Penjaga gerbang yang terheran heran melihat kondisi Vhe hanya bisa diam dan membantu mendorong kursi roda nona anak majikannya itu hingga di teras rumah mommy yang besar dan megah itu.


Seorang wanita paruh baya dengan penampilan berkelasnya keluar dan memandang dengan sinis Vhe yang duduk di kursi roda.


"Ingat pulang juga kamu??" sinis mommy.


"Mom,,,Jangan begitu dong. Vhe sudah pulang nih,,Vhe ngaku salah deh,,,Maafin Vhe ya,,," rengek Vhe.


"Keputusan bukan di tangan mommy tapi di tangan papi." ketus mommy.


"Tapi kan mommy bisa bujuk papi. Mommy memangnya tega biarin Vhe kayak gini ini??" rengek Vhe lagi.


Mommy belum menjawab ketika sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan teras itu. Pria tua berpenampilan rapi tampak keluar dari mobil itu. Wajahnya menunjukkan kemarahan dan ketidaksukaan akan adanya Vhe di sana.


"Papi,,, Vhe minta maaf. Vhe ngaku salah. Vhe ingin kembali ke keluarga ini lagi." rengek Vhe.


"Kembali?? Setelah semua hal memalukan yang kamu lakukan?? Setelah mencoreng nama baik papa di depan keluarga Sandy karena kamu bisa bisanya tidak becus jadi istri Sandy,,, Terus kamu malah memilih jadi istri kedua. Papi dan mommy masih bisa terima itu tapi Sekarang kamu pulang bawa bayi yang tidak jelas siapa ayahnya,,,!!! Kamu juga mengidap HIV Vhe!!!" ketus papi.


"Papi,,, Tau dari mana??" lirih Vhe.


"Dirga sudah datang dan menceritakan semuanya termasuk niatnya untuk membatalkan pernikahan kalian karena merasa kamu bohongi dan kamu melakukan poliandri." jawab papi.


"Mommy jangan diam saja dong,, Kan mommy juga yang mendukung Vhe sama Dirga dulu." rengek Vhe.


"Iya memang dulu mommy dukung kalian,,, Tapi saat kalian masih sama sama single ya. Mommy tidak pernah sekali pun mendukung ketika kamu mulai mengganggu rumah tangganya. Mommy tidak pernah mengajarkan hal seperti itu padamu." jawab mommy.


"Bisa bisanya kamu juga tidak puas setelah istri pertama Dirga tersingkir kamu pun masih saja bikin gara gara. Kamu selingkuh sama mertuamu sendiri. Sejak kapan sih Vhe?? Mommy pun heran kamu ini sebenarnya mencontoh siapa sih Vhe???" mommy ikut kesal.

__ADS_1


"Penyakit itu juga,, Dari mana kamu dapat??!! Lalu bayi ini,, Bayi siapa??? Kalau DNA Dirga dan papanya tidak cocok lalu siapa ayahnya?? Ngaku kamu!!!" bentak papi.


"Vhe gak tau pa siapa ayahnya,,," jawab Vhe takut takut.


"Apa kamu bilang??? Bagaimana bisa kamu tidak tau hah!!! Jangan bilang kamu selingkuh juga dengan pria lain lagi selama ini. Cepat jawab!!!" bentak papi lagi.


Vhe diam tak menjawab dan hanya berusaha menghindar saja saat papi hendak menamparnya. Vhe memang tidak sedang berbohong tentang siapa ayah bayi itu karena yang diingatnya saat itu ada dua pria yang menidurinya dan dia terlalu mabuk malam itu untuk tau siapa yang menghamilinya.


Yang jelas pasti salah satu diantara pria itulah ayah bayinya dan mereka juga lah tentunya yang menularkan penyakit kotor itu padanya.


"Tidak bermoral!!! Bejat!!! Pergi kamu dari rumah ini. Dan jangan pernah kembali lagi. Lebih baik kami kehilangan putri satu satunya daripada harus hidup menanggung malu akibat ulahmu ini. Anggap saja ini hukuman dari kami. Ayo mom,,, Masuk!!!" titah papi dengan tegas.


Mommy pun terlihat tidak keberatan sama sekali dengan keputusan papi itu karena mommy juga kecewa dengan semua kelakuan Vhe.


Mommy juga sudah merasa puas dipermalukan oleh Vhe karena terus jadi perbincangan oleh teman teman arisannya yang sudah pada tau dan dengar tentang Vhe dan keluarga Dirga.


"Papiiii,,,Mommyyyy,,, Jangan begini dong. Vhe ini anak kalian,,, Vhe sudah cacat seperti ini apa kalian masih tega menghukum Vhe?? Bagaimana dengan anak Vhe ini??" rengek Vhe sambil menggedor gedor pintu yang sudah ditutup oleh papi.


Vhe menangis karena penolakan keluarganya sendiri.


Mommy dan papi hanya mengelus dada di dalam rumah. Sebenarnya mereka tidak tega namun mereka tidak mau juga membuat Vhe makin besar kepala dengan menerimanya kembali ke rumah setelah semua yang dilakukannya.


"Gimana nih pap?? Apa perlu kita bukakan pintu dan terima saja dia?? Kasihan juga sih Vhe pap,,,"kata mommy.


"Tidak!! Biarkan dia belajar dari semua kesalahannya ini. Mommy jangan lemah. Selama ini kita bukan tidak pernah mengingatkan dan mengajarinya semua hal baik tapi dasar Vhe saja yang bandel. Biar dia tanggung semua akibat dari kelakuan buruknya itu." kata papi.


"Iya papi,, Mommy tau. Tapi mommy kasihan sama bayi itu." lirih mommy.


"Sudahlah mom,,, Biar itu semua jadi tanggungan Vhe. Dia harus bisa mempertanggungjawabkan buah dari kesalahannya sendiri. Papi tidak mau lagi dengar atau membahas Vhe. Keputusan papi sudah bulat. Papi tidak akan menerimanya lagi jadi bagian anggota keluarga kita." tegas papi.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2