
Selamat membaca ya 🤓
Semoga suka 🌺
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌺
Mama memandangku dengan tatapan sinis saat aku pulang.
"Jadi juga kan mereka menikah meski kamu sudah senakal itu merobek kertas itu,,," sinis mama begitu si kembar sudah naik ke atas.
Aku diam saja tak menjawab.
"Mama seneng dah,,," sindir mama lagi.
Aku langsung saja naik ke kamarku dan menemani si kembar tidur siang. Dirga datang sejam kemudian. Meski tak biasanya dia pulang sesiang ini tapi aku tak ingin menanyakan alasannya.
Aku malah berpura pura tidur.
"Ayu,,, aku tau kamu tidak tidur. Duduklah,, aku ingin bicara. Aku ingin kita bicara dari hati ke hati dan tanpa ada emosi lagi." ujar Dirga.
Aku membuka mataku dan duduk di tepi ranjang.
"Jangan disini,, nanti anak anak bangun" kata Dirga.
Aku hanya menurut dan mengikutinya menuju ke kursi di balkon kamar kami. Aku duduk dan hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi.
"Aku minta maaf padamu jika caraku dan Vhe tadi menyakitimu. Aku tau itu adalah cara yang sangat licik dan bahkan tidak sah hukumnya karena kamu menandatangani surat itu di bawah tekanan."
"Tapi aku sungguh membutuhkan Vhe Yu,,, Dia bisa,,, "
"Melayanimu,,," ku potong cepat perkataan Dirga.
Dirga diam sejenak.
"Aku hanya pria dewasa yang,,,, "
"Kapan kalian akan menikah??" potongku lagi.
Aku sungguh tak ingin mendengar penjelasan apa pun dari Dirga tentang alasannya memilih menikah lagi karena bagiku itu semua hanya bullshit.
Dirga tertegun mendengar pertanyaanku.
"Kenapa Yu???" tanyanya balik.
"Apa salah jika aku ingin tau kapan pernikahan kalian digelar?? Sebagai istri pertamamu yang sudah mengijinkan kalian menikah tentunya aku berhak untuk hadir dan memberikan doa bagi kalian kan??" tanyaku lagi.
__ADS_1
"Ayu,,, kamu,,," Dirga makin heran dengan sikapku.
"Aku yakin dan aku tidak gila,,, katakan saja kapan kalian akan menikah??" ulangku lagi.
"Paling lama sebulan lagi,," lirih Dirga.
"Baiklah,,, lebih cepat lebih baik karena aku tak ingin kamu dan Vhe terus berlumur dosa." ucapku cepat.
Aku pun berdiri hendak masuk kembali ke kamar. Tapi ku urungkan karena aku tak ingin melupakan satu hal penting.
"Oh ya,,, mana surat yang tadi ku tandatangani??" Tanyaku.
"Ada di tasku,,, kenapa Yu??" tanya Dirga.
"Aku ingin aku yang menyimpan surat itu. Kamu boleh menyimpan salinannya kalau kamu ragu dan takut aku mengubah isinya." tukasku kemudian.
Dirga tak menjawab lagi dan langsung memberikan surat aslinya padaku.
"Aku sudah punya copyannya. Simpan saja aslinya." kata Dirga.
🌺
Dalam kurun waktu dua minggu pertama setelah aku tau bahwa Dirga akan segera menikahi Vhe,,, tanpa sepengetahuan Dirga atau siapa pun di rumah itu,,, aku lebih banyak menghabiskan waktuku di salon.
Aku bahkan tidak sayang merogoh kantongku untuk melakukan beberapa trik kecantikan seperti penirusan wajah dll. Untungnya selama ini cateringku yang sudah buka dua cabang sudah banyak peminatnya.
Diam diam aku juga banyak membeli pakaian pakaian yang modis dan kekinian tapi tetap mengikuti porsiku.
Aku juga selalu menggerai rambutku hingga menutupi pipiku yang sudah semakin tirus.
Dan hari pernikahan mereka pun tiba,,
Aku berhasil membuat para tamu terpukau dengan penampilanku hari itu. Sebuah kebaya model terbaru dengan payet payet indah berpotongan lebar di bagian dadanya membuat penampilanku mempesona.
Vhe merengut melihat kehadiranku dan perubahanku yang drastis.
"Sayang kenapa dia ada di sini??" tanya Vhe kesal.
"Dia berhak untuk berada di sini Vhe,,, sudah jangan bikin ribut. Malu sama tamu tamu,," kata Dirga.
Aku melenggang cantik mendekati mereka. Vhe makin kesal melihat kecantikanku lebih dekat. Terutama Dirga dan mama yang berdiri di sampingnya. Mereka tampak heran dengan penampilanku.
"Aku ingin berdiri disini juga bersama kalian,,," ucapku pada Dirga.
"Apa katamu Yu?? Berdiri di sini?? Untuk apa??" tanya Dirga.
"Aku kan istrimu,,, Vhe juga istrimu,,, apa salah jika kita berdiri bersama sama di sini?? Lagipula dulu saat kita menikah juga aku belum merasakan enaknya naik pelaminan bukan?? Kamu janji akan bersikap adil bukan??" tanyaku balik.
"Baiklah jika kau tak merasa terganggu,,," ucap Dirga yang mengkhawatirkan jika aku malu pada para tamu.
__ADS_1
Aku hanya tersenyum dan berdiri tepat di samping Dirga dan secara langsung menggeser posisi mama yang ada tepat di samping Dirga.
Aku pun mengalungkan tanganku di lengan kiri Dirga. Aku dengan besar hati menunjukkan pada dunia,,,, berdiri di pelaminan mendampingi suamiku yang menikahi wanita lain.
Aku membuat keputusan dimana mungkin tidak semua wanita yang dimadu bisa melakukannya,,,, tapi malam itu aku bisa,,!!
"Aku tidak mau wanita ini ada di sini Dirga,,," sungut Vhe.
"Sudah!! Jangan ribut!!" ucap Dirga.
Tak mau kalah dariku Vhe pun menggandeng tangan kanan Dirga. Dirga yang berada di tengah tengah justru merasa canggung. Mama pun mulai malu pada setiap tamu yang melihat ke arah kami dan berbisik bisik.
Papa,,, entah dimana beliau yang jelas beliau sama sekali tak mendampingi sedari tadi. Mungkin papa risih jika harus berdiri di samping Vhe dalam keadaan Vhe selingkuhannya menikah dengan putra nya sendiri.
Aku tak peduli jika semua orang blingsatan saat itu karena hanya aku lah satu satunya yang berdiri dengan wajah terangkat dan tersenyum di pelaminan itu.
Vhe pun harus rela melepaskan tangan Dirga tiap ada tamu yang naik dan memberikan ucapan selamat. Dirga menyalami para tamu dengan tetap membiarkanku menggandengnya,,,
Membuat tamu yang mungkin tidak tau siapa aku menyangka bahwa akulah mempelai wanita malam itu,,,
Vhe makin kesal karena benar ada beberapa tamu malah mengucapkan selamat padaku bukan padanya yang tidak digandeng Dirga,,,
Semua itu sudah ku perhitungkan makanya aku sengaja memilih lengan kiri Dirga karena aku tak perlu melepasnya.
Aku benar benar merasa menang dalam babak pertama ini,,,
"Tenang saja Vhe,,, aku masih punya banyak permainan untukmu,,," batinku.
Malam pernikahan mereka itu benar benar terasa canggung dan kacau bagi keduanya. Aku sempat melihat mata papa melihat ke arah Vhe dan menunjukkan sikap tidak sukanya tiap kali Vhe terlalu dekat dengan Dirga.
Ku lirik mama yang masih ada di sebelahku,,,
Timbul rasa iba di hatiku membayangkan bagaimana sedih dan kecewanya mama suatu hari saat tau semua kebenaran ini.
"Semoga mama kuat,,, Maafkan Ayu yang tak ssgera memberitahu mama semuanya,,,"
Terlepas dari seberapa jahatnya mama padaku,,,
Terlepas dari seberapa buruknya mama memperlakukanku,,,,
Aku tetap meminta maaf dan berdoa tulus dari hati untuk mama yang sudah begitu menyayangi si kembar.
Karena itulah yang diajarkan orang tuaku,,,
"Seberapa besar kebencian orang lain padamu,, Tetap doakan mereka yang terbaik Ayu,,,Biar tuhan yang membuka mata hatinya dan mengusir kebenciannya padamu,,, " pesan ayah.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih 🌺