MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Perjalanan Panjang


__ADS_3

Selamat membaca🌸


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"So when you balik ke LA and bawa calon menantu mommy?? You jangan kelamaan stay di sana Sandy. Mommy sudah tidak sabar ingin kenal sama Ayu,,," suara nyonya Frederica terdengar di sambungan video callnya dengan Sandy.


"Wait mom,,, Sandy akan segera back to LA. Cuma tinggal tunggu paspor Ayu jadi saja kok. It will be done by today dan Sandy akan go LA by tomorrow." jawab Sandy semangat.


"Ok,, Mommy tunggu you." jawab nyonya Frederica senang.


Nyonya Frederica pun menutup sambungan telponnya dan melangkah menuju balkon di mana suaminya duduk di sana.


"Kapan Sandy balik mom??" tanya tuan Leo.


"Katanya sih besok dad,,," jawab nyonya Frederica.


"Jadi dia mau kenalin kita sama calon istri pilihannya??" tanya tuan Leo lagi.


"Calon istrinya dan anak anaknya juga tepatnya."sahut nyonya Frederica.


Tuan Leo menutup buku yang di bacanya dan tersenyum. Nyonya Frederica yang melihatnya pun terheran heran.


"Why daddy senyum senyum begitu??" tanyanya.


"Just remember old time pas kita saling jatuh cinta mom. Me dengan anak anakku dan mommy yang masih single. Who knows sekarang hal yang serupa terjadi juga pada Sandy. Daddy harap Sandy can be a gentleman dan tidK pilih kasih kalau nantinya dia punya anak sendiri.Just like mommy yang juga tidak pernah membedakan kasih sayang mommy pada anak anakku." kata tuan Leo.


Nyonya Frederica hanya tersenyum dan menggenggam tangan tuan Leo.


"Mommy percaya Sandy akan bisa melakukan hal yang sama." kata nyonya Frederica.


"Thanks mom,,, Untuk semua kasih sayang mommy." ucap tuan Leo.


"Your welcome dad,,, Sebagai orang tua Kita harus bisa tunjukkan dan juga ajarkan pada anak anak kita bagaimana caranya agar rumah tangga itu bahagia. Saling menerima dan memberi,, Saling melengkapi,,, Saling mencintai,,Saling menghormati pasangan." kata nyonya Frederica.


Tuan Leo tersenyum lalu mencium kening nyonya Frederica lembut. Usia pernikahan yang sudah tidak muda lagi tak membuat kemesraan mereka lantas luntur begitu saja.


Keduanya tetap selalu harmonis dan sering meluangkan waktu untuk berdua walau sekedar berbincang santai saja.


🌸🌸🌸

__ADS_1


"Ibu titip Ayu dan si kembar ya nak Sandy,,, Tolong jaga mereka. Jika nanti mungkin orang tua nak Sandy tidak bisa menerima mereka,,,Ibu mohon nak Sandy juga yang tetap harus mengantar mereka pulang dan kembali pada kami. Ibu tidak ingin Ayu menderita lagi,,,," ucap ibu lirih.


"Ibu tenang saja ya,,Keluarga Sandy akan sangat senang menerima Ayu dan anak anak. Kekhawatiran ibu itu tidak akan pernah terjadi. Sandy jamin itu,,," kata Sandy meyakinkan ibu yang mulai menitikkan airmatanya mengingat kisah pilu rumah tanggaku dan Dirga.


"Sudah bu,,,Jangan menangis lagi.Jangan biarkan Ayu melihat airmata ibu. Biarkan putri kita pergi bersama nak Sandy tanpa beban pikiran apa apa." kata ayah saat melihat Aku sudah menyeret koperku keluar.


Ibu mengangguk dan segera menyeka airmatanya.


"Mama sudah siap??Anak anak juga sudah kan??" tanya Sandy.


Aku hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ok kalau begitu kita langsung berangkat saja. Angela dan Wisnu pasti sudah menunggu jemputan kita." kata Sandy.


"Ayah,,,Ibu,, Ayu pamit dulu ya." pamitku.


"Hati hati ya nak,,,"sahut ayah ibu serempak.


Ibu mencium dan memelukku. Ibu berusaha keras untuk tidak menangis namun tangisnya pecah juga saat mencium si kembar.


"Jangan nangis nenek,,, Nanti Nichol sama Nathan akan sering telpon nenek sama kakek ya,,," kata Nicholas.


"Iya sayang,,, Cucu kakek gak boleh nakal ya selama di sana. Harus nurut sama mama,,,Sama papa Sandy,,," pesan ayah.


Ayah dan ibu melambaikan tangannya saat mobil yang membawaku dan Sandy mulai meninggalkan halaman rumah mereka.


Hari ini Sandy menepati janjinya padaku untuk membawaku ke LA dan mengenalkanku pada keluarganya. Angela dan Wisnu juga turut berangkat ke LA. Mereka perlu menyiapkan segala sesuatunya untuk persiapan pernikahan mereka.


Perjalanan panjang yang memakan waktu sekitar dua puluh jam itu ku manfaatkan untuk beristirahat dan mempersiapkan mental untuk bertemu dengan calon mertuaku.


Ada ketakutan dan rasa trauma dalam hatiku mengingat sikap tante Widya,,, Mantan mama mertuaku dulu.


Ada juga ketakutan akan mengalami kegagalan dalam berumah tangga lagi namun sikap lembut dan mengayomi dari Sandy lambat laun mampu membuatku berhasil menepis semua ketakutan itu.


Aku yakin Sandy tidak akan seperti Dirga.


"Apa yang kamu pikirkan ma??" tanya Sandy yang membuka matanya dan melihatku hanya menatap keluar jendela pesawat.


"Tidak pa,,, Mama hanya baru kali ini pergi begitu jauh dari rumah." jawabku.


"Mama takut??" tanya Sandy.


Aku hanya mengangguk. Sandy meraih kepalaku dan menyandarkannya di bahunya. Tanganku digenggamnya erat.

__ADS_1


"Kan ada papa yang akan jagain mama dan anak anak. Papa tidak akan biarkan siapa pun berlaku tidak baik pada mama dan anak anak. Papa juga tidak akan memberikan kebebasan keluarga papa untuk mencampuri rumah tangga kita nantinya. Rumah tangga kita ya hanya kita yang berhak mengaturnya." kata Sandy.


Aku mengangguk.


"Satu hal lagi,,," lanjut Sandy.


Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya.


"Apa pa??" tanyaku.


"Papa juga akan buat mama kewalahan terus dan sangat gemuk karena mama akan mengandung anak kembar lagi. Kali ini papa pinginnya cewek sama cowok tapi yaa,,,No complain!!!" tegas Sandy.


"Mana bisa menentukan sendiri begituuuuu,,,,"ucapku sembari mencubit pinggangnya gemas.


"Aaawww,,, Pokoknya papa mau kerja keras biar mama bisa hamil anak kembar juga buat papa." sahut Sandy.


"Kalau tidak bisa??? Apa papa akan mencampakkan mama?? Apa keluarga papa akan menuntut papa untuk menikahi perempuan lain yang bisa mewujudkan keinginan kalian???" tanyaku yang tiba tiba sensitif.


"Hei,,, Kok jadi sensitif gitu sih mama,,,?? Papa tau anak itu rejeki dan bagian dari misteri tuhan yang tidak bisa kita prediksi. Tapi bukan berarti kita tidak boleh berharap kan,,,?? Jadiii,,, Papa akan tetap ajak mama untuk berusaha. Kalau tidak bisa dan gagal ya coba lagi,,,Kalau gagal lagi ya coba lagi,,, terus dan terus,,,Kan malah enak kalau terus terusan,,, Iya gak???" goda Sandy sambil mencubit daguku.


"Iiihhh itu sih maunya papa aja,,,!!!" ketusku gemas sambil mencubitnya kembali.


"Emangnya mama gak mau juga???" godanya lagi.


"Papaaa,,,Sudah dong godain mama." jawabku saat ku rasakan pipiku terasa panas karena pasti telah bersemu merah.


"Ya sudah kalau gitu mama istirahat ya,,, Coba untuk tidur. Perjalanan kita masih panjang. Papa gak mau mama malah gak fit nanti. Ingat mommy sama daddy sudah sangat gak sabar lho ketemu mama." Sandy mengingatkan


"Iya papa baweeeelll,,, Cium dulu dooonggg" pintaku.


"Ogah ahh,,,Malu dilihatin orang orang,,,"tolak Sandy.


Aku merengut dibuatnya. Sandy yang melihatku manyun pun tertawa.


Cuuupp,,,,


Kecupan manis darinya berlabuh di pipiku. Aku tersenyum dan mulai memejamkan mataku.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2