MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Yakin


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌼🌸


"Suka gak sama kamarnya,,,??" tanya Sandy pada anak anak yang langsung berlarian dan mengelilingi kamar hotel ini.


"Sukaaaa papa Sandyyyy,,," teriak mereka yang masih berkeliling di kamar ini.


Kamar yang dipilihkan Sandy untuk kami di hotel bintang lima ini lebih bagus dari kamar utama rumah besar tempat anak anak dibesarkan dulu. Makanya tidak heran mereka tampak sangat tertarik dan senamg dengan fasilitas yang diberikan Sandy.


"Mama suka kamarnya??" tanya Sandy yang langsung memelukku mesra.


"Suka,,, Tapiii apa tidak berlebihan memberi kami tempat tinggal sebagus ini. Kan mahal bayarnya nanti. Belum tau juga kan akan seberapa lama nanti mama tinggal di sini. Mau habis berapa coba,,," kataku.


Sandy mencubit hidungku.


"Kan ini milik papa,,, Kenapa papa harus bayar coba?? Mau selamanya mama tinggali juga gak perlu bayar. Kamar ini kamar yang biasa papa pakai kalau papa lagi pingin menenangkan diri saja. Tidak pernah disewakan pada siapa pun,,," kata Sandy.


"Menenangkan diri??" tanyaku.


Sandy tersadar bahwa ada kata kata itu dalam kalimatnya barusan. Dia menghela napasnya dalam dalam seperti tengah mengusir sesuatu yang berat dan menghalangi dadanya.


"Dulu,,, Itu dulu saat papa masih sama Vhe dan sering yaaahh ada masalah begitu. Tempat ini selalu jadi tujuan papa untuk menenangkan diri." ucapnya kemudian.


"Memangnya Vhe tidak mencari kesini??" tanyaku lagi.


"Dia tidak pernah tau kalau hotel ini milik papa. Ah sudah sudah,, Kok malah bahas Vhe sih kita ini. Pokoknya papa mau mama gak usah banyak protes dan memikirkan banyak hal. Mama tinggal saja di sini untuk sementara waktu ya,,, Papa mau pindahkan mama nantinya ke villa pribadi papa saja biar anak anak lebih leluasa bermain di halamannya dan tidak banyak orang." kata Sandy kemudian.


"Di sini saja terus juga tidak apa apa papa,,, Biar tidak repot harus pindah pindah lagi."Kataku.


"Siap nyonya Sandy,,," jawabnya dengan sikap hormatnya.


Aku tertawa dibuatnya.


"Kok ketawa sih,, Gimana??" tanyanya.


"Apanya yang gimana??" tanyaku balik.

__ADS_1


"Sudah siap belum??" tanyanya lagi.


"Untuk??" tanyaku.


"Jadi nyonya Sandy,,, Sudah cukup manis belum nama itu disematkan pada mama??" tanyanya sambil mengedipkan matanya nakal.


"Hhhmmm,,, Manis gak yaaa,,,," godaku dengan memainkan mataku dan tampak berpikir keras.


"Kelamaan ah mikirnya,,, Harus manis dong!! Enak saja masih isi ragu lagi. Memangnya mau menyematkan nama siapa lagi hayooo,,, Papa gak rela ya kalau ada nama pria lain,,," sungutnya.


Aku kembali tertawa melihatnya manyun begitu. Si tampan itu rupanya makin tampan jika sedang manyun. Dia sungguh menggemaskan membuatku tak tahan untuk tidak mencium pipinya.


Namun si tampan itu rupanya gerak refleknya sangat bagus sehingga saat bibirku menyentuh pipinya malah dirinya dengan sigap mengarahkan bibirnya sehingga bibir kami pun beradu.


Dengan sigap juga si tampan itu mengambil posisi dan memelukku erat dan mengambil kendali atas permainan lidahnya yang mengabsen semua yang ada.


Aku terkejut namun tak menolak dan malah mengimbanginya. Tapi tak lama kemudian aku berusaha melepaskan diri karena aku ingat anak anak bisa saja melihat kami seperti ini.


"Papa sudah,,, Nanti dilihat anak anak loh,,," kataku.


"Memangnya kenapa,,,?? Masih kurang nih ma,,," protesnya manja.


"Itu bukan contoh yang baik untuk mereka papa sayaaang,,,Ayo lepaskan mama dulu. Mama mau mandi dulu. Mama masih pusing ini,,," kataku kemudian.


"Kalau begitu papa langsung pulang saja dulu ya ma,,,"katanya.


"Iya papa,,, Begitu juga lebih bagus karena papa juga harus istirahat dulu habis perjalanan jauh." jawabku.


"Mama panggil anak anak dulu ya biar papa bisa pamitan." lanjutku langsung beranjak meninggalkannya tanpa menunggu jawabannya.


Aku kembali lagi dengan membawa anak anak yang rupanya sangat keberatan jika ditinggal Papa Sandynya.


"Nanti malam papa Sandy jemput lagi kok,,,Kalian di sini dulu. Bobo dulu,, Jangan nakal dan jangan buat mama marah ya soalnya kalau mama marah sereeeeemmm,,,,"kata Sandy membujuk dan mengalihkan pikiran mereka.


Usahanya itu pun rupanya berhasil dan membuat si kembar hanya tertawa saja dan mengiyakan kepergiannya.


"Nanti papa telpon ya kalau papa sudah mau berangkat jemput mama." Kata Sandy sambil menyerahkan sebuah ponsel padaku yang disiapkannya untukku dan sudah siap pakai lengkap dengan nomer ponsel untuk di LA.


Aku menerimanya dan mengangguk saja. Sandy mencium lembut keningku dan aku hanya memejamkan mataku saja menerima semua perlakuan hangatnya padaku.


"Hati hati papa tampan,,," pesanku.

__ADS_1


Sandy melambaikan tangannya dan menghilang di dalam lift. Aku menutup pintu kamar ini dengan perasaan berbunga bunga. Kecupan lembut Sandy di keningku tadi membuat aku makin mencintainya dan tak ingin kehilangan dirinya.


Aku yakin perasaan ini pun juga dirasakan oleh Sandy. Dia sangat mencintaiku,, Aku yakin.


🌸🌸🌸


Sebelumnya,,


"Jangan ganggu aku lagi Vhe,,, Hubungan kita sudah berakhir. Kita sudah bercerai kan?? Kamu juga sudah terima semua harta yang kamu minta. Kurang apa lagi??" Kata Sandy.


"Tapi Sandy,,, Aku menyesal. Aku baru menyadari bahwa kamu satu satunya yang ku cintai. Harta itu tidak membuatku bahagia. Aku bisa dan mau mengembalikannya padamu kalau kamu mau. Asal aku bisa kembali padamu sayang,,," sahut Vhe.


"Cukup Vhe,,, Aku sudah tidak butuh harta itu lagi. Aku sudah merelakannya dan memberikannya untukmu dan aku pantang memintanya kembali. Sudah ya,, Aku di La dan sedang sibuk." ucap Sandy.


"Sandy aku butuh kamu sayang,,, Kamu tidak perlu menikahiku jika kamu keberatan. Aku hanya memintamu menemaniku saja. Aku sakit. Aku habis kecelakaan." lirih Vhe memelas.


"Kamu bisa minta Dirga suamimu untuk merawatmukan??" tanya Sandy yang mulai kesal berlama lama bicara dengan Vhe di telpon.


Apalagi harus membiarkan Ayu berdiri menunggunya dan tampak curiga.


"Pria itu menceraikanku Sandy setelah aku cacat begini,," Vhe mulai menangis.


"Cacat??" tanya Sandy.


"Iya Sandy,, Aku cacat. Aku lumpuh akibat kecelakaan itu. Aku mengidap HIV karena Ayu menulari Dirga dan aku pun jadi ikut tertular. Dan itu menyebabkan bayiku meninggal." kata Vhe sedih namun penuh kebohongan.


"HIV?? Ayu???" ulang Sandy.


"Iya Sandy,,, Batalkan niatmu ingin menikahinya. Cukup aku saja yang tertular tapi kamu jangan. Hidupku sudah hancur sekarang Sandy. Aku sudah tidak punya siapa siapa. Orang tuaku bahkan tak mau menerimaku juga. Aku tau kamu sayang padaku dan kamu tidak akan tega melihatku menderita. Iya kan sayang,,,?? Kamu masih punya cinta dalam hatimu yang terdalam untukku,, Jangan kamu pungkiri itu sayang,," Vhe mempengaruhi Sandy.


"Sudah ya Vhe,,, Jangan gunakan akal bulusmu itu untuk mempengaruhiku. Aku bukan Dirga yang bisa kamu atur semaumu. Jangan pernah ganggu aku lagi. Ingat itu!!!"


"Enak saja bilang Ayu HIV." Sandy kesal dan menutup telponnya lalu menghampiri Ayu yang sudah lama menunggunya.


"Telpon dari siapa pa,,,?" tanya Ayu menyelidik.


"Hanya telpon dari kantor saja kok ma,,,"jawab Sandy datar.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2