MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Pemandangan Panas


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


Mama berteriak sangat keras melihat pemandangan panas itu hingga membuat papa yang tengah asyik memacu kenikmatannya langsung mencabut barang miliknya.


Vhe yang tak kalah kaget pun langsung menoleh ke arah pintu dan mendapati ibu mertuanya sudah memandangnya dengan mata terbelalak.


"Mama???" papa menutup tubuh polosnya dengan memakai kembali celananya.


"Tidak usah dipakai lagi daddy,,," larang Vhe.


Papa menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Vhe.


"Biarkan saja. Kita kan belum selesai. Masih tanggung. Lagian mama kan juga sudah lihat jadi kita tidak perlu sembunyi sembunyi lagi."kata Vhe santai.


"Vhe!!! Kurang ajar kamu ya,,, Selama ini mama itu sayang dan tulus sama kamu tapi kenapa kamu balas mama seperti ini?? Mama bahkan sudah rela jadi pembantumu selama ini!!!" gerutu mama.


"Yaaaa mau bagaimana lagi. Suamimu pinter sih mainnya." jawab Vhe tak merasa bersalah.


"Kamu!!!!" mama kesal bukan main.


Pandangan mama kini beralih pada papa yang masih setengah memakai celana.


"Bilang sama mama ini baru sekali terjadi kan pa???" tanya mama.


Papa diam dan malah melihat pada Vhe.


"Jawab pa!!! Jangan lihat Vhe!!!" bentak mama.


"Kita sudah sering melakukannya ma,,, Bahkan sejak Dirga belum menikah. Papa mengaku salah sama mama tapi maaf papa tidak bisa mengakhirinya. Lagipula,,,Vhe,,,," papa berhenti.


"Kenapa Vhe??? Kenapa juga papa tidak bisa menghentikannya pa,,,!!! Sadar pa sadarrrr!!! Mama dan juga Dirga kemungkinan bisa dan akan memaafkan papa kalau papa mau mengakhiri semua ini!!!" kata mama.

__ADS_1


"Tidak ma papa tidak bisa." jawab papa tegas.


"Pa!! Sadar dengan apa yang ucapkan??? Ingat Vhe itu istri Dirga papaaaa!!!" mama terus berteriak.


"Iya papa tau,,," jawab papa lagi.


"Lantas apa lagi pa???" tanya mama.


Vhe memutar matanya malas. Dia pun bangkit dan berdiri lalu memutari ranjangnya mendekati papa masih dalam keadaan tanpa busana.


Diraihnya tangan papa dan ditempelkannya di perut buncitnya.


"Karena anak yang ku kandung ini adalah anak papa mamaku tersayang,,, Jadi daddy,,,upss,,, papa,,,tidak akan bisa meninggalkanku." ucap Vhe dengan nada memancing emosi.


"Apaaaa???!!!!" mama hanya bisa kembali terkejut.


"Dan sebenarnya ini juga bukan anak pertama kami. Ini anak kedua kami ma,,, Sayangnya anak pertama kami harus ku gugurkan karena daddy belum mau punya anak dariku. Sekarang daddy sudah siap. Benar begitu kan daddy??" tanya Vhe yang langsung memeluk tubuh polos papa dan melepaskan tangan papa dari celana yang masih ditahannya.


Napas dan dada mama mendadak sesak dan berat. Mama mulai terhuyung dan memegang dada kirinya yang terasa sakit.


"Pa!!! Sadar doooongg!!! Bagaimana nantinya nasib Dirga kalau sampai dia tau???" mama mulai meringis kesakitan.


"Itu urusan Dirga ma,,, Yang jelas papa tidak mau mengalah lagi dan melepaskan Vhe. Papa cinta Vhe ma." jawab papa.


"Selama mama diam ya Dirga tidak akan tau. Mama bisa pilih kebahagiaan Dirga atau gengsi mama,,,?? Karena kalau mama sampai buka mulut pada Dirga,,, Maka Vhe pastikan mama akan jadi bahan gunjingan teman teman mama. Vhe sih gak masalah digunjingkan karena posisinya Vhe yang menang dari mama. Daddy juga jelas jelas menginginkan Vhe. Sekarang tergantung mama sendiri,,, Berani gak jadi bahan omongan???" ejek Vhe.


Mama tak bisa menjawab.


"Diam dan terima saja lah ma,,, Itu lebih baik untuk mama kan? Nama baik dan status mama masih terjaga. Selama ini juga mama hanya mempedulikan itu kan?? Lagipula mama mau ngapain coba kalau cerai dari papa?? Menikah lagi?? Siapa yang mau sama wanita menopause dan gak bisa kerja kayak mama??" tambah papa.


"Paaaa,,,,!!!"


Mama kembali menekan dadanya yang terasa sangat nyeri dan terduduk di lantai. Melihat mama seperti itu papa hendak menolong namun Vhe menahannya.


"Tidak usah daddy,,, Biarkan saja mama belajar dan terbiasa melihat kemesraan kita."ucap Vhe yang langsung mengulum bibir papa di depan mama.


Papa menurut saja dan malah mengimbangi gerakan Vhe. Bahkan tanpa perasaan papa kembali membopong tubuh polos Vhe dan mengulangi yang mereka lakukan tadi hingga tuntas.

__ADS_1


Bedanya kali ini ada sepasang mata yang menyaksikan langsung perbuatan mereka tapi tak bisa bergerak atau pun berkata kata.


Ingin rasanya mama berdiri dan melepaskan suaminya dari tubuh Vhe namun seluruh tubuhnya terasa lemas dan tak bisa digerakkan.


Hanya bibirnya saja yang bergerak gerak kecil dan air mata yang terus meleleh membasahi wajahnya.


"Apa salahku sampai papa tega menyakiti mama seperti ini??" batin mama.


Mama pun tak sadarkan diri.


Papa dan Vhe yang telah mencapai kepuasan bersama membersihkan diri dan kembali berpakaian. Lantas mereka membawa mama yang sudah tak bisa apa apa itu ke rumah sakit.


"Nyonya terkena stroke tuan. Tubuhnya mengalami kelumpuhan total. Mungkin hanya ada beberapa bagian tubuh yang masih bisa digerakkan pelan pelan namun tidak sering. Kami sarankan nyonya ikut terapi untuk pemulihan syarafnya. Masih ada kemungkinan nyonya untuk sembuh." ucap dokter.


"Terima kasih dok" Ucap Dirga yang mewakili papa.


Dirga yang tidak tau menahu perkara sebenarnya segera meninggalkan kantor begitu papa menelponnya dan mengatakan mama tiba tiba tak sadarkan diri.Dirga bahkan langsung menuju ke rumah sakit tempat papa membawa mama.


"Kenapa hari ini banyak sekali kejadian yang sangat membuat keluarga kita shock. Tadi kamu kecelakaan ya,, Aku baru tau tadi begitu selesai meeting dan bagian akunting menyampaikan padaku tagihan perbaikan mobilmu.Terus sekarang mama,,,Apa sebenarnya yang terjadi sayang??" tanya Dirga pada Vhe yang pura pura bersedih di samping ranjang mama yang belum sadarkan diri.


"Entahlah sayang,,, Tadi aku hanya menyetir dan stress saja dengan keadaan kita. Semua yang Ayu lakukan buat aku tidak konsen di jalan dan aku pun menabrak mobil orang. Lalu aku pulang dan menemukan mama sudah seperti ini." ucap Vhe dengan setengah terisak.


"Sudah sudah,,,Jangan menangis sayang. Aku tidak mau terjadi apa apa dengan bayi kita." kata Dirga mengusap usap bahu Vhe.


Vhe hanya mengangguk dan mengusap airmatanya.


Tak lama kemudian mama sadar. Mata mama melihat Vhe dan papa yang menatapnya dengan pandangan mengintimidasi. Mama lalu melihat Dirga yang sudah duduk di tepi ranjangnya.


"Syukurlah mama sudah sadar. Kami semua khawatir sekali ma. Apa yang mama rasakan?? Apa ada yang sakit??" Tanya Dirga meski dia tau mama tidak bisa bicara.


Mama hanya menangis mendengar pertanyaan Dirga. Bukan menangis karena rasa sakit di tubuhnya melainkan menangisi nasibnya yang dikhianati suaminya dan menangis untuk putranya yang pasti tidak tau kebusukan istrinya yang berselingkuh sampai hamil dengan papanya.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2