
Happy reading ya π€
Semoga suka πΊ
Maaf kalau banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΊπΊ
Nathan dan Nicholas berlarian dan menghambur padaku.
"Mamaaaa,,," keduanya berlomba untuk memelukku.
"Eh jangan lari lari sayang,,, nanti jatuh,,," ucapku memperingatkan.
Namun keduanya sudah mencapaiku dan memelukku. Mereka pun berebut menciumi pipiku. Aku bahagia anak anakku semua menyayangiku.
Merekalah penyemangat dan kekuatanku.
"Mama,,, Nathan lapar nih. Kita langsung pulang ya,, Mama pasti sudah masak yang enak enak kan??" tanya Nathan.
"Hari ini kita pulang ke rumah nenek saja ya sayang,,, Nenek juga enak enak masakannya. Kalian belum pernah merasakan masakan nenek kan??" tanyaku pada si kembar.
"Horeee,,, horeeee kita ke rumah nenek,," teriak keduanya kegirangan.
Si kembar yang memang sangat terbilang jarang bisa ku ajak ke rumah orang tuaku tentu sangat senang jika hari ini aku ajak mereka kesana. Aku sengaja tak minta ijin pada siapa pun karena ku pikir kehidupan kami juga sudah tak ubahnya orang asing yang bebas menentukan pilihannya sendiri.
Langsung ku ajak mereka masuk ke taksi yang masih menungguku tadi. Sepanjang perjalanan kami bertiga bernyanyi nyanyi lagu anak anak. Hal itu membuatku sejenak melupakan masalah rumah tanggaku.
Anak anakku adalah nyawaku,,, merekalah senyumku,,,
Tiba di halaman rumah makan ibu,,, si kembar pun berlarian menuju ke ibuku. Ibu yang kaget melihat cucunya tiba tiba datang langsung tersenyum dan menyambut dengan pelukan penuh rindu.
Airmata ibu bahkan menetes saking rindunya pada mereka. Setelah puas memeluk mereka ibu pun mengantarkan mereka pada ayah yang ada di rumah.
Tak kalah senangnya dengan ibu saat melihat cucunya datang,,, ayah pun langsung melempar koran yang dibacanya waktu itu demi bisa langsung memeluk cucu cucunya.
"Apa kabar bu??" tanyaku sambil mencium dan memeluk ibu.
"Ibu sehat Ayu,,, kenapa tidak berkabar dulu kalau mau kesini??" tanya ibu.
"Ayu hanya tiba tiba rindu pada ayah dan ibu makanya Ayu juga mendadak memutuskan kesini sepulang sekolah mereka." jawabku.
__ADS_1
"Kamu sudah ijin kan pada mertua dan suamimu,,,??" tanya ibu.
Aku diam tak menjawab. Aku bahkan mengalihkan pembicaraan.
"Bu,, si kembar itu lapar. Mereka ingin makan masakan ibu. Ayu juga sudah sangat rindu masakan ibu. Kita makan sama sama ya bu,,," ajakku.
"Iya Yu,,, biar ibu siapkan ya,," kata ibu.
"Ayu saja bu yang siapkan,,, ibu temani saja dulu anak anak ya,,," kataku.
Ibu mengangguk dan meninggalkanku setelah sebelumnya berusaha mencari tau ada masalah apa denganku melalui raut wajahku. Namun raut wajahku yang datar tanpa ekspresi membuat ibu tidak yakin bahwa aku memang sedang ada masalah.
Hanya naluri keibuannya yang terus mengatakan bahwa aku sedang tidak baik baik saja.
"Ini dia masakan nenek,,, ayo Nathan sama Nichol cuci tangan dulu ya sayang" titahku pada si kembar yang masih bercanda dengan kakek neneknya.
"Malas ah ma,, lagi seru nih sama kakek sama nenek,,," jawab Nicholas.
"Eh,, tidak boleh begitu. Ucapan mama itu benar. sebelum makan ya harus cuci tangan dulu. Kalian lapar bukan?? Ingin merasakan masakan nenek tidak??" tanya ayah.
Si kembar pun dengan serempak menjawab dan mengiyakan.. Mereka pun berebut cuci tangan ditemani ayah.
Ibu membantuku menata makanan di meja sambil tetap sekali kali menatapku. Aku tau itu namun aku pura pura tak melihatnya. Aku teruskan saja aktifitasku.
"Ibu akan bertanya pasti nanti,,," batinku.
Untungnya aku juga sudah tidak bisa merasakan sakit lagi jadi wajahku pun sama sekali tak menunjukkan tengah bersedih.
Nathan makan dengan lahap disuapi oleh ibu,,, dan Nicholas menjadi bagian ayah menyuapi. Aku sendiri juga tak kalah lahap makan karena aku sudah sangat merindukan masakan ibu.
Meski aku bisa membuat makanan yang sama tapi tetap saja citarasa masakan ibu tidak ada tandingannya. Kuhabiskan makananku dan hendak mengambil lagi saat ponselku berbunyi.
Aku hanya melirik siapa yang menelponku.
"Mama??" batinku.
Aku hanya merejectnya. Aku tak ingin mama mengganggu keasyikanku saat ini. Beberapa saat kemudian ponselku kembali berbunyi dan kali ini nama Dirga yang tertera di layar.
"Pasti mama mengadu pada Dirga bahwa aku menolak panggilannya lalu menyuruh Dirga yang menelponku." batinku lagi
Aku tetap memilih mengacuhkan telpon itu.
Tidak ada pentingnya bagi mereka mengkhawatirkanku bukan??
__ADS_1
Aku juga tidak pernah dianggap ada selama ini bukan??
Jadi tidak akan ada imbas yang terlalu berarti bagi mereka jika pun aku tak menjawab telpon mereka.
"Kok tidak dijawab telponnya Yu??" tanya ayah yang ternyata sedari tadi memperhatikanku.
"Bukan telpon penting kok ayah,,," sahutku sambil terus mengunyah.
"Pelan pelan makannya Yu,,, kamu seperti orang kelaparan berminggu minggu saja makannya." kata ibu.
Aku pun terkekeh mendengarnya.
"Mana mungkin Ayu kelaparan bu,,, lihat ini badan Ayu saja melar begini. Ayu hanya sangat rindu masakan ibu makanya Ayu lahap sekali makannya. Ibu tidak keberatan kan kalau Ayu habiskan semua ini,,,??" tanyaku.
"Tentu saja tidak,, ibu malah senang jika kamu bisa menghabiskannya. Kalau begitu lanjutlah makan,,, ibu sudah kenyang. Ibu mau temani anak anak main saja ya,,," kata ibu.
"Ayah juga mau main sama cucu ayah,,," timpal ayah.
Aku hanya mengangguk karena mulutku masih penuh dengan makanan. Kulihat si kembar sangat bahagia bisa bermain dengan kakek neneknya yang juga tak kalah bahagia memiliki waktu bersama mereka.
Dan aku juga sangat bahagia bisa menghabiskan semua makanan yang tersisa ini. Aku tak peduli makanan inu akan makin membuatku gendut atau tidak.
Yang jelas hari ini aku hanya ingin menyenangkan diriku sendiri dan anak anak. Aku ingin terlepas sejenak dari masalah hidupku sebelum aku mulai melawan mereka semua.
Sebelum aku menunjukkan bahwa aku bukanlah Ayu yang bisa mereka perlakukan semau mereka lagi,,
Bahwa aku bisa membuktikan bahwa Dirga tidak salah memilihku menjadi istrinya dan bahwa Dirga masih lebih mencintaiku dibanding Vhe.
Jika aku ditanya,,, Apa aku masih ingin melanjutkan rumah tanggaku bersama Dirga??
Melihat si kembar tentu saja jawabanku adalah iya,,,
Namun mengingat betapa lemah dia menjadi suami saat ada godaan,,, membuatku harus berpikir ulang sebelum menjawab iya,,,
πΊπΊπΊ
"Kemana sih Ayu?? Dibawa kemana cucuku?? Ditelpon juga tidak diangkat angkat,, Dasar wanita gila,,, Ngambek kok bisa bisanya bawa anak anak. Dia lupa apa ini jam makan siang anak anak,,,!!! Sampai sudah dingin semua makanan yang ku pesan untuk mereka!!" gerutu mama.
"Tunggu saja dulu ma,,, nanti kalau sampai malam Ayu tidak pulang juga baru Dirga akan mencarinya. Ayu juga tidak menjawab telpon Dirga masalahnya" jawab Dirga.
"Dia pasti cari perhatianmu saja itu!!" ketus mama.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΊ