
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
Vhe segera ditangani begitu sampai di rumah sakit. Pengemudi mobil mendiskusikan dengan apakah harus membantu membayar biaya rumah sakit mengingat ini bukan semata mata kesalahannya.
Tak ingin terlalu ribet urusannya dan menyadari bahwa memang Vhe yang salah karena berlarian di jalan dan melihat keadaan kanan kiri,,,Maka Dirga pun memperbolehkannya untuk pergi.
"Setidaknya saya berterima kasih anda mau mengantar istri saya sampai di rumah sakit." ucap Dirga.
"Sama sama pak,,, Saya doakan istri dan anak anda selamat." kata pengemudi itu.
Dirga hanya tersenyum kecut.
"Anak anda,,,, Saya bukan ayahnya." batin Dirga.
Dreeettt,,, Dreettt,,,
Ponsel Dirga bergetar. Dirga merogoh sakunya untuk mengambil ponsel itu. Tampak nama papa di layarnya. Dirga malas sebenarnya menjawa telpon dari pria yang diam diam menjadi rival dalam ranjangnya.
Namun mengingat papa kini bersama mama,,, Dirga tak ingin ketinggalan berita tentang mama.
"Angkat sajalah,, Siapa tau ini tentang mama." batin Dirga sembari menjawab telpon papa.
"Kamu di mana sih Dirga,,,?? Sudah malam begini masih belum balik ke sini juga. Apa kamu bisa gantikan papa??Malam ini kamu dulu yang jaga mama. Besok baru papa." kata papa.
Ciihh,,,
Minta aku menjaga mama malam ini agar dia bisa berduaan dan bermain gila dengan Vhe di rumah,,,
Dirga membatin geram.
"Halo,,,Dirga,,,Kok diam saja??" tanya papa.
"Siapa dan apa pun alasan papa pulang cepat sudah tidak ada di apartemen." ketus Dirga.
Papa heran mendengar jawaban Dirga itu.
"Apa maksudmu Dirga??" tanya papa.
"Sudahlah pa,,, Aku sudah tau semuanya. Papa dan Vhe,,,Aku tidak percaya papa bisa segila itu dan setega itu padaku. Apa salahku dan mama sama papa???" kecam Dirga.
__ADS_1
"Dirga,,,Kamu bicara apa sih!! Papa gak ngerti!!!" ketus papa.
"Lebih baik katakan kamu ini sedang di mana??" lanjut papa.
"ICU,,, Menunggu tindakan dokter buat sugar baby papa." ketus Dirga.
"Dirga jaga mulutmu ya!! Kamu itu salah sangka. Jangan asal bicara!! Memangnya apa buktinya kalau papa berbuat demikian??? papa mulai kesal.
"Selingkuhan papa sendiri yang mengakuinya. Sekarang anak papa masih berjuang di ICU. Apa papa tidak mau lihat anak papa lahir?? Apa papa tidak mau mendoakan anak papa biar dia bisa selamat?? Atau sekalian saja doakan juga selingkuhan papa itu juga selamat agar aku bisa buat perhitungan dengan kalian berdua." sinis Dirga.
"Makin lancang kamu ya,,, Di Rumah sakit mana kamu??" tanya papa dengan nada kesal karena terus dipojokkan.
"Rumah sakit yang sama dengan mama. Aku sengaja membawa Vhe kesini biar papa bisa ambil alih senua urusan selingkuhan papa ini. Aku sudah tidak sudi mengurusnya. Lebih baik aku urus saja mama." kata Dirga tak kalah kesal.
Papa tak menjawab lagi dan mematikan telponnya.Papa lantas bergegas menuju ke ruang ICU. Melihat papa mendatanginya amarah Dirga kembali memuncak. Dijotosnya wajah tua papanya saking emosinya.
"Dirga!!! Jangan kurang ajar kamu!!! Aku ini papa kamu!!!" teriak papa yang terkejut mendapat bogem mentah dari putra semata wayangnya.
"Papaku??? Apa saat papa merayu Vhe,, Saat papa bermesraan dengan Vhe,,,Atau bahkan saat papa menggerayangi tubuh Vhe,,,Papa ingat denganku?? Ingat dengan status hubungan antara kita??!!!" balas Dirga.
"Siapa yang merayu Vhe,, Siapa juga yang berselingkuh,,,,Sembarangan saja kamu bicara!! Jangan asal bicara tanpa ada bukti." papa masih berkilah.
Satpam yang mendapat laporan ada keributan di area ICU segera datang dan melerai. Papa tampak memegangi wajahnya yang sakit akibat pukulan Dirga tadi.
"Maaf pak,,, Tidak akan terulang lagi hal seperti ini."jawab Dirga.
Satpam mengiyakan dan meninggalkan keduanya namun tetap mengawasi dari kejauhan. Bersamaan dengan itu pintu icu pun terbuka.
"Dengan keluarga pasien??" tanya dokter.
Dirga tidak rela mengaku sebagai suami Vhe. Dia hanya diam tak menjawab. Akhirnya papa yang mewakili.
"Iya kami keluarganya." jawab papa.
"Baiklah,,, Kami ingin menyampaikan kabar baik dan buruk mengenai pasien." kata dokter sambil mengambil napas berat.
"Apa itu dok??" tanya papa.
Pertanyaan papa itu membuat Dirga makin kesal dan jijik membayangkan papa tengah mencumbu Vhe. Dan kini papa mengkhawatirkan keadaan selingkuhannya itu. Dirga tepuk tangan dalam hati melihat drama ini sekaligus bertepuk tangan menertawakan kebodohannya sendiri.
Menertawakan kebutaannya akan kebenaran yang sesungguhnya,,,
Menertawakan karma buruk yang kini tengah tersenyum menyapanya,,,
Menertawakan kepolosannya sehingga tidak pernah curiga dan percaya percaya saja pada papa dan Vhe,,,
__ADS_1
Menertawakan keputusannya menceraikan Ayu,,,
Istri terbaiknya,,,
Istri yang menemaninya bertahun tahun dan telah melahirkan si kembar untuknya.
Istri yang telah begitu dibuatnya menderita secara tidak sadar,,,
Mata Dirga kembali memanas karena genangan airmata penyesalan.
"Ayu,,,Maafkan aku. Aku begitu bodoh melepasmu. Aku begitu buta membiarkan kamu menderita selama ini. Sungguh aku mohon ampun padamu. Ampuni ketololanku ini,,,Ampuni kelemahanku sebagai suami hingga aku tak bisa mempertahankan rumah tangga kita. Aku menyesal Yu,,,Seandainya saja kita masih berjodoh,,Aku ingin kita kembali seperti dulu. Saling percaya satu sama lain. Saling mencintai satu sama lain,,,"
Airmata Dirga terus berlinangan.
"Dirga,,, Kamu tidak ingin dengar penjelasan dokter?? Ini tentang istrimu,,," kata papa.
Dirga menghapus airmatanya dan mendekati dokter dan papa.
"Wanita itu selamat kan dok?? Anaknya juga kan dok??" tanya Dirga dengan nada datar.
"Pasien selamat. Bayi juga selamat meski lahir belum pada waktunya. Tapi ada masalah dengan keduanya." kata dokter.
"Masalah apa dok??" tanya papa terdengar cemas.
Dirga kembali mencibir dalam hati dan merasa jijik.
"Ibunya mengalami kelumpuhan di kedua kakinya akibat benturan keras di bagian panggulnya. Dia juga butuh donor darah karena lumayan banyak kehilangan darah akibat cedera kakinya dan operasi cesarnya. Jika ada yang memiliki golongan darah yang sama,,, Bisa segera jadi pendonor." kata dokter.
"Lalu bayinya dok??" tanya papa lagi.
"Kami belum bisa memastikan kondisi bayi karena masih dalam tahap observasi kami. Masih banyak serangkaian tes yang harus kami jalani mengingat bayi lahir prematur dan rentan terhadap virus." terang dokter.
"Virus dok??" papa terdengar lebih cemas lagi.
Begitu pun Dirga.
"Benar pak,,, Dari darah ibunya kami menemukan virus sejenis HIV yang kami khawatirkan menular pada bayi. Untuk itulah kami harus memastikannya. Saya mohon maaf karena harus menyampaikan berita seperti ini. Saya sarankan juga untuk suami agar melakukan tes juga untuk memastikan apakah tertular atau tidak." kata dokter sembari menatap wajah Dirga.
Dirga hanya diam tak bereaksi sementara papa mulai mengeluarkan keringat dingin mengingat permainan permainan liarnya dengan Vhe selama ini bahkan terakhir mereka lakukan siang tadi.
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΈ
__ADS_1