MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Karma


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌼🌼


Vhe membanting ponselnya mendapat penolakan dari Sandy.


"Sialan!!!! Kenapa sih semua selalu memuji dan percaya Ayu. Sebagus itukah dirinya yang kampungan itu. Dasar Dirga,, Sandy,, Semua pada buta apa ya gak bisa lihat sisi buruk si Ayu itu. Namanya saja yang ayu tapi mana ada ayu ayunya tuh perempuan kampung,,!!!" gerutu Vhe.


"Huhh seballl,,, Sebaaalll,,,!!!" kali ini dia meremas remas bantalnya.


"Non Vhe tidak apa apa??" tanya asisten rumahnya yang tergopoh gopoh mendengar nonanya berteriak teriak.


"Tidak apa apa!! Siapin makan saja!!" bentak Vhe.


"Bb,,Ba,, Baik non,," jawab asisten itu takut takut.


Asisten rumah itu pun langsung keluar dari kamar nona majikannya yang selalu galak dan suka marah itu. Kalau bukan sedang butuh uang dirinya pun mungkin sudah tak kuat bekerja di sana.


Tapi tuntutan ekonomi membuatnya memilih bertahan lagipula susah sekali untuk mencari pekerjaan saat ini. Asisten itu pun sibuk di dapur dan menyiapkan makanan yang diminta Vhe.


Dia pun kembali ke atas membawa sebuah nampan dan semua makanan untuk Vhe. Dengan telaten dia menyuapi Vhe yang sibuk dengan ponselnya. Setelah selesai asisten itu pun hendak keluar kamar saat Vhe memanggilnya.


"Siap siap ya bik,, Kita ke dokter terapi sarafku setelah ini." kata Vhe.


"Saya juga ya non,,??" tanya asisten yang baru beberapa hari kerja itu.


"Kalau bukan sama kamu sama siapa lagi bego!!! Kamu itu kubayar buat itu semua!!! Bego banget jadi orang!!!" maki Vhe.


"Mm,, Maaf non bibik tidak tau. Iya bibik siap siap dulu kalau begitu ya." sahut asisten itu.


Asisten itu pun dengan terburu buru berganti baju dan menyiapkan segala sesuatu yang mungkin dibutuhkan oleh majikannya. Setelah siap dia pun membantu Vhe untuk duduk di kursi rodanya.

__ADS_1


Didorongnya Vhe keluar pintu apartemen dan menuju ke taksi yang sudah terlebih dulu dipesan tadi. Taksi itu pun membawa mereka ke dokter spesialis fisioterapi yang di pilih Vhe.


Vhe menemui dokter dan mulai berkonsultasi.


"Penting untuk dipahami bahwa respons tiap pasien terhadap fisioterapi berbeda-beda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, bentuk badan, kebiasaan, dan aktivitas pasien. Saya akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien." kata dokter.


Vhe mendengarkan dengan seksama.


"Jadi tolong beri tahu saya jika mungkin ibu Vhena sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal, karena obat atau suplemen tertentu dikhawatirkan dapat memengaruhi efektivitas terapi. Apa ibu sedang menderita suatu penyakit atau sedang menjalani terapi lain?"tanya dokter kemudian.


"Tidak ada dok,,, Saya sehat." sahut Vhe berbohong.


"Baiklah bu kalau begitu,,," kata dokter percaya.


Dokter pun memulai tindakan yang diperlukan dan memulai terapi untuk kaki Vhe. Saking inginnya cepat bisa kembali berjalan normal Vhe mengabaikan peringatan yang dokter berikan tadi.


Vhe bahkan tidak berpikir panjang lagi akan efek samping jika memaksakan mengambil tindakan fisioterapi.


"Aku harus sembuh,, Biar bisa senang senang lagi. Aku bosan hidup susah begini. Kaki buntung ini tidak boleh jadi penghalang untukku. Aku harus bisa memulihkannya lagi dan aku bisa pakai kaki sambung nantinya jika sudah bisa kembali berjalan. " batin Vhe. yang tidak pernah tau bahwa dokter yang menanganinya dulu saat kecelekaan telah mengatakan kemungkinan besar dirinya akan lumpuh permanen.


🌸🌸🌸


Usia yang sudah tidak muda juga jadi pemicu menurunnya sistem imun dalam tubuh papa. Tidak adanya dukungan dari keluarga pun memburuk keadaannya.


"Tuhan,,, Apa ini hukuman buatku?? Aku yang sudah begitu lupa diri sampai mengabaikam perasaan anak istriku. Masihkah pintu maafMU terbuka untuk pesakitan sepertiku ini tuhan??" papa menangis tiap tengah malam.


Hampir tiap malam papa merindukan dan menginginkan agar mama dan Dirga bisa datang menjenguknya.


"Maafkan papa ya ma,,, Padahal meski mama bukan wanita yang baik untuk orang lain tapi sebagai istri papa, Mama tidak pernah sekalipun tidak setia pada papa. Maafkan papa juga ya Dirga,,, Selama ini papa buta akan kecantikan dan pesona Vhe yang sedari dulu selalu menggoda papa bahkan jauh sebelum kalian menikah dulu. Semua yang terjadi pada keluarga kita adalah kesalahan papa. Maafkan papa,,,"


Papa menulis kalimat itu dalam sehelai surat yang disiapkannya kelak dirinya sudah tidak bisa bertahan lagi karena penyakitnya.


"Hanya lewat hati dan surat ini saja aku bisa meminta maaf pada kalian berdua. Semoga kalian berdua mau mengampuni papa,,," papa kembali menangis saatelipat surat itu dan memasukkannya ke dalam amplop.


"Papa sungguh menyesal Dirga,,, Mama,,," lirih papa.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Dirga berjabat tangan dengan relasi bisnis papa yang meminjamkan kembali sejumlah uang padanya.


"Ingat ya Dirga,,, Perusahaan itu sudah kamu jaminkan seandainya kamu lalai dalam pembayaran."pesan relasi papa.


"Siap pak,,, Saya akan usahakan untuk selalu tepat waktu membayarnya. Terima kasih sebelumnya sudah selalu membantu saya dan perusahaan saya." ucap Dirga penuh semangat dan lega.


"Bagus,,, Kalau begitu kamu boleh pergi." ucap relasi itu.


"Baik pak,, Saya permisi." pamit Dirga.


Dirga sangat senang dan lega mendapat pinjaman besar dan mudah dari relasi yang diam diam selama ini sangat menginginkan agar perusahaan yang Dirga pimpin itu jatuh ke tangannya. Meski tidak besar namun dia yakin jika dirinya yang mengelola tentu bisa kembali bangkit dan bersinar kembali seperti dulu.


Tanpa pikir panjang dan menunda nunda lagi Dirga pun mengurus keperluannya untuk membayar hukuman kurungannya dengan uang yang sudah diperolehnya itu.


"Satu masalah sudah terselesaikan. Aku bisa lega dan sedikit bernapas. Tinggal pengobatanku sendiri dan mama juga." gumam Dirga.


Dirga pun menyusuri jalanan dengan taksi yang dipesannya dan kembali ke kantornya. Menyelesaikan berbagai pekerjaan yang tertunda.


Dirga memijat keningnya yang terasa pusing setelah usai membaca laporan keuangan perusahaan yang makin lama makin merosot. Nyaris tidak ada keuntungam sedikit pun bulan ini.


"Ya tuhan bagaimana aku bisa bayar gaji gaji karyawanku kalau kondisi perusahaan seperti ini?? Apa aku harus gunakan uang yang tadi ku pinjam untuk membayar mereka?? Tapi jumlahnya juga tidak cukup. Aduh bagaimana ini,,,,"


Kepala Dirga pun makin terasa pusing memikirkan nasib karyawannya.


"Kalau terus seperti ini berarti aku juga akan terlambat menyicil bayar hutang pada relasi papa. Mana perusahaan sudah kujaminkan lagi,,, Masak aku harus bangkrut?? Kalau bangkrut,, Bagaimana caranya aku bisa bertahan hidup dan mengurus mama juga??" Pikiran Dirga makin kacau.


🌸🌸🌸


Kebahagiaan yang di dapatkan dari merampas hak orang lain tidak akan bertahan lama. Hari ini mungkin kau sedang tersenyum,, Besok lusa bisa jadi kau akan menangis pilu.,,, Bahkan lebih pilu dan sedih darinorang orang yang kau zalimi. Karma itu pasti ada,,


Aku menutup mataku siang itu dengan hati penuh keikhlasan saat memoriku menyuguhkan ingatan akan perlakuan mama dan Dirga padaku.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2