
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈπΈ
"Mama kenapa?? Bengong saja depan pintu. Nanti kesambet loh,,," tegur papa yang hendak masuk ke kamar.
Papa heran saja melihat mama yang melamun di sana.
"Papa,,, bantuin mama dong." kata mama menyeret papa masuk ke kamar dan menutup pintu setelah memastikan Vhe tidak keluar kamarnya.
Mama sempat dengar Vhe masuk ke kamarnya tadi. Semua kamar tidur memang terletak di lantai yang sama dan berdekatan.
"Bantu apa sih??" tanya papa heran.
"Bagi duit sama mama,,," kata mama dengan wajah tak biasa.
"Berapa memangnya,,, uang bulanan bukannya baru dua hari lalu papa beri." kata papa heran.
" Satu milyar,,," kata mama dengan takut takut.
"Apa???!!!" papa terperanjat.
Mama hanya menutup mulut papa agar tidak terlalu kencang suaranya. Mama malu kalau Vhe sampai dengar.
"Untuk apa uang sebanyak itu ma??" tanya papa memindahkan tangan mama dari mulutnya.
"Mama mau bayar hutang pa,,, sore ini juga harus dibayarkan." kata mama.
"Hutang apa sebanyak itu ma?? Apa jatah dari papa selama ini tidak cukup sampai mama harus berhutang lagi??!!!" tanya papa kesal.
"Aduh papa,, susah dijelasinnya. Itu uang bulanan Ayu yang selama ini Dirga berikan ke mama dan mama pakai. Mama tidak berikan pada Ayu. Mama kira Ayu tidak akan membahasnya pada Dirga." lirih mama sembari menunduk.
"Mama,,, mamaaaa!! Apa sih yang ada di otak mama?? Tentu saja Ayu sebagai istri akan menanyakannya pada Dirga lah ma,,, Itu kan hak Ayu." papa makin kesal.
__ADS_1
"Tapi kan Ayu kerja pa,, dia kan sudah punya uang sendiri. Jadi tidak perlu uang Dirga lah,,," protes mama masih tak ingin disalahkan.
"Ma,,,!!! Istri itu mau kerja mau tidak,,, tetap berhak dapat nafkah dari suaminya. Ini nih kalau mama jadi wanita tapi belum pernah merasakan rasanya harus cari nafkah sendiri,,, mama sampai tidak tau rasanya jadi istri yang lelah cari nafkah sendiri dan ada yang berpikir istri tidak perlu minta uang suami jika sudah kerja sendiri,,, Papa kecewa sama mama!! Mama benar benar keterlaluan!!!" papa makin marah.
"Eh,,ya. sudahlah kalau memang mama salah menurut papa. Sekarang jangan bahas kesalahan mama itu tapi bahas bagaimana caranya papa cepat kasih uang ke mama untuk bayar itu semua,,, Jangan ngomel saja. Omelan papa tidak bisa bayar semua itu!!!" ketus mama masih tak mau disalahkan.
"Ma,,,uang itu itu sedikit!!" papa menegaskan.
"Mama tau,,,wajar saja kan kalau jumlahnya segitu,,, karena mama memang menahan uang itu sejak si kembar baru lahir sampai sekarang mereka sudah SD. Satu milyar pun sebenarnya masih kurang mama rasa,,, " kata mama tanpa rasa bersalah.
Papa makin kesal mendengar semua penuturan mama. Dengan gerakan kasar papa pun menarik lacinya dan mengambil selembar cek.
Ditulisnya jumlah yang mama minta dan menandatanganinya.
"Cairkan ini segera sebelum sore." tukas papa merengut saat menyerahkan lembaran cek itu.
"Terima kasih papa,,, mama pergi sekarang ya,,," kata mama senang.
Mama segera mengambil tasnya dan membuka pintu.
"Hati hati dan jangan sampai dipakai lagi uangnya!!!" teriak papa mengingatkan.
Papa yang melihat dari balkon kamarnya hanya menggeleng gelengkan kepala. Papa pusing. Uang satu milyar melayang begitu saja untuk menutupi hutang mama.
"Daddyyy,,," sapa Vhe manja di pintu kamar papa yang masih terbuka.
Vhe menaikkan kaki kanannya di pintu sembari menunjukkan kemulusannya. Papa kaget namun sejurus kemudian menyadari keadaan sedang aman.
"Ada apa daddy,,, kenapa murung begitu?? Sini Vhe hibur ya,,," Vhe makin berani masuk ke kamar papa dan mendekati papa yang masih berdiri di balkon.
Vhe mendudukkan papa di kursi balkon lalu dirinya duduk di pangkuan papa. Dilingkarkannya tangannya di bahu papa.
"Senyum dong daddy,,," ucap Vhe.
"Daddy pusing Vhe,,," kata papa.
"Kenapa harus pusing pusing,,, kan masih ada aku disini yang bisa menghilangkan pusing daddy." rayu Vhe sambil mengelus elus dada papa yang sudah tidak kekar lagi bahkan cenderung banyak kerutan di sana.
__ADS_1
"Seharusnya kita nikmati saja waktu berdua kita ini. Tante tidak akan cepat pulang. Ayu juga masih lama karena dia ke salon dulu,,,enak sekali dia. Aku malah disuruh di rumah saja. Daddy bagi uang ya,,, Vhe pingin shopping nih,,," rayu Vhe lagi.
Papa hanya mendengus mendengar permintaan uang lagi yang kali ini dari Vhe. Tapi sentuhan sentuhan nakal Vhe membuat papa yang memang sudah tidak pernah melakukannya dengan mama merasa lupa dengan kekesalannya itu.
Papa pun hanya menurut dan diam saat Vhe mulai menciumi wajah tuanya dan membawanya masuk ke kamar.
"Terima kasih daddy,,,Vhe senaaang sekali. Memang hanya daddy yang bisa mengerti apa yang Vhe inginkan." kata Vhe.
Papa hanya tersenyum dan membenarkan kancing kemejanya.
"Keluarlah sekarang dari kamar ini. Daddy tidak mau ada yang datang tiba tiba dan melihat kita." tukas papa.
Vhe mengerling dan segera memakai pakaiannya lalu meninggalkan kamar itu. Sebelum keluar dia pun sempat bilang pada papa bahwa dia telah meminta Dirga memberinya aset.
"Ingat ya daddy,,, daddy harus setuju kalau Dirga minta persetujuan daddy." Vhe memperingatkan.
Papa hanya mengangguk malas. Mendadak papa ingat jumlah tabungannya yang makin menipis setelah hari ini dua wanita mengurasnya.
Vhe kembali ke kamarnya dan meletakkan tumpukan uang dari papa di ranjangnya. Vhe lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Dirga.
"Ingat sayang,,, bicarakan segera masalah aset yang ku mau dengan papa. Aku tak mau menunggu lebih lama. Aku ingin segera bisa berkarir." tulis Vhe.
Vhe meletakkan ponselnya dan hendak mandi saat ponselnya berbunyi. Dengan cepat Vhe menyambar ponselnya dan ingin segera tau apa jawaban Dirga.
"Hai Vhe,,, Perceraian kita sudah selesai ku urus. Aku sudah kirim akte perceraian kita itu ke alamat rumah suami barumu. Oh ya,,, selamat menempuh hidup baru ya. Semoga bahagia."
Vhe membaca pesan yang ternyata bukanlah dari Dirga melainkan dari Sandy.
"Gawat,,, kenapa Sandy main mengirimkan akte itubke rumah ini?? Dirga tidak boleh tau dan melihat akte itu karena aku mengatakan padanya bahwa aku sudah bercerai,,," Vhe memutar otak.
"Bagaimana mungkin Sandy bisa tau bahwa aku sudah menikah lagi?? Padahal kami tak pernah lagi berkomunikasi sejak itu,,,, Dan dia pun tau di mana alamat rumah suamiku,,, Bagaimana bisa?? Aku bahkan tak pernah mengajaknya kesini dulu,,," batin Vhe heran.
Meski pernah menjadi istri Sandy tapi Vhe tidak tau bahwa kerajaan bisnis Sandy bisa membayar mahal semua orang untuk melakukan semua dengan mudah.
Vhe pun hanya mengabaikan pesan Sandy itu.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan komen yaa
Terima kasih πΈ