
Selamat membaca 🌸
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌸
Hatiku terasa berguguran dan tak bersemangat saat mobil Sandy menghilang di belokan komplek perumahan ini. Ada rasa kehilangan yang amat sangat kuat bertengger dalam hatiku.
"Aku akan sangat merindukanmu Sandy,,," lirihku.
"Mama ayo masuk,,," ajak anak anak.
"Iya kita masuk tapi ingat ya,,,"
"Jangan bilang siapa siapa soal om Sandyyyyyy,,,," anak anak sudah hafal apa yang harus mereka lakukan sebelum aku mengingatkan mereka lagi.
Aku hanya tersenyum dan mengusap kepala keduanya dengan gemas. Saking sayangnya pada om Sandynya mereka tidak mau dilarang bertemu dengannya. Hal itu membuat mereka tidak mau membahasnya pada siapa pun di rumah itu.
Sebenarnya aku sih yang menakut nakuti mereka begitu karena aku juga tidak mau ada yang tau tentang hadirnya Sandy dalam hidupku hehehehe,,
Aku hendak menutup pintu pagar saat seorang tukang pos dengan baju khasnya yang berwarna orange dan hitam menghentikan sepeda motor dinasnya dengan warna senada dengan bajunya itu tepat di depan pagar.
"Selamat sore bu,,, Ada surat untuk ibu Vhena Aprilia. Apa benar ada nama itu tinggal di sini bu,,,??" tanyanya sopan.
"Iya benar. Biar saya terima saja." kataku yang enggan jika harus masuk dulu dan memanggil Vhe.
Tukang pos meminta tanda tangan serah terima padaku dan kemudian menyerahkan surat berisi keterangan private and confidential itu lalu berlalu meninggalkanku.
Ku balik amplopnya dan disana bertuliskan nama pengirimnya.
"Sandy?? Mengirim surat bersifat pribadi untuk Vhe?? Surat apa ini,,,," aku curiga.
Namun aku tak serta merta membukanya. Aku masih menghargai zona pribadi Vhe. Aku pun masuk ke dalam. Ku lihat mobil Dirga sudah terparkir di halaman.
"Tumben dia pulang cepat." batinku.
Tapi sebenarnya sih aku yang pulang terlambat hehehe,,,,
Aku masuk dan melewati meja makan yang sudah dipenuhi segala macam hidangan makan malam. Aku tertegun dan heran melihatnya.
"Bukannya Vhe tidak bisa masak??? Bagaimana mungkin dia sudah menyiapkan semua ini,,,??" batinku.
Tak ingin merasa penasaran aku memeriksa tempat sampah dan berharap menemukan bungkus catering atau makanan yang dipesan online oleh Vhe. Tapi aku tak menemukan bungkus apa pun.
Aku pun membuka kulkas dan melihat isinya. Banyak bahan di kulkas yang berkurang.
__ADS_1
"Berarti dia memang masak,,, Hmmm gagal niatku mempermalukannya,,," batinku.
"Wah wah wah,,, ada yang baru ingat pulang nih,,, senang ya bisa seharian di luar dan bersenang senang. Belanjaan banyak juga,,, boros sekaliii!!!" ketus Vhe yang baru saja menuruni tangga dengan Dirga.
Aku baru menyadari saat ini aku tengah membawa banyak tas belanjaan yang sudah diberikan oleh Sandy tadi. Wajar saja Vhe mengatakan hal itu karena saking banyaknya tas tas itu sampai aku pun kesusahan membawanya.
"Ada surat untukmu,,,tuh di meja,,," kataku tak memperpanjang masalah tas belanja lagi.
Vhe melepaskan tangannya dari Dirga dan berjalan mendahuluinya menuju ke meja yang ku tunjuk. Sepertinya dia sangat ingin cepat mengetahui surat apa itu.
Aku menaiki tangga dan berpapasan dengan Dirga.
"Tumben sore sekali pulangnya Yu,,,?" tanya Dirga.
"Ya,, anak anak ingin bermain lama tadi di mall." jawabku datar.
Aku bahkan tak menoleh padanya dan tetap naik.
"Malam ini giliranku tidur di kamarmu Yu,,," kata Dirga mengingatkan.
Aku berhenti sejenak dan hanya mengangguk tanpa menoleh kemudian melanjutkan langkahku. Dengan cepat ku tutup pintu kamarku dan merebahkan tubuhku sejenak.
"Surat dari siapa Vhe??" tanya Dirga.
Vhe yang tengah membaca isi surat itu cepat cepat memasukkannya kembali dalam amplopnya dan menggulung amplop itu dan menggenggamnya erat.
"Oohh baiklah,,, Jangan sampai telat bayar biar tidak kena bunga banyak" pesan Dirga.
"Iya sayang,,, aku taruh ini di kamar dulu yaa" kata Vhe yang dengan cepat naik ke kamarnya lagi.
"Sialan kamu Sandy,,, untung bukan Dirga yang menerima surat ini. Kalau tidak bisa ketahuan semua,,, Aku Yakin Ayu juga belum membukanya karena amplopnya masih tersegel." batin Vhe sambil memasukkan surat itu ke dalam laci nakasnya.
Vhe pun kembali turun ke meja makan.
Lenganku terasa pegal membawa barang belanjaan sebanyak itu. Kupandangi langit langit kamarku sambil tetap rebahan. Pikiranku sungguh kacau.
Aku merasa kehilangan Sandy,,,
Aku penasaran apa isi surat pribadi yang Sandy kirimkan untuk Vhe,,,
Aku kesal membayangkan malam ini Dirga si pria peselingkuh itu akan menemaniku,,,
Tengah asyik melanglang buanakan pikiranku,,, Dirga tiba tiba membuka pintu kamarku. Aku melihat ke arahnya masih dengan rebahan.
"Ayu,,, bersiaplah. Kita makan malam bersama sama ya. Vhe sudah memasak banyak,,," ajaknya lembut dan penuh kasih.
Aku bangun dan mengangguk malas.
__ADS_1
"Ku tunggu di bawah." ucap Dirga sembari tersenyum dan menutup pintu.
Sudah lama aku tak melihat senyum itu,,
Sudah lama aku tak merasakan kelembutan sikapnya itu,,,
Sudah lama aku tak mendengarnya memanggilku dengan penuh kasih begitu,,,
Tapi apa itu sudah sangat terlambat??
Karena hatiku mulai merasa bahwa bukan dia satu satunya pria yang hidup dalam sanubariku.
Entahlah,,,
Aku segera mandi dan turun saat semua sudah menunggu di meja makan. Si kembar juga sudah terlihat duduk manis di sana. Mereka sudah bisa mandi dan ganti baju sendiri oleh karena itu aku tidak terkejut melihat mereka sudah anteng di kursinya.
"Ayo istri tua,,, nih lihat,,, istri muda sudah masak banyak hari ini. Jadi jangan kira bahwa istri muda tidak bisa apa apa ya,,," kata Vhe dengan bangganya.
Aku malas meladeninya. Aku hanya diam dan memilih langsung duduk di sebelah si kembar. Vhe kesal tak mendapat respon apa pun dariku.
"Ayo sayang,,, cicipi dulu masakanku,,,pasti kamu suka,,," kata Vhe yang mulai menyendokkan lauk ke piring Dirga.
"Iya sayang,,, Ayu,,, ayo kamu juga coba masakan Vhe ya. Kamu bisa katakan padanya jika ada yang kurang bumbu atau rasanya kurang mantap." kata Dirga.
"pasti enak lah sayang,,," gerutu Vhe.
Dirga mulai menyendok dan mencicipi masakan itu. Dirga memejamkan matanya. Aku tak sabar menunggu reaksinya.
"Dirga pasti tidak suka dengan rasanya,,,," batinku.
"Bagaimana?? Enak kan??" tanya Vhe pada Dirga.
Dirga melanjutkan kunyahannya dan menelannya terlebih dulu.
"Enak sayang,,, masakanmu mengingatkan aku pada masakan mama sewaktu aku masih kecil dulu. Mama sudah lama tidak masak,,, dan kali ini masakan ini membuat rasa rindu masakan mama terobati,,," puji Dirga.
"Apaaaa??? Dirga memujinya,,,?? Seenak masakan mama??" aku membatin dan tak percaya dengan penuturan Dirga.
"Siapa dulu dong,,, Vhenaaaa,,, Jadi istri itu kan memang harus begini,,, selain cantik juga pandai memasak." kata Vhe menyombongkan diri.
"Aku beruntung memiliki kalian berdua,,, dua duanya cantik dan pandai masak,,," puji Dirga.
Aku hanya senyum kecut.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaaa
__ADS_1
Terima kasih 🌸