
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
"Kamu ngapain sih Dirga,, Sampai berantakan semua begini apartemenku. Pokoknya aku gak mau tau ya,,, Kamu harus bereskan semuanya nanti!!!" teriak Vhe.
Mendengar suara Vhe jantung Dirga semakin cepat memompa. Ditolehnya Vhe yang masih berdiri di pintu gudang yang kini bak kapal pecah.
Mata merahnya makin tajam menusuk terutama saat menatap perut buncit itu. Rasanya ingin dia koyak koyak perut itu dan mengeluarkan bayinya paksa agar dia segera melihat kemiripan bayi itu dengan papa.
Dirga yakin bayi itu bayi papa. Vhe merasa aneh dipandang dengan pandangan tajam begitu.
Dia mulai takut saat Dirga mendekat dengan pandangan tajamnya ke perutnya. Vhe mundur selangkah namun Dirga langsung meraih lehernya dan mencengkeramnya dengan kuat.
"Berani kamu permainkan aku ya Vhe. Berani kamu selingkuh dariku. Bayi siapa ini hahhhh???!! Ngaku kamu!!!" bentak Dirga.
"Uuueeeggghhhggghh,,," Vhe tak bisa bicara dengan leher di cekik begitu.
Dirga mengerti dan melepaskan cekikan itu. Vhe mengatur napas dan tersengal sengal. Cekikan itu membuatnya terbatuk batuk.
"Kamu gila ya??!! Main kasar sama istri sendiri. Kamu tanya bayi yang nyaris kamu bunuh ibunya ini bayi siapa?? Ya anakmu lah,,, Kan kamu suamiku!! Enak saja kamu mau lari dari tanggung jawab." sungut Vhe.
Dirga makin kesal mendengar jawaban Vhe.
Vhe hendak melangkah menjauh karena merasa takut namun Dirga malah menarik rambut panjangnya hingga kepalanya mendongak.
"Aawww sakit Dirga. Lepaskan,,,!!!" Vhe berusaha menarik rambutnya namun Dirga makin keras menjambaknya.
"Masih mau mengelak??? Lihat ini!!! Lihat bukti kebusukanmu."
Dirga menunjukkan hasil USG itu tepat di depan mata Vhe yang kepalanya masih terdongak. Vhe tampak menelan ludah melihat benda itu.
"Mati aku,,, Dirga tau. Dari mana dia dapatkan itu??" batinnya.
"Oohhh Ayu,,,, Ini sih Ayu biang keroknya." batinnya lagi begitu ingat Ayu pernah bilang bahwa benda itu ditaruhnya dalam kardus.
__ADS_1
Kali ini Vhe mengira bahwa Ayu lah yang dengan sengaja dan lebih dulu memberitahukan pada Dirga semuanya. Hal itu membuat Vhe makin benci pada Ayu.
Vhe tidak tau bahwa Dirga tak sengaja menemukannya.
"Awas kamu Ayu!!" batinnya.
"Baca ini juga!!! Kamu bohong bilang kamu sudah bercerai dengan suamimu,,, Semua hanya sandiwaramu Vhe,,,!!!" bentak Dirga.
Vhe sadar dari ingatan dan dendamnya pada Ayu karena ucapan Dirga yang membuatnya makin kesal. Dirga sudah tau juga tentang perceraiannya dengan Sandy.
"Lepaskan Dirga,,,!! Aku bisa jelaskan semuanya,,," kata Vhe.
"Mau jelaskan apalagi??!!! Oh aku tau,,,, Bagaimana kalau kamu jelaskan vidoe ini,,,!!!" Dirga makin keras menarik rambut Vhe.
"Video apa lagi sih???" tanya Vhe yang kesakitan.
Dirga merogoh ponsel di sakunya dan mencari video itu. Dirga lantas menekan opsi play pada ponselnya setelah membuka video bukti dari Ayu. Mata Vhe makin membulat mengetahui diam diam ada yang merekam kemesraannya dengan papa.
"Sial,,, Siapa sih yang merekam??!!! Awas ya kalau aku sampai tau siapa pengirimnya. Tapi itu nanti dulu,,, Sekarang aku harus bisa lepas dari Dirga sebelum dia makin marah dan malah membunuhku." Vhe memutar otaknya meski dalam keadaan genting begitu.
"Kenapa diam saja hahh?!! Jawab atau kamu ku bawa ke kantor polisi dengan tuduhan perselingkuhan dan penipuan???!!!" gertak Dirga.
"Katakan siapa ayah bayi ini!!! Apa benar papa hah???!!!" bentak Dirga lagi.
"Sakit Dirgaaaa,,,,Perutku sakittt,,, Kasar sekali kamu sama wanita hamil. Lagipula bukan aku saja yang salah. Papa yang merayuku duluan Dirga,,,Harusnya papa yang kamu hajar begini. Bukan aku!! Kamu tau kan dari dulu meski banyak punya pria tapi aku tetap selalu kembali padamu." Vhe tidak menjawab siapa ayah bayinya.
"Jawab dulu siapa ayahnya!!! Jangan banyak kilah." hardik Dirga.
"Papa,,, Papa ayahnya,,," Vhe memegangi rambut dan perut bawahnya.
Dirga merasakan matanya terasa panas oleh air mata kekecewaanya pada papa dan Vhe. Namun melihat Vhe merasa kesakitan dan memegangi perutnya, Dirga pun melepaskannya.
"Kenapa pa,,,?? Kenapa papa tega,,,Apa salah Dirga pa??" tanya Dirga dalam hati.
Airmatanya terus menetes. Pandangannya juga kabur. Bagaimana dia akan menghadapi situasi rumit ini. Istrinya selingkuh dengan papanya hingga hamil.
Vhe yang melihat Dirga tengah meratapi nasibnya sendiri tak menyia nyiakan kesempatan itu untuk segera pergi dari apartemennya. Dia tak ingin Dirga emosi lagi dan mencelakainya.
Perlahan Vhe mundur dan menjauhi Dirga menuju pintu kamarnya untuk mengambil tasnya dan kunci mobilnya. Melihat Dirga yang masih terlihat kacau Vhe segera berlarian menuju lift apartemen.
__ADS_1
Sialnya lift terlalu lama karena msh beroperasi di lantai lain. Vhe tidak sabar dan menuju ke tangga manual karena apartemen Vhe terletak di lantai tiga.
"Berhenti kamu Vhe,,,!!!" teriak Dirga yang sudah di depan pintu apartemennya.
Mendengar itu Vhe makin melangkah dengan cepat dan tidak memperhatikan langkahnya apalagi melihat Dirga mengejarnya.
Vhe terjatuh saat anak tangga tersisa dua langkah saja. Dirga yang melihatnya sebenarnya ingin membantunya tapi Vhe yang sudah terlanjur takut dengan sisa tenaganya meski perutnya terasa sakit langsung berusaha bangun sebelum Dirga kembali menangkapnya.
Dengan sisa tenaganya Vhe terus menuruni tangga hingga sampai di lantai dasar. Dirga yang mendengar lift sudah terbuka memilih menggunakan lift itu.
Lift tiba di lantai dasar saat Vhe sudah berada di halaman gedung apartemen itu. Melihat Dirga sudah di lantai dasar,,, Vhe makin panik.
Dia berlarian menuju ke parkiran mobilnya sambil memegangi perutnya yang terasa sakit. Untuk seorang ibu hamil seusia kehamilannya tentu bukan hal yang dianjurkan berlarian seperti itu.
"Berhentii Vheeee,,,!!!" teriak Dirga lagi.
Vhe makin mempercepat langkahnya dan menoleh ke belakang. Hal itu membuatnya tidak tau ada mobil yang keluar dari parkiran.
Bruuaaakkk,,,,
Tubuh Vhe terpental. Darah segar mengalir di kedua kakinya dan beberapa bagian tubuhnya. Dirga berlari lebih cepat untuk menolongnya. Pengemudi mobil juga turun dan membantu.
"Tolong pak,,, Tolong istri saya. Bawa ke rumah sakit pak,,," pinta Dirga.
"Iya pak,,, mari saya antar." jawab pengemudi mobil dengan cepat.
Keduanya menggotong Vhe yang sudah tak sadarkan diri dan melaju di jalanan kota yang malam itu lumayan padat kendaraan.
"Vhe sadar Vhe,,, Bertahan,,, Aku tidak ingin kamu segampang ini meninggalkanku. Aku masih ingin penjelasanmu dan melihatmu mempertanggungjawabkan semua perbuatanmu tapi tidak dengan cara seperti ini. Aku ingin kamu merasakan hidup dengan penuh rasa sesal." batin Dirga.
Ternyata meski menolongnya bukan berarti Dirga memaafkannya atau menganggap semua sudah berlalu. Dirga tetap marah dan membencinya terutama karena mengingat wanita inilah yang membuat rumah tangganya dengan Ayu tercerai berai.
Wanita inilah yang membuat dirinya harus terpisah dengan Ayu dan anak anaknya.
"Bangun Vhe!! Tanggung jawab kamu bangsat,,,!! batin Dirga sambil memandangi wajah penuh darah itu.
\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih πΈ