
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
Tanpa banyak tanya lagi Sandy pun segera menyambar kunci mobilnya. Dipacunya roda empat mewah miliknya itu menuju hotel tempat Ayu tinggal.
Setibanya di hotel Sandy menghampiri bagian resepsionis hotelnya itu.
"Apa calon istriku ada kembali ke hotel sebelum aku datang??" tanya Sandy panik.
"Ada tuan muda,,, Tadi nona datang bersama kedua putranya dan kemudian meminta kami mengantar ke bandara. Nona bilang tuan yang meminta jadi kami tidak berani banyak tanya lagi." jawab resepsionis itu.
"Bandara???" Sandy mengulang kata itu.
"Benar tuan muda,,, Nona membawa semua koper kopernya." jawab si resepsionis.
"Sudah berapa lama nona pergi??" tanya Sandy.
"Hampir dua jam lalu tuan,,," jawab resepsionis yang makin heran apa yang terjadi sebenarnya namun tak berani tanya.
"Terima kasih,,," Sandy berlari menuju lift pribadinya dan naik ke kamar Ayu.
Sandy berharap Ayu meninggalkan pesan atau apa pun itu untuk dirinya. Sesampaianya di kamar Sandy memutar matanya kesana kemari mencari cari jika ada petunjuk dari Ayu.
Lelah mencari dan memastikan bahwa tidak apa apa untuknya,,, Sandy pun membuka lemari baju di kamar itu berharap masih ada sisa pakaian Ayu namun tak ditemukannya sehelai baju pun di sana.
Sandy kecewa dan makin bingung kenapa Ayu tiba tiba pergi darinya padahal sebelumnya tidak ada masalah apa pun. Semua baik baik saja bahkan sampai terakhir dia mengantarnya ke rumah Angela tadi.
Sandy merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Dengan tidak sabar dia kemudian menelpon Angela yang juga dengan cepat menjawab telpon darinya.
__ADS_1
"Ketemu Ayu???" tanya Angela dengan tidak sabar juga.
"Dia sudah tidak ada di hotel. Semua barangnya juga sudah dibawa pergi. Ada apa sebenarnya,,, Apa yang terjadi Angela???" tanya Sandy begitu Angela menjawab telponnya.
"Sandy aku minta maaf padamu. Ini semua gara gara aku." lirih Angela penuh penyesalan.
"Memangnya apa yang kamu lakukan padanya??" tanya Sandy tidak mengerti.
"Aku,, Aku menyimpan dan mengedit video percakapanmu dengan tante Frederica dulu. Percakapan kalian tentang perasaanmu pada Ayu. Dan aku mengedit video itu demi mendapatkan part ucapanmu yang bisa menyakiti perasaan Ayu." Angela jujur mengakui.
"Menyakiti perasaan Ayu,,,?? Aku bahkan merasa tidak pernah mengatakan hal seperti itu pada mommy. Lagipula kalau pun ada,,, Apa tujuanmu repot repot merekam dan mengedit video seperti itu,,,?? Apa untungnya bagimu Angela?? Aku sungguh tidak mengerti maksud dan tujuanmu,,,," ucap Sandy.
"Maaf Sandy,,, Aku dulu ingin berusaha memisahkan kalian,,, Aku tidak rela jika kamu bersama Ayu,,,,"
Angela pun mengakui semua yang dilakukannya dulu dan apa tujuannya serta apa alasannya. Berkali kali Angela meminta maaf pada Sandy dan memintanya untuk mengejar sahabatnya lagi.
Angela juga mengirimkan video yang dilihat Ayu tadi pada Sandy melalui emailnya. Sandy langsung membuka dan memainkan video itu. Dirinya pun kemudian terduduk lemas setelah melihat video itu.
"Lupakan perasaan yang pernah ada di hatiku untukmu Sandy,,, Itu semua sudah berlalu dan tidak penting. Lagipula aku juga sudah akan menikah dengan Wisnu. Wisnu juga sudah tau semuanya dan sudah memaafkanku. Tapi itu belum cukup bagiku kalau kamu dan Ayu jadi berpisah begini. Aku mohon kejar Ayu Sandy,,,Jangan biarkan dia pergi. Kalian harus bersatu lagi,,, Aku akan ikut pergi bersamamu biar aku bisa menjelaskan semuanya pada Ayu. Aku akan tunjukkan video asli yang belum terpotong biar Ayu percaya padamu lagi,,," Angela menyanggupi untuk menjelaskan semua.
"Memang begitu seharusnya,,,!! Dengar Angela,,, Meski kita sudah bersahabat lama tapi aku tidak akan segan memutuskan hubungan persahabatan kita ini kalau sampai akibat ulahmu ini aku tidak akan bisa mendapatkan Ayu kembali,,,!!!" suara Sandy meninggi.
"Sandy maafkan aku,,Aku janji akan meluruskan semuanya. Perkara nanti setelah itu Ayu dan kamu akan membenciku selamanya maka aku akan terima. Aku pantas mendapatkannya." lirih Angela.
Sandy yang kesal tak menjawab lagi dan langsung mematikan telponnya. Kepala Sandy terasa pusing memikirkan Ayu yang telah meninggalkannya. Pengakuan Angela tadi membuat emosinya naik.
Sandy juga kecewa kenapa sahabatnya sendiri diam diam merencanakan hal tidak baik untuknya demi memenuhi ambisi pribadinya. Demi mendapatkan dirinya.
"Aku tidak bisa berdiam diri begini,,, Aku harus segera mengejar Ayu. Aku harus berbuat sesuatu,,," Gumam Sandy.
Dengan cepat ditelponnya sekretarisnya agar segera memesankan tiket pesawat untuknya paling pagi untuk esok hari karena Sandy tau untuk hari ini sudah tidak ada jadwal penerbangan.
Sandy lalu kembali ke rumah mommynya untuk menceritakan semua yang terjadi. Tidak taunya Angela ditemani Wisnu sudah terlebih dulu tiba di sana dan meminta maaf pada nyonya Frederica dan suaminya atas semua yang terjadi.
__ADS_1
"Aku sudah memesan tiket pesawat paling pagi besok Sandy,,," ucap Angela.
Sandy yang sudah keburu emosi memilih berdiam diri dan tak bicara sepatah kata pun pada Angela. Dia hanya memalingkan wajahnya. Angela sadar diri dan tak memaksa agar Sandy meresponnya.
Angela pun pamit pulang.
Nyonya Frederica menghampiri Sandy.
"You harus mengejar cintamu. Kali ini mommy dan daddy tidak akan membiarkanmu pergi sendiri. Mommy dan daddy akan ikut menjemput menantu dan cucu kami. Daddy akan urus semuanya. Tidak masalah jika harus bayar mahal untuk bisa segera dapat visa dan paspor.Tidak masalah jika harus meninggalkan pekerjaan dan urusan penting kita semua,,, Yang terpenting Ayu bisa kembali menjadi anggota keluarga kita." ucap nyonya Frederica.
"Kamu tenang saja Sandy,,,Daddy sudah urus semuanya. Besok pagi kita semua ke Indonesia menjemput menantu dan cucu daddy." tambah tuan Leo yang sedari tadi sibuk di ponselnya meminta asisten pribadinya mengurus semuanya.
"Terima kasih dad,,, mom,,, Semoga Ayu mau mengerti dan menerima penjelasan Angela besok."ucap Sandy sendu.
"Hey,,, Anak daddy jangan lesu begitu. Semangat dong,,," kata tuan Leo.
"Anggap saja ini bagian dari perjuangan cinta kalian.Memang begini kalau orang mau menikah.Adaaa saja cobaannya. Sekarang tergantung pada kalian,,, Bisa tidak,,,Kuat tidak melewati cobaan itu,,," tambah nyonya Frederica.
"Iya mom,,,Pokoknya kalau besok Ayu mau menerima penjelasan Angela,,Sandy mau langsung menikah hati itu juga. Sandy gak mau kehilangan Ayu dan anak anak seperti ini. Sedih sekali rasanya,,," ucap Sandy.
"Iya iya,,, Mommy dan Daddy juga sudah pikirkan itu. Tidak apa apa batal menikah di LA. Menikah di sana juga tidak apa apa yang penting sah saja dulu." kata nyonya Frederica.
"Thanks mom,,,"sahut Sandy.
"Now we must go to sleep. Besok kita semua harus fit karena perjalanan masih panjang. Don't worry and don't be sad Sandy. Jodoh tidak akan kemana." kata tuan Leo menepuk bahu Sandy.
Sandy mengangguk dan tersenyum.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΈ
__ADS_1