MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Kucing Kebasahan


__ADS_3

Selamat membaca 🌻🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻


Anak anak sudah tenang dan tidur saat aku keluar kamar. Ku dengar mama masih histeris dan banyak melontarkan pertanyaan keheranan pada papa.


"Kenapa bisa sih papaaa??? Dirga,,, Kamu juga!!! Kenapa tidak ada satu pun yang membicarakannya pada mama sebelumnya,,,?? Kenapa tau tau main dilimpahkan saja semuanya,,,,. Kalau sudah begini ini kita mau tinggal di mana lagi?" tanya mama.


"Ma sudah ma,,, Sudah,,,!! Semua sudah terjadi. Kita masih bisa mulai lagi dari awal,,, Papa masih ada sisa sedikit tabungan,,," kata papa.


"Sedikit,,,???? Papa bilang mau mulai dari awal dengan sedikit sisa tabungan??? Mama gak mau kere paaa!!! Mama gak mau dan gak bisa hidup dengan sisa uang yang hanya sedikit,,,,!!!" gerutu mama.


"Sudah,,,Cukup,,,!!! Sekarang yang penting kemasi saja barang kita secukupnya dulu,,, Kita bisa tinggal di apartemen Vhe dulu untuk sementara. Sisanya nanti biar Dirga pikirkan lagi,,,," kata Dirga.


Mama mendekati Dirga,,,


"Kamu harus kerja keras untuk mengembalikan semua ini,,, semua harus seperti semula,,, Mama tidak mau tau!!!" kata mama.


Dirga hanya mengangguk meski dalam hatinya dia tau persis semua tidak akan baik baik saja mengingat mundurnya bisnis kargonya akhir akhir ini. Belum.lagi jumlah hutang yang masih sangat tinggi.


"Ehem,,, apa kalian sudah berkemas semua?? Kenapa masih memenuhi dan membuat rumah anak anakku ini berisik,,,???" tegurku dari tangga.


Aku sudah dengar semua pembicaraan mereka tadi.


"Ayu,,, kamu boleh marah padaku tapi jangan korbankan papa dan mama juga dalam hal ini." Dirga membujukku.


"Kenapa tidak boleh?? Bukankah mama selama ini juga sudah sangat jauh masuk dalam rumah tangga kita,,,?? Begitu juga papa,,,," aku menatap tajam.


"Papa,,,???" tanya papa heran.


Papa merasa heran kenapa papa ikut terseret karena selama ini papa memang tidak pernah terlibat secara langsung aksi aksi mama atau Vhe menyakitiku.


"Sudahlah pa,,, Pertanyaan itu sebaiknya papa jawab sendiri,,, Papa tau apa maksud Ayu,,," kataku.

__ADS_1


Papa diam dan berpikir.


"Kenapa Ayu bicara begitu,,,,?? Aku terlibat dalam urusan rumah tangga mereka,,,?? Di mananya??? Atau jangan jangan,,,, Ayu tau tentang hubunganku dengan Vhe,,, Gawat,,,, Hanya itu saja satu satunya penghubung antara aku dan rumah tangga mereka,,, Aku mengencani istri kedua Dirga."


Papa tambah merasa tidak nyaman lagi.


"Jangan buang waktu lagi,,, ambil dan kemasi barang barang kalian. Tinggalkan saja si mbak di sini biar membantuku. Lagipula kalian mungkin tidak akan sanggup menggajinya,,," cibirku.


"Kurang ajar,,, berani sekali kamu merendahkan kami yaa,,, Menantu laknat,,,!! Tidak tau diri,,,,!!!" mama geram.


"Memang sudah kenyataannya kan kalian sudah tidak punya apa apa lagi,,, Mau membanggakan apa lagi sih?? Laknat laknat begini juga masih belum laknat kok sama anda nyonya,,," jawabku.


Aku benar benar sudah tidak sudi memanggilnya mama. Berbeda dengan papa yang masih sedikit ku hargai mengingat betapa beliau dulu menerimaku dengan tangan terbuka. Papa tulus kepadaku,,, aku tau itu.


Kesalahan papa secara langsung kepadaku sebenarnya tidak ada.


Mama kesal dan segera beringsut ke kamarnya mulai mengemasi barangnya. Papa menyusulnya kemudian. Tinggal Dirga yang masih mematung di sana.


"Ayu,,, Apa kamu yakin kamu masih ingin meneruskan perceraian ini,,, Apa tidak kasihan anak anak jika harus jauh dari kami,,,???" tanya Dirga.


Aku tertawa mendengarnya.


Dirga kembali membisu. Hilang kegarangannya dan semua emosinya yang meluap luap terhadapku tadi. Entah kemana perginya semuanya. Sekarang Dirga yang ku lihat tidak lebih bagai kucing kebasahan.


Diam,,, menggigil,,, Tersiksa.


"Ingat Dirga,,, sisa dua puluh lima persennya aku masih ada hak di sana dan aku akan tetap memperkarakannya. Aku akan tetap menuntut bagianku dari sana. Jadi ky sarankan kamu jangan boros boros ya biar tidak kewalahan membiayai persidangan kita dan memberikan hakku,,," kataku lagi.


Kucing kebasahan itu makin menggigil menyadari makin dinginnya sikapku padanya. Kucing itu juga menggigil ketakutan pada bayangan kemiskinan di depan matanya.


"Ayo ku bantu kamu mengemasi barang barangmu,,," kataku kemudian dengan sedikit melembutkan suaraku.


"Terima kasih Yu kamu masih mau membantuku,,," lirihnya sendu.


"Tidak usah baper begitu,, Aku melakukannya bukak karena aku kasihan atau punya perasaan padamu. Aku melakukannya hanya karena aku ingin kamu tidak mengulur waktu lagi dan secepatnya angkat kaki dari rumah ini. Kehadiranmu menggangguku,,," jawabku datar namun sangat menusuk hatinya.


Aku tak bicara lagi dan langsung naik ke atas dan mengemasi baju bajunya. Dirga juga melakukan hal yang sama dan kali ini dia hanya membisu. Aku beralih ke meja kerjanya dan mengemasi semua berkas berkasnya termasuk dengan sengaja menyertakan surat cerai dan hasil USG Vhe tempo hari.

__ADS_1


Ku masukkan semua dalam satu kardus dan ku letakkan kedua benda itu di tumpukan paling atas.


"Ini semua berkas berkas kerjamu,,,Aku sudah memasukkan semua. Aku tidak ingin kamu kembali lagi ke rumah ini hanya dengan alasan mencari selembar kertas kerjamu,,,," kataku sembari menyerahkan kardus itu.


Dirga diam tak menyahut dan hanya menerima kardus itu dengan lemas. Aku mengalihkan pandangan mataku saat mendengar suara ribut mama.


"Bantuin dong pa,,, Ini guci kesayangan mama. Awas pecah,,," kata mama pada papa yang sudah sangat kesusahan membawa barang barangnya keluar kamar.


"Siapa yang mengijinkan kalian membawa isi rumah ini??? Rumah dan isinya sudah milik si kembar. Aku melarang kalian membawa apa pun dari rumah ini kecuali baju baju kalian saja. Ku rasa aku sudah cukup baik membiarkan kalian membawa baju." kataku lantang.


Mama menoleh karena terkejut mendengar teguranku itu.


"Dirga jangan diam saja dong,,, Ini barang kesayangan mama,,," kata mama.


"Tinggalkan ma,, Itu sudah bukan milik mama." ucap Dirga lirih.


Mama melongo.


"Pa,,, berbuat sesuatu dong,,,!!!" bentak mama.


"Ayo kita keluar dari rumah ini,,, Itu saja yang bisa kita lakukan sskarang ma,,," kata papa.


"Aaarrrggghhhhhh,,,, Keterlaluan kalian berdua yaaa,,, Papa dan anak sama saja bodohnyaaaa,,, Bisa bisanya membuatku jadi gembel begini,,,!!!!" mama kesal sekali.


"Huuussttt,,, Jangan drama di sini. Pemilik rumah ini sedang tidur pulas. Aku tidak mau kalian mengganggunya. Sudah sana keluar saja. Biar si mbak bantu buka pintu untuk kalian,,," kataku lagi dengan sinis.


"Mbaaakkk,,, buka pintu untuk mereka yaa. Tidak usah bantu bawakan barang barangnya. Mereka orang orang tangguh kok,,," perintahku.


"Bbbbaik bu Ayu,,,," Asisten rumah tangga itu menurut pada bos barunya.


"Sampai jumpa di pengadilan Dirga,,, Siapkan semuanya!!!"


Kucing kebasahan itu kembali hanya bisa menggigil.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌻🌻


__ADS_2