MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Sayang Gak??


__ADS_3

Happy reading 🌺


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku sampai di tempat tujuanku. Anak anak sudah sangat tidak sabar ingin segera menuju arena permainan anak. Aku pun mengantar mereka ke sana.


"Kenapa lama sekali Yu??"


Aku menoleh dan tersenyum kemudian melihat Sandy yang aku yakin sudah menunggu lama.


"Maaf Sandy,,, aku harus ke kantor Dirga dulu mengambil surat yang ku ceritakan padamu kemarin. Apa kamu sudah lama tiba??" tanyaku.


"Tidak lama kok,,, baru setengah jam saja,,," sahutnya dengan senyum manisnya.


"Hmmm itu namanya lama,,, maaf ya Sandy,,," aku merasa bersalah.


"Sudahlah,, tidak apa apa. Lagipula aku punya banyak waktu luang hari ini. Oh ya,, jadi semua sudah ada di tanganmu??" tanya Sandy.


Aku memamerkan berkas yang ku ambil tadi dengan wajah tersenyum puas.


"Bagus kalau begitu. Setidaknya Vhe tidak akan bisa lagi mengancam dan merugikan anak anakmu Yu." kata Sandy senang.


"Aku juga ingin berterima kasih padamu sudah mengingatkanku untuk meminta Dirga melakukannya sebelum Vhe mendahuluiku. Semua ini juga berkat idemu kan,,," kataku.


"Siapa dulu dong,,, Sandyyy gitu loh,,," kelakar Sandy.


"Sombong ihh,,," cubitku gemas.


Kami pun menyusul si kembar dan menemani mereka bermain.


Ya,,,


Sandy lah teman yang ku bicarakan tadi,,


Teman yang akan ku temui,,


Teman yang tak perlu ku katakan detailnya pada Dirga,,


Teman yang lebih baik tidak pernah Dirga tau kehadirannya.


Sejak pertama menemuiku di toko kue,,, Sandy sering menghubungiku. Kami semakin akrab satu sama lain. Ada kecocokan sifat dan selera pada diri kami yang membuat kami cepat dekat.


Sandy bahkan juga sudah kenal pada si kembar karena tak jarang dia ikut menjemput mereka di sekolahnya walau hanya sekedar melihat mereka keluar dari sekolah dan menyapa mereka saja.


Setelah itu dia akan pulang dengan mobilnya sendiri dan aku dengan taksiku. Tidak pernah dia mengantarku sampai ke rumah karena kami rasa itu tidak perlu.


"Om Sandyyyy,,, Nathan gendong yaa,,," Nathan langsung melompat ke punggung Sandy.


"Nichol juga mauuuuu,,," Nichol pun menubruk mereka berdua.


"Aaawww,,, waah berat sekaliii,,, om gak kuat nihh,,," Sandy langsung jatuh di antara bola bola warna warni di tempat mereka mandi bola.


Aku hanya tertawa melihat Sandy yang kewalahan meladeni si kembar. Sandy yang memang sangat lama ingin punya anak sangat senang bisa dekat dan bermain dengan si kembar.


Sandy juga tidak butuh waktu lama untuk bisa dekat dengan anak anak karena sifat dasarnya yang memang menyukai anak anak membuatnya pandai mengambil hati si kembar.


Terlihat ketiganya tertawa tawa dan melempar lempar bolanya padaku.


"Ayooo mama,,, main sama kita juga dooongg,,," Sandy memanggilku untuk ikut bersama mereka juga.

__ADS_1


Apa??


Bagaimana tadi Sandy memanggilku??


Mama??


Entah kenapa hatiku berbunga bunga dibuatnya. Aku pun segera menyusul mereka. Kami sangat bahagia seperti sebuah keluarga utuh.


Papa,, mama,, dan anak anak.


Dirga,,,


Kemana kamu selama ini??


Pernahkah kamu menemani anak anakmu bermaij seperti ini??


Pernahkah kamu meluangkan waktumu untuk sekedar mengajak anak istrimu berlibur??


Airmataku tiba tiba menetes di sudut mataku tanpa bisa ku hentikan melihat akrabnya Sandy dan anak anak. Melihat tawa riang anak anak ketika memeluk Sandy. Melihat betapa mereka kekurangan kasih sayang dan kehangatan pelukan papanya.


"Jangan menangis,,, kamu jelek kalau nangis"


Sandy tiba tiba sudah menyerahkan sehelai tisu padaku. Sandy rupanya melihat aku menatap mereka dengan pandangan kosong dan airmata. Untuk itu dia meminta anak anak berpindah tempat dulu agak jauh agar tak melihat rapuhnya mamanya.


Ku terima tisu itu dan segera ku pakai mengeringkan airmataku.


"Nah,,, coba senyum sekarang. Pasti lebih ayu daripada Ayu yang menangis barusan." goda Sandy.


Ku cubit pinggangnya sekali lagi.


"Aaawww,,, sakit mamaaaa,,, ampuunn,, " Sandy masih saja menggodaku.


Sandy hanya terkekeh melihatku begitu.


"I wish aku bisa memanggilmu terus dengan sebutan itu Ayu,,,, Mama. Semoga saja perasaanku ini tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi aku tau aku tak boleh banyak berharap karena kamu masih istri Dirga." batin Sandy perih.


"Ngelamunin apaan sih,,,?? Jangan bilang kamu jatuh cinta saking ayunya aku,,," godaku.


Sandy sadar dari lamunannya dan kembali terkekeh.


"Kalau yang dicintai ini mau,,, yaaa siapa takut???" godanya balik.


Aku tersentak dengan ucapannya itu.


Apa maksudnya??


Apa Sandy mencintaiku??


Ah mana mungkin pria tampan dan kaya ini bisa jatuh cinta padaku,,


Vhe mantan istrinya ku akui jauh lebih mempesona dariku,,,


Mana mungkin aku yang hanya begini ini jadi selera Sandy.


Aku ganti yang melamun.


"Hmm jangan bilang yang mau dicintai ini justru sudah jatuh cinta duluan padaku yaa,,," goda Sandy.


"Aaawww,,, " Sandy lebih dulu memekik sebelum aku mencubitnya.


"Belooooommm,,," sungutku.

__ADS_1


"Hahhaha,,, aku sudah sangat hafal dengan tingkahmu. Kamu pasti akan mencubitku setiap aku menggodamu,, jadi aku teriak saja dulu,,," kata Sandy yang masih terus tertawa.


Tuh kan benar,,,


Dia hanya menggodaku,,


Dia sendiri yang mengatakannya.


Jadi aku tidak boleh besar kepala dan salah mengartikan semuanya. Sandy hanya menganggapku sahabat saja. Tidak lebih!!


"Mamaaa,,, kita mau makan ice cream yaa,,," si kembar menarik narik bajuku membuatku kembali tersadar.


"Ayooo,,, om Sandy yang traktir" kata Sandy sebelum aku sempat menjawab.


Dengan sigap Sandy langsung menggendong keduanya dengan lengan kekarnya. Si kembar oun menciumi pipi kanan kirinya.


"Terima kasih om Sandy,,, " ucap mereka serempak.


"Kalian sayang gak sama om Sandy,,,??" tanya Sandy kemudian.


"Sayang doong,,," jawab keduanya.


"Kalau gitu ciumnya tambah lagi dong,,," Kata Sandy.


Si kembar pun hanya menurut dan berebut bertubi tubi menciumi Sandy lagi. Sandy benar benar berhasil mengambil hati mereka. Seingatku,,, si kembar bahkan jarang mencium papanya.


Entahlah,,, Kemana saja papanya sampai benar benar tidak pernah ada.


"Mamaaa,,, sayang juga kan sama om Sandy,,,??" tiba tiba Nicholas nyeletuk.


Aku gagap dan bingung ditanya begitu. Sandy pun gugup dibuatnya. Sandy tak menyangka pertanyaanya tadi juga ditiru oleh Nicholas.


"Sayang gak mama??? " desak Nathan.


"Ss,, ss,, sssayang lah,,, kan om Sandy teman mama. Sesama teman harus saling sayang juga seperti saudara" kataku gagap.


"Kalau begitu mama juga harus cium om Sandy doong,," kata Nathan.


"Iyaaa mama,,, ayo cium,,, Kasihan nanti om Sandy nangis kalau tidak di cium,," Nicholas menimpali.


"Haaahhh,,, ccc,, ccciii,,, cium??" aku makin gagap.


Aku makin gagap saat Sandy mendekat.


"Kalau mama gak mau cium om Sandy,, biar om Sandy aja yang cium mama ya,, kan Om Sandy juga teman mama,, sayang mama juga,," kata Sandy.


Cup,,, Cup,,


Kecupan lembut Sandy mendarat di kedua pipiku.


"Horeee,,, kita semua sayang mama,,," si kembar pun berebut menciumiku.


Jangaaan,,, jangan dibekas ciuman om Sandy ya nak,, mama masih ingin merasakan sensasi hangatnya. Hehehe,,,


Kata hatiku saat mereka menciumiku.


\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌺

__ADS_1


__ADS_2