MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Reuni Pesakitan


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


Dirga melangkah dengan langkah lunglai dan tanpa tujuan. Pikirannya rancu. Mendapat penolakan dari Ayu dan melihat sendiri betapa anak anaknya jauh lebih memilih Sandy.


"Pedih sekali balasan untukku tuhan,, Aku kehilangan harta termahalku. Aku kehilangan cintaku,,, Bahkan aku kehilangan cinta pewaris dan keturunanku. Belum lagi bonus penyakit memalukan ini. Mama yang begitu begitu saja dan tak ada kemajuan. Tidak ada apa pun yang tersisa untukku lagi di dunia ini,,," keluh Dirga.


Dirga menggaruk garuk kepalanya dan menjambaki rambutnya yang mulai panjang tak terurus.


"Semua ini gara gara Vhe,,, Jalang itu yang merusak kehidupanku." geramnya.


Mengingat semua tentang Vhe dan setiap kebersamaannya bersama Vhe lalu ingat penyakit yang diidapnya saat ini membuat Dirga merasa jijik dengan dirinya sendiri.


Tanpa pikir panjang lagi Dirga pun menyetop taksi dan menuju ke apartemen Vhe. Setibanya di sana dia mendorong pintu apartemen yang memang tak di kunci.


Tampak Vhe tengah duduk lesu dan mengacak acak rambutnya. Vhe tak menyadari kedatangan Dirga.


"Sial,,, Ada ada saja. Kenapa bisa kebakaran sih itu spa,, Lalu sekarang dari mana aku bisa dapat uang untuk biaya penyembuhan penyakitku ini. Cari pria kaya lagi sudah tidak mungkin kalau aku seperti ini. Sandy juga sudah tidak mau lagi padaku,,, Ini semua gara gara Ayu!!! Wanita kampung itu merusak semua rencanaku!!! Aku memang sudah berhasil menghancurkan keluarga Dirga dan dendamku pada daddy terbalaskan. Tapi semua ini percuma jika akhirnya seperti ini. Sepeser pun aku tidak dapat harta Dirga. Rugi selama ini aku jadi istrinya. Pria bodoh itu malah menyerahkan semuanya untuk wanita kampungnya." gerutu Vhe yang masih belum menyadari keberadaan Dirga yang tepat di belakangnya.


Dirga emosi mendengar semua ucapan Vhe itu. Emosi mengetahui niat Vhe aslinya dan emosi karena Vhe terus menghujat Ayu dan malah menyalahkannya.


Saking emosinya tangan Dirga begitu cepat mencekik leher Vhe dari belakang. Vhe yang terkejut hanya bisa sekuat tenaga melepaskan tangan yang mencengkeram lehernya itu.


"Ku bunuh juga kamu Vhe,,Kamu yang sudah menghancurkan keluargaku dan rumah tanggaku. Matilah kau Vhe,,," geram Dirga.


Vhe mulai lemas karena dicekik dengan penuh emosi seperti itu saat dua orang polisi tiba tiba datang dan melihat kejadian tersebut. Dengan sigap keduanya menarik Dirga agar melepaskan Vhe lalu memborgolnya.

__ADS_1


Asisten rumah tangga Vhe yang baru kembali dari pasar terkejut melihat majikannya sudah terduduk di lantai dan terbatuk batuk.


"Ada apa ini non,,,?? Kenapa ada polisi juga di sini,,,??" pembantu itu panik.


Vhe masih batuk batuk dan tak menjawab. Napasnya kembali mulai teratur setelah pembantunya memberinya segelas air putih.


Beberapa polisi datang untuk kemudian membawa Dirga ke kantor polisi setelah mendapat laporan dari rekannya yang menyaksikan aksi percobaan pembunuhan di apartemen Vhe.


"Terima kasih sudah datang tepat waktu pak polisi. Kalau tidak saya tidak tau apa yang terjadi. Mungkin saya sudah mati karena ulah pria gila itu."ucap Vhe.


"Sama sama ibu,,,Tapi kami kesini tadi bukan secara kebetulan. Kami memang ditugaskan kesini membawa surat penangkapan untuk ibu Vhena." ucap salah satu polisi.


"Menangkap saya??? Memangnya saya salah apa pak??" tanya Vhe kaget dan panik.


"Ibu harus kami bawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan ibu. Ibu telah membuang bayi ibu sendiri. Ada saksi mata yang. elihat dan melaporkannya pada kami. Dan kami sudah menelusuri semuanya,,,Kami makin yakin setelah orang tua anda sendiri memberikan keterangan bahwa anda adalah orang yang tepat untuk kami curigai." jelas polisi itu.


"Apa?? Bukan saya pak,,,Bukaaaannn. Saya tidak mau dipenjara,,,!!! Tidak pakkk jangan bawa saya,,," kata Vhe menolak saat polisi satunya mulai mendorong kursi rodanya keluar apartemennya.


"Saya tidak mau paaaakkk,,,Saya tidak mauuuu,,,Saya tidak salah,,,!!!" Vhe terus meracau namun kedua polisi tidak ada yang menghiraukannya.


Beberapa pasang mata penghuni apartemen pun menyaksikan drama penangkapan Vhe itu. Membuat Vhe merasa sangat malu ditonton banyak orang begitu.Akhirnya dia pun memutuskan untuk diam dan pasrah saja.


Sampai di kantor polisi Vhe bertemu dengan kedua orang tuanya yang terlebih dulu telah sampai.


"Mom,,,Bantu Vhe keluar.Vhe tidak salah mom. Bukan Vhe yang buang bayi itu,,,Bukan mom." rengek Vhe.


"Kalau bukan kamu siapa lagi,,,Kalau bukan bayi yang dibuang itu bukan anakmu lalu dimana sekarang anakmu??? Mommy tidak melihatnya. Kamu harus bertanggung jawab Vhe atas semua perbuatanmu. Mommy kecewa sama kamu Vhe,,,!!!" ucap mommynya.


"Bikin malu saja!!!" ketus papanya.


"Urus sendiri sekarang semuanya. Papa tidak akan membantumu dengan menyediakan pengacara atau apa pun itu!! Lebih baik kamu mendekam saja di penjara biar kamu bisa merenungi semua kesalahanmu. Ayo mom kita pulang,,,!!" ajak papanya.

__ADS_1


Mommynya pun hanya menurut dan mengikuti langkah kaki suaminya meninggalkan kantor polisi itu. Merelakan putri semata wayangnya mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.


"Moooommm,,, Jangan tinggalin Vheeee,,,!!!" teriak Vhe.


Suara pria yang tengah tertawa senang membuat Bhe menoleh. Pria itu adalah Dirga yang merasa puas karena Vhe juga akan di penjara.


"Kita ini sama Vhe,,, Sama sama penjahat dan pecundang yang pantas mendapatkan hukuman. Jadi nikmati saja hukumanmu,,," kekeh Dirga.


"Diam kamu,,,!! Dasar gila,,,!!!" teriak Vhe.


"Kamu yang diam Vhe,, Sebaiknya kamu nikmati saja lima belas tahunmu mendekam di penjara." sahut Dirga.


Vhe diam dan mencoba mengingat ingat ilmu yang dipelajarinya semasa dia kuliah di jurusan hukum dulu.Vhe menepuk jidatnya sendiri saat mengingat apa hukuman bagi seorang ibu pembuang bayinya sendiri.


Adapun ancaman pidana maksimum tentang menaruh anak di bawah umur tujuh tahun di suatu tempat agar dipungut orang lain dengan maksud terbebas dari pemeliharaan anak itu adalah lima tahun enam bulan.


Sedangkan ancaman pidana maksimum tentang melakukan perbuatan hingga menyebabkan si anak luka berat adalah tujuh tahun enam bulan dan tentang melakukan perbuatan menyebabkan si anak mati adalah sembilan tahun.


"Mati aku kalau anak itu memang mati,,, Aku sudah tidak punya uang lagi untuk membayar polisi atau menggantikan hukumanku." batin Vhe.


Melihat Vhe yang terdiam itu pun Dirga kembali merasa senang karena dirinya tak sendiri dalam penjara. Dorga yang juga sudah tidak punya apa apa itu pun hanya pasrah menjalani hukuman yang akan dijatuhkan padanya karena perbuatannya tadi.


"Kita hancur bersama Vhe,,, Kita para pesakitan ini akan berkumpul di penjara menikmati hukuman kita. Aku,, Kamu,,,dan Papa,,, Kita pantas menerima semua ini,,, Anggap saja ini reuni pesakitan hahahahha,,,, Aku puas Vheee!!!" ucap Dirga saat polisi membawanya ke dalam dan mengantarnya ke sel yang akan ditempatinya selama menunggu keputusan hakim selanjutnya.


Vhe hanya merengut mendengarnya dan kembali memberontak saat dirinya pun diantarkan ke sel nya.


"Saya tidak salah paaaakkk,,,Tidak salah,,,!!!" teriaknya terus.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2