MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Hubungan Merenggang


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Apa tante yakin?" Tanya Vhe yang sedang menerima telpon dari mama. 


"Seratus persen yakin Vhe,,, Dirga tengah kacau memikirkan semua omongan tante. Sekarang saat yang tepat buatmu masuk dan mulai mendekatinya" Ucap mama meyakinkan. 


Vhe manggut manggut. Sejurus kemudian dirinya ingat akan satu hal penting. 


"Tapi surat perceraian dari Sandy masih belum juga Vhe terima tante" Jawabnya kemudian. 


"Biar saja,,,  yang penting kan kalian sudah pasti akan bercerai. Sambil kamu mendekati Dirga,,,, tante yakin surat ceraimu sudah keluar" Kata mama. 


"Sudah jangan banyak berpikir lagi,,, cepat datang dan bawa Dirga ke pelukanmu" Tegas mama lagi. 


"Baiklah tante,,, Vhe akan segera datang" 


Keduanya tersenyum di tempat masing masing. Jika mama tersenyum membayangkan akan segera bisa menjadikan Vhe menantunya maka Vhe sedang tersenyum mengingat ucapannya pada mantan sugar daddynya yang sudah mencampakkan dirinya hingga dia akhirnya menerima Sandy agar hidupnya tetap terjamin. 


Dirga menutup laptopnya. Dirinya telah menyelesaikan tugas lembur yang dibawanya pulang. Dirga memijat lehernya yang terasa kaku. 


"Sebaiknya aku minta Ayu memijatku" Batinnya. 


Dirga bangkit kemudian mematikan lampu di ruang kerjanya sebelum menutup pintunya lalu menuju ke kamar tidur kami. 


Langkahnya terhenti saat dia sudah membuka pintu kamar. Wajahnya dipenuhi kekecewaan melihat aku yang sudah terlelap sembari memeluk si kembar. 


"Lagi lagi Ayu sudah tidur. Kalau terus seperti ini kapan dia bisa melayaniku." Sungutnya. 


Dirga menutup pintu kemudian mengganti bajunya dengan piyamanya. Direbahkannya dirinya di ranjang tepat di sebelah Nathan.


Nathan dan Nicholas memang masih tidur sekamar dengan kami. Itu pun karena mama yang tak mengijinkanku memisah kamar mereka dengan alasan tak mau membuat mereka takut.


"Tapi mereka sudah besar ma" Protesku waktu itu.


"Memang sudah besar. Mama tau itu. Begini saja,, kalau kamu tidak bersedia membiarkan mereka tetap di kamarmu,,, biarkan saja mereka di kamar mama. Biar mama saja sekalian yang mengurus mereka!!!" Ketus mama.

__ADS_1


Aku yang tak ingin berdebat lagi apalagi dengan mama akhirnya mengalah saja. Walau sebenarnya itu sering membuatku tak bisa mendapat waktu berkualitas dan berdua saja dengan Dirga.


Kebungkamanku itu nyatanya membuat mama merasa semakin senang karena memisahkan aku dan Dirga,,, merenggangkan hubungan kami memang tujuan sebenarnya.


Keberadaan si kembar di kamar akan membuat kami tidak leluasa jika ingin berhubungan intim. Seperti malam ini contohnya. Sungguh Dirga sangat menginginkanku malam itu.


"Ayu,, bangunlah" Lirihnya pelan sembari sedikit mengguncang tubuhku yang sudah terlelap. Aku mengerjap lalu segera duduk saat menyadari Dirga sudah berdiri disamping ranjangku. 


"Ada apa Sayang?" Tanyaku. 


"Sudah lama kita tidak melakukannya. Apa malam ini bisa?" Tanyanya pelan. 


Aku mengusap wajahku dengan kedua tanganku. Betapa ingin aku menolaknya malam ini karena aku sangat lelah seharian mengurus pesanan catering sendirian. Sejak mbak Santi mendapat telpon dari keluarganya di kampung halamannya,,, dia tak lagi bekerja di rumah itu. 


Hal itu tentu saja membuat aku semakin kerepotan harus mengurus catering, si kembar dan juga melakukan seluruh pekerjaan rumah. Mama berkali kali memecat pembantu yang ku bawa dengan alasan tidak suka cara kerjanya. 


Sejak mama memecat pembantu ke sembilan dalam sebulan,, aku pun malas untuk mencari lagi. Aku memilih mengerjakan semuanya sendiri saja dengan keterbatasan waktu yang ku miliki. 


"Baiklah,,, mari kita lakukan" Sahutku lesu.


Walau aku lelah namun aku tak ingin membuat suamiku kecewa. Kami baru saja memulai pemanasan kami di sofa saat terdengar suara Nathan yang mengigau. 


Aku menatap mata Dirga dengan pandangan meminta ijin dan pengertiannya agar melepaskan pelukannya. Aku harus kembali ke ranjang dan menenangkan Nathan. 


Dirga mendengus kesal saat melepas pelukannya. Dirga lantas keluar kamar dan menyulut rokoknya. Aku tak menunggu lagi dan langsung naik ke ranjang. 


"Cupcupcup,,, mama disini sayang. Bobo lagi ya Nathan" Ucapku sembari menepuk nepuk Nathan. 


Setelah menidurkan Nathan kembali,,, aku keluar mencari keberadaan Dirga. Aku tersenyum melihat dirinya tengah duduk di sofa.


"Ayo sayang,,, Nathan sudah tidur" Ucapku pada Dirga.


"Sudah malam,, tidurlah,," Jawabnya dingin dan malah meninggalkanku masuk ke kamar. Tanpa menungguku masuk kamar lagi,,, Dirga pun lantas langsung berbaring di ranjang dan memejamkan matanya. 


Aku hanya menghela napas melihatnya begitu. Aku tau Dirga tak langsung tidur. Dirga memejamkan matanya agar aku tak lagi banyak bicara. Dirga sudah kehilangan keinginan untuk bercumbu denganku. 


"Semoga Dirga bisa memahami keadaan kami ini. Semoga dirinya bisa mengerti bahwa aku tak berniat menghindarinya" Batinku yang mulai ikut memejamkan mata. 

__ADS_1


"Mama benar,, Ayu memang sudah tidak bisa lagi ku andalkan. Dia tidak bisa lagi memposisikan dirinya." Batin Dirga kesal. 


Keesokan harinya,,, 


Seperti biasa aku menjalankan rutinitasku sebagai ibu rumah tangga yang juga disibukkan dengan pekerjaan. Aku tidak peduli saat melihat Dirga memberikan sejumlah uang kepada mama yang sebenarnya itu adalah hak ku. 


"Toh juga uang keuntungan dari catering masih bisa ku gunakan" pikirku.


" Mama benar,, sepertinya Dirga memang butuh istri baru yang bisa mengurus Dirga" Lirih Dirga di meja makan saat aku sudah pergi mengantar si kembar ke sekolah. 


Uhukkk uhukkkk,,, papa terbatuk mendengarnya. 


Sebaliknya mama sangat berbinar mendengar ucapanku itu namun dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya menjadi terlihat prihatin akan apa yang menimpa rumah tangga kami. 


"Apa yang kamu katakan itu Dirga?? Tidak baik seorang suami bicara seperti itu. Kalian masih bisa bicarakan semuanya baik baik" Tukas papa. 


"Papa ini apa apain sih? Gak lihat apa Dirga sudah semenderita ini hingga sangat putus asa lalu terpikir menikah lagi. Ini bukan salah Dirga papa,,, ini salah istrinya yang tidak bisa membagi waktunya" Ketus mama. 


"Itu salah mama. Mama yang membuat Ayu jadi semakin sibuk dengan menyuruhnya membuka catering. Mama juga yang tidak mau membantu Ayu mengerjakan pekerjaan rumah. Malah mama pecat setiap pembantu yang masuk" Protes papa mengingatkan mama. 


"Mama tidak pernah menyuruh Ayu buka catering,,, mama kan cuma usul. Kalau akhirnya usul mama dipakai sama Ayu ya kan kembali ke Ayu dong bagaimana selanjutnya." Sanggah mama. 


"Dan kalau urusan pekerjaan rumah,,, memangnya papa tega melihat mama yang sudah semakin tua ini mengerjakannya??? Sudah tua begini pun masih harus melihat penderitaan putra semata wayangku lagi" Lanjut mama. 


"Sudah ma,,, sudah pa,,, cukup!! Jangan buat Dirga makin pusing" Ucap Dirga. 


"Terserah kamu saja Dirga,,, Apa pun keputusanmu mama selalu mendukungmu. Seandainya saja Vhe belum menikah ya Dirga,,, " Ucap mama yang kembali memasukkan Vhe dalam pikiran Dirga. 


"Vhe sudah bahagia ma" Sahut Dirga. 


"Yah kan mama cuma berandai andai" Sahut mama mengangkat bahunya. 


Papa hanya geleng kepala dan tak menjawab. Papa sibuk meredakan pikiran dan ketakutannya jika benar Dirga akan menikah lagi dengan Vhe. 


"Semoga wanita itu masih baik baik saja rumah tangganya"  Batin papa. 


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 💞


__ADS_2