
Selamat membaca 🌸
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌸🌸🌸
"Tidak mungkin,,,Anak saya bukan pembunuh. Bukaaaannn."
Seandainya bisa bicara maka nyonya Widya pasti akan teriak dan bicara sekencang kencangnya mengatakan hal itu saat polisi datang mengabarkan padanya bahwa Dirga telah ditangkap polisi karena telah berusaha membunuh mantan istrinya yakni Vhe.
"Keluargaku hancur berantakan karena ambisiku,,,Aku yang memaksa Dirga menerima Vhe lagi dalam hidupnya. Aku yang mengatur semuanya agar Vhe bisa masuk dan menghancurkan pernikahan Dirga dan Ayu.Aku yang telah sangat membenci Ayu yang sama sekali tidak bersalah itu,,, Semua ini salahku.Ampuni aku tuhan,,,Beri aku kesempatan sekali lagi agar bisa menemui Ayu dan meminta maaf padanya."
Nyonya Widya hanya bisa membatin dalam hati dan tangisan penyesalannya mulai meleleh membasahi wajahnya.
Nyonya Widya yang hanya bisa duduk di kursi rodanya itu sudah lemas karena lapar yang melandanya sejak Dirga tak kunjung pulang. Ditambah lagi obat yang harus dikonsumsinya juga sudah habis sejak dua hari lalu namun Dirga belum membelikannya.
Sekarang di tambah dengan berita penangkapan Dirga,,, Nyonya Widya tidak sanggup lagi. Detak jantungnya menjadi sangat cepat dan tidak beraturan. Sakit dan nyeri di dadanya makin terasa menyiksa hingga akhirnya nyonya Widya menyerah pada takdirnya.
Nyonya Widya menghembuskan napas terakhirnya.
🌸🌸🌸🌸
Dirga dan tuan Wicaksana tertunduk berurai airmata mendengar kabar meninggalnya nyonya Widya. Hati mereka hancur luluh mengetahui istri dan mama tersayangnya meninggal tanpa dekapan atau pun pelukan mereka di saat terakhirnya.
"Maafkan papa ma,,, Maaf untuk semuanya. Maaf tidak bisa menjadi suami terbaik untuk mama." lirih tuan Wicaksana saat menabur bunga di makam istrinya.
Di depannya berjongkok Dirga yang sedari tadi hanya menangis memandang pusara mamanya. Tangannya sama sekali tak terlepas dari batu nisan bertuliskan nama nyonya Widya.
Keduanya bisa menghadiri pemakaman nyonya Widya atas kebijakan dari kantor polisi. Mereka bisa ke makam menghadiri pemakaman dengan pengawalan ketat beberapa polisi.
Berita meninggalnya nyonya Widya sampai juga di telinga orang tua Ayu yang memutuskan datang untuk mengantarkan almarhumah ke peristirahatannya yang terakhir.
Melihat kehadiran mantan besannya,,, Tuan Wicaksana mengusap airmatanya dan menemui mereka.
"Bapak dan Ibu,,, Saya atas nama keluarga saya ingin meminta maaf yang sebesar besarnya atas apa yang sudah menimpa Ayu putri bapak ibu. Sungguh saya sangat menyesal. Saya harap bapak ibu dan juga Ayu sudi memaafkan kami semua." ucap tuan Wicaksana dengan sangat sopan dan merangkai sepuluh jarinya di depan dadanya.
"Kami sudah memaafkan kalian semua tuan,,, Kami datang kemari tulus hanya ingin mengantar nyonya dan melakukan penghormatan terakhir. Menyelipkan doa doa untuk beliau agar beliau tenang di alam sana."ucap ayah.
__ADS_1
"Terima kasih,,, Terima kasih pak,,,"tuan Wicaksana terharu dan tidak bisa berkata kata lagi.
"Sabar nak Dirga,,,Doakan saja semoga mama nak Dirga mendapatkan tempat terindah di sisi tuhan."kata ibu yang menepuk pundak Dirga.
Dirga mencium tangan ibu dan memeluk lutut ibu. Tangisnya pecah diiringi dengan untaian kata maaf dan seribu penyesalan dari dalam hatinya.
Ibu hanya bisa menangis merasakan kepedihan yang dirasakan Dirga namun ibu tidak bisa berbuat apa apa.
"Sampaikan permohonan maaf Dirga pada Ayu bu,,,Dirga titip Ayu dan anak anak pada ayah ibu.Maafkan Dirga tidak bisa menjadi suami yang baik untuk Ayu,,,Tidak bisa jadi papa terbaik untuk anak anak,,," kata Dirga saat polisi akan membawanya kembali ke penjara.
"Akan ibu sampaikan nak,,," jawab ibu melepas tangan Dirga yang sedari tadi menggenggam tangannya.
Sebagai ibu yang pernah begitu menyayanginya ibu juga merasa sedih melihat Dirga yang dulunya begitu baik namun hanya karena hasutan mamanya jadi menyakiti Ayu.
"Semoga kamu bisa memetik pelajaran atas semua ini nak Dirga. Ibu yakin kamu itu sebenarnya anak baik hanya saja kamu kurang tegas dan tidak bisa menyikapi. Sebagai seorang pria,,,Kamu semestinya bisa bersikap dan memposisikan dirimu sendiri. Jika kamu sudah menikah maka kamu tidak hanya sebagai anak lelaki ibumu,,, Membahagiakan ibu itu wajib namun tidak dengan cara menyakiti atau mengorbankan istrimu sendiri. Semoga kamu bisa berubah ke depannya dan menemukan jodoh terbaikmu Nak,,,"
Ibu tulus mendoakan Dirga dalam hatinya.
🌸🌸🌸🌸
"Ibu Ayu,,,Berdasarkan hasil test ini,,, Maka saya dengan yakin bisa sampaikan bahwa ibu dinyatakan sehat." kata dokter menjelaskan hasil labku.
Aku tersenyum dan beberapa kali menyisipkan ucapan syukur dan terima kasihku pada tuhan atas nikmat kesehatan yang diberikanNYA padaku.
"Lalu bagaimana dengan hasil lab saya dok??" tanya Sandy yang juga duduk di sampingku.
"Anda juga kami nyatakan sehat dan terbebas dari HIV pak Sandy." dokter tersenyum menjelaskannya.
"Puji tuhan,,, Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih telah begitu merestui hubunganku dengan Ayu. Terima kasih telah membukakan jalan untuk kami bersatu selebar lebarnya." batin Sandy.
🌸🌸🌸
Pasca dinyatakan sehat keduanya,,,
Pernikahan pun segera diselenggarakan. Baik kedua mempelai maupun kedua keluarga tak mau menunda nunda lagi.
Pernikahan di selenggarakan di Bali saja dengan adat setempat dan nantinya resepsinya akan diadakan di LA. Baik ayah dan ibu sama sekali tak berkeberatan dengan semua keputusan itu.
Hari itu bunga bunga bermekaran menambah aura kecantikan sang pengantin wanita yang tampil ayu dengan kebaya warna putihnya. Deretan bunga bunga hiasan kepalanya yang berwarna emas sangat kontras dengan hitam rambutnya.
__ADS_1
Kain bawahnya berwarna dasar coklat dan ditaburi warna batik keemasan juga sangat menunjang penampilannya.
Dua bocah tampan yang memakai pakaian adat juga terlihat sangat cute mendampingi mamanya yang akan melangkahkan kakinya ke masa depan yang lebih bahagia.
Dan di pelaminan,,,
Pria tampan yang mengisi hari hari Ayu dengan sejuta kebahagiaan tampak berdiri gagah menunggu mempelai wanitanya dengan busana adat Bali lengkap udeng dan kain prada.
"Kamu cantik sayang,,," bisiknya begitu mempelainya telah tiba dan menyambut tangannya yang terulur membantu mempelainya untuk naik menyusulnya ke pelaminan.
"Kamu juga tampan sayang,,," jawab mempelai cantik itu.
Serangkaian upacara pernikahan yang sakral pun dimulai dengan dipimpin oleh seorang pedanda dan disaksikan oleh semuanya.
"Ini akte nikah kalian. Kalian sekarang sudah resmi dan sah sebagai suami istri." ucap petugas setempat yang berwenang mengeluarkan akte pernikahan yang legal sesuai aturan negara dan hukum yang berlaku.
Kedua mempelai menerima masing masing akte miliknya dan kemudian dengan serempak menunjukkan ke arah kamera yang sudah siap mengabadikan momen kebahagiaan mereka itu.
Kecupan manis mempelai pria mendarat di kening mempelai wanita yang wajahnya makin berseri dengan senyum kebahagiaannya.
🌸🌸🌸
Setahun kemudian,,,
"Selamat datang putra putri papa,,,, Selamat datang ke dunia ini Abshari dan Hamani. Putri kecil mata hati papa dan putra kecil pemberi semangat papa." ucap Sandy pada bayi kembar mungil di sampingku.
Aku kembali melahirkan bayi kembar namun kali ini adalah laki laki dan perempuan. Lengkap sudah kebahagiaan kami.
Terima kasih tuhan telah memberikan semua hal manis ini setelah semua hal pahit yang ku rasakan,,,
Aku percaya,,
Engkau memang maha adil,,,
🌹TAMAT🌹
Terima kasih author ucapkan untuk semua vote,like dan komen dari semua readers kesayangan author. Setelah ini author akan fokus menyelesaiakan novel Bidadari yang ku sakiti 1 & 2 yang sama sama masih on going.
Sampai jumpa di sana yaa,,,
__ADS_1
Terima kasih 🙏🌸
Love you all ❤️