
Selamat membaca ya 🌺
©©©©©©©©©©©©©©
🌺
Pesta pernikahan Dirga dan Vhe mungkin terasa begitu lama bagi keduanya yang semakin belingsatan karena ulahku.
Tapi aku tidak peduli,,,
Aku bahkan dengan muka tegak terangkat dan senyum tersungging berbesar hati turun dan menemui para tamu penting yang tidak naik ke pelaminan.
Malam itu kendali permainan sepenuhnya ada padaku.
🌺🌺
Vhe kesal dan membanting sandal high heelsnya setelah pesta usai. Para tamu sudah pulang semua dan hanya tersisa beberapa orang yang membereskan sisa sisa acara.
"Apa sih maksudmu tadi Ayu?? Kamu sengaja ya buat aku malu di depan semua tamu???" ketus Vhe yang langsung berdiri menghampiriku ketika melihatku melintas.
"Malu?? Kenapa kamu harus malu?? Bukannya kamu telah berhasil dengan rencanamu?? Pencapaianmu bahkan maksimal,,,, Itu hal yang bisa kau banggakan bukan??" tanyaku balik.
"Kau,,,!!!" Vhe makin kesal.
"Lagipula kenapa harus malu sih,,, kan kamu sendiri yang memilih menjadi istri Dirga. Dari awal kamu juga tau kalau Dirga sudah beristri. Seharusnya kamu pertimbangkan semua itu dari awal,,,!!!" ketusku.
Vhe makin kesal ku buat.
Vhe sangat tidak menyangka seorang Ayu yang biasanya sangat lemah dan diam tak melawan tiba tiba begitu berani mengacaukan pesta pernikahannya.
Aku tak pedulikan dia yang masih berdiri kesal namun tidak bisa menjawab apa apa lagi. Ku tinggalkan saja dirinya dan masuk ke kamarku.
Tok tok tok,,,
Dirga mengetuk pintu kamarku dan aku membukanya kemudian.
"Ada apa?? Tumben isi ketuk pintu???" tanyaku datar.
Dirga menelan ludahnya.
"Ayu,, aku,, aku minta ijin malam ini tidur di kamar Vhe,,, " ucapnya.
"Minta ijin?? Kenapa kamu tiba tiba begitu formal padaku?? Bukannya kamu sudah biasa tidur bersamanya selama ini tanpa ijinku??" tanyaku menyindirnya.
"Aku tau Ayu,, tapi itu kan tidak terjadi di rumah ini. Itu di tempat Vhe sendiri. Sekarang di rumah ini ada kau selaku istriku juga. Jadi aku harus minta ijinmu juga." kata Dirga.
Aku marah mendengarnya namun tak ku perlihatkan kemarahan itu. Bagaimana mungkin Dirga berkata begitu seolah sebelumnya dia tidak merasa bersalah meski menginap tanpa ijin dariku hanya karena itu terjadi di luar rumah ini.
__ADS_1
"Ok Dirga,, aku ikuti permainanmu,," batinku.
"Ayu,,, kamu belum menjawabku. Aku tau ini berat tapi aku sudah janji kan akan adil dan memperlakukan kalian dengan sama. Kau masih tetap istriku dan Vhe juga sudah jadi istriku. Kedudukan kalian sama di mataku." ucap Dirga.
"Baiklah,,, silahkan" ucapku kemudian.
"Terima kasih Ayu" ucap Dirga yang langsung melangkah meninggalkanku dan anak anakku di kamar ini.
Dirga masuk ke kamar di mana Vhe telah menunggunya untuk malam pertama mereka. Malam pertama di hari pernikahan mereka tepatnya karena ini bukan pertama kalinya mereka akan melakukannya.
"Lama sekali sih hanya menemui Ayu ,, memangnya apa yang kalian bicarakan??" protes Vhe.
"Aku kan harus meyakinkannya dulu bahwa aku akan berlaku adil pada kalian meski mungkin tidak akan bisa sepenuhnya begitu,,,," ucap Dirga nakal.
Dicubitnya gemas dagu Vhe yang lancip itu dan Vhe mengerti apa maksudnya. Vhe hanya tersenyum saja dan mengiyakan.
Vhe tentu juga menginginkan hal tersebut. Vhe ingin jadi satu satunya nyonya rumah di sana dan akan berusaha menyingkirkanku.
Status baru mereka dan suasana kamar pengantin membuat nafsu keduanya mulai bergolak. Satu persatu pakaian mereka pun sudah berserakan di lantai.
Keduanya sudah sangat terbakar gairah.
Tok tok tok,,,,
Dirga melepaskan ciumannya pada Vhe saat mendengar suara ketukan di kamar pengantinnya. Keduanya menoleh ke arah pintu.
"Biar aku lihat dulu,,," kata Dirga.
Dirga pun hanya mengenakan selembar handuk bersih yang tersedia di kamar itu untuk menutupi tubuh bawahnya.
Kleekkk,,,
Aku pun nyelonong masuk tanpa banyak bicara. Dirga terkejut bukan main melihat ulahku. Begitu juga Vhe.
"Ayu,,, Apa maksudmu masuk ke sini??" tanya Dirga.
"Kami ingin tidur bersamamu di sini." sahutku cuek dan langsung naik ke ranjang yang ada Vhe di sana.
"Turun kamu,,,!!!" perintah Vhe.
Aku cuek saja dan langsung membaringkan tubuhku di sana.
"Naiklah Dirga,,, kenapa diam di sana saja. Sudah malam,, kamu juga pasti capek kan. Ayo tidur. Kamu juga Vhe,,, istirahatlah,,," ucapku sembari menoleh pada Vhe.
"Ayu,,, kau sadar apa yang kau lakukan ini???" tanya Dirga mulai kesal.
"Tentu saja aku sadar. Aku hanya sedang mencoba mendapatkan keadilan darimu. Kamu bilang aku dan Vhe ini sama sama istrimu,,, jadi apa salahnya kalau aku juga tidur di kamar yang sama,,, di ranjang yang sama dengan kalian. Kan kita ini bertiga ini suami istri,,," jawabku polos.
__ADS_1
"Ayuuu!!!! Cukup ya,,, kamu harus keluar dari sini. Kamu hanya akan mengganggu malam pertama kami,,,!!!" ketus Vhe sengit.
Aku menoleh padanya dan kembali duduk.
"Oh kalian mau melakukannya?? Kenapa tidak bilang?? Ku pikir kalian sudah melakukannya kemarin kemarin jadi malam ini bukan malam spesial." ucapku lagi.
Vhe hanya merengut dan meremas remas selimutnya. Aku melirik tubuh atasnya yang sudah polos itu. Tentu Vhe sudah tidak berpakaian lagi.
Ku perhatikan juga Dirga yang masih berdiri di depan pintu dengan handuknya. Aku juga yakin jelas hanya handuk itu penutupnya.
"Baiklah,,,"
Aku pun turun dari ranjang itu dan melangkah menuju pintu. Vhe sedikit merasa lega melihatku hendak meninggalkan kamar ini.
"Naiklah ke ranjangmu Dirga,, Biar aku yang menutup pintunya,," lirihku saat sudah berdiri di depan Dirga.
"Terima kasih Ayu,,, atas pengertianmu" ucap Dirga.
Dirga pun menuju ke ranjang besar itu lagi. Aku masih berdiri membelakanginya dan masih berada di ambang pintu.
"Tutup pintunya Ayu,,," perintah Dirga.
Aku yakin dia sudah sampai di ranjang itu. Tapi aku masih tak bergeming dari sana.
"Tunggu apa lagi sih,,,?? Cepat tutup pintunya,, Jangan buat kami lama menunda dan menunggu,,!!" perintah Vhe dengan nada sinisnya.
Aku tak menjawab dan masih membelakangi mereka.
Aku menguatkan diri dan hatiku menerima semua ini. Aku menguatkan diri dan hatiku mengambil semua keputusan ini. Sebuah keputusan yang terbilang gila namun harus ku lakukan malam ini untuk memberi mereka pelajaran.
Masih di dalam kamar,,,,
Ku pegang gagang pintu itu lalu ku dorong pintu itu sampai tertutup dan ku kunci. Aku pun berbalik menghadap mereka yang bengong melihatku mengunci diriku juga dalam kamar itu.
Ku buka semua helai demi helai pakaianku hingga aku berdiri di depan keduanya dengan tubuhku yang polos.
"Tunggu apalagi,,, ayo kita lakukan!! Aku istrimu,, Vhe juga istrimu,,, lakukan itu dengan adil pada kami berdua. Aku ingin kamu adil dalam semua hal dan tiap harinya,,,, bukan bergantian,,,"
ucapku mantap dan naik ke ranjang itu menyusul keduanya.
"Gila kamu Ayu!!!" ketus Dirga melompat turun.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa Vote, like dan komen ya
Terima kasih 💞
__ADS_1