MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Tulus


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Jadi,,,Kita,,,???" tanya Sandy kemudian setelah mata kami berdua tak lagi melihat sosok Dirga.


Aku menoleh dan tersenyum padanya.


"Aku minta maaf ya kalau sudah begitu salah paham padamu karena Video itu. Lala sudah menjelaskan semuanya. Aku juga minta maaf sudah merepotkanmu dan mommy daddy yang harus mengejarku sampai ke sini padahal kalian pasti banyak urusan." ucapku penuh penyesalan.


"Sudah jangan pikirkan itu. Bagi kami,, Kamu dan anak anak jauh lebih berharga dan penting di banding semua urusan kami. Kalian adalah yang nomer satu." jawab Sandy.


"Terima kasih telah begitu mencintai kami Sandy,,," ucapku.


"Aku,,,Mom and Dad,, Kami bahagia mencintaimu dan anak anak. Kami lah yang seharusnya berterima kasih padamu karena telah begitu banyak membawa kebahagiaan untuk kami." kata Sandy.


"Tapi kalau boleh aku tau,, Kenapa mengubah panggilanmu padaku?? Kok kita jadi kikuk begini,, Kenapa tak lagi memanggilku dengan kata papa??" tanya Sandy kemudian.


Aku menghela napasku dalam dalam.


"Ada yang harus kamu tau,,, Aku merasa takut dan tidak layak bagimu sebenarnya." kataku.


"Kenapa?? Apa yang salah??" tanya Sandy tak mengerti.


"Aku minta waktu padamu untuk menunda pernikahan kita sampai aku yakin benar bahwa aku layak untukmu Sandy. Aku harus memastikan dulu bahwa aku tidak terjangkit HIV juga seperti Dirga dan Vhe. Dan juga mantan papa mertuaku." ucapku lirih.


"HIV?? Mereka??" tanya Sandy.


Aku mengangguk.


"Sejak kapan Vhe kena penyakit itu??" tanya Sandy.


Aku memandangnya tajam. Sandy yang baru menyadari ada yang salah dalam kalimatnya itu langsung memegang bahuku dan menjelaskan.


"Jangan salah paham. Aku menanyakan hal itu bukan karena aku hanya memikirkan Vhe,,,Tapi aku bertanya begitu karena aku ingin tau saja sejak kapan Vhe sakit biar aku juga bisa memeriksakan diriku juga. Kita ini berkaitan dengan orang orang yang sama kan,,?? Jadi bukan kamu saja yang perlu mengantisipasi tapi aku juga." jelas Sandy.


Aku tersenyum lega mendengarnya.


"Hmmm,,,Main ngambek saja kamu ah,,, Cemburu yaa??" godanya.

__ADS_1


Cubitan kecil dan panasku pun mendarat di pinggangnya.


"Aaaww,,, Akhirnyaaa dapat cubitan juga. Semalam saja kamu tinggal aku sudah rindu sekali dengan cubitanmu ini,,," ucap Sandy yang membuatku manyun dan ingin mencubitnya lagi.


Sedetik kemudian tubuh Sandy sudah meliuk liuk menghindari cubitan cubitan beruntun dariku. Sandy kemudian menangkap tanganku dan membawanya ke dadanya.


Mata kami saling bertemu.


"Aku sayang kamu sayang,,,Aku cinta kamu sayang,,, Dan aku ingin menghabiskan sisa umurku bersamamu." ucap Sandy.


"Aku juga sayang kamu,,, Aku juga cinta kamu,,, Ingin sekali aku juga bisa menghabiskan sisa waktuku bersamamu tapi aku belum yakin karena kabar penyakit itu,,,"jawabku lirih.


"Dengar aku,,, Setelah ini aku antar kamu periksa. Aku pun akan periksa juga. Tapi kamu perlu tau,,,Apa pun hasilnya,,, Aku tetap tak akan meninggalkanmu. Aku akan tetap menikahimu. Aku mencintaimu tulus apa adanya bukan ada apanya sayang." ucap Sandy.


Aku terkejut mendengarnya.


"Sandy,,, Apa kamu yakin??" tanyaku.


"Seribu persen,,, Aku menikahimu bukan semata mata karena hawa nafsu. Aku mencintaimu tulus tanpa meminta lebih. Aku sudah bilang kan tadi,,,Aku menerima segala sesuatu tentangmu,,, baik itu masa lalumu atau masa kinimu,,, Baik itu burukmu maupun baikmu,,, Aku terima sayang." jelasnya.


Airmataku pun lolos dari kedua pelupuk mataku.


"Terima kasih Sandy." ucapku langsung memeluknya.


Sandy pun mendekapku erat namun hanya sebentar dan melepaskan dirinya dariku.


"Lalu bagaimana jika ternyata aku yang sakit??" tanyanya.


Aku mencubitnya keras sekali kali ini.


"Aaawww,,,,!!!" pekiknya.


"Kok dicubit sih??" protesnya.


"Masih perlu tanya seperti itu??!!! Masih belum yakin sama aku ya??!!! Masih mau dapat cubitan terus kan??!!Aku masih semangat kok cubit kamu sepanjang sisa umurku. Mau kamu sehat kamu sakit,,,mau kena flu kena HIV kena penyakit apa pun,,Aku tetap mau mencubitmu terusssss!!!" jawabku dengan tersengal sengal.


Sandy melongo kemudian tertawa melihatku yang terengah engah. Dipeluknya kembali aku. Ku benamkan wajahku di dada bidangnya itu.


"Aku tidak mau jauh lagi darimu Sandy. Aku merasa hampa tanpamu,,," ucapku sambil mengeratkan dekapan tanganku di pinggangnya.


"Jangan pernah pergi lagi ya,,," ucapnya sambil mengecup kepalaku dan mengendus wangi rambutku.


Aku mengangguk dan menciumi dadanya.

__ADS_1


Ibu menghapus airmatanya melihat kami. Airmata bahagia turut menghiasi wajah mommy yang juga melihat kami.


Kedua ibu itu lega melihat kami yang masih saling mencintai. Dan jika kedua ibu sibuk menghapus airmatanya maka kedua ayah hanya bisa memeganh bahu istrinya masing masing untuk memberi kekuatan pada istrinya.


Meski dalam hati mereka pun turut terharu melihat betapa kami sangat erat memeluk dan saling tak mau kehilangan namun naluri lelakinya tak mengijinkan mereka turut menangis.


"Kita doakan Sandy dan Ayu bahagia ya jeng,,," ucap mommy.


"Iya nyonya,,," jawab ibu.


"Eh kok nyonya sih,,, Tidak usah begitu manggilnya. Saling panggil jeng saja ya biar akrab." kata mommy yang menggenggam tangan ibu.


"Oh iya jeng,,," jawab ibu dengan senyum mengulas di bibirnya.


"Ayo ayo,, Mari masuk ke rumah kami. Kita bicara di dalam saja." ajak ayah.


"Benar itu pak,,Di sini kita nanti malah hanya dibuat iri sama kemesraan anak anak kita."canda daddy.


Dua pasang orang tua yang berbahagia itu pun tertawa bersamaan. Ayah mempersilahkan mommy dan daddy duduk di sofa jadul nan sederhana di rumah kami. Pasangan crazy rich itu sama sekali tak menunjukkan sikap meremehkannya melihat seisi rumah.


"Rumahnya bagus lho pak,,,Semua perabotnya antik antik. Di mana belinya ya,,,Bagus ini kalau di pasang di rumah kita dad,,," kata mommy yang tertarik pada jam dinding jadul milik ayah.


Ayah pun menjelaskan asal usul jam itu dan darimana mendapatkannya. Baik mommy maupun daddy pun antusias sekali mendengarkan.


"Ayo Lala,,,Kamu ikut masuk juga. Ajak Wisnu masuk." titah ibu.


"Lala di sini dulu bu,,Ada yang ingin Lala katakan lada Kadek dan Sandy. Lala harus meminta maaf pada mereka dulu biar semuanya lebih terasa melegakan." sahut Angela.


Ibu mengangguk mengerti.


"Kami sudah memaafkanmu La,,, Tidak perlu meminta maaf lagi atau pun menjelaskan apa pun lagi."kataku mengagetkan Angela.


"Tapi Dek,,," sahutnya tidak yakin.


"Sudahlah Lala,,,Kita sama sama lupakan masa lalu dan kita sambut masa depan kita ya. Kamu akan selamanya jadi saudaraku dan sahabat Sandy." kataku.


"Benar itu Angela,, Lagipula sekarang sudah ada Wisnu yang sangat mencintaimu dan kamu juga pasti mencintainya kan. Kamu tidak mungkin masih menginginkanku kan,,,??" canda Sandy.


Aku pun kembali mencubit pria yang kini tengah merangkulku itu. Angela dan Wisnu menertawakan Sandy yang mengaduh akibat cubitan panasku.


Kami semua lega tak ada masalah lagi antara persahabatan dan persaudaraan kami dengan Angela.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2