MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Aku Puas!!


__ADS_3

Happy reading 🌺


®®®®®®®®®®


🌺🌺


Dirga kesal dan kembali memakai pakaiannya. Ditinggalkannya kami berdua di ranjang. Dirga keluar kamar.


"Semua ini gara gara kamu!!!" sengit Vhe.


"Kok aku?? Ya kamu lah gara garanya,,, kamu yang membuat semua ini jadi begini. Coba kamu itu diam saja di tempatmu,,, terima kenyataan bahwa Dirga sudah punya istri,,, jangan lagi kegenitan. Semua tidak akan jadi begini!!!" ketusku.


Tangan Vhe melayang hendak menamparku tapi tanganku lebih cepat menggapai rambutnya. Ku tarik keras rambut hitamnya itu.


"Aaawww,,, sakit Ayu!!!" teriak Vhe.


"Ini baru awal pelajaran untukmu!!!" aku memperingatkan dirinya.


"Dirgaaaaa,,, tolong aku!!!" teriak Vhe.


Dirga yang mendengar teriakan itu berlari masuk kembali ke dalam dan melihat dua istrinya yang masih sama sama tidak berpakaian ini saling beradu.


"Hentikan semuanya!! Apa apaan kalian ini???" bentak Dirga.


Kami pun saling melepaskan.


"Pakai pakaian kalian!!!" perintah Dirga.


Aku pun hanya menurut dan kembali mengenalan pakaianku. Begitu juga Vhe.


Sejurus kemudian papa dan mama pun datang menyusul ke kamar karena mendengar ribut ribut. Mereka terkejut mengetahui di dalam kamar pengantin ada kami bertiga.


"Ada apa sih ribut malam malam begini. Ini juga kenapa ada Ayu di sini,,,!!" ketus mama.


"Apa salahnya Ayu berada di kamar suami Ayu?? Ayu kan juga istrinya." sengitku.


"Sudah,, sudah,,, semua bisa dibicarakan baik baik" papa menengahi.


"Isi sudah malam,,, tidurlah semua,,, apa kalian tidak malu kalau ribut begini.??" tukas papa lagi.


"Ini nih Ayu yang mulai,,," sahut Vhe manja.


"Kamu juga diam!!! Malam ini tidak ada satu pun dari kalian yang dapat nafkah batin dariku." ketus Dirga.

__ADS_1


"Dirga!!! Ini malam pengantin kita!! Seharusnya kamu bisa memberi pengertian pada Ayu dong,," protes Vhe.


"Aku sudah mengerti aturannya,,, semua diperlakukan adil kan,,, jadi kalau kamu dapat jatah ya aku pun juga,,, dan aku ingin semua disamakan. Baik itu cara Dirga menyentuhmu atau pun memperlakukanmu." ucapku.


"Begitu juga sebaliknya Dirga,,, bagaimana pun caranya kamu dan keluargamu memperlakukanku,,, aku ingin perlakuan itu juga disamakan untuk Vhe,,,!!!" aku memperjelas itu semua pada Dirga.


"Dasar istri tidak tau malu,, masak urusan begini juga diributkan!!!" mama sinis kepadaku.


"Seharusnya dia yang mama ajak bicara seperti itu!!" tunjukku pada Vhe.


"Kenapa aku??" tanya Vhe.


"Karena aku sebagai istri pertama sudah sama sekali tak berkeberatan berbagi suami denganmu,,, karena kamu selaku istri kedua juga harus mau berbagi suami denganku,,, dalam hal apa pun!!! Bukankah begitu isi surat perjanjian yang kau buat aku terpaksa menandatanganinya kemarin???" tanyaku balik.


Vhe diam dan berusaha mengingat baik baik isi kata demi kata dalam surat itu.


"Mamaaaaa,,,," si kembar bangun dan menangis di depan pintu kamarku.


Aku segera menghampiri mereka. Aku berusaha menenangkan mereka juga.


"Kenapa diam saja di sana,,,?? Ini anak anak Dirga butuh perlindungan dan ketenangan dari mamanya. Kamu istri Dirga juga kan?? Anak Dirga berarti anakmu juga kan?? Sini,,, belajar menenangkan mereka!!!" ajakku ketus.


Vhe ku buat mati kutu dengan perkataanku itu. Tak ingin citranya sebagai istri tercoreng di depan mata Dirga,,, Vhe pun beringsut malas dari tempatnya dan menghampiri kami.


Vhe kembali kesal dengan ulah dan perkataanku. Dirinya pun kembali berjalan menghampiri Dirga.


"Aku tidak mau tinggal di rumah ini!!! Aku mau pulang!!!" ketus Vhe.


"Tunggu Vhe,,, jangan begitu. Apa yang dikatakan Ayu itu benar,,, kamu juga harus bisa menerima anak anakku." ucap Dirga.


"Tapi tidak malam ini juga kan Dirga??!!!! Ini malam pengantin kita,,,!!! Bukannya membela aku tapi kamu malah bela istri tuamu itu!!!" ketus Vhe.


Papa yang sedari tadi menyaksikan keributan ini angkat tangan dan masuk kembali ke kamarnya. Tapi dalam hatinya papa senang karena malam itu tak perlu membayangkan wanita simpanannya itu melayani Dirga.


"Jangan diam saja Dirga. Kamu itu jangan biarkan Ayu menang!!" bisik mama pada Dirga.


"Tapi ma,,, " Dirga hendak menjawab.


"Ini rumah tangga kita Dirga,,, tentukan sendiri arah kemana mau kau bawa bahtera rumah tangga kita ini. Ada saatnya kau harus menurut sebagai anak tapi kau pun harus tegas saat berada di posisi suami,,," sela ku.


Aku baru saja keluar dari kamar setelah kembali menidurkan si kembar. Dalam kamar aku sempat meminta maaf pada si kembar karena mereka jadi terbangun.


"Suatu saat mereka akan mengerti apa yang mamanya lakukan,,," kata hatiku.

__ADS_1


"Diam kamu Ayu,,, " bentak mama.


"Mama yang diam!!! Sudah cukup lama mama membayangi rumah tangga kami,,, Selama ini Ayu mencoba diam dan tak melawan mama. Tapi apa balasan mama padaku?? Mama makin sering menyakitiku!!!" balasku.


"Memangnya apa kurangku ma?? Mama ingin cucu laki laki?? Sudah ku beri,, dua bahkan. Mama ingin aku jadi pembantu di rumah ini?? Sudah Ayu lakukan,,, Apa lagi kurangnya Ayu???" aku terus mencerca mama.


"Ayuu!!! Jadi kamu ingin mengungkit ungkit semua yang sudah kamu lakukan hah???!!! Kamu tidak ikhlas selama ini hah??" ketus mama.


Aku belum sempat menjawab karena Vhe sudah keluar dengan kopernya.


"Aku pergi sekarang. Kau mau ikut aku dan melanjutkan tugasmu malam ini di tempatku atau tetap diam di sini dengan istri tuamu???" tanyanya pada Dirga.


Dirga hanya diam tak menjawab. Dalam hati Dirga dia membenarkan perkataanku tadi namun setan dalam dirinya masih kuat berkuasa menutup mata hatinya.


Vhe pun makin kesal dibuatnya karena Dirga sama sekali menunjukkan sikap ingin menahan kepergiannya. Dengan menyeret kopernya,,, Vhe meninggalkan Dirga yang masih berdiri mematung.


Mama berjalan cepat menyusul Vhe yang sudah keluar dari pintu utama.


"Vhe sayang,,, jangan pergi ya sayang,,, ini sudah malam sayang. Tinggallah di sini dulu,,, besok kita bicarakan semuanya. Ya sayang ya,,," bujuk mama.


"Mamaaa,,, Vhe mau tinggal di sini tapi Ayu yang buat Vhe tidak betah,,," rengek Vhe manja.


"Iya mama tau,,, kita pikirkan ulang ya caranya biar perempuan itu bisa terusir dari rumah ini. Mama juga tidak mau kalau dia yang jadi nyonya di rumah ini,,, Ayo sayang kita masuk lagi ya,,," rayu mama.


"Tidak ma,,, malam ini biar aku pulang saja." ketus Vhe yang sudah terlanjur marah.


Vhe melangkah keluar dari rumah ini di malam pengantin mereka. Mama tak bisa melarangnya lagi.


Meski malam ini adalah malam melelahkan dan memalukan di mana aku sampai berani mengambil keputusan gila seperti tadi,, tapi aku puas.


Aku memang sudah mempertimbangkan semuanya. Aku yakin Dirga tak akan segila itu memberi nafkah batin pada kedua istrinya di ranjang yang sama dan waktu yang sama juga.


Itu hanya permainan bodoh yang ku ciptakan tapi mampu merusak indahnya malam pengantin mereka.


Aku puas!!!


Setidaknya malam ini Vhe tidak berhasil menyakitiku lagi.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌺

__ADS_1


__ADS_2