MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Gara Gara Vhe


__ADS_3

Selamat membaca ya,,, semoga suka,,, 🌺


Sejak melihat kebersamaan papa dan Vhe di kafe kemarin aku terus berpikir bagaimana caraku untuk mengatakan semuanya pada Dirga. 


"Mungkinkah Dirga akan percaya padaku??? Atau memang lebih baik ku simpan saja sendiri cerita ini sampai aku tau apa sebenarnya hubungan papa dan Vhe??" Batinku. 


Ya,,, ku rasa pilihanku itu sudah paling tepat. Aku akan pura pura tidak tau saja. Pura pura buta dan tuli. 


"Hai Ayu,,, Apa kabar kamu? Makin subur saja ku lihat" Sapa Vhe yang pagi itu sudah datang. 


"Aku baik. Bagaimana denganmu? Lama tak pernah bertemu denganmu tentunya anakmu sudah besar sekarang. Berapa anakmu Vhe?" Tanyaku basa basi. 


Vhe tampak merengut dengan pertanyaanku itu. Aku yang memang tidak tau bahwa dirinya belum punya anak tak tau kenapa dirinya menjadi sebal setelah aku menanyakannya. 


"Jangan pedulikan berapa anakku!!! Lebih baik pedulikan saja anak dan suamimu. Jangan sampai ketiganya menjauh darimu" Ucapnya. 


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" Tanyaku tak mengerti. 


Vhe memang selalu pandai membuat jantungku berdetak lebih cepat dengan kalimat kalimatnya. Vhe tertawa melihatku yang mulai berang. 


"Tanyakan saja pada dirimu sendiri yang sudah tidak cantik ini,,,, Sudah memang dasarnya tidak cantik lalu tidak pandai menjaga diri,,,, Bisa jadi kan suamimu berpaling pada yang lebih segalanya darimu." Ucap Vhe. 


"Lebih segalanya dariku?? contohnya kamu???" Tanyaku berang. 


"Kamu mulai pandai sekarang Ayu!!!" Vhe mencubit daguku. 


Ku tepiskan tangannya itu. Vhe tertawa saja. Mama muncul dari kamarnya saat mendengar ribut ribut di luar. 


"Ada apa sih Ayuuuuu??? Pagi pagi kamu sudah,,,, eeehhh ada Vhe!!!" Mama langsung senang melihat Vhe disana dan tak meneruskan perkataannya. 


"Halo tante,,, apa kabar?" Vhe memeluk dan mencium mama. 


"Baik sayang. Kamu apa kabar?" Tanya mama. 


"Seperti yang tante lihat. Tetap dan makin cantik." Jawab Vhe sambil melirikku. 


"kamu benar sayang,,,, Kamu memang makin bertambah cantik. Pandai menjaga diri dan tubuh itu salah satu tugas penting istri. Tuh Ayu,, Dengarkan!! semestinya kamu tuh banyak belajar nih sama Vhe,,,, cara merawat diri." Tukas mama. 


"Maaf ma,, Mama tau sendiri Ayu tak punya banyak waktu untuk itu." Jawabku. 


"Ya itu urusanmu dan kembali pada dirimu sendiri bagaimana caranya merawat diri untuk suami,,, Nanti kalau suamimu digondol Vhe baru tau rasa kamu!!" Kata mama. 


Aku melongo saja mendengar mama yang malah terkesan mendoakan bahwa anaknya akan meninggalkanku dan memilih wanita yang tanpa sepengetahuannya adalah duri dalam pernikahannya. 

__ADS_1


Ku lihat betapa mama sangat menyayangi Vhe yang sudah diam diam menusuknya. Mereka tampak akrab bercanda dan berbincang berdua di ruang keluarga. 


Tampak papa keluar dari kamarnya. 


"Pagi om" Sapa Vhe. 


"Pagi" Sahut papa singkat. 


Papa langsung duduk di sofa dan membaca koran paginya. Papa dan Vhe bersikap bagai tak ada hubungan yang dekat di antara keduanya. Sekarang aku baru tau kenapa dulu papa menampakkan wajah tidak sukanya jika Vhe menyapanya dengan nada yang terlalu manis. 


Mungkin saja papa tak ingin membuat mama curiga pada mereka. Aku yang tak tau bahwa hubungan mereka sempat berakhir lama tetap berpikir bahwa mereka tetap dan masih berhubungan selama ini. 


"Walau Vhe di luar negeri tapi tentu ada saja jalan bagi keduanya bertemu diam diam" Batinku. 


Aku memukul kepalaku sendiri saat pikiranku makin jauh membayangkan sudah seberapa jauh hubungan mereka. Sebagai pria matang dan wanita yang sudah bersuami tentu saja mereka tak akan puas jika sebatas bergandeng tangan. 


Astaga,,,,


Pikiranku makin kacau,,,,


"Kasihan mama" Batinku saat melihat mama yang masih terus membelai kepala Vhe manja.


Bahkan selama aku jadi menantunya mama belum pernah sekali pun melakukan hal itu padaku. 


"Eh sayang,,, Kamu sudah siap?? Apa kamu mau sarapan sekarang?" Tanyaku. 


"Ya,, ajak saja Vhe sarapan bersama juga" Titah Dirga saat melihat keberadaan Vhe di ruang keluarga. 


"Iya sayang" Jawabku walau aku tak rela wanita itu duduk bersama kami. 


"Dirga kamu mau roti?" Tanya Vhe. 


"Dirga sudah ku buatkan. Kamu tidak usah repot repot Vhe" Jawabku. 


Vhe merengut padaku dan menoleh pada Dirga. Aku tak mempedulikannya dan menyodorkan roti yang sudah ku olesi selai pada Dirga. 


"Buatkan aku roti yang seperti dulu Vhe." Ucap Dirga yang langsung diiyakan oleh Vhe. 


"Tapi sayang,,, ini,, aku sudah buatkan untukmu" Kataku. 


"Kamu bisa memakannya sendiri. Atau kalau tidak bisa kamu berikan pada Nathan atau Nichol. Mereka juga suka kan roti selai,,, ??" Kata Dirga tanpa memikirkan perasaanku yang malu dan sakit hati saat pemberianku malah ditolak suamiku sendiri di depan orang lain. 


Aku diam. Dalam hati aku menangis. 

__ADS_1


"Kamu berubah Dirga. Apa benar pernikahan yang sudah lebih dari lima tahun ini membuatmu jenuh dan bosan padaku hingga sikapmu padaku berubah? Apa benar tampilan dan tubuh wanita sekarang jadi prioritas bagimu?" Batinku protes.


Vhe dengan wajah licik penuh kemenangan beranjak dari duduknya dan mulai membuat roti kesukaan Dirga. Sebelumnya dia pun sempat menawarkan pada papa dan mama juga untuk dibuatkan. Mama menolak namun papa tidak.


Ku lihat papa dan Dirga tampak asyik dan menikmati roti buatan Vhe itu.


"Papa sama anak sama sama anehnya,,, Apa mungkin bisa papa punya hubungan dengan wanita seumuran anaknya yang notabene adalah mantan pacar anaknya sendiri?? Lagipula apa memang istimewanya roti panggang itu?" Sungutku dalam hati. 


Aku tak mau lagi memperhatikan itu. Kusiapkan roti untuk anak anakku dan menyiapkan semua keperluan mereka. Aku juga tak ingin lagi berlama lama berada di rumah dan terganggu oleh Vhe.


Aku heran kenapa wanita itu kembali. Terakhir kali dirinya mengatakan padaku bahwa dia telah merelakan Dirga. Namun sekarang tingkahnya bagai calon pelakor. 


Dan calon pelakor itu kembali berulah sekarang. 


"Sini aku bantu pasang dasimu Dirga,, Ayu kan masih sibuk mempersiapkan anak anakmu." Kata Vhe meraih dasi yang sudah dipegang Dirga. 


"Biar aku saja!!!" Pekikku. 


"Kamu itu apa apaan sih Ayu pagi pagi sudah heboh teriak teriak gak jelas,,, Lihat itu anak anakmu jadi ketakutan. Lagipula apa sih salahnya Vhe yang memasangkan dasi Dirga. Dulu sebelum ada kamu juga Vhe yang mengerjakan semua untuknya." Kata mama. 


"Pagi pagi sudah ribut!!!" Papa tiba tiba terlihat tidak suka saat Vhe memasangkan dasi Dirga.


Papa bahkan langsung beranjak dan masuk ke kamarnya tanpa mengantar si kembar berangkat sekolah seperti biasanya hingga di depan pintu. 


"Apa papa cemburu?" Batinku mulai meracau. 


Aku mulai merasa iba pada seluruh penghuni rumah ini,,,


Iba pada diriku yang tak bisa memilih harus menyelamatkan siapa,,,,


Iba pada papa yang jadi permainan Vhe,,,


Iba pada Dirga yang bagai kerbau dicocok hidung oleh mamanya hingga melupakan tugas dan tanggung jawabnya padaku,,,


Iba pada mama yang tidak tau betapa wanita yang disayanginya melebihi aku yang asli menantunya itu tak lebih dari ular yang siap memangsa dirinya kapan saja,,


Huuuuhhhh,,,, 


Semua ini gara gara Vhe!!!! 


\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌺


__ADS_2