
Selamat membaca ya 🤓
Semoga suka 🌺
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌺
Aku beringsut dari pintu saat ada yang membukanya. Dirga masuk dan menutupnya kembali. Dihampirinya aku yang berdiri di dekat jendela.
Aku sedang memandangi Nathan dan Nicholas yang tengah asyik bersama kakek neneknya di taman. Pemandangan itu sejenak membuatku merasa berterima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang sudah diberikan pada si kembar.
"Ayu,,," panggil Dirga.
Aku tak menoleh. Pandanganku tetap jauh namun hatiku sudah bisa menebak arah pembicaraan itu.
"Aku minta maaf telah menamparmu,,," lirih Dirga.
Persis dengan apa yang tengah ku pikirkan. Dirga akan meminta maaf lalu akan menjelaskan duduk perkara dan menyatakan tidak ingin berpisah denganku juga.
Ahh,,, lagu lama,,, Drama!!!
Aku yang suka menonton drama kehidupan di serial serial tv kesukaanku sudah sangat bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi ini adalah hidup nyataku dan bukan dramaku. Jadi aku tidak akan diam saja dan membiarkan orang memainkan dramanya atas hidupku.
"Aku tak bermaksud menyakitimu Yu,,, Aku hanya ingin memberimu pelajaran agar kau tak lagi bicara seperti itu. Kau itu wanita baik baik Yu dan aku tau itu. Aku tak ingin permasalahan kita ini jadi membuatmu keluar jalur." kata Dirga.
Aku hanya tersenyum sinis dan masih membelakanginya.
"Kenapa bukan jalangmu itu yang kau ajari tata krama dan sopan santun?? Kenapa bukan sahabat kecilmu ity yang kau ajari cara menjaga dirinya?? Kenapa bukan dia yang kau beri pelajaran?? Dia yang terang terangan sudah keluar jalur dan berusaha membawamu dalam jalur yang sama dan salah,,," serangku.
"Ayu,,, aku sungguh tidak ingin berdebat denganmu." tukas Dirga.
Dirga pasti tak punya banyak jawaban yang tepat untuk semua pertanyaanku itu. Untuk itulah dia mencoba kembali mengambil kendali sepenuhnya atas diriku dengan topeng perdamaiannya.
"Selama kau masih membahas ini,,, selama itu juga kita akan terus berdebat. Jangan kuatir atau merasa tidak enak padaku. Karena dibalik kesibukanku mencari uang untuk diriku sendiri,,, aku masih punya banyak waktu berdebat denganmu." ucapku lagi.
Aku sengaja menyindir dirinya yang memang tak pernah memberikan uang bulanan padaku. Aku ingat betul dia hanya memberikan nafkah uang padaku terakhir kali adalah saat masih ada mbak Santi pembantu kami.
__ADS_1
Sisanya,,, semua uangnya diberikan pada mama.
"Kenapa kau selalu mengatakan bahwa aku tak pernah memberimu nafkah bulanan?? Kan semuanya sudah ku berikan pada mama,,, sudah mama yang membagi semuanya kan?? Termasuk jatah untukmu Ayu,,," jawab Dirga.
"Oh ya?? Aku heran,, kenapa kau tidak sekalian saja menjadikan mama itu istrimu?? Apa kau pikir selama ini mama memberikan hakku?? Tidak Dirga!! Aku yang pontang panting cari uang sendiri untuk keperluanku!!" ketusku.
Dirga tampak terkejut mendengarnya.
"Benarkah mama tidak pernah sama sekali memberimu uang bulanan dariku??" tanyanya memastikan.
"Untuk apa tanya padaku? Tanya saja langsung pada akuntingmu itu,,, Lagipula apa pentingnya semua itu untukmu?? Nyatanya sudah berapa tahun pernikahan kita kamu pun sama sekali tak pernah menyadarinya,,, aku hanya heran,,, kau bodoh atau kau memang sengaja tao memikirkannya??" tanyaku.
"Cukup Ayu,,, urusan itu nanti biar aku yang mengurusnya dengan mama. Sekarang aku hanya ingin agar kau merubah keputusanmu tadi." ucap Dirga.
"Tidak!!" jawabku singkat.
Dirga menghela napasnya yang mulai memburu akibat rasa kesalnya padaku dan aku menikmatinya. Aku ingin dia juga merasakan kesal luar biasa dan lelah dengan semua ini.
"Ayu,,, aku,,,"
"Aku hanya ingin kau tau bahwa aku sudah berbaik hati padamu dengan tidak menceraikanmu. Aku hanya ingin kau menyetujui pernikahanku dengan Vhe. Aku akan adil terhadap kalian. Aku akan memberikan hartaku padamu juga,,,,, Itu kan yang akan kau katakan???" potongku cepat.
"Sudah ku katakan,,, Tidak!! Bagaimana bisa kau akan bersikap adil pada kami sedangkan memiliki satu istri saja kamu sudah tidak becus jadi suami??" tanyaku.
"Stop mengatakan bahwa aku tidak becus!!!" ketusnya.
"Itu kenyataan,,, Dan masalah harta,, apa kau pikir selama ini aku silau dengan hartamu??" tanyaku lagi.
"Satu lagi,,, aku jelas jelas tau bahwa Vhe itu memang berusaha menghancurkan pernikahan kita,,, Mana mungkin aku berdiam diri saja membiarkan ular itu pelan pelan menggigiti seisi rumah ini???" cercaku.
"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan Ayu,,,??" Dirga tak mengerti.
"Buka matamu Dirga,,, Vhe itu,,,," aku memutuskan untuk tidak mengatakan hubungan Vhe dan papa.
Aku ingin Dirga menyesal namun tidak sekarang. Aku ingin penyesalan itu datang dengan sangat terlambat saat aku merasa sudah cukup puas memainkan peranku dalam drama Vhe.
"Aku tau kau membencinya Yu,,, Sedari awal kau memang sudah cemburu padanya karena dia adalah mantan kekasihku. Tapi dia tidak seburuk pikiranmu Yu. Aku mohon sekali lagi,,, izinkan aku menikah dengannya. Tanda tangani saja surat ini,,," tukas Dirga sembari menyerahkan selembar kertas dan pulpen.
"Apa kau mencintainya??" tanyaku.
__ADS_1
Dirga mengangguk pelan dan ragu. Sepertinya Dorga masih berusaha menjaga perasaanku.
"Kau ingin menikahinya karena permintaan mama atau memang kau sendiri yang menginginkannya??" tanyaku lagi.
"Sudahlah Ayu,,, tanda tangani saja segera." Dirga tak menjawab.
Dirga merasa gengsi mengakui bahwa dia ingin menikahi Vhe bukan karena cinta melainkan karena kejaran dan kebutuhan nafsu yang hanya mendapatkan tempat untuk dilampiaskan.
Dan Vhe bisa memberikan itu,,,
Dirga yang masih tidak pernah bisa paham atau mencari tau alasan kenapa aku mengajak anak anak tidur di kamar kami,,, menyalahkan aku karena hal itu membuat kami sangat tidak bebas bergerak.
Dirga kira akulah yang menginginkan anak anak berada di kamar kami,,, bukan mama.
"Kau tidak menikahinya hanya karena kau butuh sentuhan kan??" tanyaku lagi.
Dirga terhenyak saat aku bisa menebak isi pikirannya.
"Ayu cukup!! Jangan terus menyudutkanku seolah olah aku saja yang bersalah dalam hal ini. Lagipula apa salahnya jika aku ingin menikah lagi?? Wajar kan pria beristri lebih dari satu,,, Lagipula juga baru kali ini setelah bertahun tahun kita menikah baru aku punya keinginan menikah lagi. Itu sudah jauh lebih baik dibanding suami suami lain!!" Dirga membela diri.
"Yang tidak wajar hanya keinginan itu muncul dari seorang pria sepertimu,,, Pria yang memperlakukan satu istri saja tidak becus tapi sok ingin beristri lebih dari satu. Keinginanmu itu membuktikan bahwa pernikahan kita ini gagal Dirga,,," ketusku.
"Dan dengan satu istri saja kamu gagal,,, bagaimana mungkin kau bisa memulai kegagalan baru lagi dengan menikahi Vhe??" tanyaku.
"Tanda tangani saja Yu!!!" titahnya dengan nada membentak.
Aku yang dibentaknya langsung diam dan tak menjawab lagi. Ku ambil kertas dan pulpen itu lalu ku baca sejenak apa saja isinya.
"Saya berjanji akan memperlakukan kedua istri saya dengan sebaik baiknya."
Sepenggal kalimat dalam kertas itu bisa ku baca dengan baik dan benar. Aku menghela napas.
Ccttiikkk,,,
Ku tekan pulpen itu.
\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih 🌺