MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Nyaris Ketahuan


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Papa sudah terlebih dulu tiba di restoran tempatnya janji bertemu Dirga. Dirga datang sepuluh menit kemudian dengan wajah yang tidak terlihat senang.


"Ada apa Dirga,,, sepertinya masalah kali ini sangat berat,,,?" selidik papa.


Dirga meminum minuman yang sudah terlebih dulu di pesan oleh papa untuknya tadi. Terlihat sekali dia sangat haus dan tertekan.


"Vhe pa,,," kata Dirga.


"Ada apa dengan Vhe??" tanya papa meski dalam hatinya beliau sudah bisa menebak arah bicara Dirga.


"Vhe minta agar aku berikan sejumlah modal untuknya memulai bisnisnya sendiri." Dirga mulai bicara.


Papa tersenyum saja. Dalam hatinya lagi lagi beliau merasa tidak salah menduga.


"Ya berikan saja,,, Kan dia juga istrimu sekarang. Apa susahnya?? Tapi papa sarankan kamu juga berikan jumlah yang sama pada Ayu,,, kalau tidak salah Ayu menuntut agar kamu adil kan??" tanya papa.


"Masalahnya papa,,, Dirga belum bisa berikan apa yang Vhe minta saat ini." kata Dirga.


"Kenapa??" tanya papa heran.


"Dirga sudah terlanjur memberikan tujuh puluh lima persen aset kita pada si kembar atas permintaan Ayu. Dirga menyetujuinya karena itu adalah syarat yang harus Dirga penuhi jika Dirga ingin membawa Vhe tinggal bersama kita dan Dirga bisa memiliki kehidupan rumah tangga yang memang sehat dengan kedua istri. Dirga rasa itu juga bukan hal yang berlebihan mengingat si kembar memang putra Dirga." kata Dirga.


"Sisa dua puluh limanya??" tanya papa.


"Tentu saja itu juga masih ada hak Ayu didalamnya pa,,, Dirga tetap tidak bisa begitu saja memberikannya pada Vhe. Dirga kira Vhe juga tidak akan secepat ini meminta bagian atau pun modal." keluh Dirga.


Papa tampak tidak menyangka akan mendengar hal semacam ini. Kini otak papa pun ikut berpikir keras bagaimana cara mengakali masalah ini.


Satu sisi papa tidak menyalahkan jika Ayu menuntut hal demikian karena itu semata mata demi anak anaknya.Papa bahkan salut padanya yang masih bisa berdiri tegak dan tegar di tengah situasi seperti ini.


Pada dasarnya papa tau bahwa Ayu memang istri dan ibu yang baik. Istri yang bisa menerima kesalahan suami dan tetap mendampinginya. Ibu yang melindungi anak anaknya meski harus mengorbankan perasaaanya melihat suaminya berbagi cinta dengan wanita lain.


Ayu itu wanita sempurna.


Tapi sisi lain hati papa juga tidak bisa begitu saja membiarkan Vhe tidak mendapat apa apa. Papa tidak ingin sugar babynya itu juga marah padanya karena kecewa tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

__ADS_1


"Apa papa tidak bisa meminjamkan uang tabungan papa pada Dirga?? Dirga janji akan segera mengembalikannya begitu Dirga sudah bisa sedikit demi sedikit mengumpulkan uang lagi." kata Dirga.


Papa tak langsung menjawab.


Pagi ini mama sudah menodongnya dengan jumlah besar. Belum lagi Vhe juga sudah menguras uang cashnya. Sekarang Dirga juga ingin meminjam uang padanya.


Papa sadar papa bukan konglomerat yang tabungannya sampai triliunan. Papa hanya pengusaha biasa yang kekayaannya tidaklah fantastis. Papa juga masih memikirkan untuk ke depannya lagi. Semakin tua papa juga butuh tabungan hari tuanya.


"Bagaimana pa?? Bisa tidak papa pinjami Dirga uang??" tanya Dirga lagi.


"Uuhhmm,, jujur saja Dirga,, papa tidak punya banyak tabungan." kata papa lirih.


Dirga menghela napas yang terasa begitu berat.


"Lalu ada ide apa papa?? Dirga pusing pa,,, kalau tau punya istri dua itu bikin pusing,, Dirga tidak mau menikah lagi. Baru juga dua hari punya istri dua sudah bikin otak Dirga pecah,,," keluh Dirga.


Papa masih terus memutar otaknya. Saking sama sama pusing keduanya bahkan tak menyentuh makanan yang sedari tadi sudah dihidangkan di mejanya.


Dirga lebih pusing lagi karena dirinya tidak mungkin mengakui kondisi keuangannya yang sebenarnya pada Vhe. Dirga tau pasti Vhe akan sangat mempermasalahkan jika sampai tau Ayu sudah mengambil bagian anak anaknya.


Ditengah kediaman mereka berdua ,,, mereka dikejutkan oleh kehadiran Vhe yang tiba tiba datang menghampiri keduanya.


Vhe ternyata juga memilih restoran ini untuk menikmati makan siangnya. Dan tidak sengaja melihat dua prianta tengah duduk berhadapan.


Dirga hanya mengangguk karena tak mungkin dia menolak istrinya sendiri. Vhe pun duduk di sampingnya. Papa terlihat mulai tidak nyaman dengan situasi seperti ini.


"Kalian belum makan?? Makanannya sudah dingin loh,,," kata Vhe yang menyadari makanan di meja tidak ada yang tersentuh.


"Kamu makan saja. Aku tidak lapar lagipula aku harus segera kembali ke kantor. Papa aku balik kantor dulu ya,,, Aku titip Vhe sama papa. Ajak dia pulang bareng nanti ya,,," pesan Dirga.


"Kenapa buru buru sekali. Kan aku baru datang,,," protes Vhe.


Dirga tak menggubrisnya. Papa hanya bingung harus bagaimana. Papa pun hanya mengangguk.


"Aku balik kantor dulu Vhe." kata Dirga sembari mencium pipi Vhe.


"Iya sayang,,, hati hati ya,,," jawab Vhe.


Dirga meninggalkan restoran itu dan mempercayakan istrinya untuk dijaga papanya.


"Daddy,,, gimana?? Sudah dibahas belum sama Dirga???" tanya Vhe pada papa yang masih tampak diam berpikir.


Vhe kesal karena papa tidak menyahut dan malah terlihat melamun. Papa memang masih sibuk mengkalkulasi jumlah tabungannya di otaknya. Papa sibuk memperhitungkan tabungannya yang makin menipis.

__ADS_1


"Daddyyyy,,,,jawab dong!!" sungut Vhe.


"Ehm,,, ya,,, Dirga sudah membahasnya tadi." kata papa


"Terus?? Daddy sudah setuju kan,,,??" tanya Vhe lagi dengan mata berbinar.


Papa bingung harus jawab apa. Sugar babynya sudah terlanjur senang dan papa tidak ingin mengecewakannya. Untuk itu papa pun membuat keputusannya sendiri.


"Iya daddy sudah setuju. Dirga akan segera memberikan modal yang kamu minta." kata papa.


"Asssiiikkkk,,,, 2 milyar ya daddy,,," Vhe menyebut nominal itu.


Papa kaget tapi kemudian tetap mengangguk mengiyakan.


"Nanti ku suruh saja Dirga meminjam uang pada salah satu rekan lamaku. Dia pasti bisa meminjami Dirga." batin papa yang tetap tak ingin mengecewakan Vhe.


Vhe yang sangat bahagia dan merasa puas itu pun menggenggam dan mencium tangan sugar daddynya. Tangannya tetap tidak lepas dari tangan papa.


"Sayang,,,"


Vhe melepaskan tangannya dari tangan papa dengan cepat saat mendengar suara Dirga yang tengah berjalan ke arahnya. Begitu juga papa yang langsung menarik tangannya.


"Ddd,,,Dirga,, kok balik lagi??" tanya papa yang lebih cepat menguasai diri.


"Ponsel Dirga ketinggalan pa,,, Nih,,," Dirga mengambil ponsel yang sedari tadi ada di meja namun baik Vhe dan papa tidak menyadarinya.


"Oohh,,, iya,," sahut papa.


"Jangan ada yang kelupaan lagi sayang,,," kata Vhe.


"Sudah tidak ada lagi kok,,, Bye Vhe" kata Dirga langsung berjalan cepat.


Huufffttt,,,,


Papa dan Vhe menyeka keringat dingin yang tiba tiba muncul. Mereka nyaris ketahuan.


"Kita tidak boleh teledor lagi Vhe,,," kata papa.


Vhe hanya mengangguk.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2