
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈπΈ
"Kamu yakin tidak mau menjenguk mantan istrimu Pa,,,??" tanyaku pada Sandy yang hanya menunggu dalam mobil.
Sandy menolak ikut menemui Dirga tadi karena dia memilih menemani anak anak di mobil.
"Tidak ma,,,Papa tidak mau menemui wanita jahat itu. Biar saja semua yang dialaminya itu menjadi pelajaran baginya." kata Sandy.
Aku hanya mengangguk mengiyakan. Aku tak mau memaksa Sandy yang memang tak berniat menjenguk Vhe sama denganku.
"Kita pulang saja ke rumah ibu ya,,, Aku rindu masakan ibu." kataku.
"Oke mama,,, Bapak mau ikut atau kita antar pulang dulu??" tanya Sandy pada pengacara.
"Saya pulang saja tuan." sahut pengacara sopan.
"Baiklah,,, Kita jalan sekarang." kata Sandy yang mulai menghidupkan mesin mobil.
πΈπΈπΈ
Ibu memicingkan matanya melihat ke arah seorang wanita cantik yang berpenampilan berbeda dari pelanggan pelanggan rumah makannya.
Wanita itu turun dari sebuah mobil mewah dan melangkah dengan sangat mantap memasuki rumah makan ibu. Wajahnya bahkan dihiasi senyum saat melihat ibu yang melihat ke arahnya seperti orang bingung.
"Apa kabar bu???" sapa wanita cantik itu.
Bahkan wanita itu langsung memeluk ibu seperti orang yang sangat merindukan dan telah lama tak bertemu. Ibu yang dipeluk hanya berusaha melepaskan diri karena merasa tidak kenal.
"Kenapa bu?? Ibu lupa sama aku??" tanya wanita itu.
Ibu tak menjawab dan tetap memandangi wanita cantik itu. Wanita itu pun lantas membuka kacamata hitamnya. Wajah ibu langsung berubah seketika begitu mengenali wajah tanpa kacamata itu.
"Lalaaa???" peluk ibu erat.
"Iya bu,,,Ini Lala. Ibu sama ayah apa kabar?? Kadek apa kabar juga?? Lama sekali rasanya Lala tidak menemui kalian. Lala rindu,,," ucap wanita yang bernama Lala itu.
Lala pun tak ingin melepas pelukan ibu yang sedari dulu dianggapnya sebagai ibunya sendiri sejak ibu kandungnya meninggalkannya di depan rumah ibu.
"Ayah sama ibu baik baik saja. Kadek juga baik. Sebentar lagi dia datang. Dia pasti bahagia sekali melihatmu di sini." kata ibu.
Diajaknya lala ke rumah belakang menemui ayah.
__ADS_1
"Ayah lihat siapa yang datang,,," seru ibu.
"Siapa bu??" tanya ayah yang melepas kacamata bacanya.
"Coba tebak siapa ini,,,??" tanya ibu sambil memajukan tubuh Lala agar ayah bisa lebih jelas melihatnya.
"Lala,,, Anak ayah,,,Sini nak ayah rindu." kata ayah yang langsung berdiri dari kursinya dan membuka kedua tangannya.
Usai saling melepas rindu mereka pun duduk bertiga dan mengobrol.
"Lala kemana saja sih?? Kenapa tak pernah pulang??" tanya ibu.
"Lala kerja di luar negeri bu. Lala malu sudah terlalu banyak merepotkan ayah dan ibu. Lala juga tidak enak sudah membuat kadek marah karena Lala menginginkan pacarnya untuk jadi milik Lala. Makamya Lala memutuskan pergi jauh saja." lirih Lala.
Ayah dan ibu hanya tertawa mendengar dan mengingat peristiwa itu.
"Itu kan hanya cinta monyet kalian saja. Kalian masih sama sama muda dulu. Sekarang Kadek pasti hanya akan tertawa mengingat kejadian itu. Ayah harap Lala mau memaafkan Kadek yang dulu mengusir Lala dari rumah ya,,," kata ayah.
"Iya ayah,, Makanya Lala datang menemui kalian semua dan ingin meminta maaf juga pada Kadek karena waktu itu Lala juga main pergi tanpa pamit karena menuruti gengsi Lala. Sekarang Lala sudah paham bahwa tidak ada kehangatan yang bisa Lala dapatkan selain dari keluarga ini. Tidak ada juga sahabat terbaik selain Kadek di dunia ini."jawab Lala.
"Syukurlah kalau begitu,,,Ibu senang kalian sudah sama sama dewasa. Lala sudah menikah??" tanya ibu.
Lala menggeleng pelan.
"Apa di luar negeri tidak ada yang menyadari kecantikan anak ayah ini??" goda ayah.
Lala tersipu malu dibuatnya.
"Sudah,,, Dan sudah bercerai juga. Sekarang mau menikah lagi malah,," kata ibu sambil tertawa.
"Oh ya?? Apa Kadek menikah dengan cinta monyet kami dulu??" tanya Lala sambil tertawa mengingat kekonyolan dirinya dan Kadek dulu.
"Untungnya bukan,," jawab ibu sambil tertawa juga.
"Lalu dengan siapa bu?? Trus kenapa mereka bercerai?? Sudah punya anak belum Kadek?? Dan siapa calon suaminya sekarang???" Lala sangat penasaran dengan kisah sahabat kecilnya itu.
"Kamu bisa tanya sendiri nanti. Dan kamu juga bisa ketemu sendiri nanti sama calon suaminya. Mereka akan datang bersamaan. Rencananya sih menginap di sini malam ini. Kamu juga ya La,,, Nginap di sini saja. Ibu sama ayah masih kangen. Apalagi Kadek nanti,,," kata ibu.
"Iya bu,, Lala memang ingin menginap karena Lala rinduuuu sekali masakan ibu yang enak ini. Di luar negeri tidak ada masakan seenak masakan ibuuuu,,,"sungut Lala manja.
"Siapa suruh pakai acara kabur dari rumah segala hayooo,,," goda ayah.
"Ah ayah,,,Itu kan salah Kadek yang usir Lala." Lala membela diri dengan manja.
Ayah dan ibu pun kembali tertawa. Suasana temu kangen itu terasa hangat hingga saat sebuah mobil mewah kembali terparkir di depan rumah makan ibu.
"Nah itu mereka datang. Ayo kamu sembunyi dulu biar Kadek mendapat kejutan." kata ibu.
__ADS_1
"Iya bu,,, Kejutan buat Kadek nih." sahut Lala yang berdiri dengan cepat dan masuk ke dalam rumah.
Aku menoleh ke arah mobil mewah yang lebih dulu terparkir di depan rumah makan ibu.
"Siapa orang kaya yang makan di sini??" batinku heran.
Aku bertambah heran saat melihat tak ada satu pelanggan yang tengah makan dan tampak cocok dengan mobil itu.
"Siapa yang punya mobil bu??" tanyaku pada ibu yang menyambutku dan tak sabar menarik narik tanganku.
"Ibu punya kejutan buatmu,,!! Ayo!! Ayo nak Sandy juga masuk." ajak ibu.
Aku hanya mengerutkan dahi melihat sikap ibu yang tak seperti biasanya ini. Tapi aku hanya menurut saja dan mengikuti langkah ibu.
"Kejutan apa sih bu??" tanyaku begitu ibu mendudukkanku di sofa yang membelakangi kamarku.
Sandy masih di luar dan mengobrol bersama ayah yang menyambut si kembar.
"Tuh,," ibu menunjuk ke belakangku.
Aku menoleh.
"Lalaaaaa,,,," pekikku.
Bukan main senangnya aku bertemu dengan sahabat masa kecilku yang sudah lama menghilang tanpa kabar. saudara angkat yang sekaligus kujadikan sahabat karena usia kami yang seumuran.
Ku peluk erat sahabatku itu.
"Aku kangen sekali Dek,,,Maafin salahku dulu ya" ucap Lala.
"Ya ampun Lala,, seharusnya aku yang minta maaf padamu. Tapi sudah jangan itu dibahas. Melihatmu datang kesini aku sudah senang sekali. Oh ya ayo ku kenalkan pada seseorang."ajakku.
"Hmm calon suami keduamu kan??" tanya Lala berbisik.
"Tau darimana??"tanyaku.
Lala memajukan bibirnya menunjuk ke arah ibu yang hanya tersenyum melihat kedua putrinya saling melepas rindu.
"Ayo,,, Paaaa,,, Kenalin nih sahabat kecil mama." teriakku pada Sandy.
Sandy pun menoleh ke dalam ruangan.
"Angela???" ucanya.
"Sandy???" Lala tak kalah kaget.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih πΈ