MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Hari Baru


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Mohon maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"I miss you too Sandy,,," jawabku sambil membalas pelukannya.


Sandy senang mendengarnya.


"Sudah siap ku jadikan mama dari anak anakku kelak??" tanyanya lagi masih dengan berbisik.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum mendengarnya.


"Yeeeaayyyy,,, Akhirnyaaaa,,, Menikahimu adalah hal yang paling ku tunggu,,,"


Sandy tiba tiba berteriak dan melepaskan pelukannya. Aku segera membungkam mulutnya.


"Jangan berisik ini pengadilan,,," tegurku.


Sandy melepaskan tanganku yang menutupi mulitnya dan menggenggamnya lalu mengecupnya berkali kali.


"Aku janji akan membahagiakanmu,,," ucap Sandy.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum manis lagi. Kami pun masuk ke mobil dan mengantarkan pengacaraku pulang terlebih dulu. Sedari tadi pengacara itu hanya senyum dan ikut bahagia.


"Selamat ya tuan Sandy,,," kata pengacara begitu kami sampai di rumahnya.


"Terima kasih,, Aku akan memberimu bonus karena telah berhasil memenangkan semua untuk Ayu." kata Sandy.


"Tidak perlu tuan,, Anda sudah membayar mahal." tolak pengacara yang ternyata sudah langganan keluarga Sandy untuk menangani masalah apa pun yang berkenaan dengan hukum.


"Tidak pak,, Untuk urusan kebahagiaan Ayu,,, Aku memaksamu menerima bonus itu. Jangan di tolak." Sandy langsung mengeluarkan lembaran cek dari dalam tasnya.


Dia pun menuliskan sejumlah angka yang banyak di lembaran cek yang disobeknya itu. Aku cukup terkejut Sandy mengeluarkan begitu banyak uang untuk bonus pengacara itu.


"Ini pak,,, Sekali lagi terima kasih." kata Sandy.


"Saya juga ucapkan terima kasih banyak" tambahku.


Pengacara itu mengangguk sopan. Mobil kami pun kembali melaju di jalanan dengan Sandy yang sama sekali tak melepaskanku dari pelukannya. Bibirnya bahkan sudah mulai mendekat.


"Malu sama sopirnya Sandy" tegurku sambil meletakkan tanganku menghentikan bibirnya yang makin mendekat.


"Apa kamu akan mengintip kami dari spion??" tanya Sandy pada sopir kami.


"Tidak tuan saya tidak akan mengintip,, Saya tidak berani,,," sahut sopir tanpa menoleh ataupun melirik.

__ADS_1


Sopir itu tetap fokus berkendara.


"Tuh,,,Mama dengar sendiri kan??" tanya Sandy dengan senyumnya.


"Dasar nakal,,," ku cubit pinggangnya lagi.


Sandy tak menghindar dan malah mendekapku erat dan menarik bibirku hingga bibirnya bisa mengabsen segala sesuatu yang ada disana.


Sandy menumpahkan semua rasa yang selama ini tertahan dalam hatinya. Begitu juga aku. Aku tak kalah aktif membalas ciumannya. Hingga kami pun berhenti karena mobil terhenti di lampu merah.


Kami pun saling melepaskan.


"Katakan padaku kenapa kamu tiba tiba berada di sini??" tanyaku.


"Sengaja saja memberimu kejutan,, Lagipula aku tidak mau kalau di hari pertamamu bebas dari Dirga kamu malah diambil orang karena aku kalah cepat,,,," jawabnya.


"Memangnya siapa juga yang mau sama aku selain kamu,,," jawabku.


"Baguslah kalau begitu,,, Aku jadi tenang kan,,,Tidak perlu khawatir ratuku ini di ambil orang." kata Sandy sambil mencubit daguku gemas.


"Hmm,,, tapi bagaimana denganmu??" tanyaku.


"Memangnya ada apa denganku??" tanya Sandy tak mengerti.


"Apa pangeran tampan ini tidak ada lagi yang menginginkan??" tanyaku dengan perasaan yang tiba tiba sendu mengingat aku belum tau banyak tentang diri Sandy.


"Hahahha,, Banyak lah,,, Aku kan tampan,," sahutnya bercanda.


"Aku serius Sandy,,,!!!" ketusku.


Sandy menghentikan tawanya dan menatapku tajam.


"Apa kamu akan berusaha untuk memperjuangkanku?? Apa kamu akan melawan sekuat tenaga seperti kamu melawan Vhe?? Apa kamu akan memperebutkanku,,,???" tanya Sandy serius.


"Apa pertanyaanmu ini berarti bahwa memang ada wanita lain dalam hidupmu??" tanyaku lirih.


"Iya,,, Ada" jawabnya singkat.


Aku diam. Hatiku terasa hancur mendengar jawabannya itu. Seharusnya aku tak seceroboh ini menerima cintanya atau bahkan pelukan dan ciumannya.


"Heii,,, Aku hanya bercanda. Tentu saja ada wanita lain dalam hidupku selain kamu yaitu mommyku. Tapi tidak ada yang memiliki hatiku saat ini selain kamu sayangku,,, Hahaha,,," Sandy kembali tertawa puas karena berhasil mengerjaiku.


"Sandyyyyy,,,,," sungutku.


Sandy kembali mendekapku. Airmataku yang sudah berjatuhan dibuatnya langsung disekanya. Aku memang sedih sekali mendengar kata "Ada" tadi. Dan rupanya dia hanya mengerjaiku saja.


"Ikut aku ke LA ya,,," katanya kemudian.


"Ke LA??" tanyaku mengulang kata katanya.

__ADS_1


"Iya,, Kamu sama si kembar. Kita ke LA. Aku ingin mengenalkanmu pada keluargaku. Ada Mommy,,, Daddy,,, Tiga saudara tiriku di sana. Mommy sudah sangat tidak sabar juga ingin segera bertemu denganmu sayang,,," kata Sandy.


Aku heran mendengarnya.


"Mommy,,?? Memangnya mommy sudah tau tentang aku??" tanyaku.


Sandy tertawa mengingat mommy yang hampir tiap hari harus kenyang dengan cerita cerita tentangku dari Sandy.


"Mommy mengenalmu dari setiap cerita ceritaku tentangmu. Oh ya bukan mommy saja,,, Semua anggota keluargaku juga sudah tau siapa sih Ayu si pemilik hatiku ini,,,Mereka hanya perlu melihatmu sekali saja untuk memastikan kamu memang ayu." kata Sandy.


"Apa,,,?? Semua sudah tau,,,?? Kamu buat aku grogi saja Sandy,,, Bagaimana kalau ternyata menurut mereka aku tidak cocok untukmu??" aku mulai cemas.


"Iya semua,,, Mereka tidak akan menolakmu. Percayalah padaku. Oh ya,,, ada Angela juga yang harus kamu temui,," kata Sandy.


"Siapa itu??" tanyaku.


"Angela is my best friend ever. Dia sahabatku sedadri kecil. Dia juga sangat penasaran denganmu. Kamu harus temui dia juga ya,, Aku yakin kalian juga bisa jadi teman baik. Angela gadis manis." kata Sandy.


Aku hanya mengangguk. Aku berusaha mencari sinar mata lain dari mata Sandy saat mengucapkan segala sesuatu tentang Angela. Tapi tak ku temukan kilatan cahaya lain dalam sepasang mata coklat itu.


Entah kenapa aku merasa terancam dengan keberadaan Angela. Aku merasa tidak yakin sahabat baik Sandy itu juga bisa menerimaku dengan baik.


"Aku tidak boleh berprasangka buruk dulu pada Angela. Aku saja belum tau seperti apa dia." batinku.


"Kamu mau kan ikut aku ke LA??" tanya Sandy membuyarkan lamunanku.


"Iiyaa,, Aku mau,,,Kebetulan anak anak juga sedang libur sekolah." jawabku.


"Wah tepat sekali kalau begitu. Aku juga jadi ounya waktu lama bermain bersama mereka. Aku sudah sanagt merindukan mereka,,," kata Sandy dengan mata berbinar.


Aku tersenyum mendengarnya.


"Terima kasih Sandy" ucapku.


"Untuk apa??" tanyanya.


"Sudah menerima anak anakku juga. Terima kasih sudah menyayangi mereka dan memberikan yang seharusnya diberikan oleh papanya." lirihku.


Aku kembali teringat jarak antara si kembar dan Dirga. Sandy memahami apa yang tengah ku rasakan. Dia mengelus kepalaku.


"Sekali aku mengatakan bahwa aku mencintaimu,,,Itu berarti tidak hanya mencintai dirimu saja tapi juga mencintai segala sesuatu tentang dirimu Ayu,,, Tak hanya mencintai kelebihanmu tapi kekuranganmu. Dan aku harap kamu pun bisa berlaku begitu juga padaku,,, Kita ini sama sama punya masa lalu Ayu. Aku harap kita bisa saling menerima dan belajar dari masa lalu kita." kata Sandy.


"Iya Sandy,,, Kita mulai hari baru dan tatap masa depan kita bersama sama ya,,, Aku ingin bahagia bersamamu dan anak anak kita." jawabku.


"Aku mau anak kembar juga yaaa mamaaaa,,,," rengeknya.


Ku cubit pipi pria tampanku itu dengan gemas.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2