MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Aku Atau Kamu??


__ADS_3

Happy readingya 🤓


Semoga suka 🌺


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌺


Malam itu aku tidur hanya ditemani si kembar. Dirga tak kunjung pulang namun aku tidak ingin menunggunya juga.


"Biar saja dulu dipuaskannya bermain main api,,, aku akan lebih senang melihatmu terbakar nantinya." batinku penuh dendam.


Aku beruntung karena anak anak malam ini tidur awal jadi mereka juga tidak sadar kalau papanya tidak pulang. Lagipula ada dan tidak ada papanya juga sebenarnya tidak terlalu berpengaruh.


Selama ini semua tetap aku yang mengurus semuanya.


Paginya aku bangun dengan perasaan yang biasa saja meski tak melihat ada Dirga di ranjang kami. Aku melakukan rutinitasku setiap harinya.


"Mana Dirga?? Kenapa belum turun juga??" tanya mama yang sudah menunggu di meja makan.


"Tidak tau,,," jawabku acuh.


"Kamu ini makin hari makin tidak tau diri ya,,, mama mau tau bagaimana jadinya sikapmu setelah Dirga benar benar menikahi Vhe,,, apa kamu masih bisa berlagak seperti ini??" ejek mama sinis.


"Mama,,,,!!!" papa menegur mama.


Papa lalu mengalihkan pandangannya padaku. Dengan lembut dan sikap sayangnya padaku yang kini aku tifak tau itu tulus atau tidak,,,, papa menanyakan Dirga padaku baik baik.


"Di mana Dirga Ayu? Apa kamu sudah membangunkannya??" tanya papa.


"Ayu tidak tau pa,,, Dirga tidak pulang semalam" jawabku cukup sopan karena papa juga bertanya dengan sopan.


"Waaahhhh baguslah,,, Dirga pasti sedang membuatkanku cucu lagi dengan Vhe" seru mama.


"Ma,,!! Jangan keterlaluan sama Ayu." tegur papa lagi.


"Biar saja,,, biar wanita ini tau diri kalau dirinya sudah ada penggantinya. Vhe kan jauh lebih segala galanya dari dia." kata mama sembari tertawa sinis padaku.


Aku tersenyum sinis mendengarnya.


"Apa mama yakin??" tanyaku.


Mama menghentikan tawa sinisnya dan berbalik memandangku.


"Apa maksudmu?? Kamu meragukan kualitas Vhe?? Vhe itu cantik,,, seksi,,, menarik,,, baik,,, dan masih banyak hal lain yang tidak kamu miliki." kata mama.

__ADS_1


"Vhe memang cantik, seksi dan menarik,,, tapi Ayu khawatir semua hal yang dimilikinya itu membuat dia itu bisa menggoda semua pria,,," lirikku pada papa.


Papa terbatuk dan buru buru minum airnya. Aku meneruskan perkataanku tanpa mempedulikan beliau.


"Vhe baik?? Pada siapa?? Jika dia memang baik kenapa juga dia bercerai dari suaminya?? Oowwhhh Ayu tau,,, mungkin karena Vhe tidak bisa punya anak. Jadi apa mama masih yakin prosesnya dengan Dirga malam ini akan berhasil??" sinisku pada mama.


"Ingat ma,,, Ayu masih lebih unggul dalam hal ini." ucapku sembari menunjuk ke arah tangga begitu si kembar muncul di tangga.


Mama diam dan tak bisa menjawab apa apa. Lagipula ada anak anak di meja. Tentu mama tidak ingin terlihat buruk di depan mereka.


Aku puas bisa membungkam mama.


Aku pun mengantar si kembar ke sekolah. Mama masih termenung di meja makan dan mulai bertanya pada papa.


"Apa maksud Ayu tadi pa?? Menggoda pria lain siapa memangnya??" tanya mama.


Papa kembali terbatuk mendengarnya.


"Mana papa tau ma,,, Mungkin Ayu hanya berandai andai saja." jawab papa sekenanya.


Papa tidak ingin kedoknya terbongkar. Tak ingin mendapat banyak pertanyaan lagi dari mama,,, papa pun meninggalkan meja makan.


🌺


Aku turun dari taksi bersama anak anakku ketika kami sudah sampai di depan sekolahnya. Kami pun hendak berjalan ke sekolahan yang pagi itu lumayan masih sepi.


"Bangun Ayu!!!" suara Vhe terdengar bersamaan dengan air yang disiramkannya kepadaku.


Aku gelagapan dibuatnya. Aku hendak menyeka wajahku yang basah namun menyadari bahwa tangan dan kakiku terikat.


"Vhe?? Lepaskan aku!!" teriakku.


"Boleh,,, itu perkara gampang asal kau mau mengulang tanda tangan di surat persetujuan itu." kata Vhe.


Cuiihh,,,


Aku meludah di depannya. Tidak ku sangka wanita rendahan itu melakukan cara seperti ini untuk memaksaku.


"Bagus,, ku anggap tindakanmu ini sebagai penolakan darimu. Jadi aku pun tidak perlu ragu lagi menyakiti putra kembarmu!!" ancam Vhe.


"Nathan,,, Nichol,,," lirihku baru menyadari aku tak melihat mereka di ruangan ini.


"Mana anak anakku??" bentakku.


Vhe hanya menunjukkan sebuah rekaman video dari ponselnya yang memperlihatkan bahwa keduanya juga sedang dalam kondisi terikat sepertiku di ruangan lain.


Aku menangis melihat keduanya mendapat perlakuan buruk.

__ADS_1


"Lepaskan mereka Vhe,,," lirihku.


"Tanda tangan dulu!!" ucap Vhe.


Dengan berat hati akhirnya aku bersedia karena aku tal ingin membuat si kembar terlalu lama menahan sakit akibat ikatan itu.


Aku pun mengangguk pada Vhe. Vhe memberikan perintah pada suruhannya untuk melepas ikatan tanganku namun tetap menahan tangan kiriku.


Dengan gemetar ku tanda tangani surat itu. Vhe tersenyum puas.


"Jahat kamu Vhe,,, Licik,,, Aku akan katakan pada Dirga bahwa kamu telah menyekap kami. Dirga mungkin sudah tak peduli jika kamu mengikatku,,, tapi dia tak akan terima jika kamu melakukannya pada anak kami!!!" ketusku.


"Tidak perlu repot repot mengatakannya,,, karena Dirga juga sudah mengijinkanku. Lihat ini,,, anak anakmu sedang asyik bersama papanya. Video yang tadi hanya kami buat sebentar agar kamu mau tanda tangan saja. Aku tidak setega itu memperlakukan anakmu." ucap Vhe sinis.


Aku melihat video baru dimana Dirga tengah asyik mengajak anak anak main dan kali ini ku pastikan bahwa ini bukan rekaman tapi video live.


"Terserah kalian sudah mau bagaimana,, lepaskan aku sekarang dan biarkan aku bawa anak anakku pulang. Aku tidak mau mereka dekat dekat dengan ular sepertimu!!!" ketusku.


Vhe hanya terkekeh mendengarnya. Dia pun kembali meminta orangnya melepaskan semua ikatanku.


"Ini,,, rapikan dulu dirimu. Tidak mungkin kan kamu akan menemui anak anakmu dengan kondisi seperti ini." ucap Vhe.


Vhe menyerahkan baju yang merupakan bajuku sendiri yang ternyata diambil oleh Dirga yang sempat pulang ke rumah saat aku sudah berangkat ke sekolah tadi.


Aku kesal menyadari bahwa semua ini sudah direkayasa. Dendamku semakin memuncak.


"Nikmati saja dulu kemenangan kalian ini,, Semakin kamu merasa menang dariku maka akan semakin sakit rasanya saat kau tau kenyataannya Dirga,,,," batinku.


Aku pun cepat menerima baju itu dan berganti pakaian. Aku tak ingin buang waktu lagi di tempat itu.


"Nathan,,, Nichol,,, ayo kita pulang" ucapku begitu Vhe mengantarku ke ruangan tempat Dirga dan si kembar berada.


Si kembar yang terbiasa menurut padaku pun langsung mengambil tasnya dan berjalan ke arahku.


"Ayu,,, maaf jika aku terpaksa melakukannya. Aku tidak,,, " ucapan Dirga ku potong.


"Cukup!! Aku tidak ingin dengar apa apa lagi,,," selaku.


Dirga tak lagi menjawab dan membiarkan kami pulang. Pegal pegal dan memar di badanku akibat ikatan tadi tak begitu ku rasakan.


Yang ku rasakan saat ini hanya dendam yang menguasai diriku.


"Kita lihat saja nanti,,, aku atau kamu yang akan tersingkir Vhe,,," batinku.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌺


__ADS_2