MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Babu


__ADS_3

Happy reading ya 🤓


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Vhe?? Sepagi ini??" batinku.


Aku ingin menanyakan apa tujuannya sepagi ini sudah disini namun kuurungkan mengingat jawaban dirinya waktu ku tanya hal serupa tempo hari.


Aku lanjutkan saja kegiatan mengepelku yang tinggal bagian teras depan saja. Aku tak perhatikan apa yang dikenakanya pagi itu yang jelas dia selalu bisa tampil menarik.


Vhe yang melepas kacamatanya menatapku heran. Dia heran melihatku tengah mengepel. Aku bersiap mendengarkan apa yang akan dikatakannya melihatku seperti ini.


"Selamat pagi nyonya Dirga,,,, Sedang apa kamu nyonya??" tanyanya memandangku naik turun.


Aku  saat itu hanya mengenakan daster kusut yang ku pakai tidur semalam dan menguncir rambutku sekenanya lengkap dengan tongkat pel ditangan kananku dan ember berisi air ditangan kiriku.


Aku merasa risih dipandangi naik turun seperti itu.


"Apa kamu tak bisa melihat sendiri?* tanyaku balik.


Vhe tersenyum sinis namun aku tak mengingkari dirinya tetap terlihat cantik walau begitu.


" Yang ku tanyakan bukan pekerjaan apa yang kamu kerjakan nyonya,,, Aku hanya mempertanyakan apa tujuanmu melakukannya. Apa karena kamu memang ingin melakukannya atau hanya sekedar mencari muka agar terlihat rajin saja?? " sindirnya.


Aku sakit hati sekali mendengarnya. Vhe memang selalu bisa menyakitiku dengan kalimat kalimat sindirannya itu. Vhe bahkan selalu bisa membuatku diam tak berkutik.


"Mama ada didalam kamarku jika kau ingin menemuinya" tukasku kemudian.


Vhe tertawa mendengarnya.


"Apa yang kau tertawakan?" tanyaku heran.


Vhe yang masih tertawa berusaha menghentikan tawanya namun tampaknya susah baginya berhenti tertawa. Hal itu membuatku sangat kesal. Aku penasaran apa yang lucu dari perkataanku itu.


Vhe tertawa sampai mengeluarkan airmata. Diusapnya airmatanya dengan ujung jarinya yang baru ku sadari memiliki kuku yang begitu terlihat terawat.


"Aku hanya tertawa karena aku membayangkan bagaimana reaksimu saat merasakan rasanya diganggu mertua di kamar. Setidaknya kamu akan terbiasa saat yang ada dikamar itu bukan hanya tante Widya tapi juga aku" sinisnya dan segera berlalu.


Aku menarik lengannya kasar.


"Apa maksudmu berkata seperti itu? Kenapa juga aku akan membiarkanmu berada dikamarku??" tanyaku dengan mata melotot.


Vhe menepiskan tanganku yang masih ada di lengannya. Vhe terlihat mengibas ngibaskan tangannya seakan mengusir bekas tanganku. Aku makin kesal melihatnya seperti itu.


"Aku gak level ya kamu sentuh. Dasar orang miskin" sungutnya.

__ADS_1


"Jawab pertanyaanku tadi!!!" titahku yang sudah sangat emosi menghadapinya.


"Kita lihat saja nyonya,,, Sampai berapa lama kamu akan tetap jadi ratu di kamar itu!!!" ketusnya.


Vhe langsung meninggalkanku dan masuk ke kamarku. Sakit rasanya hatiku melihat dirinya yang begitu hafal letak kamar Dirga dan tampak sangat terbiasa melangkahkan kakinya masuk kesana.


Aku dirasuki pikiran kotor saat melihatnya.


"Mungkinkah Dirga terbiasa memasukkan wanita itu ke kamarnya sebelumnya? Mungkinkah Dirga tak hanya pertama kali berhubungan intim denganku??" pikiran kotor itu meracuniku.


Aku segera berusaha mengusir pikiran itu saat aku mendengar suara ponselku yang semakin mendekat. Mama tampak membawakan ponselku yang berbunyi.


"Jawab panggilan Dirga biar dia tidak curiga. Awas kamu kalau macam macam" ancam mama sambil menyerahkan ponsel yang terus berbunyi itu.


"Ha,, halo" jawabku terbata bata karena aku berusaha mengatur napas dan suaraku agar terdengar seperti biasa.


"Halo sayang,, kenapa lama sekali menjawab telponku? Apa semua baik baik saja?" tanya Dirga.


Betapa ingin aku menjawab semua terasa tidak baik sama sekali. Namun mata mama yang masih melotot dan berdiri di depanku dengan wajah mengintimidasinya membuat nyaliku ciut.


"Aku hanya sedang ke toilet tadi jadi tak bisa segera menjawabmu. Maafkan aku sayang" ucapku berbohong.


Mama mengacungkan jempolnya namun tetap tak beranjak dari sana. Mama tak ingin melewatkan apa pun yang kami bicarakan.


"Apa Nathan dan Nicholas merepotkanmu sayang? Apa asimu lancar?" tanya Dirga lagi.


"Walau aku tak lagi bisa memberikan langsung pada mereka" ingin rasanya aku melanjutkkannya seperti itu.


"Aku tau mama sangat menyayangi mereka berdua. Mama tebtu sangat ingin selalu bersama mereka. Sampaikan ucapan terima kasihku pada mama yang telah membantu kita menjaga si kembar ya sayang. Dan terima kasih telah begitu perhatian akan semua asupan gizimu selama ini. Kita banyak merepotkan mama." Ucap Dirga.


Betapa sedih aku mendengarnya mengatakan hal itu.


"Kamu hanya tak tau apa yang sebenarnya terjadi Dirga" batinku.


"Baiklah sayang. Aku tutup dulu telponnya ya. Aku harus persiapkan diri untuk meeting pagi ini. Jangan lupa sampaikan salam dan ucapanku pada mama ya" pungkas Dirga.


"Akan ku sampaikan" lirihku.


"Tak perlu kau sampaikan!! mama sudah dengar semua. Kau lihat kan betapa Dirga sangat berterima kasih dan percaya pada mama??" mama terdengar mencibirku.


"Mulai sekarang ponsel kamu mama yang pegang!!" lanjutnya. Aku diam saja tak menyahut. 


"Tante,, jadi kan menemaniku?" tanya Vhe yang muncul dari kamarku.


Mataku terbelalak saat melihat dia tengah memakai tas kesayanganku. Segera saja ku hampiri dirinya.

__ADS_1


"Kenapa kamu memakai tasku? Kembalikan padaku!!" aku berusaha mengambil tas itu. Aku segera memegang erat tas itu. Tas itu adalah tas yang dibelikan Dirga saat ulang tahunku.


"Aduuuhh tante lihat ini menantumu kenapa sih pelit sekali padaku. Padahal kalau Dirga melihatku menyukai sesuatu di kamarnya dia akan sukarela memberikannya padaku" sungut Vhe manja pada mama.


"Kamu apa apaan sih Ayu. Sudah berikan saja pada Vhe." titah mama.


"Tapi ini tas ku ma,, Dirga yang memberikannya untuk kado ulang tahunku" protesku.


Mama memutar matanya malas.


"Justru karena Dirga yang membelinya jadi sebaiknya kamu berikan saja pada Vhe. Dirga tak pernah sepelit itu pada Vhe. Nanti kamu bisa meminta Dirga membelikanmu yang baru" kata mama.


"Sini berikan" rampas mama.


"Ini Vhe,,, kamu pakai ya. Lagipula tas ini lebih cocok jika kamu yang memakainya" puji mama sembari memasangkan tas itu di bahu Vhe.


Hatiku menjerit melihat dan mendengar semua itu. Bagaimana bisa mama mengatakan hal seperti itu di depanku?? Apa aku ini dianggapnya tidak ada disini??


"Ayo tante" ajak Vhe lagi


"Aduh sayang,, bagaimana ya,, tante ingin sekali menemanimu tapi bagaimana dengan cucu tante? Siapa yang jaga nanti,,, Ayu kan sibuk ngebabu hari ini?" ucap mama.


Babu????


Ma,, benarkah mama mengatakannya??? Tega sekali mama,,,


"Ayu kan istri pilihan Dirga tante,,, tentu Dirga memilihnya katena dia adalah yang terbaik. Mengurus anak kembar sekaligus mengerjakan tugas rumah tangga tak akan menyulitkan dirinya" ucap Vhe.


"Lagipula kan dia juga terbiasa mengerjakan pekerjaan kasar dirumahnya. Bukan begitu nyonya Dirga??" tanya Vhe.


Aku diam saja tak menyahut karena aku terlalu kesal padanya. Vhe benar benar sedang mengerjaiku kali ini.


"Kamu benar Vhe,, kalau begitu tante mandi dan siap siap dulu ya" ujar mama.


Aku heran dan tak menyangka mama akan lebih memilih menemani Vhe daripada si kembar.


"Ini baru tas ya,,, sebaiknya kamu bersiap karena suatu hari bukan hanya tas saja yang akan ku ambil,,, " Vhe mengingatkanku.


Vheeeeeeeeee,,,,,,


Teriakku dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2