
Sslamat membaca ๐บ
Maaf banyak typo ๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐บ
Jika pagi tadi aku senyum dengan hadirnya Sandy,,,, maka di tempat lain ada Vhe dan Dirga yang sedang merasa tidak senang.
๐บ Dirga ๐บ
Dilemparnya ponselnya kasar setelah berulang kali mencoba menghubungi Vhe tapi tidak tersambung juga.
"Kemana sih kamu Vhe,,, apa kamu masih marah karena kejadian semalam?? Tapi apa yang dikatakan Ayu itu ada benarnya,, kamu memang harus bisa bersikap keibuan pada anak anakku juga,,,!!" gerutu Dirga kesal.
Berkali kali menghubungi istri mudanya tapi tak kunjung berhasil membuat dirinya emosi.
"Permisi pak,,, dewan direksi sudah menunggu semua di ruang meeting sejak lima belas menit lalu" sekretaris Dirga mengingatkan.
"Ya ya ya,, aku segera kesana." jawab Dirga.
Sekali lagi dia mencoba menelpon namun masih sama.
Aarrrgghhh!!!
Dirga yang kesal pun menelpon mamanya.
"Ma,, coba mama datangi apartemennya. Vhe sama sekali tidak bisa ku hubungi. coba mama lihat apa dia baik baik saja. Dirga tidak bisa meninggalkan kantor. Ada meeting penting." kata Dirga.
"Iya iya,,, mama segera kesana." sahut mama panik.
Dirga segera mengirimkan alamat apartemen Vhe. Mama pun segera bersiap siap menuju ke sana.
"Mau kemana ma?? Buru buru sekali??" tanya papa.
"Papa mau ikut gak?? Mama mau ke apartemen Vhe,, sedari tadi Vhe tidak bisa dihubungi dan Dirga meminta mama melihat keadaanya di apartemen. Siapa tau terjadi apa apa pada Vhe,,," kata mama.
"Mama sajalah yang pergi,, papa sedang tidak ingin kemana mana." sahut papa.
"Dasar ya papa itu,,, pilih kasih sama menantu. Sayangnya cuma ke Ayu saja,,, Vhe kan juga menantu papa." sungut mama.
Mama bicara begitu seolah lupa bahwa beliau juga pilih kasih kepada dua menantunya. Tapi papa tak ingin ribut dengan mama.
Papa malas ikut kesana karena papa kesal pada Vhe. Sejak semalam Vhe menelpon papa tengah malam,,, papa sudah berusaha menelponnya balik sedari pagi namun tidak berhasil hingga sekarang.
"Awas saja jika kamu sampai macam macam di luaran Vhe,,, kamu sudah berjanji tidak akan bermain lagi dengan pria lain. Mengijinkanmu menikah dengan Dirga saja daddy sudah kesal,,, " gerutu papa.
__ADS_1
Mama tiba di alamat yang sudah Dirga kirimkan. Mama langsung menuju kamar Vhe namun terkunci. Mama mencoba memanggil berkali kali namun tidak ada jawaban.
Karena khawatir mama menelpon Dirga tapi di reject. Mama baru ingat bahwa Dirga tengah meeting jadi tidak bisa diganggu.
Mama pun memutuskan menunggu beberapa saat di sana dulu.
"Siapa tau Vhe hanya sedang keluar sebentar dan akan kembali." pikir mama.
๐บVhena๐บ
Vhe berusaha keras membuka matanya yang terasa sangat berat. Kepalanya masih terasa sangat pusing. Dirinya memang sangat mabuk semalam.
Dipandanginya langit langit kamar itu begitu matanya terbuka. Dia merasa aneh dengan kamar itu. Ini jelas jelas bukan kamarnya.
Lalu dimana dia saat ini??
Vhe terkejut mendapati dua pria yang tak dikenalnya tidur di samping kanan kirinya. Mereka pun tidur tanpa busana. Vhe pun baru menyadari tubuhnya pun polos.
"Hhmm,,, aku pasti kelewat mabuk dan dua orang ini membawaku pulang. Mereka pasti telah menggilirku. Dasar mesum,, bisa bisanya memanfaatkan kondisiku,,, " sungut Vhe biasa saja.
Bagi seorang Vhe yang memang sering gonta ganti pasangan,,, hal seperti ini bukan pertama kalinya terjadi.
Tak perlu harus saling mengenal apalagi punya hubungan,, asal sudah sama sama butuh,,, semua bisa dibicarakan. Itu prinsip Vhe,,,
Vhe bangkit dari ranjang dan hendak menuju ke kamar mandi membersihkan dirinya. Dirinya panik mendapati banyak lelehan cairan pria yang sudah encer di sela sela pahanya.
Vhe yang selama ini selalu melarang siapa pun yang berhubungan dengannya bahkan Sandy suaminya untuk polosan saja mulai panik.
Segera diambilnya ponselnya.
Vhe bertambah panik,,, dia ingin mengecek kapan masa suburnya tapi ponselnya mati.
"Jangan sampai dua pria ini membuatku hamil,,, bisa bahaya aku. Meski aku sudah punya suami tapi tetap saja aku tidak bisa melempar tanggung jawab pada Dirga karena tiap kali berhubungan dengannya pun kami memakai pengaman." batinnya.
Vhe menggaruk kepalanya.
"Berharap saja aku tidak hamil,,, " batinnya langsung memakai kembali semua pakaiannya dan pergi meninggalkan kedua pria yang masih lelap itu.
Mereka tentu kelelahan akibat kegiatan semalam.
Vhe pulang masih dalam keadaan sedikit pusing hingga jalannya pun masih sedikit sempoyongan. Tiba di depan apartemennya kepalanya sangat pusing.
"Vhe,,!!!" tegur mama.
Suara mama itu membuat Vhe sangat terkejut.
"Mama???" Vhe berusaha memperbaiki berdiri dan jalannya.
__ADS_1
"Darimana kamu sayang?? Kenapa berantakan begini??" tanya mama cemas.
Rambut Vhe acak acakan,,, baju juga tidak karuan bentuknya. Dan aroma keringat serta alkohol tercium keras dari dirinya.
"Kamu mabuk Vhe???" tanya mama menyelidik.
Vhe menyadari tindakannya ini bisa membuat semuanya kacau.
"Bodoh Vhe,, kamu bodoh!!!" gerutu Vhe dalam hati.
"Jawab mama Vhe,,, kamu habis mabuk mabukan?? Dari mana saja kamu?? Kenapa pulang pulang seperti ini??" cerca mama.
Vhe masih belum menjawab. Dia memaksa otalnya yang belum bisa bekerja maksimal akibat masih terpengaruh alkohol itu untuk berputar keras.
"Ayo Vhe ,,, berpikirlah!!!" batin Vhe.
Sejurus kemudian otaknya mau diajak bekerjasama. Vhe merangkul mama dan menangis.
"Mama,,, maafkan Vhe,,, Vhe mengaku salah. Vhe mabuk semalaman. Vhe bahkan tidak bisa pulang saking mabuknya. Vhe tertidur di bar dan sampai diusir oleh satpam pagi ini,, Maaf mama,,, hati Vhe sakit sekali dengan perlakuan Ayu semalam. Vhe sedih ma,,, malam pengantin Vhe malah jadi malam keributan gara gara Ayu,," ucapnya di sela tangisannya.
Mama yang memang sangat menyayanginya merasa sangat iba.
"Kasihan kamu sayang,,,," kata mama sambil mengelus pundak dan kepala menantu kesayangannya ini.
"Dirga pasti akan marah besar dan menceraikanku ma kalau dia tau,,, Vhe memang bodoh tidak bisa mengendalikan diri Vhe. Vhe stress ma,, Ayu terus membuat Vhe tertekan." kata Vhe masih dengan terisak isak.
"Tidak akan Vhe,,, Dirga tidak akan begitu." kata mama.
Vhe melepaskan pelukannya.
"Kenapa mama begitu yakin??" tanyanya.
"Karena mama tidak akan memberitahu Dirga,, Ayu atau papa masalah ini. Mama akan merahasiakannya. Mama tidak akan membiarkan orang tau kesalahanmu. Mama tidak akan melakukan hal yang bisa memisahkan kalian berdua sayang,,," ucap mama mengelus pipi Vhe.
"Terima kasih mama,,, Vhe beruntung punya mertua sebaik mama." peluk Vhe lagi.
"Mama sayang kamu sayang,,," jawab Mama.
Vhe tersenyum licik dan terus memeluk erat mama mertuanya itu. Tangisannya berhasil memancing reaksi mama yang memang sangat diinginkannya ini.
"Dasar nenek tua,,, bodoh. Pantas daddy aman aman saja bersamamu. Kau terlalu gampang diatur." batin Vhe licik.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih ๐บ
__ADS_1