MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Aku Terima!!


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Beberapa jam kemudian semua kembali kecuali Vhe. Aku tengah menemani anak anak bermain. Aku melihat Dirga yang memarkir mobilnya dan langsung membanting pintu mobilnya menuju ke arahku dengan wajah garangnya.


Dirga makin mendekat dan Pllaaaaakkkkk,,,,,


Sebuah tamparan keras berlabuh di pipiku. Aku tidak percaya Dirga tiba tiba menamparku di depan anak anakku. Bukan sakit akibat tamparan itu yang ku rasakan tapi sakit akibat rasa kecewa padanya yang tidak bisa menahan diri di depan si kembar.


Aku sakit karena mendengar tangisan ketakutan si kembar melihat kasarnya papanya. Si kembar memeluk pahaku dan menangis di sana.


"Sini sama oma sama opa sayang,,,," kata mama membujuk mereka.


Keduanya tidak mau dan tetap berlindung padaku.


"Keterlaluan kamu Dirga,,, Apa tidak bisa menahan dirimu?? Lihat anak anak semua ketakutan,,,!!" ketusku.


"Kamu yang keterlaluan,,,!!!" bentaknya.


"Memangnya apa yang sudah ku lakukan hah???" balasku tak kalah kasar.


Kepalang tanggung sudah. Anak anak juga sudah terlanjur melihat dan mendengar pertengkaran kami.


"Kamu masih tidak mengakui perbuatanmu???!!!! Dasar pembunuh,,!!!" kecam Dirga.


Pembunuh,,,???


Aku,,??


Aku bingung dengan ucapannya itu. Aku diam karena aku masih berpikir bagaimana bisa dia datang datang menamparku dan mengatai aku pembunuh.


Gilakah Dirga,,,???


"Kenapa kamu diam hah,,,,??? Sudah tidak bisa berkelit lagi,,,??? Jawab,,,!!!" bentak Dirga.


"Siapa memangnya yang ku bunuh?? Kamu sudah gila??? Aku dari tadi di rumah bersama anak anak,,, Kapan aku sempat membunuh???!!!!" balasku.


Dirga makin kesal dan hendak menamparku lagi namun entah kekuatan dari mana yang tiba tiba mengalir dalam tubuhku membuat aku bisa menangkis tamparan itu.


"Jangan bisanya hanya main tangan kamu ya,,, Mentang mentang aku wanita terus selalu kamu anggap lemah??!!! Katakan dulu padaku semuanya,,,!!!" bentakku.

__ADS_1


Anak anak makin histeris menangis di belakangku. Meski papa dan mama sudah berusaha membujuk namun tetap keduanya tak mau pergi dariku. Tentu sajaereka menganggap akulah tempat berlindung terbaik mereka.


"Kamu sengaja kan memberikan obat penggugur kandungan untuk Vhe,,,!!! Ngaku saja kamu,,, Vhe langsung kesakitan begitu meminum obat yang kau bawakan tadi,,,Untung saja lagi lagi kandungannya masih bisa diselamatkan." kata Dirga.


Apa,,,,???


Obat penggugur kandungan,,,??


Aku saja tidak tau obat apa saja yang sudah di berikan oleh mama tadi,,,


Heii,,


Ya,,,


Mama,,, yang memberikan obat itu tadi!!!.


"Tapi bukan aku yang memberikan obat itu,,,!!" protesku.


"Siapa memangnya,,,?? Jelas jelas kamu yang membawanya!!" tanya Dirga.


"Mama yang memberikan obat itu dan meletakkannya di nampan itu. Iya kan ma,,,???" tanyaku pada mama.


"Heehhh apa maksudmu tiba tiba membawa bawa namaku,,,?? Memang aku yang memberikan obat itu dan meletakkannya di nampan tapi mana mungkin aku meletakkan obat penggugur kandungan untuk calon cucuku sendiri,,,Ngawur kamu ya,,,!!!" bantah mama.


"Tapi memang mama yang memberikannya,,,!!!" balasku.


Kalimat cerai itu akhirnya keluar dari bibir Dirga saat dirinya tengah emosi.


Apa aku menyesal,,,???


Apa aku menangis,,,???


Apa aku memohon agar dia mencabut kalimat talak itu,,,???


Apa aku mengiba kepadanya,,,???


TIDAK!!!


"Aku terima talak darimu,,, Urus semua secepatnya dan jangan menggantungku,,,!!! Ku bebankan semua biaya perceraian kita padamu karena kamu yang menginginkannya,,, Dan anak anak,,, aku yang bawa!!!" kataku tegas.


"Ehhh enak saja,,, Mereka itu cucuku. Lagipula maba ada adat kita membiarkan anak anak ikut ibunya yang sudah bercerai dengan ayahnya,,, Tidak bisa!!! Anak anak akan tetap tinggal di rumah ini,,,,!!!" kata mama.


"Benar kata mama,,, Lagipula aku tidak akan mau membiarkan anak anak ikut dengan mamanya yang pembunuh,,,!!!" tambah Dirga.


Aku hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Aku tidak akan pakai hukum adat menyelesaikan masalah ini,,, Aku juga tidak akan menggunakan sistem kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah ini. Aku akan pakai hukum negara dimana akulah yang berhak atas anak anak karena mereka masih di bawah umur,,, Dan masalah aku pembunuh katamu,,,??? Buktikan dulu ucapanmu di persidangan baru aku akan serahkan anak anak jika aku terbukti melakukan percobaan pembunuhan itu,,,!!!" tantangku.


Dirga tak bisa menjawab begitu pula mama.


"Dan satu lagi,,, Anak anak memang akan tetap tinggal di rumah ini tapi kalianlah yang harus angkat kakindari rumah ini,,,!!!! Sekarang juga!!!" usirku.


"Heh perempuan gila,,,!!!! Kamu lupa ini rumah siapa???Ini rumah kami,,,Kamu itu yang harus keluar!!! Enak saja main sembarangan bicara,,,!!!" ketus mama.


Aku tertawa mendengarnya. Ku pandang wajah Dirga yang kini mulai memucat dan tak garang lagi.


"Tanyakan sendiri pada putra kesayanganmu ini nyonya Widya,,, Siapa pemilik rumah ini sekarang,,,???" ucapku pada mama yang kali ini tak ku panggil mama.


Mama bingung dan menatap Dirga.


"Apa maksud ucapannya itu Dirga??" tanya mama.


Dirga tak menjawab dan hanya mematung. Mama makin heran karena melihat reaksi yang sama dari papa juga. Papa bahkan hanya tertunduk.


"Ada apa ini sebenarnya?? Jawab mama Dirga,,,Papa juga,,, Jangan diam saja!!! Jawab dong,,,,!!!" desak mama yang makin panik dan bingung.


"Biar aku saja yang jawab,,,,!!!" kataku lantang.


"Diam kamu,,,!!! Dasar gila,,,!!!!" bentak mama.


"Dengarkan aku baik baik nyonya Widya,,, Tujuh puluh lima persen dari harta kekayaan kalian sudah resmi menjadi milik si kembar. Termasuk rumah ini juga,,, Jadi ketika kini putra kesayanganmu ini telah menceraikanku dan belum bisa menunjukkan bukti bahwa aku bersalah dengan tuduhan membunuh,,, maka harta anak anakku masih berada dalam perlindunganku juga,,, Kalian bukan lagi pemilik rumah ini,,,Jadiiiiii,,,,Pergi kalian semua!!!"


Jahatnya aku,,,,


Batinku,,!!


"Cepat kemasi barang barang kalian dan pergi secepatnya dari rumah ini,,,,!!!"


"Dirga,,, jawab mama,,, Ini semua tidak benar kan???" tanya mama sambil mengguncang guncangkan tubuh Dirga.


"Semuanya benar ma,,, Ayu tidak bohong,,," lirihnya.


"Tidaaaakkkkk!!!! Mama tidak mau jadi gembel Dirgaaa,,,!!!! Papaaaaa,,,,,!!! Lakukan sesuatu,,,!!!" mama mulai histeris.


Aku belum puas melihat semua ini. Ku hampiri Dirga yang masih mematung.


"Ku pastikan aku akan menuntutmu juga karena telah berlaku kasar dan menamparku,,, Aku akan memberimu waktu untuk membuktikan tuduhanmu padaku. Tapi ingat Dirga,,, Aku pastikan aku juga akan menuntutmu karena telah mencemarkan nama baikku dengan menuduhku pembunuh jika sampai kamu tak bisa membuktikan tuduhanmu itu,,, Camkan itu!!!"


Ku tabrakkan bahuku pada bahunya yang tak bisa melawan dan berkata kata itu. Ku bawa anak anak masuk dan menenangkan mereka serta meminta maaf untuk apa yang sudah mereka lihat tadi. Aku harus bisa membuat mereka tidak trauma.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2