
Happy reading ya 🤓
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Papa kembali duduk di kursi taman itu. Pikirannya jauh melayang pada kenangan saat Dirga masih duduk di bangku SMA.Â
Dirga yang begitu masih polos dan mencintai Vhena yang sebenarnya tidak layak untuknya. Vhena banyak memiliki pacar yang sudah berpuluh kali atau bahkan ratusan kali menidurinya.Â
Termasuk papa,,,,Â
Papa tertunduk menyesali semua yang pernah dilakukannya dulu bersama Vhena.Â
"I love you my sugar daddy" Ucap Vhe yang bergelayut manja di lengan papa waktu itu.Â
"Hmmm katakan kamu mau apa lagi hari ini? Kenapa tiba tiba begitu manja padaku?" Tanya papa yang mencubit dagu Vhe manja.Â
Vhe merengut dan melepaskan tangannya. Vhe lalu duduk di tepi ranjang hotel tempat papa menginap waktu itu. Papa sedang bertemu dengan pimpinan proyek di luar kota harus menginap di hotel terdekat.Â
"Masak sudah jauh jauh Vhe bela belain datang malah langsung seperti itu pertanyaannya. Vhe kan kangen sama daddy" Rajuknya manja sembari duduk menyilangkan kakinya hingga membuat rok mininya makin tersingkap.Â
Papa yang melihat itu tak menyianyiakan pemandangan itu. Ssgera dihempaskannya kemeja yang sudah terbuka kancingnya oleh ulah Vhe tadi.Â
Kedua sejoli itu kemudian berlomba memacu dirinya hingga membuat sprei mulai berantakan semua.Â
"Daddy memang hebat,, bahkan lebih hebat dari Dirga yang masih saja polos itu" Bisik Vhe setelah mereka selesai.Â
"Kamu memang paling pandai mengambil hatiku Vhe. Tapi ingat,,, kita harus menyimpan semua ini agar tak sampai ketahuan oleh Dirga mau pun mamanya. Daddy tak ingin semua ini cepat berlalu" Ucap papa yang sudah terlanjur dimabuk kepayang dan puas dengan pelayanan Vhe.Â
"Siap Daddyyyyy" Seru Vhe yang langsung mencium pipi yang sudah mulai berkerut itu.Â
Vhe bangkit membersihkan dirinya lalu memakai kembali pakaiannya. Begitu juga dengan papa.Â
"Ini,,, untukmu gadis kecilku" Ucap papa menyodorkan setumpuk uang pecahan berwarna merah yang masih lengkap dengan segel dari bank.Â
"Yeeeaaaayyyyy,,, terima kasih daddy" Ucap Vhe yang langsung senang melihat tumpukan uang yang bisa digunakannya untuk bersenang senang.Â
"Pakai dan habiskan uang itu,,, daddy masih punya banyak lagi untukmu. Tapi ingat!!! Jangan lagi melayani para cecunguk cecunguk yang tak menghasilkan apa apa itu. Tinggalkan saja mereka semua!!! Daddy tak suka!!! " Papa mengingatkan.Â
"Apa termasuk Dirga juga yang harus Vhe tinggalkan??" Tanya Vhe memancing.Â
__ADS_1
Papa terlihat berpikir sejenak sebelum menjawab. Papa tau betapa Dirga sangat mencintai Vhe namun papa juga tak rela dan takut jika nantinya Vhe terbiasa terus bersama Dirga dan akan mencintainya juga.Â
"Kok gak dijawab sih daddy? Dirga juga gak?" Desak Vhe.Â
"Iya,, Jauhi Dirga juga." Sahut papa yang sudah termakan jebakan cinta seorang Vhe.Â
"Baiklah kalau memang begitu,,, akan Vhe putuskan Dirga dan mengatakan padanya Vhe akan belajar ke luar negeri. Tapi Daddy datang kan walau Vhe diluar negeri?" Tanyanya manja.Â
"Pasti sayangku" Jawab papa senang lalu mengecup kening gadis kecilnya itu.Â
"Walau sebenarnya aku mencintai Dirga,,, tapi aku lebih mencintai uang papanya yang jauh lebih bisa menyenangkanku,,, papanya juga bisa memuaskanku di ranjang. Tidak seperti dirinya yang sok suci" Batin Vhe sambil membiarkan dirinya dipeluk papa.Â
"Kamu kenapa Dirga? Kok lesu begitu?" Tegur mama saat melihat putranya pulang dengan wajah dilipat.Â
"Vhe ma" Lirih Dirga pelan namun bisa di dengar oleh papa yang langsung berusaha setenang mungkin mendengarkan apa yang akan dikatakan putranya itu.Â
"Kenapa Vhe??" Tanya mama yang paling sangat tidak menginginkan jika hubungan mereka berdua kandas.Â
"Vhe memutuskan untuk meninggalkan Dirga dan kuliah di luar negeri" Sahut Dirga menutupi semua ucapan Vhe padanya yang dengan jelas mengatakan bahwa dirinya tak pernah mencintai Dirga.Â
Walau hati Dirga hancur mendengarnya namun dirinya tidak mau menunjukkan keburukan Vhe pada mama dan papa yang sebenanrnya tersenyum senang dalam hatinya karena cinta kecilnya itu melakukan apa yang diperintahkan olehnya.Â
"Sabar saja Dirga,,, mungkin Vhe hanya ingin fokus dulu kuliah. Nanti juga dia akan kembali lagi padamu" Ucap papa pura pura menghibur hati Dirga.Â
Dirga hanya menunduk lesu dan masuk ke kamarnya dengan membawa semua pedih di hatinya dan bertambah pedih lagi saat tau bahwa kedua orang tuanya masih tetap menginginkan dirinya menunggu Vhe.Â
"Vhe tidak mencintaiku,,, Vhe tidak pernah mencintaiku,,,," Ratap Dirga dalam hati.Â
Papa sedikit merasa bersalah melihat Dirga yang begitu terpukul dengan kandasnya hubungannya dengan Vhe. Sejak hari itu Dirga lebih sering murung dan melamun.Â
"Maafkan papa Dirga,,, papa tau kamu akan susah melupakan pesona Vhe,,, begitu juga papa. Papa tidak bisa merelakannya menjadi milikmu. Dirinya terlalu indah jika dibandingkan dengan mamamu yang tak pernah bisa melayani kebutuhan papa semaksimal yang Vhe berikan" Batin papa.Â
Papa yang memang sering bolak balik ke luar negeri tak membuat mama atau Dirga curiga. Mereka percaya saja bahwa papa memang ada pekerjaan disana.Â
Dirga sendiri butuh waktu lama melupakan Vhe hingga dirinya kembali tersenyum saat aku hadir dalam hidupnya. Berawal dari sepiring nasi komplit yang dipesannya di rumah makan ibu dan aku lah yang melayaninya.Â
Entah apa yang menarik dariku bagi Dirga saat itu yang jelas kami kemudian sepakat berpacaran. Papa yang sangat senang saat aku dibawa pulang oleh Dirga merasa hubungannya dengan Vhe akan aman aman saja.Â
"Vhe akan jadi milikku satu satunya. Dirga pun sudah tak menginginkannya" Batin papa senang.Â
__ADS_1
Hingga suatu hari,,,Â
"Tidak bisa seperti ini terus daddy,,, Vhe butuh kejelasan status. Mana mungkin Vhe bisa selamanya jadi simpanan Daddy saja!!!!" Ketus Vhe yang kesal saat permintaannya untuk dinikahi ditolak oleh papa.Â
"Jangan gila kamu!!! Mana mungkin aku menikahimu? Apa kata istriku dan Dirga nantinya???" Papa tak kalah ketus.Â
"Heyyy pak tua,,, seharusnya kamu sudah memikirkan hal itu dari dulu." Sengit Vhe.Â
Plaaakkkkk,,,,Â
Tamparan keras papa mendarat di pipi mulus Vhe. Vhe terkejut mendapatkan tamparan itu. Matanya melotot kemudian mulai berkaca kaca.Â
"Aku hamil daddy,,, aku bingung harus bagaimana?" Lirihnya kemudian sembari menyerahkan hasil USGnya.Â
"Apa?? Hamil?? Bagaimana bisa kamu sebodoh itu membiarkan dirimu sampai hamil begitu!!!! Aku tidak mau tau,,, gugurkan anak itu!!!!" Titah papa.Â
"Aku tauuuu,,, aku juga tak menginginkan anak ini!!!" Teriak Vhe yang mulai histeris dan memukuli perutnya sendiri.Â
"Sudah,,, sudah,,, ayo segera ke rumah sakit. Bayi itu tidak boleh merusak semuanya!!!" Ajak papa.Â
Dengan uang yang papa punya mampu membayar sebuah rumah sakit melakukan hal yang sebenarnya ilegal itu. Kandungan Vhe dinyatakan bersih.Â
"Lama lama kamu membahayakanku Vhe,,, kamu ceroboh!!! Lebih baik kita akhiri sampai disini saja hubungan ini sebelum kamu jauh lebih mengancam posisiku!!!" Ketus papa begitu mereka telah sampai di apartemen Vhe.Â
"Enak saja sekarang daddy mau mencampakkanku setelah semua yang terjadi" Protes Vhe.Â
Bruuukkkk,,,,Â
Papa menjatuhkan bertumpuk tumpuk uang di meja.Â
"Cukup kan???" Tanya papa. Vhe tampak kesal diperlakukan seperti itu. Saat ini uang sejumlah itu tentu tak sebanding dengan yang sudah dibayangkannya jika berhasil membuat papa menikahinya.Â
"Aku tak akan diam saja!!! Ingat itu pak tua!!! Aku akan kembali masuk ke dalam keluargamu dan menghancurkan kalian semua!!!!" Teriak Vhe yang kesal ditinggalkan oleh papa.Â
Papa yang masih di kursi taman kembali menangis mengingat semua rahasia besarnya itu.Â
"Jangan sampai Vhe berhasil meracuni mama dan membuat Dirga menerimanya kembali. Jangan sampai Ayu dan Dirga menjadi korban balas dendamnya kepadaku" Lirih papa.Â
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih 💞