MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Cari Apa?


__ADS_3

Selamat Membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


"Sial,,, Mereka malah mulai curiga gara gara perut besarku ini. Aku harus cari cara bagaimana bisa terus menghindari mereka. Oh ya dimana ya hasil foto USG ku dulu itu??" Vhe bicara sendiri di kamarnya.


Vhe pun mulai mengingat ingat dimana dia menyimpan hasil USG itu. Vhe pun mulai membuka satu persatu lacinya dan barang barang pribadinya dari rumah besar yang belum sempat di rapikannya.


Vhe tidak menemukan foto itu.


"Kalau tidak salah aku menyimpannya jadi satu di laci nakas kamarku. Apa masih ada di sana ya,,,???" gumam Vhe.


Dirga membuka pintu kamar dan heran melihat kamar yang berantakan.


"Cari apa sayang??" tanyanya.


"Eeemmm,,, Cari,,, Cari,,,," Vhe gugup.


"Cari apa?? Biar aku saja yang bantu carikan. Kamu jangan banyak aktifitas. Kasihan adik bayinya." kata Dirga.


Vhe makin gugup ketika Dirga mulai ikut membuka buka laci sambil menunggu jawabannya.


"Su,,, Sudah ketemu!!!" ucap Vhe sambil menunjukkan sebuah syal yang main ditariknya sekenanya.


"Oohh cari syal,,, Kirain cari apaan sayang." kata Dirga sambil mengelus kepala Vhe.


Vhe lega.


"Dirga,, apa saat aku masih di rumah sakit semua barangku waktu ini sudah di bawa kemari??" tanya Vhe kemudian.


"Semestinya sih sudah semua." jawab Dirga.


"Siapa yang membereskan barang barangku?? Kamu??" tanya Vhe lagi.


"Bukan sayang,,, Mama yang bereskan barang barangmu. Aku terlalu sibuk dengan barang barangku sendiri dan masih kacau pikiranku waktu itu. Bahkan Ayu yang membantuku beres beres berkas berkas kerjaku. Sampai sekarang pun aku belum punya waktu membongkar semuanya. Maaf ya sayang jadi memenuhi apartemenmu ini dengan banyak kardus. Aku janji akan segera membereskannya." ucap Dirga.

__ADS_1


Vhe yang hanya peduli dengan foto hasil USG dan surat cerai dari Sandy hanya mengiyakan ucapan Dirga karena otaknya jauh lebih sibuk berpikir.


"Apa mama yang membereskan ya?? Tapi kalau mama yang bereskan,,, mama pasti sudah tau usia asli kehamilanku. Tapi sepertinya mama tidak tau apa apa." Vhe heran.


Vhe meninggalkan kamar tanpa menghiraukan Dirga yang baru menyusulnya masuk. Dirga membantunya merapikan semua barang yang diacak acaknya di kamar.


"Mama,,, Apa mama yang mengemasi barang barangku dari rumah besar??" tanya Vhe yang langsung menghampiri mama yang tengah berada di dapur.


"Iya sayang,,, ada apa??" tanya mama balik.


"Mama yakin semua sudah mama kemasi??" tanya Vhe lagi.


"Iya sayang sudah semua. Apa ada yang ketinggalan??" tanya mama.


"Termasuk yang di laci nakas juga??" tanya Vhe lagi.


Mama tampak memutar matanya dan berusaha mengingat ingat.


"Seingat mama sih sudah semua sayang. Tidak ada apa apa di laci nakas. Atau mama yang lupa ya,,,Hmmm,,," mama masih terus mengingat ingat.


"Tidak mungkin tidak ada ma!!!" ketus Vhe tiba tiba.


"Lupakan saja,,Hanya surat cerai dari Sandy saja. Mama tau kan Dirga tidak tau bahwa saat kami menikah aku belum resmi bercerai. Aku hanya tidak mau Dirga yang menemukan surat itu. Biar aku cari lagi di kamar." jawab Vhe yang baru sadar ucapan ketusnya tadi bisa membuat mama penasaran barang apa yang dicarinya.


Mama hanya mengangguk dan mengerti kecemasan Vhe karena dirinya juga cemas jika sampai Dirga dan papa tau hal itu.Tentu mama pun tak akan luput dari kemarahan keduanya.


"Lebih baik aku diam saja" gumam mama.


Vhe segera kembali ke kamar dan hanya tersenyum melihat Dirga yang hampir membuat kamar itu lebih rapi.


"Papa bilang lebih baik aku bayarkan saja denda sebagai ganti hukuman kurungan jika aku kalah dalam persidangan." kata Dirga setelah selesai merapikan semuanya.


"Papa bilang kamu lebih perlu aku saat saat seperti ini sayang. Bayi kita ini pasti butuh papanya kan,,,??" kata Dirga.


Vhe hanya tersenyum kecil dan mengangguk. Dirga menempelkan telinganya pada perut Vhe.


"Halo anak papa,,, Sehat sehat ya nak,, Papa tidak sabar menunggu kamu lahir" Dirga bicara pada calon anaknya.


Vhe memutar matanya malas.

__ADS_1


"Iya kamu memang akan segera bertemu anak ini mungkin sebulan lebih cepat dari yang kamu bayangkan bodoh,,," batin Vhe yang sudah punya rencana akan meminta teman dokternya itu mengatakan bahwa bayinya lahir prematur.


"Dirga aku mau keluar dulu ya,,," Vhe mendorong kepala Dirga.


"Kemana sayang,,,?? Biar aku antar. Kan aku tidak sibuk,,," kata Dirga.


"Tidak usah,, aku hanya ingin menenangkan diri saja sendiri. Aku mau senam hamil saja. Aku sumpek berada di rumah sempit dan banyak orang ini." ketus Vhe.


"Maaf ya sayang sudah membuat kami tertekan. Aku janji akan segera beli rumah baru buat kita. Rumah yang lebih besar dan luas dari ini,,," janji Dirga.


"Dari ini?? Seharusnya kamu itu bisa belikan aku rumah yang jauh lebih besar dari rumah besar yang diambil Ayu itu!!!" ketus Vhe.


"Iya sayang itu pasti,, Tapi kan bertahap dulu." jawab Dirga.


"Ahh sudah,, mana,,, bagi duit!! Ini untuk kebutuhan anakmu juga ya,, Senam itu baik untuk kesehatan bayi jadi jangan pelit!!!" ketus Vhe.


Dirga menghela napasnya dan bangkit meraih dompetnya. Dikeluarkannya beberapa lembar uang ratusan ribu dan diulurkannya pada Vhe.


"Jangan dihabiskan ya sayang kalau bisa,,," pesannya.


"Duit segini saja isi pesan jangan habis. Sudah kere beneran kamu??? Sama istri itung itungan. Ingat ya,, Rejeki suami itu juga datangnya lebih lancar kalau suami bisa bahagiakan istri,,," ketus Vhe lagi.


Vhe menarik kasar uang yang disodorkan Dirga. Diambilnya tasnya dan langsung keluar kamar meninggalkan Dirga yang merasa makin tak ada harga dirinya di depan istrinya.


"Seumur umur aku menikah dengan Ayu,,, Bahkan dengan segala drama uang nafkah yang ditahan mama,, Ayu tak pernah sama sekali memperlakukanku atau mengatai aku seperti ini,,, Kamu berbeda sekali Vhe. Kamu kasar dan terlihat tak ada hormatnya lagi padaku sejak aku jatuh miskin. Mungkin jika Ayu lah istriku saat ini,, Aku tak akan seterpuruk ini. Aku pasti selalu mendapat dukungan darinya,,," batin Dirga.


Dirga mulai mengingat masa masa indahnya bersama Ayu yang dia tau tak pernah menuntut materi apa pun darinya.


"Sedang apa kamu Ayu,,, Apa kamu pernah ingat aku?? Apa anak anak membenciku?? Aku tak pernah menyalahkanmu walau kamu menuntutku. Memang aku yang salah dan gelap mata hingga tak memikirkan apa tindakanku menyakitimu atau tidak." gumam Dirga.


"Ah sudahlah,, Aku tidak boleh larut dalam penyesalan yang sudah tak ada gunanya lagi kusesali. Lebih baik aku segera menelpon rekan bisnis papa untuk meminjam tambahan dana lagi." kata Dirga pada dirinya sendiri.


Dirga menelpon dan wajahnya sumringah mendapatkan persetujuan dari rekan bisnisnya meski bunganya tinggi.


"Itu bisa ku bayar nantinya,,," batin Dirga semangat.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2