MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Kacau Semua


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


Vhe mulai berhenti tersenyum saat menyadari mobil itu mengarah ke apartemennya dan bukan ke rumah besar itu.


"Sayang ini kok kita malah kesini sih,, Bukannya pulang ke rumah??" tanya Vhe begitu Dirga memarkirkan mobilnya.


"Sebaiknya kita masuk dulu ke apartemenmu ya sayang,,, " kata Dirga.


Dirga langsung turun dan mengitari mobil untuk membukakan pintu bagi Vhe.


"Ayo sayang,,," ajaknya.


Vhe makin tidak mengerti apalagi melihat papa dan mama sibuk menurunkan koper koper yang dikenalinya juga ada koper miliknya.


"Enggak,,, Enggak,,, Aku gak mau turun,,!!! Ini ada apa dulu?? Jelasin dulu,,,!!!" Vhe mulai panik dan menepis tangan Dirga yang meraih tangannya.


Vhe mulai berpikir mereka bertiga sedari tadi diam karena mereka ingin memulangkan dirinya ke apartemennya. Mereka tidak lagi menginginkan dirinya ada di rumah itu lagi. Mungkin Ayu berhasil membuat mereka jadi membencinya.


"Tenang sayang,,, Tenang,, Ingat kandunganmu,,, Ayo turun dulu nanti akan ku jelaskan semuanya. Semua ini tidak seperti yang kamu bayangkan sayang,,, Aku tidak akan meninggalkanmu. Kita akan terus bersama sama membesarkan anak kita,,," kata Dirga.


Sepertinya Dirga tau apa yang tengah dipikirkan oleh Vhe saat itu. Namun Vhe justru makin bingung dengan kalimat Dirga.


"Ayolah sayang kita masuk dulu ya,,, Mama malu dilihatin banyak orang tuh,,," kata mama yang menunjuk ke beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka.


"Iya Vhe,,, kita jelaskan semuanya nanti di dalam. Kalau kamu berlama lama disitu kamu makin lama juga mendapat penjelasan,,," kata papa.


Vhe berpikir sejenak kemudian menerima uluran tangan Dirga dan turun dari mobil. Mama lah yang membimbingnya berjalan menuju ke apartemennya karena papa dan Dirga sibuk mengangkat barang barangnya.


"Ma,, Ini ada apa sih sebenarnya,,,??" tanya Vhe berbisik.


"Mama juga tidak tau harus mulai dari mana menjelaskannya. Yang jelas semua yang sudah kita rencanakan itu gagal,,," kata mama berbisik juga.


"Apa,,?? Gagal?? Kok bisa,,,,???" tanya Vhe.


"Pokoknya ini semua di luar prediksi kita Vhe,,," kata mama.

__ADS_1


"Maksudnya??" Vhe makin bingung.


"Biar Dirga sajalah nanti yang menjelaskan. Mama kesal sama dia kenapa bisa sebodoh ini,,, buat mama jadi gembel saja. Bisa bisanya dia kalah sama perempuan kampung itu,,,!!!" sungut mama.


"Apa ma,,, Gembel?? Kalah dari Ayu,,,?? Ayu jadi di cerai kan??" tanya Vhe.


"Jadi,," jawab mama singkat.


"Terus apa sekarang masalahnya kalau memang sudah cerai,,,Kenapa malah kita ke rumah ini?? Bukannya kita semua bisa tinggal di sana dengan bebas tanpa gangguan apa pun dari Ayu,,,???" Vhe mulai emosi.


"Tidak sayang,,,Kita tidak bisa lagi tinggal di rumah itu.Rumah itu termasuk dalam daftar tujuh puluh lima persen aset dan kekayaanku yang ku limpahkan pada Nathan dan Nicholas." sahut Dirga yang baru menyusul masuk.


"Apa???" Vhe terbeliak dan bergantian menatap satu persatu wajah yang sudah memenuhi apartemennya itu.


Papa dan mama hanya diam memberikan kesempatan pada Dirga menjelaskan semuanya.


Dirga dengan gamblang menjelaskan awal mula keputusannya menyetujui perjanjian pelimpahan kekayaan itu sampai akhir percakapannya dengan Ayu tentang sisa dua puluh lima persennya tadi.


Mama yang baru mendengar masalah sisa dua puluh lima persen yang masih harus dibagi itu pun lunglai dan lemas tak sadarkan diri.


Kehilangan semuar harta bendanya membuat beliau hilang kesadaran. Papa dibantu Dirga langsung mengangkat dan membawa mama ke ranjang yang ada di kamar.


Tak hanya mama yang tidak bisa menguasai dirinya,,,


"Kamu gak apa apa sayang,,,?? Ini mungkin efek kehamilanmu,,," Dirga cemas dan membantu mengurut leher belakang dan punggung Vhe.


Vhe menepis tangan Dirga saat sudah selesai muntah muntah.


"Efek kehamilan kamu bilang? Ini efek kebodohanmu,,,!!!Bisa bisanya kamu menyeretku menjadi gembel begini,,!! Mana tanggung jawabmu sebagai suami yang bisa menyenangkan istrinya,,,???!!!" tuntut Vhe.


"Sabar sayang,,,sabar,,, Kendalikan emosimu,,,Ingat janinmu lemah,,," kata Dirga mengingatkan.


"Tidak,,,!!! Tidak ada yang lemah lagi,,, kalau sudah seperti ini keadaannya aku tidak bisa berlemah lemah ria. Aku tidak mau ya ikut miskin,,,!!!" ketus Vhe.


"Vhe,,, Tidak akan ada yang miskin. Aku masih akan berkerja keras mencukupi semua kebutuhanmu. Kamu juga masih punya spa kan?? Usahamu jalan kan,,? Papa juga masih akan menyokong keuangan kita dengan tabungannya,,, Kamu tenang saja sayang,,, Semuanya akan baik baik saja. Yang perlu kamu lakukan sekarang hanya tolong ijinkan papa dan mama tinggal di apartemen kita ini sementara waktu bersama kita."kata Dirga.


"Kita kamu bilang? Heiii,,, Putu Dirgantara,,,!! Ini apartemen milikku sendiri ya bukan kita,,,Dan siapa kamu main seenaknya memutuskan mereka bisa tinggal di sini bersama kita,,,???!!!" Vhe kesal sekali.


Dirga menghela napas berat.


"Vhe,, aku tau kamu shock sayang. Kamu tidak benar benar mengucapkan kalimat itu. Kamu hanya butuh waktu menenangkan dirimu dulu. Ayo ku bantu kamu ke kamar ya,,," Dirga hendak memeluk Vhe dan membimbingnya ke kamar.

__ADS_1


Vhe menepis lagi tangan Dirga.


"Aku bisa sendiri,,,!!!" ketusnya dan berjalan cepat menuju kamar pribadinya dan mengunci pintunya.


Mama masih belum sadarkan diri di kamar tamu. Papa terlihat cemas dan sesekali mengoleskan minyaknkayu putih di hidung mama sambil memanggil manggil mama.


"Vhe,,, buka pintu sayang. Jangan mengunci diri. Aku tidak mau kamu kenapa kenapa sayang,,,Biar aku temani kamu ya,,," bujuk Dirga.


"Jangan ganggu aku,,!!!" teriak Vhe dari dalam.


Dirga kembali menghela napasnya dan beringsut ke kamar tamu melihat kondisi mama yang belum sadar juga.


🌸🌸


Di dalam kamar Vhe,,,


"Bisa bisanya semua kacau begini,,, Dasar laki laki bodoh. Bodooohhh!!!" gerutu Vhe.


Vhe kesal karena niatnya semula menjadi nyonya rumah besar itu jadi kacau karena ketidaktahuannya masalah pelimpahan harta itu.


Vhe kesal karena dirinya terlambat satu langkah dari Ayu.


Vhe lebih kesal lagi mengingat bukannya mendapat limpahan harta dari keluarga Dirga malah hanya mendapat limpahan beban karena mereka kini tinggal di apartemennya.


Meski papa bilang masih punya tabungan untuk keperluan mereka dan Dirga juga janji akan kerja keras tapi mana bisa Vhe hidup seperti itu.


Belum lagi janin tidak jelas siapa ayahnya yang malah semakin kuat tumbuh di rahimnya.


"Aaaarregggghhhh,,, Kacau semua kacauuuuu,,,,!!!! Meninggalkan Sandy demi dapat yang lebih kaya malah dapat gembel gak guna semua ini,,,!!!" Vhe mengacak acak rambutnya.


"Apa yang harus ku lakukan sekarang,,, apa,,,?? Apa,,,??? Ayo Vhe,,, berpikir Vhe,,, berpikirrrrrr!!!! Aaaarrrggghhhhh,,,,, Bangsatttt kamu Ayuuuu,,,!!!! Vhe emosi dan mengobrak abrik meja riasnya hingga semua berjatuhan.


Dirga panik mendengarnya dan memanggil manggil Vhe.


"Sayang,,, ada apa?? Kamu baik baik saja,,,???" Dirga mengetuk pintu dengan cemas.


"Diaaaaaammmmm!!!!" teriak Vhe.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2