
Happy reading ya 🤓
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku menghela napas saat Vhe telah membawa mama pergi dengan mobilnya. Aku merasa ketidakhadiran mereka dirumah ini membuatku lega.
Aku tak bermaksud tak menginginkan mama juga karena bagaimana pun juga mama pemilik rumah ini. Yang ku maksudkan adalah tidak adanya Vhe dirumah ini.
Wanita itu benar benar membuatku selalu merasa kalah dalam. segala hal. Aku masuk ke dalam dan menutup pintu. Aku lelah sekali namun tidak bisa seenaknya saja istirahat.
"Ingat!! Mama pulang nanti sudah harus ada makanan di meja makan. Itu tugasmu setiap harinya kan."
Itu pesan mama sebelum berangkat tadi. Aku segera beranjak ke dapur dan mulai melakukan tugasku disana. Meski pada prakteknya aku harus masak sembari kadang harus sambil melongok si kembar yang saat ini terpaksa ku ajak ke dapur juga.
Aku bersyukur karena mereka tidur pulas. Sepertinya mereka tau ibunya sedang sangat sibuk dan tidak bisa memperhatikan mereka.
Ku kerjakan semuanya dengan cepat. Sembari memasak aku juga mulai memasukkan baju baju kotor ke dalam mesin cuci. Aku juga mencuci semua perabotan dapur usai aku memasak.
"Akhirnya selesai juga acara masakku" lirihku sambil menyeka keringatku.
Baru saja hendak duduk aku mendengar tangisan si kembar. Aku buru buru mencuci tanganku dan mengeringkannya.
"Mereka pasti haus" batinku. Mumpung tidak ada mama aku langsung saja menyusui mereka bergantian.
Aku kewalahan menghadapi mereka. Belum lagi semua pekerjaan rumah. Mesin cuci telah berbunyi menandakan selesai mencuci dan harus ku jemur baju bajunya.
Teko air panas yang sepertinya tak ingin melihatku tenang aejenak juga berbunyi memanggil dan memberitahu bahwa air sudah mendidih.
Pagi itu cukup membuatku kehilangan banyak tenaga dan keringat.
"Mama tega sekali" batinku.
"Ini semua gara gara Vhe yang mengajak mama pergi hingga tak ada satu pun yang bisa membantuku menjaga si kembar" sungutku.
Selalu saja Vhe yang ku salahkan. Aku tak tau apa aku bisa dibenarkan jika merasa seperti itu. Tapi aku sungguh sangat tidak menyukainya.
Aku kembali mengingat ucapannya tentang tas dan milikku yang lain yang akan diambilnya.
"Apa dia serius mengatakannya? Apa dia benar benar akan mengambil Dirga dariku juga?? Kan dia sudah menikah,, kenapa juga dia masih menginginkan Dirga?" pikirku.
"Apa mungkin dia memang hanya mengerjaiku saja?" batinku lagi.
__ADS_1
Ku lirik si kembar yang kembali tertidur pulas di keretanya setelah ku ajak berputar putar dirumah. Aku terpaksa memabwa mereka kemana pun karena aku tak tega jika harus meninggalkan mereka di suatu ruangan.
Bahkan aku juga terpaksa membawa mereka keluar saat matahari mulai terasa terik karena ini sudah hampir jam satu siang.
Aku hendak menjemur baju. Ku carikan dulu tempat yang lumayan teduh bagi mereka dan masih bisa ku lihat dari tempatku menjemur.
Aku melakukannya dengan cepat karena tak kuat berlama lama dibawah terik matahari. Begitu selesai segera ku bawa si kembar masuk.
Bertepatan dengan datangnya mobil Vhe.
"Astaga dia sudah datang lagi. Apalagi yang akan dilakukannya padaku saat ini?" batinku.
Aku sungguh lelah saat itu. Ku harap Vhe tak mencari gara gara denganku kali ini. Aku diam saja pura pura tak melihat saat mereka tertawa tawa masuk.
Di tangannya mereka membawa tas belanjaan yang bisa ku bilang banyak sekali jumlahnya. Aku sempat terpana melihatnya dan langsung membayangkan berapa uang yang mereka habiskan untuk bisa membawa semua barang mahal itu pulang.
"Ayu,,, nih aku belikan sesuatu untukmu. Anggap saja sebagai ganti karena kamu telah memberikan tasmu padaku" ujar Vhe manis.
Senyuman manisnya itu sempat membuatku sangat heran kenapa dia tiba tiba begitu baik bahkan sampai membelikan sesuatu untukku.
"Terima kasih" ucapku walau hatiku masih dipenuhi kecurigaan akan sikap baiknya itu.
Aku semakin curiga padanya terlebih lagi saat melihat mama yang menahan tawanya. Dengan ragu ragu ku buka tas itu dan mengeluarkan isinya.
Aku bisa tau bahwa itu baju namun aku putuskan membukanya dan menempelkan di tubuhku tanpa melihat model atau jenis baju apakah itu.
"Hahahahahahhaha,,,,, hahahahahhahahahha,,,,," mama tak lagi bisa menahan tawanya.
Vhe juga tertawa keras begitu ku tempelkan baju itu. Wajahku memanas begitu aku melihat baju apakah yang dibelikannya untukku itu.
Sebuah baju berwarna pink dan lebih sering dikenakan oleh mbak Santi. Yaaa,,, itu baju untuk asisten rumah tangga.
"Keterlaluan sekali mereka" batinku.
"Kamu cocok sekali memakainya Ayu" ujar Vhe di sela sela tawanya.
"Ukurannya juga pas sekali. Kamu memang pandai Vhe" timpal mama.
"Apa kamu tidak mau langsung memakainya saja Ayu? Jangan khawatir kamu akan kehabisan stok baju karena aku telah membelikan beberapa potong baju yang sama dengan warna yang berbeda" ucap Vhe.
"Nih"
__ADS_1
Vhe melempar sebuah tas lagi padaku. Tanganku reflek bergerak menerimanya agar lemparannya tak mengenai wajahku. Begitu ingin aku melemparkannya balik namun aku menahan diriku.
"Sabar Ayu,,, sabar" batinku.
"Pakai sana,, tidak menghargai sekali sudah dibelikan" kata mama.
Aku hendak beranjak membawa si kembar juga namun mama melarangnya. Mama meminta agar si kembar tetap bersama mama disana. Aku menurutinya dan mendorong keretanya mendekati mama.
"Aduuhhh cucu nenek sudah semakin berat saja sekarang,,,,, " Mama menggendong salah satu. Diciumi pipi gembul putraku dan diajaknya bercanda karena dia terbangun.
"Setidaknya nenek menyayangi kalian sayang" batinku terasa luluh melihat cinta mama pada mereka.
Airmataku hendak menetes namun ku tahan karena aku baru ingat aku masih harus menyiapkan makanan di meja makan untuk mama.
"Tidak ada waktu dan sela untuk menangis Ayu" batinku.
Segeea ku siapkan semuanya di meja. Aku sengaja menyiapkan satu piring ekstra untuk Vhe juga. Aku yakin mama akan mengajaknya makan juga bersama kami.
"Ma,,, semua sudah siap di meja makan. Mari kita makan" ajakku.
Mama menoleh dan mengangguk mengerti. Diletakkannya kembali cucunya di kereta.
"Ayo Vhe,,, kita makan siang bersama sayang" tebakanku benar. Mama memang mengajaknya.
Vhe mengangguk mengiyakan kemudian bersama mama mereka berjalan beriringan menuju meja makan. Vhe dan mama telah duduk dan mulai menyendok nasi ke piringnya saat aku hendak duduk dan bergabung dengan mereka.
"Ehhmmm tante,, apa harus kita makan bersamanya? Vhe tidak tahan dengan bau badannya yang penuh keringat itu" ucap Vhe.
Aku langsung mengendus bau badanku sendiri saat mendengarnya. Vhe benar,,, aku memang sangat bau. Bagaimana tidak?? Aku bahkan belum sempat mandi dari tadi akibat terlalu sibuk.
"Kamu makan di meja Santi saja Ayu" titah mama.
Sedih sekali aku mendengarnya namun aku iyakan saja.
Mama benar benar menganggapku pembantu,,,,
\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih 💞
__ADS_1