MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Aku Takut


__ADS_3

Selamat membaca 🌼


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Aku dilayani oleh staff khusus salon itu. Mereka benar benar memberikan pelayanan terbaiknya untukku dan itu semua gratis. Aku sempat merasa sangat beruntung hari ini datang ke salon.


Ku lihat Sandy dari pantulan cermin di depanku. Pria tampan itu duduk memainkan ponselnya sambil sesekali meminum minuman yang sudah disediakan oleh pihak salon.


Wah,,,


Sampai yang menunggui pun dilayani dengan sangat baik. Aneh sih,,,


Tapi keanehan itu tidak lagi terasa aneh bagiku saat aku menangkap gerakan dari wanita yang menyambut kami di depan tadi tengah mengangguk sopan pada Sandy setelah selesai berbicara sesuatu.


Ku rasa aku tau apa yang terjadi di sini,,,


"Aku sudah selesai Sandy,,, bisa kita pulang dan jemput anak anak sekarang??" tanyaku.


Sandy melihat puas kepadaku. Pelayanan terbaik salon ini benar benar mengubah penampilanku. Rambut bergelombangku yang sebelumnya tak beraturan kini dibuat lurus di bagian atas namun bagian bawahnya di curly.


Rambut hitamku kini juga berubah warna kecoklatan. Kuku tangan dan kakiku pun sudah berwarna semua. Bagai Cinderella yang berubah menjadi putri cantik dengan sentuhan sihir.


"Kamu cantik sekali Ayu,,,," puji Sandy yang terpana.


"Aku tidak cantik,,, hanya ayu saja,," gurauku.


Sandy hanya tersenyum lalu membuka kembali lengannya agar aku kembali berjalan mendampinginya. Aku pun segera kembali melangkah bersamanya.


"Terima kasih untuk kunjungan anda berdua. Silahkan datang kembali ya,,," ucap wanita tadi.


"Iya nona,, terima kasih. Kami sangat beruntung hari ini." jawabku.


Wanita itu pun mengangguk sopan dan mengulas senyum manisnya.


Aku dan Sandy langsung meninggalkan tempat itu dan benar benar tidak perlu membayar untuk semua layanannya.


Sandy masuk dan duduk di balik kemudi mobilnya setelah sebelumnya mempersilahkan aku masuk dulu ke mobilnya.


"Sandy,,," panggilku setelah kami sudah ada di jalanan.


"Yaaap,,,ada apa??" tanyanya.


"Terima kasih,,," ucapku.

__ADS_1


"Untuk apa??" tanyanya heran.


"Sudah mau meluangkan waktumu menemaniku di salon." jawabku.


"Tidak masalah,,,lagipula aku tidak ada pekerjaan. Aku bosan berdiam diri di hotel. Jadi lebih baik aku menemanimu kan nona cantik,,,mamanya si kembar,,," kata Sandy.


Sandy memang tak memiliki rumah di sini karena orang tua dan sebagian besar keluarganya tinggal di luar negeri. Jadi selama ini dia hanya tinggal di hotel yang aku juga tidak tau di mana itu.


"Terima kasih juga sudah mengatur semua untukku,,, Manager salonmu sampai harus turun tangan melayaniku. Salonmu pun harus bangkrut dengan layanan gratismu,,," kataku.


Sandy menoleh dan menatapku heran. Namun sejurus kemudian dia tertawa.


"Jadi kamu tau??" tanyanya.


"Tentu saja aku tau,, aku sempat melihat managermy begitu hormat padamu. Katakan padaku,,, Kenapa harus berbohong dengan acara kejutan dan layanan gratis juga,,,??? Apa kamu pikir aku tidak mampu membayarnya???" sungutku.


"Hey,,,katanya berterima kasih tapi kok mukanya kesel gitu,,,,??" tegur Sandy.


Aku hanya mencubitnya gemas.


"Pinggangku biru biru semua karena cubitanmu Ayu,,," sungut Sandy yang merasa kesakitan.


"Siapa suruh bohong padaku,,, Itu hukuman buat anak bandel yang bohong sama mamanya,,,!!" kataku.


"Ampun maaa,,, Baiklah aku akan jujur. Iya,,,salon itu salah satu usaha keluargaku,,, Mommy yang mengurusnya. Tadinya aku tidak tau kalau kamu mau kesana karena ku pikir ada banyak salon di kota ini. Lalu ku pikir aku tak mau kamu akan menolak layanan gratis yang ingin kuberikan jika tau bahwa itu milik keluargaku,,,jadi aku telpon saja managernya tadi sebelum kita berangkat dan memintanya membuat skenario." jelas Sandy.


"Karena Ayu yang ku kenal bukan seperti Vhe mantan istriku yang menginginkan semua jadi miliknya. Kamu bukan wanita yang mementingkan harta,,, Kamu pun bukan wanita yang memanfaatkan segala kemewahan yang suami punya,,, Kamu mandiri dan terbiasa tak bergantung pada pemberian orang." sahut Sandy.


Aku hanya tersenyum dan senang karena diam diam Sandy sangat memahami sifatku. Pandanganku pun mengarah ke depan dan memandangi jalanan.


"Aku justru semakin takut kamu malah akan lari dariku setelah tau siapa aku,,, dan tujuanku." batin Sandy.


Kami pun tiba di depan sekolah si Kembar tepat saat bel sekolah berbunyi. Sandy dengan cepat turun dan membukakan pintu untukku. Dia tak mau anak anak keburu keluar.


Kami pun melambaikan ketika melihat si kembar yang langsung berlarian berlomba saling mendahului.


"Mamaaaa,,,,om Sandyyyyyy,,,,," mereka pun menghambur pada kami.


"Sayang sayangnya mama,,, gimana tadi sekolahnya?? Pinter gak??" tanyaku.


"Ingat pesan om Sandy tadi gak??" tanya Sandy.


Si kembar hanya dengan gaya kocakyna mengacungkan kedua jempol mereka pada kami seakan memberitahu kami bahwa semua di sekolah baik baik saja dan tak ada masalah apa pun.


"Mama cantik ya hari ini Nichol,,,," kata Nathan yang baru menyadari penampilan baruku.


Nicholas yang masih dalam pelukan Sandy menoleh dan mengacungkan jempolnya juga padaku. Aku malu dibuatnya.

__ADS_1


"Suka gak kalau punya mama cantik begini??" tanya Sandy.


"Suka om,,," jawab mereka.


"Om juga suka lihat mama kalian begitu cantik,,, dan makin cantik,,," Suara Sandy makin memelan.


Mungkin dia hanya tak ingin anak anakku mendengar penuturannya itu.


"Dan om Sandy jadi semakin takut jika mama kalian yang cantik ini menangis lagi,,,," batin Sandy.


"Ayo kita pulang sayang,,,," kataku pada si kembar.


"No mama,,, kita kan mau beli ice cream dulu sama om Sandy,,,, Iya kan om??" tanya Nathan.


Sandy tersadar dan langsung mengangguk.


"Iyaaa benar,,, ayo naik ke mobil om Sandy,,, kita jalan jalan dulu,,, makan siang dulu,,, makan ice cream,,, main main dulu,,," kata Sandy.


Yeeaaayyyy,,,,


Si kembar bersorak kegirangan dan tak mempedulika lagi apa aku mengijinkan atau tidak. Dan aku pun tak sampai hati jika melarang mereka.


Kami berdua berjalan berdampingan dan saling bergandeng tangan dengan aku dan Sandy di bagian pinggir.


Seperti sebuah keluarga bahagia bukan??


"Ooo itu suaminya,,, ganteng yaa. Kelihatannya juga tajir. Kemana saja selama ini kok gak pernah ikut antar jemput anaknya??" kata salah satu ibu ibu yang juga menjemput anaknya.


"Saya kira malah dia itu janda lho,,,," ghibah mulai memanas.


"Mungkin bu Ayu takut suaminya itu kita goda ibu ibu,,,, tampan begitu sih,,," jawab seorang ibu.


"Ehh bukan kok bu,,, ada satu lagi waktu ini laki laki mengantar bu Ayu dan si kembar. Bukan pria ini kok saya yakin,,, Yang itu tidak setampan ini. Mobilnya juga gak semewah ini,,," timpal ibu ibu yang lain.


"Waaahhh,,, terus yang mana dong ayah si kembar??" yang lain menyahut.


"Jangan jangaaaann,,,,,"


Emak emak pun mulai bergosip tentang siapa sebenarnya suamiku. Pantas saja mereka heran dan sibuk menerka nerka karena selama ini mereka memang lebih sering melihatku sendiran saja mengantar dan menjemput si Kembar.


Dirga hanya sekali saja mengantar. Dan kini Sandy yang lebih sering muncul di sekolahan ini.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2