
Selamat membaca ๐ธ
Maaf banyak typo ๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐ธ๐ธ๐ธ
"Kadeeeekkk,,," teriak Angela.
"Lala,,," ucapku singkat karena Angela langsung menghambur dan memelukku erat.
"Maafkan aku Dek,,, Sungguh aku minta maaf. Aku akan jelaskan semua tentang video itu. Itu bukan video lengkap. Itu sudah ku potong karena aku ingin mengambil bagian ucapan Sandy yang buruk saja dam mungkin bisa menyakiti perasaanmu."cerocos Angela mengakui kesalahannya.
Angela lantas menceritakan dan mengakui semua keburukannya sebelum tau bahwa Ayu yang dicintai Sandy adalah aku.
Angela menceritakan duduk perkara dan menunjukkan video aslinya tanpa menghiraukan Dirga yang masih ada di sana.
"Ini Yu,,, Ini kejadian sebenarnya,,," kata Angela menunjukkan video asli yang belum terpotong.
Aku menerima ponsel yang diserahkan oleh Angela dan mulai memutar video itu.
๐ธBagian setelah ini adalah Replay Kejadian saat Angela merekam percakapan antara nyonya Frederica dan Sandy di part 73 dengan judul Los Angeles untuk mengingat apa yang sebenarnya terjadi dan ucapan apa saja yang keluar dari bibir Sandy.๐ธ
๐ธ๐ธ๐ธ Play Video ๐ธ๐ธ๐ธ
"Mommy,,,, Sandy sudah besar,,, sudah bisa memilih sendiri,,," protes Sandy.
"No,,,,!!! You sudah gagal,,, Siapa wanita ini???" Nyonya Frederica menyerahkan beberapa lembar foto.
Sandy menerimanya dan terbelalak.
"Mommy please,,, jangan ganggu mereka." kata Sandy.
"Mommy tidak mau terima wanita yang punya suami dan punya anak,,,Remember itu,,,!!!" kata nyonya Frederica.
"Mom,,, beri Ayu waktu. Dia hanya butuh waktu untuk menyelesaikan hubungannya dengan suaminya." kata Sandy.
"Oh jadi namanya Ayu,,, Cukup ayu untuk merebut perhatian you tapi bukan mommy." ketus nyonya Frederica.
"Sandy janji sama mommy,,, Ayu tidak akan seperti Vhe. Ayu itu berbeda mom,,, Sandy akui Sandy sudah salah pilih Vhe but Ayu is totally different. Mommy harus percaya,,," kata Sandy mantap.
"You loves her??" tanya nyonya Frederica.
"Dengan segenap jiwa dan raga Sandy mom,,, Sandy yakin Ayu sudah membuat Sandy jatuh cinta padanya meski awalnya Sandy hanya ingin memanfaatkannya untuk membalas dendam pada Vhe,,, Awalnya Sandy hanya mendekatinya agar Vhe cemburu dan balik lagi pada Sandy karena i still love her so much,,,, Tapi lama lama Sandy merasa nyaman dengan Ayu. Ayu jauh lebih baik segala halnya dibanding Vhe mom,,"
๐ธ\=\=\=๐ธ
__ADS_1
Kalimat asli dan lengkap yang diucapkan oleh Sandy itu mampu membuat airmataku mulai menetes karena terharu.
Aku lanjut menyimak video yang masih lumayan panjang itu.
๐ธ๐ธ๐ธ Play Video lagi ๐ธ๐ธ๐ธ
"Mom,,, trust me,, Ayu adalah kebahagiaan Sandy. Jangan jauhkan Ayu dari Sandy. Atau mommy akan melihat Sandy selamanya memutuskan single. Mommy mau???" ancam Sandy.
Nyonya Frederica tampak terkejut.
"Tapi Sandy,,, Ayu punya anak dan suami. Kalaupun nanti Ayu divorce sama suaminya,,, Apa you tidak malu married with janda dua anak??" tanya nyonya Frederica.
"Its not a big deal mommy,,, Mommy dulu juga menikah dengan daddy yang duda,,, Apa mommy tidak malu dulu menikahi duda dengan tiga anak??" Sandy bertanya balik.
Nyonya Frederica tampak kehabisan kata.
"Sama dengan perasaan mommy waktu itu,,, Mommy hanya ingin bahagia dengan pria yang sudah hati mommy pilih yaitu daddy. Mommy juga ingin anak anak daddy terawat dengan hadirnya mommy di tengah tengah mereka. Begitu juga perasaan Sandy pada Ayu,,, Hati Sandy yang memilih Ayu dan Sandy juga ingin anak anak Ayu mendapat perlindungan dan kasih sayang yang selama ini tidak mereka dapatkan dari ayahnya,,, Apa perasaan dan cinta Sandy ini sebuah kesalahan mom???" tanya Sandy.
Nyonya Frederica menggeleng pelan lalu memeluk Sandy.
"Segera bawa Ayu pada mommy,,, Mommy ingin mengenalnya. But remember,,, You harus tetap menahan diri jika Ayu masih belum bercerai. Mommy tidak mau you dituduh sebagai perusak rumah tangga orang." kata nyonya Frederica.
"Mommy ingat tidak kalau di Indonesia,,, lelaki seperti itu disebut apa??" canda Sandy yang senang mendapat restu dari mommynya.
"Pebinor yaaa,,,???" jawab Nyonya Frederica.
"Jangan jadi pebinor,,, ingat itu!!!"
Lagi lagi ucapan nyonya Frederica membuat Sandy tertawa. Ibu dan anak itu saling tertawa dan berpelukan .
๐ธVideo Ended๐ธ
Tangis haruku berubah bercampur tawa di part part akhir video itu. Tiba tiba aku merindukan sosok mommy yang begitu hangat padaku. Rindu sosok Sandy yang memang selalu mencintaiku.
Benar,,,
Harusnya aku tak pernah meragukannya,,
Harusnya aku tak pernah merepotkannya dengan kabur begini,,,
Aku harus meminta maaf padanya atas ulahku yang gegabah dan kekanak kanakan ini.
"Lala,,, Katakan di mana Sandy sekarang?? Apa dia ikut datang bersamamu???" tanyaku dengan tidak sabar.
"Tuh,,,Sana sambut pangeranmu,,," titah Angela sambil menunjuk ke arah di mana Sandy sudah berdiri di dampingi mommy dan daddy.
Mataku berbinar dan menyiratkan ribuan rindu pada sosok tampan di seberang jalan itu. Aku hampir saja kehilangan dirinya karena ulah bodohku.
__ADS_1
Kakiku pun melangkah ke depan saat sebuah suara membuatku menoleh.
"Ayu,,, Pikirkan permintaanku tadi."
Langkahku terhenti karena suara itu. Yaa,, Aku baru ingat masih ada Dirga sedari tadi berdiam diri di sana dan tentunya juga mendengar semua yang dikatakan Sandy dalam video itu.
Aku juga baru ingat bahwa tadi sebelum Angela memelukku,,,Dirga sempat mengutarakan keinginannya untuk memperbaiki dan mengulang tepatnya,,, Mengulang membangun rumah tangga kami dari awal.
Demi anak anak,,
Dirga meminta agar aku memberinya kesempatan sekali lagi dalam sisa hidupnya untuk menjadi papa yang baik untuk keduanya.
Dirga tak meminta aku melayaninya di ranjang layaknya suami istri setelah kami rujuk nantinya karena dirinya sadar diri dengan penyakitnya itu. Dirinya tak ingin menulariku. Dirinya mengajakku rujuk murni dan tylus ingin menebus semua kesalahannya.
Dan bicara soal penyakit,,,
Nyaliku tiba tiba ciut.
Bukankah aku harus berpikir ulang untuk kembali pada Sandy dengan kemungkinan aku pun tertular penyakit itu,,,
Atau setidaknya,,,
Aku harus menunggu dan memastikan dulu diriku ini sehat dan benar benar layak atau pantas bersanding dengan Sandy.
"Demi anak anak Yu,,," ucap Dirga lagi saat melihat aku mulai bimbang.
Aku memandangnya kemudian memandang pria di seberang jalan yang sudah menatapku dengan pandangan takut kehilangan namun tak ingin memaksa dan memberiku waktu terlebih dulu memikirkan semuanya,,,
๐ธ๐ธ๐ธ
"Bohong jika aku tak berharap saat ini kamu lari menghampiriku,,, Memelukku di depan mata kepala mantan suamimu itu Yu,,, Tapi aku tak ingin memaksamu.Biarkan kamu sendiri yang memulainya,,"batin Sandy yang terus berdiri dan mematung di seberang jalan.
Beberapa lamanya menunggu Ayu yang masih tampak bimbang di sana,,, Sandy pun menghela napasnya berat.
"Baiklah,,, Aku mengalah saja sebaiknya,,,"
Sandy mulai membalikkan badannya setelah meyakinkan nyonya Frederica yang tampak keberatan dengan sikapnya melepaskan Ayu.
"But Sandy,,, You must fight,,," kata nyonya Frederica.
"Mom,,, Please,, Kita pergi saja dari sini. Don't disturb Ayu dan Dirga." lirih Sandy sambil menarik tangan nyonya Frederica yang masih enggan pergi.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih ๐ธ
__ADS_1