
Selamat membaca 🌸
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌸🌸🌸
"Apa kabar Yu,,,?? Aku kesini hanya ingin mengunjungi anak anak. Aku sempat datang ke rumah besar tapi kata penjaganya kamu sudah lama tidak tinggal di sana." ucap Dirga berbasa basi.
"Aku baik,,, Ayo anak anak kasih salam sama papa." kataku pada si kembar yang langsung sembunyi di belakangku begitu melihat kehadiran papanya.
Tampaknya mereka masih trauma karena pernah melihat Dirga berlaku kasar kepadaku.
"Anak papa,,, Jangan takut. Papa gak akan galak atau kasar kok sayang. Papa kesini bawa mainan dan es krim buat kalian loh,,,Sini sayang sama papa. Papa kangen sama kalian." ucap Dirga membujuk keduanya.
Keduanya masih saja takut takut dan memegangi ujung dressku kuat kuat. Terlebih lagi saat tangan Dirga berusaha menggapai mereka. Pegangan mereka tambah erat di kedua pahaku.
"Biar aku saja yang membujuk mereka." ucapku pada Dirga.
Dirga mengangguk dan bersabar menunggu aku memberi pengertian pada si kembar. Meski bagaimana pun,,, Aku tak memungkiri Dirga adalah papanya dan meski hubunganku dengan Dirga telah berakhir,, Aku tak ingin menanamkan kebencian di hati si kembar.
Aku selalu menanamkan dalam hatiku sendiri bahwa tidak ada yang namanya mantan anak atau pun mantan papa.
Setelah cukup lama ku bujuk dan ku beri pengertian akhirnya anak anak mau juga didekati papanya. Cukup lama Dirga tenggelam dalam momen melepas rindunya pada anak anak hingga akhirnya Dirga melepaskan dirinya dari mereka lalu memberikan mainan dan es krim yang di bawanya.
"Nathan sama Nichol gak suka es krim coklat papa,,, Kita sukanya es krim vanila." kata Nathan.
"Oh papa minta maaf sayang,,, Papa gak tau. Nanti papa belikan lagi yang vanila. Yang ini dibuang saja,,," kata Dirga yang merasa malu karena ternyata dia benar benar tidak paham kesukaan anak anaknya sendiri.
"Tidak apa apa papa,,, Kita makan saja es krim dari papa. Nanti biar papa Sandy yang beliin kita es krim Vanila yang pakai cone itu,,," celoteh Nathan kemudian.
"Papa Sandy? Siapa dia? Kenapa sepertinya anak anakku sudah akrab dengannya? Apa benar yang dibilang Vhe bahwa Ayu memang diam diam telah berselingkuh dariku??" batin Dirga dengan pandangan penuh tanya mengarah padaku.
Sadar tengah diperhatikan aku pun lalu meminta anak anak untuk membawa es krim itu ke dapur dan mengambil piring kecil untuk alasnya agar tak menetes ke baju mereka.
Lagipula aku tau pasti setelah ini Dirga akan menanyakan siapa itu Sandy.
__ADS_1
"Siapa papa Sandy Yu,,,??" tanya Dirga tepat saat anak anak baru saja masuk dapur.
Aku menghela napasku.
"Calon suamiku." jawabku singkat.
Dirga terhenyak mendengarnya. Berdirinya nyaris tidak seimbang. Dirga oleng dan ambruk. Beruntung aku dengan sigap bisa menahan tubuhnya.
"Kamu baik baik saja Dirga??" tanyaku setengah panik dan memapahnya.
Ku bawa Dirga ke kursi taman yang terletak tak jauh dari tempat kami.
"Aku tidak apa apa,,, Terima kasih Yu,,," ucap Dirga lirih.
"Aku ambilkan air dulu untukmu. Kamu kelihatan pucat." sahutku langsung berjalan setengah berlari ke dapur dan kembali dengan segelas air putih di tanganku.
"Minumlah dulu,,," titahku.
Dirga menerima gelas itu dan meneguk habis airnya. Aku yakin Dirga sedang tidak baik baik saja tapi aku tidak yakin jawabanku itulah penyebabnya. Berlebihan menurutku jika dia langsung lunglai mendengarnya apalagi dia seorang pria yang semestinya bisa jauh lebih tegar.
"Kamu sebenarnya kenapa?" tanyaku lagi.
"Sakit apa??" tanyaku.
"HIV,, tubuhku digerogori Hiv Yu,,, Aku baru tau sejak Vhe kecelakaan itu. Dokter memvonis dirinya memiliki sakit yang sama." jawab Dirga.
Aku terdiam.
"Tapi jangan khawatir Yu,,, Aku yakin aku tidak menulari anak anak." ucap Dirga cepat seaakn berusaha menerka nerka diamku.
"Aku tau,,,penularannya tidak semudah itu. HIV tidak menular melalui air liur, keringat, sentuhan, ciuman, gigitan nyamuk atau bekas toilet. Tapi lebih kepada kontak cairan tubuh seperti darah dan ****** lewat perilaku seksual dan penggunaan jarum suntik. Aku pernah mempelajari semua itu saat di sekolah. Yang buat aku diam karena aku berpikir apa aku juga akan memiliki sakit yang sama,,," lirihku tertunduk lesu.
Mendadak muncul bayangan Sandy yang berharap banyak padaku meski saat ini hubungan kami sedang tidak baik. Aku mulai merasa takut aku memiliki penyakit yang sama dan merasa tak pantas baginya.
"Tidak Yu,,Aku yakin kamu sehat." jawabnya cepat.
Aku mendongakkan kepalaku.
__ADS_1
"Kamu yakin sekali,,," ucapku.
"Iya aku yakin karena bukan aku saja yang mengidap penyakit ini,,, Papa juga Yu,,, Mama masih belum tau karena aku belum memeriksakannya." jawab Dirga.
"Apalagi seperti itu,,, Jika tante Widya juga mengidap penyakit yang sama bukannya malah kemungkinan aku juga tertular lebih besar?? Lalu anak anak??" ketusku mulai menyalahkan keluarga Dirga.
Aku menunduk lagi dan mulai terisak membayangkan jika anak anak juga tertular.
"Tenang Yu tenang,,, Aku mau kok dampingi kamu untuk cek kesehatanmu. Tapi aku yakin kamu tidak tertular karena penyakit ini pasti Vhe yang bawa. Sedangkan kita,,, Kita tidak pernah melakukannya sudah sejak lama bahkan sebelum Vhe hadir lagi bukan,,,??" Dirga memegangi bahuku.
Aku menggerakkan bahuku dan meminta Dirga tak menyentuhku begitu. Dirga tau diri dan melepaskan tangannya dariku.
🌸🌸🌸
"Kamu yakin tidak mau turun Sandy?? Kamu bilang mau jelaskan semua pada Ayu,,, Nah sekarang kita sudah tiba di rumahnya kenapa kamu malah melarangku masuk??" tanya Angela tidak mengerti.
Angela bingung kenapa Sandy yang tadi cuek tiba tiba keluar mobilnya dan langsung menarik Angela masuk ke dalam mobilnya.
"Beri dia waktu dengan mantan suaminya dulu." ucap Sandy yang sedari tadi melihat semua kejadian di taman itu.
Angela menoleh ke arah mana yang sedang dipandang oleh Sandy. Tampak ada Dirga dan Ayu di sana.
Sandy melihat bagaimana raut wajah Ayu yang bersedih namun tidak tau pasti apa yang membuatnya bersedih. Namun melihat Ayu berusaha menolak saat tangan Dirga berada di bahunya membuat Sandy yakin Ayu dan Dirga kecil kemungkinan akan balikan.
Mobil keduanya rupanya sudah sedari tadi terparkir di seberang jalan namun baik Ayu dan Dirga tidak ada yang menyadari. Ibu yang sibuk melayani pelanggan pun tidak menyadari ada beberapa pasang mata dalam dua mobil itu yang terus menyaksikan dua orang mantan suami istri tengah berduaan membahas sesuatu yang tampaknya tidak baik.
"Aku tidak mau menunggu lagi Sandy,,Aku harus jelaskan semua padanya." kata Angela yang keluar dari mobil Sandy dengan cepat tanpa menghiraukan Sandy yang masih berusaha menahannya.
Angela langsung saja keluar kala Wisnu keluar dari taksi dan menghampiri mobil Sandy. Wisnu merasa bingung kenapa Sandy menarik Angela ke mobilnya.
"Apa semua baik baik saja sayang??" tanyanya pada Angela.
"Ayo cepat kita temui Ayu,,," sahut Angela cepat dan menyebrangi jalan langsung masuk ke halaman rumah Ayu.
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih 🌸