
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
Vhe gelisah dan mondar mandir dalam kamarnya. Sejak mendengar perkataan Ayu tentang ketidakyakinannya akan bayi itu membuat Vhe bertanya tanya.
"Gawat kalau sampai Ayu tau,,, Tapi dia bisa tau darimana?? Dia tau siapa yang meniduriku malam itu,,, atau dia juga tau tentang daddy,,,???"
Banyak pertanyaan bergulir di kepala Vhe.
"Aku harus berbuat sesuatu,,, Aku tidak boleh diam saja. Aku sudah rela membiarkan janin ini tumbuh jadi aku tak akan mau dirugikan." gumam Vhe.
Vhe duduk dan mulai menenangkan dirinya sendiri agar otaknya bisa diajak kerjasama mencari ide ide brilian.
"Vhe,,, mama mau arisan. Kamu ikut gak sayang??" tanya mama yang masuk tanpa mengetuk pintu dulu.
"Mamaaa,,, ketuk pintu dulu dong,,,!!!" kata Vhe yang merasa terkejut dan terganggu.
Sedetik lalu dia hampir mendapatkan ide untuk menyingkirkan Ayu namun kini ide itu buyar karena mama.
"Maaf sayang sudah mengejutkanmu,,, Apa kamu mau ikut??" tanya mama lagi.
"Tidak!!! Pergi saja sendiri,,,!!!" ketus Vhe.
Mama hanya mengelus dada mendapati perlakuan Vhe itu. Didekatinya menantu kesayangannya itu.
"Ada masalah apa sayang?? Ingat kamu lagi hamil sayang,,, jangan marah marah. Jangan stress. Kalau ada masalah bicarakan saja,,, bisa dengan Dirga,, mama atau papa juga bisa,,," bujuk mama.
Mama mendekat dan mengelus perut Vhe dengan penuh kasih sayang.
"Mama tidak mau cucu mama ini kenapa kenapa,,,Mama ingin dia lahir dengan selamat. Makanya mama tidak mau kamu ada beban apa apa sayang,,," kata mama.
"Nenek tua ini sepertinya bisa ku ajak kerjasama. Dia kan sangat ingin menyingkirkan Ayu juga. Aku harus coba pengaruhi nenek tua ini,,," batin Vhe sembari memikirkan sebuah ide lagi.
"Katakan Vhe,,,apa kamu ada masalah???" tanya mama lagi menyadarkan Vhe.
"Vhe kesal saja ma,,, Vhe kan maunya Dirga itu selalu menemani Vhe tiap malam apalagi pas Vhe hamil begini. Vhe mau dekat dekat sama Dirga terus. Sepertinya sih bawaan bayi ya,,, Tapi Ayu itu pasti akan mengacau lagi,,," sungut Vhe berusaha mengambil simpati mama.
__ADS_1
"Jadi itu yang buat kamu stress sayang,,,?? Mama paham rasanya hamil terus ingin dekat suami terus. Tapi kita bisa apa,, Benar katamu,,, Ayu pasti tidak akan mau,,, Seandainya saja ada cara lain,,," mama ikut berpikir.
Vhe tersenyum karena mangsanya telah masuk perangkap.
"Vhe ada cara sebenarnya,,,tapi Vhe tidak bisa melakukannya sendiri. Mama harus bantu Vhe,,," kata Vhe.
Mama menoleh padanya.
"Cara apa itu sayang,,,???" tanya mama.
"Tapi mama janji dulu mau bantu Vhe,,, demi cucu mama ini lho,,," kata Vhe.
"Mama pasti bantu sayang,,, Mama kan juga selalu ingin si Ayu itu kena batunya." kata mama.
"Sini Vhe bisikin,,,,"
Mama mendekatkan telinganya pada Vhe. Vhe membisikkan beberapa kalimat panjang berisi rencana jahatnya untuk Ayu.
Mama tampak menaikturunkan alisnya dan wajahnya berubah ubah mengikuti suara Vhe di telinganya.
"Gimana???" tanya Vhe setelah selesai membisikkan rencananya.
Mama tersenyum membayangkan rencana Vhe itu akam berbuah manis. Kali ini pasti Ayu tamat.
"Jadi mama setuju dan mau bantu aku??" tanya Vhe memastikan.
"Tentu saja sayang,,, Ini bukan hanya baik untukmu dan cucuku tapi juga baik untuk mama. Sudah lama mama menginginkannya,,," jawab mama dengan senyum sinisnya menyungging.
"Terima kasih ya ma,,, Mama memang mertua yang paling baik sedunia,,,"puji Vhe.
"Kamu juga sayang,,, kamu menantu terbaik yang pernah ada. Mama memang tidak pernah salah memilihmu,,," Mama memeluk Vhe.
"Sekarang kamu memang masih berguna untukku,,,karena itu aku tak akan dengan cepat menyingkirkanmu nenek tua,, Kamu hanya perlu bersabar menunggu giliranmu ku depak dari rumah ini,,, Sekarang biar Ayu dulu yang keluar." batin Vhe sambil semakin erat memeluk mama.
Senyum kelicikan itu makin lebar di wajahnya.
πΈπΈ
"Dirga,,,ada yang ingin ku sampaikan padamu,,," kataku malam itu.
Aku berniat mengatakan semuanya tentang Vhe dan papa namun harus pelan pelan dulu.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu sampaikan Yu,,,??" tanya Dirga.
Malam ini memang bagian Dirga di kamarku.
"Apa kamu percaya pada apa yang akan ku katakan nantinya??" tanyaku.
"Sejauh yang ku tau,, Kamu bukan pembohong Yu. Jadi aku pasti percaya,,, Katakan saja,,," kata Dirga.
Aku merasa lega dengan pernyataan Dirga itu. Ada gunanya juga selama ini aku tak pernah berbohong padanya kecuali urusan datang bulan dan Sandy.
"Apa kamu percaya Vhe hanya mencintaimu,,,??" lirihku.
Dirga tersentak mendengar pertanyaan itu. Dirinya yang semula merebahkan diri langsung duduk dan menatapku.
"Kalau ini semua kamu bahas hanya karena kamu cemburu pada Vhe atau berusaha menjelekkan dirinya,,, Sebaiknya hentikan bicaramu Ayu,,, Aku sudah susah payah menjaga agar hubungan kita bertiga baik baik saja. Justru aku tengah berharap bahwa kamu juga ikut bahagia dengan kehamilan Vhe sekarang,,," Dirga memperingatkanku.
"Aku baru bertanya begitu kamu sudah menuduhku macam macam. Baiklah kalau begitu,,, aku tak akan lagi menahan nahan apa yang ku rasakan. Aku bukan tidak suka atau cemburu atau bahkan iri dengan kehamilan Vhe,,, Aku justru kasihan padamu makanya aku ingin mengatakan hal yang ku tau,,, Vhe itu mengkhianatimu Dirga,,, Dia bukan wanita baik baik,,Dia berselingkuh di belakangmu,,,!!! Kamu jangan percaya jika anak yang dikandungnya itu adalah anakmu,,!!!"
Aku tak menahan lagi.
"Cukup ya Ayu,,,!!! Hina sekali kamu sampai punya pikiran sekotor itu pada Vhe. Asal kamu tau ya,,, Vhe sangat menjaga dirinya selama ini. Dia bahkan selalu memintaku menggunakan pengaman sebelum kami berhubungan. Sekarang dia hamil,,, Ya tentu saja itu adalah anakku karena kami sudah melakukannya tanpa pengaman lagi,,,," kata Dirga.
Aku belum menjawab karena aku masih memikirkan perkataan Dirga tentang pengaman itu. Kalimat itu membuatku punya kecurigaan yang bertambah besar pada Vhe.
"Bisa saja kan Vhe sudah hamil dengan pria lain,,, lalu begitu tau dirinya hamil,,, Vhe memintamu melakukannya tanpa pengaman lagi. Ajak Vhe test DNA bayi itu,,," ketusku.
"Cukup Ayu,,,!!! Aku pikir selama ini kamu itu benar benar baik dan menerimanya tapi ternyata kamu mengecewakanku dengan menunjukkan sifat aslimu ini,,, Jangan sembarangan bicara. Perselingkuhan apa?? Tidak baik apanya??? Mengkhianati bagaimana??? Apa kamu punya bukti untuk semua perkataanmu itu,,,???!!!" Dirga membentakku.
"Punya,,,!!! Kamu mau lihat hah,,," tantangku.
Kleekkkk,,,
"Ribut saja terus kalian ya,,, Sampai tidak dengar Vhe teriak minta tolong dari tadi,,,??? Dirga,,, Vhe jatuh terpeleset di kamar mandi. Cepat bantu dan bawa dia ke rumah sakit dulu,,,!!!"
Papa tiba tiba membuka pintu dan menegur kami. Dirga tak lagi menghiraukanku dan langsung lari keluar. Papa juga langsung menyusulnya. Aku masih diam dengan ponselku yang sudah memainkan video pelukan papa dan Vhe.
Malam itu aku gagal memberikan bukti itu pada Dirga
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaaa
__ADS_1
Terima kasih πΈ