MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU

MERTUA & MANTAN PACAR SUAMIKU
Dua Tahun


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


###############


🌻🌻🌻


"Jadi benar Ayu sudah mengijinkan kita sekamar? Yakin dia gak bakalan ganggu kita lagi??" tanya Vhe yang tidak percaya pada perkataan Dirga.


Sore itu Dirga datang menjemputnya agar mau tinggal di rumah lagi.


"Iya dia sudah janji,, aku jamin hal seperti kemarin tidak akan terjadi lagi." jawab Dirga.


"Baguslah kalau seperti itu,,, aku jadi bisa makin leluasa berbuat semauku. Aku hanya harus pandai pandai mengatur waktu dengan daddy biar si nenek tua itu tetap tidak curiga." batin Vhe.


"Kamu mau kan tinggal di sana lagi sayang?" tanya Dirga.


Vhe tersenyum dan mengangguk.


"Tentu saja suamiku sayang,,, aku pasti mau. Aku juga tidak ingin jauh jauh darimu dan membiarkanmu dekat dekat Ayu terus,,, aku bisa mati cemburu nanti."goda Vhe.


Dirga senang.


"Sayang,,, nanti malam kita bisa kan??" tanya Vhe sambil mengerlingkan matanya.


"Aku malahan yang mau minta,,,Ayu semalam menolakku." kata Dirga jujur.


Vhe cemberut mendengar itu.


"Kenapa masih minta sama dia juga sih??!! Apa enaknya sama dia,,,Lagian kamu kok tega sih sama aku Dirga?? Katanya kamu cuma cinta sama aku,,,kenapa masih mau sama dia juga??!!" Vhe kesal bukan main.


"Apa salahnya?? Ayu kan juga istriku,,dia berhak atas itu juga Vhe. Kamu jangan lupa bahwa aku sudah menyetujui perjanjian adil itu,,," kata Dirga mengingatkan.


"Tapi aku tidak rela,,,!!"ketus Vhe.


"Rela tidak rela kamu tetap harus rela,,, kan kamu sendiri yang bersedia jadi istri kedua. Ya itu konsekuensinya sayang,,," kata Dirga.


"Pokoknya aku mau suatu hari nanti kamu ceraikan Ayu,,,!!" Vhe semakin kesal.


"Tidak ada yang akan diceraikan,,,baik kamu atau Ayu." kata Dirga tegas.


"Tapi Dirga,,," Vhe hendak protes.


"Cukup,,,ayo kemasi barang barangmu. Kita pulang. Urusan selanjutnya nanti kita lihat saja bagaimana ke depannya." kata Dirga.


Vhe senang mendengarnya. Itu berarti semua masih bisa berubah aturan.


"Ok Vhe,,sabarlah sedikit." batin Vhe.

__ADS_1


🌻🌻🌻


"Selamat datang kembali menantu kesayangan mama,,," mama langsung menyambut dan menciumi Vhe di depan mataku.


"Mamaa,,," Vhe memeluk mama sambil melirikku sinis.


"Ayo istirahatlah,, biar Ayu yang bantu bawakan barangmu ya,,," kata mama.


"Terima kasih ma" sahut Vhe.


"Ayu,,,ayo bantu Vhe!!" titah mama.


Aku mendekat.


"Vhe,,,tanganmu masih lengkap kan?? Masih kuat kan?? Bisa kan ambil dan bawa barangmu sendiri?? Masak ambil dan bawa pulang suami orang bisa,,,cuma bawa koper saja minta bantuanku sih?" ledekku.


"Sayaaangg,,, lihatlah bagaimana Ayu memperlakukanku,,,!!" rengek Vhe manja membuatku muak.


"Ayuu,,,kamu kenapa sih? Vhe baru saja tiba tapi kamu sudah cari gara gara,,,Sudah jangan ribut lagi. Biar aku saja yang bawa semua." kata Dirga.


"Tapi sayang,,, nanti kamu bisa capek. Kan kita mau senang senang di kamar." kata Vhe sengaja memanasiku.


"Aku masih bisa. Ayo ke kamar." sahut Dirga tak ingin memperkeruh suasana lagi.


Dirga langsung mengangkat semua sendiri dan menuju kamar mereka berdua yang berada di lantai yang sama dengan kamar yang ku tempati.


"Selamat menjablay Ayuuu,,, malam ini akan ku buat suami kita melupakanmu,,," kata Vhe padaku.


"Hhhh,,, nikmati saja malam kalian." jawabku langsung meninggalkan mama dan Vhe.


Mereka memandang kepergianku dengan pandangan puas dan menang. Mereka pikir aku bersedih dengan hadirnya Vhe. Mereka pikir aku lemah dan tak mampu melawan keputusan Dirga membawa Vhe kembali ke rumah ini.


Silahkan saja berpikir begitu. Yang jelas posisiku sudah tujuh puluh lima persen aman.


"Vhe,,, susullah Dirga ke kamar. Dia pasti sudah tak sabar ingin menghabiskan malam denganmu. Berikan semua yang terbaik ya sayang,,," kata mama.


Uhuk,,,uhuk,,,


Papa terbatuk. Batuk yang disengaja dan kode peringatan untuk Vhe. Vhe paham itu. Dia masih ingat betul apa permintaan Daddy nya itu sebelum mengijinkan dia menikah dengan Dirga.


Dalam dua tahun pertama Vhe tidak boleh hamil karena papa tidak ingin jika sewaktu waktu menginginkan layanannya tapi Vhe tidak bisa karena terhalang kehamilannya.


"Iya ma,,,Vhe ke kamar dulu ya. Selamat malam mama,,,selamat malam papa,," ucap Vhe pada kedua mertuanya.


Papa hanya mengangguk.


"Papa ini ya,,,bisa gak sedikit saja tunjukkan rasa sayang papa sama Vhe. Jangan dingin begini. Vhe itu menantu kita,,, menantu kesayangan mama. Setidajnya hargai perasaan mama." sungut mama.


"iya iya,,,sudah papa mau tidur. Sudah ngantuk." jawab papa malas dan langsung meninggalkan mama.

__ADS_1


🌻🌻🌻


"Tunggu Dirga,,," cegah Vhe saat Dirga sudah hendak memulai tugasnya malam itu sebagai suami.


"Ada apa?" tanya Dirga tidak sabar.


Vhe bangkit dari tempat tidur dan menuju ke meja mengambil sesuatu dari tasnya.


"Pakai ini dulu sayang,,," kata Vhe sembari memberikan sebuah alat kontrasepsi.


"Kita kan sudah menikah sayang,,, kenapa mesti pakai lagi sih??" Dirga tak mengerti.


"Sayang,, aku belum mau hamil karena aku masih ingin berkarir. Aku mohon kamu ngertiin aku ya,,,Aku ingin bekerja juga. Aku ingin mengimbangi kamu,,, kamu kan sudah punya Ayu yang istri rumahan,,, jadi tidak ada salahnya kan kalau aku mengimbangimu menjadi istri yang berkarir di kantoran???" Vhe merayu.


Dirga yang nafsunya sudah di ubun ubun tak menjawab atau pun memikirkan perkataan Vhe itu. Dia hanya langsung menyambar alat itu dan memakainya segera karena sudah tak sabar lagi.


Vhe tersenyum dan kembali ke tempat tidur bersiap melayani suaminya.


Usai berhubungan,,, Dirga baru memikirkan ucapan Vhe tadi.


"Sayang apa maksudmu ingin berkarir??" tanya Dirga.


"Ya aku ingin bekerja sayang. Kamu bisa kan berikan setengah modalmu padaku biar aku yang mengurus sendiri. Kamu tau kan aku suka dan memilih kuliah jurusan managemen bisnis,,, tapi aku hanya belum sempat mempraktekkannya. Makanya,,, beri aku aset ya. Aku kan istrimu,,,mana mungkin kamu memberiku jabatan cuma sebagai bawahan saja." rajuk Vhe.


"Modal???" tanya Dirga.


"Iya sayang,,,boleh ya,,, boleh dong,,,kamu sayang kan sama aku???" Vhe mulai merayu.


Dirga bingung bagaimana menjelaskan pada Vhe tentang aset yang tinggal dua puluh lima persen itu.


"Iya sayang,,, nanti aku bicarakan dengan papa dulu ya,,," sahut Dirga meski dia belum punya akal menjelaskan semua itu.


"Yeaaayyy terima kasih sayang" pekik Vhe senang karena dia yakin papa pasti setuju sesuai janjinya kemarin.


"Tapi berapa lama lagi kamu mau menunda untuk hamil?? Aku ingin kita segera punya anak juga." tanya Dirga.


"Beri aku waktu dua tahun ya sayang,,," kata Vhe.


"Dua tahunnn???!!!" Dirga terkejut.


"Sayang,,, tidak ada salahnya kan menunda dulu. Aku ingin kita nikmati dulu masa pernikahan kita biar kita puas dulu berdua. Lagipula kan kamu juga sudah punya anak." rayu Vhe.


Dirga pikir apa yang dikatakan Vhe ada benarnya juga. Dia tidak mau pernikahannya kali ini seperti peenikahan pertamanya. Belum puas menikmati tapi sudah keburu diribetkan urusan anak.


"Baiklah,,," sahut Dirga.


"Beres daddy,,,Dirga tidak akan menghamiliku,,," batin Vhe sambil tersenyum manis pada Dirga.


\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote,like dan komen yaa


Terima kasih 🌻


__ADS_2